Nominasi Sadis 2008

Delilah adalah seorang wanita dari Lembah Sorek. Kecantikannya merayu Samson, simbol kejantanan. Salah satu pria terkuat yang pernah dilahirkan manusia bumi. Adapun akhirnya Samson jatuh bertekuk lutut di bawah kerling Delilah, sehingga sang jelita itu mengkhianatinya demi uang, itu adalah cerita lama dalam legenda kitab suci.

Yang pasti, Delilah pada tahun Natal 2008 adalah sebuah misil yang dibawa jet tempur F-161 Sufa buatan Israel. Dan Delilah, yang konon harganya mencapai empat puluh ribu dollar per biji itu dilengkapi alat pemandu penghancur target GPS. Artinya simpel; ia efektif dalam membunuh.

Natal terkoyak di Jalur Gaza, Palestina. Delilah yang misil, menghancurleburkan impian beberapa keluarga marayakan hari kudus bersama-sama. Ia menghancurkan kantor polisi, menghancurkan toko sayur, menghancurkan apa saja yang ada di Jalur Gaza. Ia menghancurkan impian beberapa anak untuk punya keluarga dan orang tua utuh.

Andai ada sebuah apologi atas penyerbuan itu adalah tindak balas dendam, itu jelas menarik. Selama tujuh tahun lamanya, HAMAS, yang (baru) berkuasa di Jalur Gaza Palestina pun terus melancarkan roket-roket ke perkampungan Israel dan melegalkan bom bunuh diri.

Tapi bagi anggota keluarga dimana anak, bapak ibu, kakek nenek, paman bibi atau kerabat lainnya mati karena setitik garis di Jalur Gaza, apakah apologi itu berarti?

Kalau memang berarti, maka anda akan menelusuri rentetan panjang rangkaian apologi yang berumur lebih dari 2000 tahun. Ketika Delilah dan Samson masih hidup di planet bumi.

Kalau memang apologi itu berarti, akan masih teruskah manusia yang gemar melukai itu menjustifikasi aksi kekerasan mereka? Toh katanya apologi untuk kekejaman bisa dipakai atas nama apa saja, mulai dari garis embarkasi hingga nama tuhan yang paling suci.

Tahun 2008, begitu banyak apologi yang dipakai demi membenarkan kesadisan.

Saking banyaknya, dengan isengnya saya bahkan hingga membuat nominasi. Siapa sih yang paling sadis di tahun 2008?

Kalau anda pikir, cerita penghancuran Delilah di Jalur Gaza di atas sudah sadis, secara sok tahu saya pikir setelah membaca nominasi sadis 2008 ini, akan punya pandangan berbeda.

Ini adalah nominasi sadis 2008. Tidak di urut berdasarkan kesadisan. Namun berdasarkan konflik vertikal. Ketika pemerintah beradu dan korban adalah rakyat biasa. Ibarat pelanduk yang terinjak diantara dua gajah berkelahi.

1. Perkosaan Sistematis

Janjaweed adalah milisi bersenjata ciptaan pemerintah Sudan. Mereka di kenal sebagai prajurit tangguh di gurun pasir. Lokasi peperangan antara pemerintah Sudan melawan pemberontak dari Sudan Liberation Army (SLA).

Janjaweed sendiri adalah sebenarnya beberapa warga Sudan atau prajurit bayaran, keturunan Arab. Maklum, mereka memang di sediakan untuk melaksanakan pekerjaan kotor pemerintah Sudan, yang di dominasi keturunan Arab.

Selain tangguh bertempur di padang pasir, Janjaweed ini juga adalah sekelompok manusia yang sungguh mencengangkan kebrutalannya.

Salah satu jenis kesadisan yang sering diperlihatkan kelompok Janjaweed ini adalah perkosaan sitematis.

Perkosaan sistematis sendiri adalah salah satu jenis senjata yang kerap digunakan oleh para prajurit di belahan bumi Afrika sana.

Disebut perkosaan sitematis karena sebelum pertempuran berlangsung, para prajurit yang akan membunuh itu pergi menuju perkampungan lawan. Menculik wanita. Lalu wanita malang tersebut dibawa ke hutan, diperkosa secara bergilir (bahkan hingga harus melayani 21 lelaki).

Para pemerkosa ini, meyakini, bahwa dengan memperkosa wanita mereka akan mempunyai kekuatan tambahan. Kekuatan supranatural yang akan membantu mereka memenangkan pertempuran.

Lalu apa bedanya prajurit Janjaweed dengan prajurit Afrika pemerkosa lainnya?

Dalam sebuah siaran dokumenter televisi Inggris, BBC, seorang milisi Janjaweed menjawab;

“Kami tidak hanya yakin bahwa dengan memperkosa wanita, baik dari kampung musuh maupun kampung sendiri, akan membawa keberkahan dalam perang. Namun kami juga yakin bahwa darah mereka yang membasahi bumi akan membantu kami memenangkan pertempuran dan terus berjaya. Sehingga, setelah kami perkosa, perempuan itu kami gantung hidup-hidup di pohon. Selangkangannya kami tusuk hingga berdarah. Selama darah itu menetes, kami tidak akan pernah kalah”

Jadi, bayangkanlah berapa perempuan yang harus diperkosa, digantung dan dikoyak bayonet selangkangannya sebelum akhirnya mati, selama pertempuran Darfur.

2. Penyediaan Oksigen

Tidak lama setelah Hari Lebaran 2008, pemerintah Israel memutuskan listrik menuju Bayt Lahiya, salah satu distrik di Jalur Gaza, Palestina. Tujuannya jelas, menghukum HAMAS, musuh mereka.

Menarik juga hukumannya, serangan roket di balas mati lampu.

Yang jadi persoalan, hukuman mati lampu itu bukan hanya akan di terima HAMAS, melainkan juga rumah sakit yang menampung pengungsi dan korban perang di Jibaliya, sebuah kampung pengungsi di dekat Bayt Lahiya.

Di dalam rumah sakit itu, terdapat lebih dari lebih dari 50 ibu yang akan melahirkan, kira-kira 120 orang manula, serta sekitar 200 orang anak-anak korban perang Jalur Gaza.

Seluruh manusia-manusia malang itu, butuh listrik. Ada yang butuh listrik sebagai pembuat air panas, mendinginkan makanan hingga untuk menjaga alat pacu jantung dan suplai oksigen tetap berfungsi.

Jam tujuh pagi, listrik padam.

Pada awalnya, tidak ada yang tahu mengapa dan hingga kapan listrik padam. Dokter yang sedang melakukan operasi tetap menjalankan tugasnya. Sebab generator cadangan tetap berfungsi. Lampu bedah tetap berguna seperti biasa. Hingga dua puluh lima jam kemudian. Ketika cadangan bensin pun habis dan generator satu persatu kehilangan keperkasaannya membawa listrik.

Beberapa pasien yang membutuhkan oksigen sebagai alat bantu pernafasan, satu persatu menggelepar dan lalu mati. Alatnya tidak mampu berfungsi. Listrik mati.

Kamera-kamera televisi dari stasiun-stasiun ternama di seluruh penjuru dunia mulai membuka lensa di rumah sakit itu. Merekam ajal manusia, yang menghembuskan nafas secara menyakitkan.

Sadis?

Benarkah sadis?

Belum… Belum… Itu belum apa-apa.

Ketika mata dunia terbuka dan mulai mencoba membantu korban (yang kebanyakan perempuan dan anak-anak) di rumah sakit tersebut, pemerintah Israel tidak mengijinkan. Dunia disuruh membuka mata terhadap apa tindak balasan mereka terhadap musuh. Bala bantuan, dari cecere hingga PBB, di stop.

Barang siapa yang berani memberi bantuan pada Bayt Lahiya, akan menerima rudal pemerintah Israel.

Jadi, dunia hanya boleh bersimpati. Tidak boleh bertindak apa-apa. Dan miliaran mata di depan televisi, harus menyaksikan seorang bayi yang baru lahir mati. Sebab inkubatornya dingin tak berlistrik.

3. Di Hukum Karena Berbeda

Tahukan anda, bahwa orang Pigmi itu ada?

Orang Pigmi adalah suku bangsa di khatulistiwa Afrika. Mereka manusia unik yang dikaruniai tinggi tidak lebih dari 1,5 meter (rata-rata 120 cm). Mencari makan sebagai pemburu binatang dan pengumpul tanam-tanaman.

Ironisnya, sejak awal tahun 1998 mereka diburu pada perang di Congo, Afrika. Iya, mereka di buru oleh para prajurit Afrika yang bertarung demi kemerdekaan Congo. Setelah di buru, daging orang pigmi di potong dan di masak.

Cara memasak orang pigmi berdasarkan standar prajurit Congo adalah di potong kerat demi kerat dalam keadaan hidup-hidup lalu di bakar. Delapan pemerintahan yang bertarung pada perang yang katanya lebih dahsyat daripada PD II ini melegalkan aksi kanibalisme tersebut.

Memekan orang pigmi katanya meningkatkan kejantanan, jadi tambah perkasa. Dan keringat yang keluar dari tubuh setelah memakan orang pigmi, katanya pula, dapat menakuti musuh.

Tahun 2003, seorang wakil suku pigmi Mbuti meminta PBB agar membuat resolusi khusus, yaitu memasukkan aksi memakan manusia sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan. Untunglah permintaan tersebut disetujui PBB.

Sialnya, masih ada kepercayaan di Afrika yang beranggapan bahwa memburu dan memakan daging orang pigmi halal hukumnya.

Pada tahun 2008, masih ada saja orang pigmi yang di buru, di potong cuil demi cuil daging tubuhnya, dan di masak hidup-hidup. Di bunuh karena mitos yang ada.

Di bunuh dan lalu di makan, cuma karena berbeda.

4. Janji

Tanggal 23 oktober 2008 di Tanjung Harapan, Afrika Selatan, mungkin jadi hari yang bersejarah bagi orang-orang di belahan dunia lain yang terletak di Porong, Sidoarjo.

Sekaligus hari yang bersejarah pula bagi keluarga Bakrie, pemilik saham paling banyak di PT Brantas Lapindo.

Hari itu, setelah uji sidang debat fakta, sebanyak lebih dari separuh ahli-ahli geologi dunia beranggapan bahwa lumpur Sidoarjo adalah murni kesalahan pengeboran yang dilakukan oleh PT Brantas Lapindo.

Ini jelas menarik, sebab dari awal kemunculan bencana tersebut di tahun 2006, berkali-kali seorang pejabat tinggi mati-matian membuat pernyataan publik bahwa itu adalah murni bencana alam. Dan karena bencana alam, sang pejabat ini (dengan kekuasaan yang ia punya) memaksa negara membayar ganti rugi atas derita yang dialami oleh warga Porong, yang terkena bencana.

Adapun bahwa jika sang pejabat tersebut mempunyai nama belakang yang amat mirip dengan pemilik saham terbanyak PT Brantas Lapindo, mungkin kebetulan lah yang membuat ia memfitnah Tuhan (dengan huruf T besar) atas bencana yang ditimbulkan perusahaannya.

Lebih dari dua tahun, rakyat Porong disiksa. Rumah mereka dibenami lumpur sebanyak sekitar 100 ribu meter kubik perharinya. Daerah yang dahulu ramah tamah asri kini berubah menjadi lautan lumpur.

Lebih dari dua tahun, silih berganti alim ulama, anggota partai hingga wakil pemerintah menyambangi lautan lumpur ini. Niat mereka, menjenguk warga.

Hasilnya, malah nampak seperti pengunjung dalam acara Reality ‘shock’ Show. Ada, tapi tidak terlibat. Banyak bicara, tapi miskin berbuat. Semua berlomba-lomba bicara atas nama korban. Dan sialnya, tidak ada satupun yang mampu membawa hasil nyata.

Solusi baik buat para korban lumpur PT Lapindo Brantas seperti bulan purnama. Indah, namun jauh di atas sana.

Orang Porong. Rumah mereka mungkin tenggelam jadi dasar bumi. Setiap hari, selama bertahun-tahun disiksa oleh janji. Oleh mulut manis. Oleh nasi basi.

Sekolah, rumah ibadah, tempat bermain anak-anak mereka yang terkubur lumpur adalah kenangan pahit yang harus dihadapi setiap hari.

Pernah anda merasakan mimpi buruk dan terbangun di tengah malam dalam keadaan takut terengah-engah berkeringat?

Kalau iya, maka anda merasakan yang sama seperti orang Porong rasakan.

Bedanya, ketika mereka terbangun lalu membuka mata… Mimpi buruk itu masih tetap ada.

This entry was posted in bangaip, Orang Indonesia, Republik Indonesia and tagged . Bookmark the permalink.

6 Responses to Nominasi Sadis 2008

  1. bsw says:

    Hmm, shocked.
    Heran kok belum ada yg komen ya? Walaupun saya yakin banyak yg sudah baca. Mungkin sama spt saya, sedih karena memang dunia tidaklah seindah perayaan tahun baruan itu……

    -0-
    Yang berkunjung banyak. Yang komen, hehe.. Hati-hati nampaknya. Sebab topiknya menyinggung dan serius sih. Hehe

  2. milham says:

    nice post…
    thx buat infonya salam kenal dari saya šŸ˜€

    -0-
    Sama-sama. Salam kenal juga, Ilham.

  3. Pingback: Tentang Darfur : Sebuah Genosida « Zero Reality

  4. titiw says:

    Ancur.. aku merinding baca kalimat terakhir bang aip.. huhu..

    -0-
    Iya Tiw, serem memang hidup di sana. Saya juga malu sih sebenarnya tidak banyak yang bisa dilakukan buat mereka. Ini pun kadang-kadang sering jadi buat pembelaan pribadi; minimal menulis lah daripada diam.

  5. Bang Poltak says:

    Sekali lagi orang Indonesia bersikap “Semut di seberang lautan keliatan tapi GAJAH di pelupuk mata tak keliatan.” Sadar dong Indonesia!

  6. akew says:

    ga bisa bilang apa apa rif, sempet liat langsung ke lokasi, dan ternyata memangn ga bisa berbuat apa apa, bahkan untuk nulis topik ini di blog saja sampai ga bisa. (bingung harus nulis kalimat apa dulu, danjuga bingung sama kecamuk perasaan di hati)
    sedih sudah pasti, namun juga malu, sangat malu karena ga bisa berbuat apa apa.
    beberapa kenalan yang bekerja pada salah satu perusahaan bakrie bahkan pernah berkata dengan pembelaan yang sangat bahwa “itu bukan kesalahan bakrie, itu ga ada sangkut paut nya sama perusahaan”, begitu kalimat pembelaan nya.
    saya langsung diam ga bisa ngomong lagi. diam dan tiba2 merasa ada perasaan benci kepada teman saya itu, untung aja segera saya hilangkan perasaan itu. tapi napas jadi sesak

Leave a Reply