10 Tips Bagaimana Cara Memperlakukan Karyawan

Ada kategori baru di blog ini, namanya tips. Sejak banyaknya permintaan tulisan melalui kolom kontak. Diantaranya adalah mengenai dunia pekerjaan dan seluk beluknya. Entah mengapa para pengunjung rupanya tertarik dengan dunia pekerjaan yang saya geluti, saya juga tidak tahu.

Tapi saya pikir ada baiknya jika bangaip.org memberikan sedikit tips tentang dunia pekerjaan. Yaitu, bagaimana cara memperlakukan karyawan.

Tips ini berguna untuk:

A
. ABB (singkatan dari Anak Baru Bos – Yaitu orang yang baru dipromosikan/menjabat sebuah jabatan dengan posisi bertanggung jawab terhadap beberapa karyawan. ‘Beberapa’ di sini artinya lebih dari satu)

B
. Bos Ancur (ini sebutan dari bos yang dibenci karyawan – Kalau anda bisa mengetahui bahwa anda tidak disukai karyawan di tempat anda bekerja, berbahagialah jika mau berubah. Jika tidak, haha, terserah deh).

C
. Karyawan yang amat menyadari kewajibannya dan kurang menyadari haknya.

Tips ini tidak berguna untuk:

A. Bos yang menganggap semua yang ada di muka bumi berjalan dengan lancarnya

B
. Karyawan yang malas (dan idiot, sebagai nilai tambah)

Selamat menikmati dan semoga bermanfaat :)

–O–

Bagaimana Cara Memperlakukan Karyawan:

1. Penuhi kebutuhan dasar, perut.
Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Dalam perut yang berisi makanan yang disukai karyawan terdapat mental kerja yang kuat.
pro: Pada bulan Maret 1998 Universitas Harvard di Amerika membuat riset terhadap kinerja kerja pekerja dengan sarapan yang dikonsumsinya. Hasilnya mencengangkan, 82% pekerja yang sarapan bekerja 3x lipat lebih optimal daripada yang tidak sarapan. Dari riset tersebut, di dapat pula bahwa karyawan menyukai tempat kerja dimana mereka dapat makan dengan gratis dan berganti menu setiap hari.
cons: Tidak berlaku apabila karyawannya suka tidur setelah makan.

2. Hargai ide
Dunia kerja itu mirip dunia peperangan. Ada kompetisi dengan perusahaan lain, ada persaingan dalam mengambil bendera posisi tertentu, ada intrik, adu kuat, tipu daya, intelejen dan sebagainya. Di sisi lain, ada kreatifitas, dinamika, persahabatan, sportifitas dan latihan menjadi yang terbaik (profesional). Bedanya dengan dunia perang sesungguhnya, di sini tidak ada mesiu dan adu otot. Jelas yang dipakai adalah otak. Ide adalah buah kerja keras otak (juga keberuntungan dan pengalaman). Hargai ide karyawan adalah cara untuk memenangkan persaingan dengan perusahaan lain.
pro: Penghargaan terhadap ide akan melahirkan ide-ide baru yang tidak kalah hebatnya.
cons: Tidak berlaku apabila karyawannya (maaf) bloon dan teramat menyukai zona nyaman.

3. Sejajar
Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi. Perlakukan karyawan dengan sejajar. Kalau anda tidak suka dimarahi di depan publik sehingga membuat malu, mengapa memperlakukan itu terhadap karyawan? Hargai karyawan seperti anda menghargai diri sendiri. Perlakukan karyawan sama seperti anda mau diperlakukan oleh orang lain. Perlakukan karyawan dengan respek, beri semangat, kalau salah beri dukungan hingga ia mampu membetulkan apa yang ia rusaki.
pro: Karyawan akan menganggap perusahaan sebagai bagian dari dirinya. Kinerja kerjanya semakin baik.
cons: Tidak berlaku apabila karyawannya tipe penjilat dan anda adalah tipe bos yang hobi di jilat.

4. Hindari diskriminasi.
Entah itu berupa lelucan sekecil apapun, hindari diskriminasi. Usahakan untuk langsung meminta maaf ketika mulut anda ‘tanpa sengaja’ melontarkan hal yang berbau diskriminasi. Diskriminasi bukan hanya SARA (Suku, Agama, Ras, Antar Golongan) saja. Sekarang sudah meluas hingga ke jender, usia dan banyak hal lainnya. Contoh; karyawan pria yang kemayu yang sering dijadikan bahan gosip adalah contoh diskriminasi. Pembicaraan terhadap perilaku (apalagi kecenderungan seksual) bukanlah topik yang mampu mendongkrak kinerja perusahaan. Itu hanya gosip yang amat mampu menyakiti perasaan karyawan dan menjadikan perusahaan tidak memiliki kondite yang baik.
pro: Perusahaan/divisi anda akan dikenal sebagai contoh toleran dan penuh support terhadap karyawan.
cons: Tidak ada yang salah dalam menghindari diskriminasi. Namun adalah salah untuk tetap memelihara karyawan/manajer yang gemar menyakiti perasaan kolega kerjanya.

5. Selesaikan masalah secepatnya
Namanya hidup apalagi dunia kerja, pasti penuh masalah. Jangan ditunda-tunda dalam menyelesaikan masalahnya. Ada problematika di hari rabu, selesaikanlah di hari rabu. Jangan di undur di hari kamis. Cari jawaban semua kemungkinan penyelesaian masalah sesegera mungkin.
pro: Semakin cepat pekerjaan selesai, semakin tinggi kinerja perusahaan anda dibanding perusahaan saingan.
cons: Tidak berlaku apabila anda tipikal pemimpin yang tidak tegas.

6. Bayar karyawan dengan baik
Banyak perusahaan yang entah kenapa, tidak gemar membayar karyawannya dengan imbalan sepantasnya. Banyak yang berkelit dengan mengatakan bahwa perusahaan baru berdiri. Alasan seperti itu dapat diatasi sebenarnya dengan menawarkan karyawan saham.
pro: Karyawan yang dibayar setimpal akan bekerja dengan sebaik-baiknya.
cons: Karyawan yang tidak dibayar setimpal akan meninggalkan anda. Apabila anda tipikal bos cek dan yakin karyawan tidak berani meninggalkan anda karena mungkin takut, percayalah bahwa anda sebenarnya disumpahi dan dimaki-maki dibelakang punggung. Apabila anda tidak percaya karma, dosa, surga neraka, tuhan dan tetek bengek segala macam yang intinya pembalasan, yaa tidak apa-apa. Cuek saja.

7. Jadikan rapat adalah hal yang membahagiakan
Rapat itu menyebalkan. Apalagi teleconfrence misalnya, dimana anda harus mendengarkan manusia dari benua lain berbicara dengan bahasa yang bukan diajarkan pada anda sejak kecil melalui telepon. Sebagai atasan, jadikan rapat sebagai bahan untuk membantu karyawan, bukan pengadilan. Buka rapat dengan humor, selingi dengan makanan kecil dan akhiri dengan kesimpulan dimana semua orang yakin telah didengar dan mendengar dengan baik.
pro: Rapat yang bahagia akan menghasilkan audit akhir tahun yang membahagiakan. Sebab rapat adalah ajang simulasi dimana seluruh harga diri pekerjaan dipertaruhkan. Kalau sosialisasi antar karyawan melalui rapat bagus, bagus pula sosialisasi product perusahaan terhadap publik.
cons: Kalau tidak terkontrol, rapat dapat berubah menjadi pesta kecil-kecilan (*di ambil pengalaman pribadi yang menyedihkan, hehe*)

8. Perhatikan kesehatan karyawan
Dukung karyawan untuk memiliki tubuh yang sehat. Misalnya dengan menyediakan kupon voucher fitness. Olahraga bersama antar karyawan juga baik, tapi jangan terjebak menjadi sebuah keharusan. Ingat, di tahun 80-an upacara bendera SD setiap senin pagi adalah hal yang menyebalkan. Jadikan upaya memelihara kesehatan karyawan adalah hal yang penting, menarik dan dibutuhkan.
pro: Sehat = kerja. Tidak sehat = tidak kerja. Tidak kerja = turun asset perusahaan. Gampang kan analoginya.
cons: Tidak berlaku kalau anda dan karyawan tidak menyukai hidup sehat dan menganggap sakit adalah kebahagiaan sebab bisa tidak masuk kerja.

9. Unik
Sekarang tidak cukup hanya dengan menjadi pemimpin pasar. Sebab dalam jangka waktu tertentu, gelar ini akan cepat hilang diambil kompetitor. Jadilah perusahaan yang unik. Berbeda dengan perusahaan lainnya. Sangat spesifik. Misalnya dengan membuat tempat usaha anda sebagai Kantor Hijau (Green Office) yang mempunyai taman asik untuk ditongkrongi karyawan ketika makan siang, atau memberi karyawan subsidi untuk naik kendaraan umum (bagi yang jauh rumahnya) atau sepeda. Lebih mantap lagi, jika perusahaan anda hemat energi dan menerapkan sumber energi alternatif seperti listrik tenaga matahari.
pro: Akan punya branding yang amat kuat di mata publik.
cons: Tidak berlaku bagi penyuka konvensional dan (lagi-lagi) zona aman.

10. Dengar
Di antara seluruh tips diatas, ini bagian yang paling penting. Yaitu mendengarkan karyawan. Jika anda berhasil mendengarkan karyawan maka komunikasi akan terjalin dengan baik. Komunikasi yang baik mengeleminasi setiap kemungkinan munculnya issue dalam perusahaan.
pro: Mendengarkan karyawan dan lalu mengimplementasikannya dalam tindakan akan membuat anda dihargai oleh rekan kerja. Mendengar adalah salah satu tindakan yang paling baik yang bisa diambil seorang pemimpin. Sebab ia akan mendengar apa saja, bukan hanya yang mau ia terima di kupingnya. Belajar untuk sabar dan taktis di saat yang sama.
cons: Belajar mendengar itu bukanlah hal yang gampang. Semua orang merasa mampu mendengar, namun sedikit yang benar benar mendengar untuk berkomunikasi dan menerima apa yang ia dengar. Belajar mendengar lebih sulit daripada belajar bicara. Seorang Bapak Bangsa katanya setiap hari belajar bicara, pidato, selama tujuh jam lamanya. Kenyataannya ia gagal dalam belajar mendengar dan harus tersungkur dari kekuasaannya melalui cara yang berdarah.

Semoga bermanfaat tulisan ini. Apabila ada salah kata, mohon dimaafkan. silahkan memperbanyak, menggandakan dan menyebarkan semaunya. Mohon disertakan sumber link tulisan ini. Agar apabila ada keluhan, sanggahan dan bantahan dapat dialamatkan kepada bangaip.org.

Menjadi pemimpin adalah hal yang tidak mudah. Semoga anda sukses.

This entry was posted in bangaip, cerita_kerja, sehari-hari, tips and tagged . Bookmark the permalink.

10 Responses to 10 Tips Bagaimana Cara Memperlakukan Karyawan

  1. edo says:

    whew…
    inovasi baru dari bangaip.org hehehe
    thank buat tipsnya, bang aip :)
    ps : yang paling penting emang yang terakhir. dan juga yang paling sulit :)

    –0–
    Sama-sama Mas Edo. Iya benar, yang terakhir memang yang paling sulit. Setuju euy

  2. adipati kademangan says:

    avatarnya mirip sekali … (komen gak nyambung)

    –0–
    Huehehe. Mirip apa yaa?

  3. sufehmi says:

    cons: Tidak berlaku apabila karyawannya suka tidur setelah makan.

    Biasanya ini karena makanannya tinggi karbohidrat, dan/atau indeks glikemiknya tinggi.

    Maka, pencernaan bekerja keras dan/atau badan mendadak kena hantam gula dosis tinggi.
    Akibatnya – ngantuk / lemes / loyo, he he he

    mmm… nasi goreng………. :)

    –0–
    Nasi Padang termasuk ga yaa Pak? :)
    (*ini diangkat dari pengalaman saya pribadi abis istirahat siang di RM Sederhana, hihi*)

  4. sufehmi says:

    Entah itu berupa lelucon sekecil apapun, hindari diskriminasi.
    —————–

    Jadi ingat dulu di tempat kerja, yang belum menikah sering jadi korban lelucon.
    Oke lah bukan SARA – tapi bagi beberapa pihak, kadang pertanyaan lugu / basa-basi “sudah nikah jeng?” itu sudah cukup untuk membuat ybs menjadi berair kedua matanya.

    Waduh, miris saya. Terutama ketika itu ada kawan wanita yang sudah agak berumur, tapi belum menikah. Ya memang takdir belum menyampaikan jodohnya, mau apa?

    Tetap saja dia jadi bulan-bulanan beberapa orang. Salah satunya adalah senior saya. Sebetulnya dia juga sudah cukup berumur dan belum menikah. Tapi mungkin karena laki-laki, jadi dianggap masih wajar.
    Saya cuma bisa menyaksikan, dan berdoa, dan mencoba bicara baik-baik; mbok ya kalau becanda jangan begitu. Jangan berlebihan begitu. Masih ada bahan becandaan yang lain tho.

    Mereka hanya tertawa dan melanjutkan lagi. “Mengeroyok” beramai-ramai wanita malang itu.

    Lalu tiba-tiba, saya, yang ketika itu berumur 22 tahun, menikah.

    Junior yang dibawah dia.

    😀

    Sumpah, saya menikah bukan untuk menyindir dia. Euh, rugi amat lah menikah kalau niatnya cuma untuk itu, huehehe. Saya mah enjoy aja. Malam sebelum hari pernikahannya itu pun saya masih lembur (alamak ini sih udah keterlaluan :D)

    Ternyata, kemudian senior saya itu sepertinya ganti menjadi bulan-bulanan lelucon kawan-kawan di tempat kerja.
    Seperti kejadian sebelumnya, saya cuma mengamati dan berusaha melerai sebisanya saja. Siapa sih saya disitu, si junior gitu lo.

    Lalu tiba-tiba sang senior itu menikah. Begitu mendadak sekali.

    Sampai hari ini, saya masih merasa amat bersalah. Jangan2 dia jadi terpaksa, bukan karena keinginan dan pada waktunya sendiri. Begitu mendadak. Begitu terburu-buru.
    Apakah dia bahagia? Apakah istrinya bahagia?
    Dan semua itu gara-gara saya, juniornya yang nikah muda ini…. :( ya Allah, mudah-mudahan kalaupun ketika itu mereka tidak bahagia, semoga kini mereka sudah merasakan nikmatnya berkeluarga, dan seterusnya untuk selamanya, amin,

    amin……

    –0–
    Terimakasih atas sharenya Pak :)

  5. hida says:

    bagus untuk dibaca

    –0–

    Terimakasih

  6. Torres Oey says:

    i like this too

  7. masda iwan says:

    ok baguss bangettt,,,,,,,,thanks gann,,,,,,, :)

  8. intanmiauw says:

    Baiklah,,akan saya coba,,meskipun saya belum biasa memimpin pasukan :-( Bismillah. Tapi itu yang namanya pesta kecil2an memang harus direlakan untuk sering terjadi 😀

  9. tanbjat says:

    Bang aip, ada ga cara memperlakukan karyawan yang sering berselingkuh ditempat kerjanya (khusus bagi yang sudah bersuami istri), contoh selingkuh dengan rekan kerjanya atau dengan atasannya sendiri. Kenyataannya, hal ini sering terjadi. Menurut saya, tips ini bagus juga loh bagi yang belum biasa memimpin pasukan. Terima kasih

Leave a Reply