Menjual Omong Kosong

Sebagai buruh kecil, waktu luang saya yaa pas-pasan. Tidak banyak, tidak pula kurang. Tapi pas lah untuk bertahan hidup.

Maka itu, saya kalau ada waktu luang saya usahakan membantu teman-teman dekat dan kolega yang sedang berbisnis melalui dunia maya. Sudah lumayan berwaktu juga, kalau dihitung-hitung menekuni waktu luang ini. Terhitung sejak 1995.

Tadi siang, ketika teman-teman usaha saya sedang ikut pemilu untuk memilih calon presiden US terbaru, saya kedatangan tamu. Seorang ibu-ibu.

Sebenarnya kedatangan tamu apalagi client mah biasa di tempat saya. Banyak orang lalu lalang di tempat saya ini. Umumnya mereka menawarkan/menjual ide atau meminta bantuan modal/jaringan pada usaha awal atau bahkan meminta jasa konsultasi untuk usaha mereka.

Yang tidak biasa, ibu ini menangis.

Waduh, dalam hati penuh syak wasangka. Siapa pula manusia di kantor saya yang menghamili anak ibu tersebut?

Setelah saya suguhi teh, saya tanya “Bu, anaknya sudah hamil berapa bulan?”

Ibu itu bengong, “Kamu ini ngaco rip! Saya nggak punya anak perempuan! Lagipula andai punya, apa hubungannya bisnis saya sama kehamilan anak saya, memangnya saya mrostitusi anak!”

Saya tambah terwaduh-waduh dalam hati, “Maap Bu… Maap. Ada yang bisa saya bantu?”

Ibu itu dari menangis, menjadi mata nyureng melotot (karena saya pikir anaknya hamil, hehe) dan kini berubah raut mukanya. Menjadi lebih tenang.

“disensor dot com saya kok nggak ada pengunjungnya rip sejak lama. Usaha saya itu kan berbasis pada pengunjung. Kalau ndak ada yang mengunjungi yaa bangkrut dong usaha saya”

“Waah, ibu bisa cerita sedikit soal usaha ibu?”

“Dulu mah banyak Rip yang dateng ke website saya…”

Belum sempat ia melanjutkan, saya potong, “Kenapa?”

“Sebab saya rajin ngirim email”

“Sekarang nggak? Tapi omong-omong emailnya bagaimana?”

“Saya sampe sekarang rajin. Tapi kok yaa nggak ada yang dateng. Email saya padahal bagus. Mengajak orang jadi member di website saya. Saya jual cara berbisnis online”

Saya sedikit menangkap sesuatu di balik cerita si ibu ini. Saya rasa, ibu ini terpikat bujukan multi level marketing jaringan bisnis online yang menjual produk omong kosong. Lalu tanpa sadar menjadi scammer.

Tapi karena kasihan, saya teruskan saja bercakap-cakap dengan beliau.

“Produk yang di jual di website ibu apa?”

“Sumpah rip. Saya nggak cuma jual member kok. Saya jual produk”

Saya manggut-manggut. Padahal kebingungan. Padahal sudah ditanya produknya apa, kok malah dijawab sumpah. Yaa jelas saya kebingungan.

Saya tanya sekali lagi, “Eh maaf bu, saya mungkin salah dengar. Apa produk website ibu tadi bilang”

Ibu itu mendehem. Diam sejenak. Lalu meneruskan, “Saya jual kuran ama baybel yang ada tandatangan Obama”

“Obama?!”, Saya bengong membelalak

“Iya Obama… Kamu ini kampungan amat sih. Itu looh, calon presiden Amerika”

Saya diam. Jarum jam seakan berhenti berdetak. Sumpah saya kaget. Bukan karena di kata kampungan. Namun bertanya dalam hati, sejak kapan calon presiden Amerika ikut campur dagang kitab suci?

Wah, kalau teman-teman saya ada di kantor, pasti bakal ramai ini. Untung saja saya sedang sendirian. Jadi walaupun muka merah menahan tawa, saya masih bisa tenang.

Seperti biasa sesuai prosedural, saya selalu menanyakan rencana usaha (business plan) jika setiap bertemu orang yang punya usaha. Baik ketika mereka mau dibantu untuk memulai, atau ketika akan mengembangkan usahanya.

Ibu itu bingung, “Apa itu rencana usaha?”

“Loh ibu waktu mulai usaha tidak punya rencana usaha?”

Ibu itu mukanya keheranan. Dalam hati saya tambah kasihan. Ini ibu, sudah tua, jadi scammer (dengan risiko dimaki-maki orang sedunia), bangkrut, dan tidak pula punya rencana untuk mengatasinya.

“Bu, rencana usaha itu adalah bagan yang dibuat dalam memulai usaha. Dalam rencana usaha, ada upaya untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan produk yang ibu punya, target pasar, pengetahuan kompetisi, titik balik modal, serta keuntungan bersih pertahun/perkwartal dan lain-lainnya. Termasuk, antisipasi kalau merugi”

Ibu itu matanya melotot lagi, “Namanya usaha, yaa wajar dong Rip untung rugi!”

Saya meneguk ludah. Ini ibu, galak banget. Untung saja anaknya tidak dihamili karyawan kantor kami. Kalau iya, sial sekali menantunya itu.

“Bu, namanya usaha itu memang ada untung juga ada rugi. Tapi dengan rencana usaha, bisnis ibu bisa diprediksi ketahanannya menghadapi kerugian dan menindaklanjuti keuntungan. Apalagi bisnis dalam dunia maya bu. Banyak varian lain yang harus diperhitungkan”

“Jadi saya harusnya bagaimana dong?”

“Ibu maunya bagaimana? Kalau ibu tahu yang ibu mau, saya coba bantu sebisanya deh”

“Saya mau website saya banyak pengunjungnya. Jadi banyak yang ngeklik iklan, jadi banyak yang jadi member, jadi banyak yang beli produk saya”

Saya kembali meneguk ludah. Mencari kalimat yang tepat, untuk menerangkan bahwa menjual omong kosong dan kitab suci yang ditandatangani presiden Amerika bukanlah pekerjaan yang dianggap sempurna oleh banyak manusia.

This entry was posted in cerita_kerja, sehari-hari and tagged , . Bookmark the permalink.

13 Responses to Menjual Omong Kosong

  1. Pingback: Antara Kau, Obama dan Quran Bible « Arif Kurniawan as Bangaiptop

  2. itikkecil says:

    jadi inget postingan kopral geddoe πŸ˜€
    kalo mau banyak yang ngeklik, bikin aja situs yang isinya tentang lowongan kerja, cpns, seks dan agama… bakalan rame tuh….

    -0-
    iya BOTD ID isinya begituan semua πŸ˜€

  3. manusiasuper says:

    disensor dot com ga bisa dibuka bang, address not found. Pantesan si ibu ga kaya-kaya, lupa memperpanjang domain tuh…

    -0-
    hehe, bisa aja kamu

  4. Catshade says:

    Bang Aip… si ibu memang bener-bener sepolos itu dalam menjalankan scam-nya? 😯

    -0-
    Pertanyaan ini sudah dijawab Pak Harry. Terimakasih Pak Harry.

    Si Ibu ini bukan hanya polos, tapi juga sudah dicuci otaknya. Beliau bekerja sebagai alat dari remote pengelola lama. Ini kejadian yang cukup membingungkan buat kami semua. Sebab ada bisnis, digabung dengan fanatisme agama, membabi-butanya dogma MLM beserta uang hasil penipuan yang tidak kecil jumlahnya.

  5. Pantesan mbak Itik Kecil rajin nge klik Blog sayah.

    Rupanya Blog sayah dianggep Blog Seks sama dia….

    ***dilempar bakiak…***

  6. edratna says:

    Pantesan kadang ada pengunjung yang meninggalkan komen, setelah dilihat isi blognya kadang iklan semua…
    Lha tentu aja setelah itu kapok…..
    Saya nggak begitu ngerti soal jualan ini…..MLM?

    -0-
    Ibu tersebut tidak hanya menjalankan MLM, melainkan juga melakukan scam pada publik. Penipuan. Rumit sekali memang prosesnya, sebab melibatkan banyak member fanatis

  7. Hedi says:

    tapi ternyata menjual omong kosong bisa laku juga ya, minimal ada yang ketipu gitu…what a world, he? πŸ˜€

    -0-

    Kata Louis Amstrong “What a wonderful world“. Hehe

  8. -may- says:

    Ini emang ceritanya pendek? Atau nggak terbuka semua?

    -0-
    Ceritanya masih berlanjut.

    Selepas voting, teman-teman saya datang ke kantor. Karena di tempat kami kebetulan ada undang-undang yang melindungi konsumen dari scam, maka persoalan ini mau dialihkan ke polisi.

    Si ibu ini kebetulan sama sekali tidak sadar kalau ia scammer. Uangnya sudah habis 12 ribu euro untuk membangun dan membayar admin untuk scamming ini. Maka itu, sebelum sampai ke polisi, kami semua di kantor berembuk dulu, mau diapakan si Ibu ini (*Dan yang paling penting, pengelola lamanya juga harus diusut yang berwajib*).

    Ceritanya tidak dibuka semua. Sebab prosesnya memang sedang terjadi, Mamanya Ima. Tadi pagi bahkan kami baru tahu, ternyata banyak pula korban yang tertipu.

    Kami kaget, masa sih ada banyak orang yang tertipu mau membeli kitab suci yang ditandatangani presiden AS?

    Jawabnya.., ternyata banyak.

    Ada-ada aja yaa. Saya saja sampai kebingungan sendiri

  9. -may- says:

    Eh, tapi “omong kosong” tentang Quran & Bible yang ditandatangani Obama itu cukup ampuh buat saya nge-klik tautan untuk membaca posting utuhnya, lho! Malah pas mikir nggak nemu posting utuhnya, cukup ampuh buat nge-klik tautan ke email berlangganan lho.

    Jadi, kalau dari segi marketing, udah sukses menimbulkan keinginan mencoba πŸ˜‰

  10. sufehmi says:

    @edratna – Bang Aip… si ibu memang bener-bener sepolos itu dalam menjalankan scam-nya?
    .
    BANYAK lho orang yang melakukan kesalahan, tapi dia tidak sadar bahwa dia TELAH melakukan kesalahan — DAN marah ketika diingatkan baik-baik (bahwa dia telah melakukan kesalahan).
    .
    **sigh** …. πŸ˜€

  11. Citra dewi says:

    Bang Aip,
    Trus jualan Quran sama Alkitabnya itu bener2 di tanda tangani sama Obama ataw cuma issue?

    -0-
    Ini scam Mbak Citra. Murni penipuan.

  12. Berarti agamanya 0bama 2 yak?

    -0-
    Tergantung yang jualan dan kitab yang laku, Mas Dewo. Semakin banyak permintaan, semakin banyak pula agama beliau :)

  13. Amed says:

    Bangaip, beneran ada Quran yang ditandatangani Obama? Bisa minta link situsnya? Saya juga mau ndaftar, siapa tau downline saya ntar banyak 😈

    @ Sufehmi

    BANYAK lho orang yang melakukan kesalahan, tapi dia tidak sadar bahwa dia TELAH melakukan kesalahan β€” DAN marah ketika diingatkan baik-baik (bahwa dia telah melakukan kesalahan).

    Aih, jadi ingat kejadian “Matahari mengelilingi Bumi” Mas :mrgreen:

Leave a Reply