Rokok

Sambil iseng menunggu website in selesai, coba-coba saya buat postingan. Aneh, kebetulan malam ini iseng saya sama sekali kelihatan tidak bermanfaat yaa. Buat postingan kok iseng. Bagaimana kalau ada yang secara serius menanggapi keisengan saya? Hihi

Ini posting pelarian. Sudah beberapa tahun saya berhenti merokok. Lalu ketika pulang kampung beberapa saat lalu, melihat teman-teman merokok dan juga tidak kuat akan banyak pikiran yang membebani tidak terbagi, mulailah saya merokok lagi. Dan lalu saya pun selama dua minggu merokok. Klepas-kelepus seenak jidatnya tanpa peduli paru-paru yang tersiksa.

Setelah dua minggu merokok, yaa saya berhenti lagi. Blas! Begitu saja. Tanpa ada keinginan sedikitpun untuk merokok lagi.

Hingga malam ini tiba. Entah kenapa, jadi amat ingin merokok lagi.

Dan daripada merokok, lebih baik saya menulis. Dan inilah hasilnya. Sebuah tulisan yang sama sekali tidak ada bobotnya. Andai ada, mungkin tidak lebih berat daripada abu rokok sekaligus puntung yang semestinya saya buang kalau malam ini merokok.

Berhenti merokok itu susah. Susah sekali. Entah kenapa banyak orang yang gampang bilang, “bakar aja filternya, hisep terbalik. Pasti dah berhenti merokok!”

Andai bisa semudah itu, pasti sudah banyak orang yang berhenti merokok. Atau minimal, saya sudah tidak punya keinginan untuk merokok lagi malam ini. Tapi toh nyatanya tidak. Saya masih punya keinginan untuk merokok, sebagaimana keinginan para perokok kretek lainnya di Indonesia. Mungkin mereka gagal berhenti merokok karena selalu merasa kesepian, dan butuh teman. Atau terlalu stress memikirkan tanggungan hidup sehari-hari semakin besar saja. Atau mungkin biar telihat gaul. Atau malah bisa jadi, hanya karena sudah kecanduan dan tidak tahu bagaimana harus berhenti.

Malam ini, entah kenapa saya ingin sekali merokok (kretek).

Malam ini entah kenapa pula saya melarikan diri dari kenyataan tersebut, keinginan-untuk-merokok, dan melampiaskannya dengan menulis. Saya tahu, ada rasa galau yang secara instan dan euforia akan terbakar ikut menghilang bersama asap-asap rokok dan secara diam-diam mengendap di dasar hati seperti nikotin yang menyertainya. Saya tahu, saya bisa menghalau rasa galau itu dengan merokok.

Namun entah kenapa, alih-alih merokok saya memilih untuk menulis.

Saya tahu, galau ini tidak bisa hilang. Saya pun tahu keinginan untuk merokok ini tidak bisa hilang.

Namun begitu selesai tulisan ini dalam tanda baca bernama titik, berhenti pula keinginan saya untuk merokok.

Maafkan kalau tulisan kali ini berbau sengak. Namun setidaknya, saya terbantu untuk tidak merokok malam ini. Dan saya yakin, apabila malam ini ada bantuan maka akan lebih mudah menghalau keinginan untuk kembali menjadi pecandu di malam-malam berikutnya.

(*Saya masih bersyukur pernah kecanduan merokok dan mencoba berhenti dengan berbagi rasa ke publik melalui blog seperti Alcoholic Anonymous. Bagaimana kalau ada yang pernah kecanduan masturbasi dan mencoba mencari pelarian keinginannya. Manifestasi pelariannya bagaimana yaa? 😀 *)

This entry was posted in bangaip, sehari-hari and tagged . Bookmark the permalink.

10 Responses to Rokok

  1. Indie_ana Jones says:

    bagus…biru, teduh *asal ngga bikin ngantuk hehehe*

  2. Manusiasuper says:

    Saya suka bagian masalah terasa hilang bersama asap namun nikotinnya mengendap masalah lain di dasar hati.. Metafor..

    Anu, soal kecanduan masturbasi, ngatasinya sama dengan kecanduan rokok kan bang? Bakar ujungnya..

  3. Fortynine says:

    Mungkin mereka gagal berhenti merokok karena selalu merasa kesepian, dan butuh teman. Atau terlalu stress memikirkan tanggungan hidup sehari-hari semakin besar saja. Atau mungkin biar telihat gaul. Atau malah bisa jadi, hanya karena sudah kecanduan dan tidak tahu bagaimana harus berhenti.

    Saya gagal dan atau tidak bisa berhenti merokok karena:
    1. Lingkungan yang penjuh dengan perokok dan asap rokok
    2. Ternyata rokok lebih murah daripada shabu, atau bahkan sebotol bir. Jadi mending kecanduan rokok daripada alkohol atau psikotropika.
    3. Sejauh ini, sugesti yang dihasilkan dari merokok adalah: Merokok membuat kuat mental yang sedang galau, menstimulasi zat aneh bernama “anti takut hantu” dalam diri ketika harus berhadapan dengan hutan lebat, dan membuat sang ahli hisap merasa tenang ketika perlu ketenangan.

    (alasan yang aneh, tetap saja intinya tidak bisa berhenti merokok)

  4. adipati kademangan says:

    alasan kuat untuk merokok : menghilangkan stress, stress karena apa saja bisa diendapan dengan merokok.

  5. scouteng says:

    iseng-iseng baca untuk menunggu waktu download.. jadi bacanya tulisan iseng aja.. ternyata maknanya dalam..
    kalau menurut saya alasan kuat merokok karena kecanduan.. rokok bukan menghilangkan stress tapi malah menambah stress

  6. Yoga says:

    “..ada rasa galau yang secara instan dan euforia akan terbakar ikut menghilang bersama asap-asap rokok dan secara diam-diam mengendap di dasar hati seperti nikotin yang menyertainya. Saya tahu, saya bisa menghalau rasa galau itu dengan merokok.”

    Bagian yang menantang, mengapa efeknya berbeda jika yang dibakar kemenyan atau api unggun? Apa kabar Bang Aip?

  7. -tikabanget- says:

    saya blom lama menjadi perokok. baru 5-6 taun.
    (eh, itu lama atau bentar sih? 😀 )

    sekarang, paru-paru sayah kayaknya ndak kuat.
    dulu ngerokok 2 bungkus semalem kayaknya enteng betul.
    sekarang ngerokok 5 batang sehari tanpa bikin napas megap-megap dah ajaib itu..

    :(
    brenti ngerokok susah betul.
    di kepala masih ketancep..

  8. sufehmi says:

    Bagaimana kalau ada yang pernah kecanduan masturbasi dan mencoba mencari pelarian keinginannya. Manifestasi pelariannya bagaimana yaa?

    **mikir, jangan2 banyak blogger itu sebetulnya pecandu masturbasi yang sedang berusaha berhenti juga** ……….. 😀

    “bakar ujungnya” – LOL 😀

  9. titiw says:

    wah ya bagus ini bang.. positip. Pelariannya menulis. Pokoknya positif banget deh, daripada kita bolos sekolah, mabuk2an, narkoba, dan sbagainya, lebih baik menulis. Ya kan..? *cewe, 17 th, diinterviu sama Planet Ramaja, menengok ke arah kamera dengan senyum artifisial*

  10. adita rahman says:

    Sekedar sharing info .Ada tehnik yang sangat cepat dan mudah untuk berhenti merokok yakni SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) yang dikembangkan oleh Ahmad Faiz Zainuddin bersama PT. LoGOS Institute. Dengan menggunakan ketukan pada titik energy meridian hanya dalam waktu 5-50 menit, seorang yang kecanduan rokok tidak mau merokok lagi.

    Adapun tahapannya melakukan tehnik SEFT for Quit Smooking adalah :

    1. Menghilangkan rasa enaknya rokok. dengan ketukan ringan pada beberapa titik dalam waktu 5-50 menit. efeknya sangat cepat, rokok rasanya sudah tidak enak, hambar, bahkan bisa sampai muntah jika merokok.

    2. Menghilangkan background emosi yang menyertai. Supaya kebiasaan merokok tidak kembali lagi, maka emosi (faktor psikologis) yang menyertai, misal : Jika tidak merokok tidak bisa konsentrasi, setelah makan harus merokok, merokok karena stress dll. maka masalah emosi yang melatarbelakangi itu dihilangkan juga dengan tehnik SEFT.
    jika 2 tahapan ini selesai maka perokok akan meninggalkan rokok secara permanent.

    3. Menghilangkan rasa kehilangan kebiasaan merokok (yang sudah menemani bertahun-tahun). ada orang yang punya kebiasaan lain karena hilangnya kebiasaan merokok, misal sering minum yang manis2, dll. Maka hal ini juga bisa diatasi dengan SEFT pula.

    Lalu bagaimana tehnik ini dilakukan, bisa dilihat di video dari link youtube berikut :

    youtube.com/watch?v=be_3Q-hDY3I
    youtube.com/watch?v=gVtxqDknOEQ

    Sudah ribuan orang yang menggunakan tehnik ini, dan berhasil sangat cepat menghilangkan kecanduan merokok. LoGOS Institute bersama BAZNAS juga pernah memecahkan rekor MURI untuk terapi rokok terbanyak sekitar 1500 pelajar perokok dengan menggunakan tehnik SEFT. dan hasilnya sangat luar biasa.

    Tehnik ini sangat mudah dan bisa dipelajari sendiri oleh setiap orang. Bahkan ada bukunya juga yang ditulis oleh Ahmad Faiz Zainuddin.

    Info lebih lengkap tentang SEFT
    logos.co.id

Leave a Reply