Tidak Sempurna

Bagi yang mampir ke blog baru saya ini, dan menjumpai tulisan lama hilang. Mohon maaf yaa… Ini blog baru euy.

Bukan blognya baru, bukan pula penulisnya baru. Tapi, tampilannya baru. Hihihi.

Suka duka menulis blog ini ternyata lumayan juga yaa. Oh ya, sebelum berpanjang-panjang, saya memang hanya akan curhat nih di tulisan kali ini. Curhat orang Cilincing. Hehe.

Hari ini, saya curhat soal deface saja yaa. Soal isengnya vandalisme. Kenapa? Sudah larut malam nih. Harus ganti popok putri saya. Hehe. Nanti besok-besok di sambung lagi curhatnya.

Iya, blog ini diganti wajahnya secara ugal-ugalan dari anak nakal. Tapi yaa biarlah, anggap saja teguran. Agar lebih banyak belajar.

Pelajaran pertama yang saya petik dari kasus penggantian wajah website ini, bukanlah security. Bukan, sama sekali bukan masalah keamanan pada website.

Pelajaran yang saya rengkuh adalah loyalitas. Rasa kesetiaan.

Begini ceritanya;

Blog saya ini hosting di Dapur Hosting, punya Mas Kiki. Lokasi kantornya di sebuah bilangan di Jakarta. Sudah dua tahun saya mempercayakan beberapa website yang saya bantu pengembangannya kepada hosting tersebut.

Suatu hari di tahun lalu, sial sekali web yang saya bantu, SERRUM (waktu itu masih berbasis Joomla), habis masa berlakunya. Saya sendiri kebetulan sedang tidak di RI ketika peristiwa itu terjadi.

Panik saya. Sebab apabila telat membayar, yaa hangus data dan nama domainnya. Waduh bagaimana yaa?

Akhirnya saya putuskan menggunakan paypal untuk membayar rekening itu. Masalahnya, verifikasi paypal ke rekening bank saya butuh 5 hari. Bukan hanya itu, proses dari bank saya ke paypal pun butuh 5 hari (*SOP standar bank lokal di Eropa pada mercantile, seperti paypal misalnya*) Dan proses pengiriman dari paypal ke alamat pengirim, kadang berproses yang butuh waktu pula (*apabila pengguna di RI memakai kartu kredit*).

Pada kondisi itu, Mas Kiki, nombokin rekening hosting saya. Ia, ia yang membayari dahulu rekening saya, hingga saya melunasinya beberapa hari kemudian.

Saya kagum. Sebab beliau ini tidak kenal saya secara personal, bahkan tidak pernah bertemu muka dengan saya. Tapi, perbuatan baiknya itu, hingga kini saya tetap hargai.

Tidak lama setelah itu, giliran lagi saya harus mengirim uang dari donatur untuk Sekolah Ubuntu Indonesia (SUI). Dan nampaknya, Mas Kiki ini, lepas dari seorang pemilik bisnis dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan sekolah ubuntu, membantu. Dengan menyalurkan dana itu melalui rekening paypalnya.

Mungkin menurut beberapa orang, tindakan itu sepele dan remeh-temeh.

Bagi saya.., tidak.

Saya mengagumi perbuatan baik yang mampu diaplikasikan dalam hal-hal yang simpel. Dan Mas Kiki, sebagai manusia, memperlihatkan hal tersebut.

Jadi, begitu beberapa web yang saya bantu dan kebetulan hosting di perusahaannya Mas Kiki, Dapur Hosting, kena deface. Saya tercenung dalam hati. Sebab amat wajar saya marah kalau ternyata defacer memanfaatkan exploit pada System Admin di server yang membuat web jadi lumpuh.

Gimana coba kalau usaha saya bergantung hidup matinya dari web?

Saya tidak marah. Sama sekali tidak. Tidak marah kepada Mas Kiki (selaku pemilik hosting). Tidak marah kepada defacer (yang nakal itu). Tidak pula marah kepada diri saya (yang mungkin besar peluang bahwa lubang itu akibat kelalaian dan kekurangan ilmu yang saya miliki).

Saya sama sekali tidak marah.

Saya tercenung. Bisa jadi, ini teguran untuk saya. Bahwa ketika saya dibantu oleh manusia lain, lupa untuk terimakasih.

Maka, malam ini, saya harap Mas Kiki mengijinkan saya untuk terimakasih. Saya harap, belum terlambat.

Tidak ada yang sempurna dalam realita sehari-hari yang kita temui. Sama seperti halnya manusia, tidak ada pula mesin (server) yang sempurna. Saya pribadi tetap memakai jasa dari perusahaan Mas Kiki (*walaupun saya sendiri punya server pribadi untuk blog ini pakai jasa DH. Alasannya, Dh itu di RI. Hehe*).

Dan mungkin, tulisan ini juga bentuk dari ketidak sempurnaan saya.

Sebab bisa saja, apa yang saya puji saat ini, berubah di kemudian hari.

Tapi biarlah. Sekali lagi, biarlah.

Tidak apa-apa di cap tidak sempurna sebagai manusia. Asalkan lidah ini tetap mampu mengucap terimakasih walau hanya melalui kata.

This entry was posted in bangaip and tagged . Bookmark the permalink.

7 Responses to Tidak Sempurna

  1. Goenawan Lee says:

    Indah sekali, bang.

    Dengan tidak serta merta melampiaskan kekesalan dan kemarahan ke kambing hitam orang lain, tapi malah mawas diri. Ahhh… šŸ˜€

  2. kevin says:

    Dzighh!!!!
    dalem…..

    mirip sih sama kasus saya… cuman emang beda kasus…

    Tidak apa-apa di cap tidak sempurna sebagai manusia. Asalkan lidah ini tetap mampu mengucap terimakasih walau hanya melalui kata.

  3. edratna says:

    Bangaip, memang tidak ada manusia yang sempurna, tapi saya salut sama bangaip…..yang mau introspeksi diri.
    Andai semua orang di indonesia ini mau mawas diri….
    Andai semua orang di Indonesia tak mudah menggunakan telunjuknya pada orang lain…
    Betapa indahnya kebersamaan dan tolong menolong ini.

    Sekaligus saya mohon maaf jika selama berteman, ada komentar saya, sengaja atau tidak, membuat bangaip kurang berkenan.
    Selamat Idul Fitri, 1 Syawal 1429 H
    Semoga amal ibadah kita selama bulan Ramadhan diterima oleh Allah swt. Amien

  4. AL says:

    Haji Abdul Gani suaminya pok hindun yang jualan gado-gadi di sebelah bengkel om joni :)

  5. aRuL says:

    wah bang kena deface juga..
    hmmm… koq bisa yah..
    wah salut sama bangaip deh, sudah introspeksi :)

  6. manusiasuper says:

    Tapi saya yang baca aja malah kesel sama si oknum itu bang… Jangan-jangan…. *konspirasi freak :mrgreen: *

    -0-
    Hehe, bukan konspirasi kok. Defacernya memang terkenal suka memanfaatkan zero day exploit SysAdmin. Terutama Cpanel. Satu lagi, defacernya spesialisasi deface WP. Tapi yaa sukurlah kalau masih cuma deface. Sebab kalau sudah masuk ke server dan menanam kotak pandora disana, suatu hari akan amat sangat merepotkan sekali.

  7. kita says:

    wah,,blog kita berjodoh bang..huahahahaha…

    templatenya sama atuh..hihihihi…

    *oot dikit*

    -0-
    Iya sama euy. Tapi in imasih diutak-atik warnanya. Sibuk. Susah cari waktu biar agak beda dikit. Hehe

Leave a Reply