Pemutaran Film Terlarang

Tahun 2006, pemerintah RI melarang empat film diputar pada Jakarta International Film Festival (JiFFest).

Empat film itu, tiga diantaranya memutarkan apa yang terjadi di Timor Timur ketika menuntut referendum (1984) dan pasca referendum (1999) dan penyerbuan milisi pro-RI. Satu lagi sisanya, film mengenai pemberontakan Aceh tahun 2003.

Setelah tahun 2006, film-film itu masih  dilarang. Kata ketua badan sensor film (*nama ibu itu sengaja saya sensor*) “Ada nasihat dari kejaksaan, bahwa sebaiknya film-film itu tidak usah diputar. Sekarang kan sudah damai. Tidak usah lah membuka borok lama. Saya setuju sekali itu”

Borok?!!!

Wasairok! Borok dari Hongkong!!!

Ia pikir seorang anak di Dili yang diculik dari ibunya dan tidak pernah pulang ke rumah adalah borok. Ia pikir nisan-nisan korban penyiksaan sepanjang jalur aspal Aceh tanpa nama, adalah borok. Ia pikir perempuan-perempuan muda Indonesia yang diperkosa dan lalu bayi mereka di bawa ke Jakarta untuk diserahkan pada komandan tangsi, adalah borok.

Ia dan kejaksaan, mudah sekali mengidentifikasi dan mencoba membuang borok. Ia lupa, itu bukan borok. Itu bau bangkainya sendiri. Dengan sensor, ia membangun tembok-tembok diantara bau-bau bangkai yang menyelimutinya.

Mereka melarang pemutaran film itu, untuk menutupi rasa malu. Untuk menutupi rasa bersalah. Pura-pura lari dari kenyataan.

Sebuah kenyaataan, bahwa di negeri tercinta, nyawa manusia dapat hilang dengan murahnya.

Tahun 2007, film-film itu masih dilarang.

Tahun 2008, masih juga dilarang.

Tahun 2009, nampaknya masih juga dilarang.

Tapi, ahh, masa sih dilarang terus-terusan nurut saja? Kita kan bukan kerbau yang dicocok hidungnya. Kerbau itu walaupun semasa hidupnya hidung mereka terus dicucuki, namun ketika mati, dagingnya masih bisa berguna buat publik. Lah kita, sudah hidup dicucuki oleh racun penguasa, pas mati, mau dijual dagingnya, apa laku coba? Huehehe.

Maka itu, ada screening (pemutaran) film terlarang nih. Di Jakarta dan di Jogja. Di Jakarta sudah ada yang meng-host. Di Jogja, masih sedang dalam taraf bertanya-tanya, adakah manusia yang berani membantu memutar film-film itu?

Tapi, pertanyaannya bukan itu sih sebenarnya. Pertanyaannya, mau ikutan nonton kah?

(*Kalau mau, dan tinggal di JKT atau JGJ pada bulan April 2009, silahkan isi komentar di bawah. Harap isi kolom alamat emailnya. Konfirmasi lokasi dan waktu spesifik menyusul melalui email yang anda taruh di kolom itu itu. Biaya nonton gratis. Lebih baik lagi kalau anda bawa makanan atau minuman teh yang bisa kita bagi rame-rame sesama penonton. Oh ya, soal kejaksaan yang beraninya maen ancem.., santai aja, ada banyak lawyer diantara penonton. Haha*)

This entry was posted in bangaip, Republik Indonesia, sehari-hari and tagged , . Bookmark the permalink.

28 Responses to Pemutaran Film Terlarang

  1. dnial says:

    Siap Laksanakan!
    Judul filmnya apa? :-/

  2. bsw says:

    Saya rencananya akan ada “field break” akhir Maret sampai dengan awal April. Waktunya belum pasti, tapi bagaimanapun saya pengen ikut nonton kalo kebetulan waktunya pas.
    Jadi, tolong kirimkan waktu dan tempatnya. Kalo memang rejeki, Insya Alloh nonton deh…
    Salam

  3. edy says:

    saya mau, bang :)

  4. sandalian says:

    Count me in Mas 😀

  5. dethanatos says:

    please invite me…

  6. Fajar GM says:

    Saya tertarik sama film-film fakta sejarah seperti ini. Sayangnya di Bandung tidak ada pemutaran ya?

  7. Wijaya says:

    Saya di Jakarta.
    Mau banget nonton pelem begituan…
    Kabarin ya….

    Thanks.

  8. itikkecil says:

    sayangnya saya jauh bang, tapi btw, ibu dari lsf itu ibu T**** S*** bukan ya?

  9. iqbal says:

    telfon2 ya kalo udah sampe…

  10. Indie_ana Jones says:

    mau Bang, kira2 April tanggal berapa ya?? buakn awal April kan?? semoga tidak

  11. hedi says:

    boleh juga tuh bang *menunggu*

  12. Pengen ikut nonton, tapi kayaknya ga kuat nontonnya.
    Ga tega gitu.
    Banyak adegan sadisnya ga?

  13. ndarualqaz says:

    jgj, deket sih, tapi…??? liat jadwal dulu

  14. alfi says:

    Sounds great. I am in

  15. edratna says:

    Saya sempat nonton “Slumdog millionaire” banyak meremnya…serem dan aduhh …nggak tega. Jadi kawatir nggak berani lihatnya

  16. Satch says:

    setia menanti di jgj, hahayyy…

  17. goe2n says:

    ass,what’s up mas..? foto novinya ko cuma satu?
    wah cilincing dah go int’l ya..

  18. ipu says:

    Daptar..puternya daerah jakpus dong biar dkt, hehe

  19. Ari Zw says:

    Saya bang, tolong diinformasikan lewat email.. makasih bang!

  20. Tisa says:

    Ikutan ya … tolong informasinya. Terima kasih.

  21. jumhari says:

    Gw jg ikutan deh ………. tuk senin tgl 13 jd gak ke sekolah gw

  22. ipi says:

    bang aip, ak ikutan dung. Kpn?n dmn?japri yah
    ak tertarik nntn yg film dili.
    Gratis kan???sip nanti ak bawa cemilan…kacang rebus hahahhaa

  23. Autisboy says:

    JKT. Count me in.

  24. leksa says:

    maaf ga bisa hadir hari kemarin bang,..

    karena ada temen dari bandung dateng ke jogja dan harus ditemani…

    kita pasti bertemu lagi nanti

  25. Ria says:

    aku gak bisa ikutan habis jauh banget :(

    tapi memang banyak banget penyimpangan yang seharusnya di usut bahkan gak diusut…aku lagi baca buku epigram yang ceritanya tentang perjuagan mahasiswa thn 1989..

  26. rijal says:

    mo doooooonk..!
    undang” y…

  27. Yoga says:

    Yang ngomong borok berarti… eh kok saya sensor sendiri isi kepala saya? Wekekekekkkk….

  28. Arman says:

    Maap, baru dapet kabar….
    Bang, acaranya tgl brp nehh??
    Mudah2an masih ada ya..
    Soalnya pengen banget nonton film2nya..

    —-
    Uuh, maaf… Sudah selesai acaranya.

Leave a Reply