Perdagangan Manusia – Definisi, Pemahaman Kondisi hingga Antisipasi di Indonesia

Perdagangan manusia adalah sesuatu yang serius dan membahayakan. Berikut ini adalah tulisan untuk mengetahui sedikit mengenai perdagangan manusia dan hal-hal yang menyertainya.

Saya akan membaginya menjadi beberapa bagian. Antara lain:
A. Definisi Perdagangan Manusia
B. Bagaimana Mengidentifikasi Korban Perdagangan Manusia
C. Mengajukan Pertanyaan yang Tepat Untuk Menentukan Apakah Seseorang yang Anda Curigai Adalah Korban Perdagangan Manusia
D. Mempelajari Pola Pemikiran Korban Perdagangan Manusia
E. Berinteraksi Dengan Korban Perdagangan Manusia
F. Cara Berkomunikasi Dengan Korban Perdagangan Manusia
G. Masalah Kesehatan Yang Umum Terlihat Dalam Korban Perdagangan Manusia
H. Bagaimana Menolong Korban Perdagangan Manusia

A. Definisi Perdagangan Manusia

Menurut Wikipedia, perdagangan manusia adalah perdagangan dan perdagangan dalam gerakan atau migrasi masyarakat, hukum dan ilegal, termasuk tenaga kerja baik sah kegiatan serta kerja paksa.

Istilah ini digunakan dalam arti yang lebih sempit oleh kelompok advokasi untuk;

  • perekrutan,
  • transportasi,
  • penampungan,
  • atau penadahan manusia korban perdagangan

Tujuan perdagangan manusia antara lain:

  • Perbudakan
  • Pelacuran
  • Kerja paksa (termasuk tenaga kerja atau disimpan dalam gudang hutang, yaitu dimana seseorang dipaksa untuk melunasi pinjaman dengan tenaga kerja secara langsung, melalui jangka waktu yang tidak jelas/janggal. Dalam masa melunasi hutang, para pekerja dipaksa/terpaksa terperangkap dalam hutang yang lebih besar. Bisa jadi terperangkap hutang akibat judi, obat-obatan atau bahkan hingga yang pokok seperti pakaian atau makanan. Ketika pekerja yang berhutang tersebut tidak mampu membayar, mereka dipaksa untuk membayar dan terperangkap dalam kerja paksa yang disebut gudang hutang.)
  • Jasa-jasa

UNODC, United Nations Office on Drugs and Crime (Bagian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bertugas menangani Kejahatan dan Obat Bius) mendefinisikan perdagangan manusia sesuai dengan Lampiran II, Ketentuan Umum, Pasal 3, Ayat (a) [1] dari Protocol to Prevent, Suppress and Punish Trafficking in Persons (Protokol untuk Mencegah, Menekan dan Menghukum Perdagangan Manusia) perdagangan manusia sebagai “rekrutmen, transportasi, transfer, menadah atau menerima manusia, dengan cara ancaman atau penggunaan kekuatan atau bentuk-bentuk lain dari kekerasan, dari penculikan, dari penipuan, dari kecurangan, dari penyalahgunaan kekuasaan atau posisi kerentanan atau pemberian atau penerimaan pembayaran atau keuntungan untuk mencapai persetujuan dari orang yang memiliki kontrol terhadap orang lain, untuk tujuan eksploitasi.”

Eksploitasi manusia antara lain termasuk memaksa manusia menjadi prostitusi atau bentuk-bentuk lain dari eksploitasi seksual, kerja paksa atau pelayanan, perbudakan atau praktik yang serupa dengan perbudakan dan kerja paksa.

Untuk anak-anak, eksploitasi termasuk juga terpaksa melakukan pelacuran, menjadi bagian adopsi ilegal, untuk pernikahan bawah umur, atau perekrutan anak sebagai tentara, pengemis, olah raga (seperti joki unta atau pemain sepak bola), atau menjadi bagian kelompok agama / kepercayaan tertentu.

Perdagangan manusia adalah sangat oleh sifat kejahatan internasional yang memerlukan tingkat kerjasama tinggi dan kolaborasi antara negara secara efektif. OSCE (Organization for Security and Co-operation in Europe), adalah salah satu organisasi yang ada di bawah Piagam PBB yang memerangi masalah perdagangan manusia. Wilayah operasi mereka yang meliputi Amerika Utara, Eropa, Rusia, dan Asia Tengah. (*Mohon bagi pembaca yang tahu, silahkan berbagi untuk wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia*)

B. Bagaimana Mengidentifikasi Korban Perdagangan Manusia

Bagaimana anda dapat mengetahui apakah seseorang merupakan korban perdagangan manusia dan perbudakan?

Berikut adalah petunjuk untuk membantu mengidentifikasi korban perdagangan manusia:

  • Didampingi oleh orang yang mengendalikan atau ‘bos'; tidak mampu berbicara di atas nama sendiri
  • Tidak memiliki kontrol atas jadwal pribadi, uang, identitas maupun dokumen perjalanan
  • Diangkut ke atau dari tempat kerja, tempat tinggal dan bekerja di tempat yang sama
  • Berhutang pada majikan / pemimpin / agen
  • Tidak memiliki kekuatan untuk meninggalkan pekerjaan
  • Memar, depresi, takut, terlalu patuh
  • Ketakutan, stress
  • Terisolasi, baik dari masyarakat sekitar, keluarga, atau teman-teman dan orang yang ia kenal
  • Baru datang. Sama sekali asing dengan daerah yang ia tinggali saat ini. Atau dari tempat yang jauh

Teknik-teknik diatas terkenal sebagai hasil dari cara menanamkan ketakutan pada seseorang. Pada korban perdagangan manusia, kondisi-kondisi diatas lazim sekali ditemui.

C. Mengajukan Pertanyaan yang Tepat Untuk Menentukan Korban Perdagangan Manusia

Menanyakan pertanyaan yang tepat akan membantu untuk menentukan apakah seseorang yang anda curigai memang benar adalah korban perdagangan manusia. Berikut ini adalah kunci untuk mengajukan pertanyaan:

  • Apakah jenis pekerjaan yang anda lakukan?
  • Apakah anda dibayar? Jika dibayar, apakah gaji anda dipotong?
  • Apakah Anda dapat berhenti bekerja jika anda ingin?
  • Anda dapat datang dan pergi seperti yang anda mau? Apakah anda takut untuk meninggalkan pekerjaan? Mengapa?
  • Apakah anda atau keluarga anda telah terancam?
  • Seperti apa kondisi pekerjaan anda? Bagaimana anda diperlakukan?
  • Apakah Anda harus meminta izin untuk makan / tidur / pergi ke kamar mandi?
  • Apakah pintu atau jendela yang di kunci sehingga anda tidak dapat keluar?
  • Apakah ada tanda pengenal atau dokumen anda yang diambil tanpa seijin anda?

D. Mempelajari Pola Pemikiran Korban Perdagangan Manusia

Anda pernah jadi korban perdagangan manusia. Kalu belum, adalah sukar memahami pola pikir para korban perdagangan manusia. Untuk menolong korban, anda perlu mengetahui apa yang ada dalam benak korban perdagangan manusia. Sebab tidak ada seorang secara sukarela ingin diperdagangkan atau menjadi korban perdagangan manusia.

Berikut ini menggambarkan bagaimana para korban perdagangan melihat sisi dan situasi yang mereka hadapi.

  • Korban diajarkan / didoktrinasi oleh pelaku/oknum pedagang untuk tidak mempercayai orang lain, terutama penegak hukum. Mereka memiliki rasa takut dan / atau ketidakpercayaan terhadap pemerintah dan polisi karena khawatir mereka akan diadili/dipulangkan/dipenjara. Kadang-kadang mereka merasa bahwa adalah kesalahan mereka berada dalam situasi ini. Sebagai upaya untuk menghibur diri atau bertahan dalam situasi ini, mereka mencoba mengembangkan kesetiaan dan perasaan positif terhadap para pedagang atau bahkan mencoba untuk melindungi mereka dari pihak berwenang.
  • Korban perdagangan manusia ragu-ragu untuk melapor karena mereka takut dipulangkan ke tempat dimana mereka berasal. Walaupun banyak dari korban tersebut adalah perempuan dan anak-anak yang telah dipukul dan atau diperkosa, situasi mereka saat ini mungkin masih lebih baik ketimbang dari mana mereka berasal.
  • Korban datang dari berbagai latar belakang sosial. Akan ada perbedaan yang signifikan antara budaya korban dengan aparat penegak hukum / pekerja sosial yang mencoba membantu korban. Latar belakang ini sering membuat munculnya kesalahpahaman antara korban dengan orang yang mencoba menolongnya.
  • Korban mungkin tak menyadari sepenuhnya hak-hak mereka atau mungkin telah sengaja di beri informasikan yang salah tentang hak-hak mereka di negeri ini.
  • Banyak korban tidak mengidentifikasi diri sebagai korban. Mereka juga tidak melihat diri mereka sebagai orang yang butuh bantuan. Korban mungkin tidakbutuh bantuan karena mereka merasa memiliki tempat tinggal, makanan, perawatan medis dan apa yang mereka pikir adalah pekerjaan layak.
  • Para korban mungkin tidak hanya takut pada keselamatan diri sendiri tetapi juga untuk keluarga mereka di negara asalnya. Beberapa pedagang mengancam bahwa mereka akan membahayakan / menyiksa / membunuh keluarga korban jika korban melapor mengenai situasi mereka, atau bekerja sama dengan aparat penegak hukum.
  • Korban takut pada hukum. Maka adalah tugas aparat penegak hukum dan keadilan untuk memberdayakan dan memfasilitasi proses penyembuhan korban. Sehingga korban mengetahui bahwa ia adalah korban perdagangan manusia dan segala kejahatan yang pernah dilakukan atas mereka semestinya dikutuk dan dihukum setimpal. Proses terapi ini bukan hanya berguna untuk korban, melainkan ia pun dapat menjadi sarana yang baik dalam berbagi pada korban/calon korban lain dalam memerangi perdagangan manusia.

E. Berinteraksi Dengan Korban Perdagangan Manusia

Berikut ini adalah gambaran singkat mengenai masalah dari perdagangan, serta tips untuk mengidentifikasi, berinteraksi dan membantu korban perdagangan keluar dari problematika mereka yang mengerikan:

  • Perdagangan manusia merupakan bentuk perbudakan modern saat ini, meluas di seluruh dunia. Dibalik perdagangan ini sangat banyak tersembunyi masalah sosial, banyak korban perdagangan ada di depan mata anda jika anda mampu melihatnya.
  • Perdagangan manusia tidak hanya dalam dunia pelacuran. Korban perdagangan manusia dapat juga berada dalam situasi kerja paksa sebagai pekerja domestik (pembantu rumah tangga atau babysitter); pegawai toko; tukang bersih-bersih; pekerja restoran; pekerja peternakan atau pertanian; pekerja industri pariwisata, dan bahkan sebagai pengemis atau menjadi robot agama / kepercayaan tertentu.
  • Anda dapat membantu korban perdagangan manusia karena mungkin saja anda merupakan satu-satunya orang luar yang mempunyai kesempatan untuk berbicara dengan korban. Terdapat pelayanan hukum yang tersedia untuk korban, tetapi yang paling penting adalah mereka harus ditemukan terlebih dahulu dan mampu diidentifikasi sebagai korban..
  • Mengajukan pertanyaan yang tepat dapat membantu untuk menentukan apakah seseorang merupakan korban perdagangan manusia. Adalah penting untuk berbicara dengan korban / calon korban di lingkungan aman dan rahasia. Jika korban didampingi oleh seseorang yang tampaknya mengendalikan, harus di coba untuk memisahkan korban dari orang tersebut. Sebab bisa saja pendamingtersebut adalah oknum pedagang itu sendiri atau kaki-tangan pedagang.
  • Idealnya, anda juga harus mendapat bantuan dari seorang yang memahami bahasa dan budaya korban. Pelajari asal budaya korban. Jika korban adalah anak-anak, sangat penting untuk mendapatkan bantuan sosial layanan spesialis yang terampil dan berpengalaman dalam perdagangan manusia atau penyalahgunaan korban. Pastikan bahwa bantuan tersebut tidak memiliki konflik kepentingan dengan korban perdagangan manusia.

F. Cara Berkomunikasi Dengan Korban Perdagangan Manusia

Kebanyakan korban perdagangan mempunyai pengalaman yang intens dengan rasa takut – mereka takut pada para pedagang dan takut dipulangkan. Karena itu, saat berinteraksi dengan potensi korban perdagangan, sangat penting untuk meyakinkan mereka bahwa mereka aman sehingga anda bisa memulai proses untuk membantu mereka mendapatkan perlindungan dan bantuan yang mereka butuhkan untuk membangun kembali kehidupan yang aman. Mendapatkan kepercayaan dari korban perdagangan merupakan langkah penting pertama dalam memberikan bantuan.

Contoh untuk menyampaikan pesan kepada korban perdagangan manusia untuk membantu mendapatkan kepercayaan ini adalah:

  • “Saya disini untuk membantu Anda.”
  • “Prioritas utama kami adalah keselamatan Anda.”
  • “Kami akan memberikan perawatan medis yang diperlukan.”
  • “Kami Anda dapat menemukan tempat yang aman untuk tinggal.”
  • “Anda memiliki hak untuk hidup tanpa disalahgunakan.”
  • “Anda pantas menjadi kesempatan untuk swasembada dan mandiri.”
  • “Kami dapat membantu Anda mendapatkan apa yang anda butuhkan.”
  • “Kami dapat membantu untuk melindungi keluarga Anda.”
  • “Anda dapat mempercayai saya.”
  • “Kami ingin memastikan apa yang terjadi dengan Anda tidak terjadi pada orang lain.”
  • “Anda memiliki hak.”
  • “Anda berhak untuk mendapatkan bantuan. Kami dapat membantu Anda mendapatkan bantuan.”
  • “Jika Anda adalah korban perdagangan, Anda dapat menerima bantuan untuk membangun kembali hidup Anda aman di negeri ini.”

G. Masalah Kesehatan Yang Umum Terlihat Dalam Korban Perdagangan Manusia

Korban perdagangan manusia dapat menderita berbagai masalah fisik, psikologi serta kesehatan akibat buruknya dan tidak manusiawinya kondisi hidup yang mereka jalani, sanitasi yang buruk, kurang nutrisi, kondisi kerja yang berbahaya, kesehatan yang tidak baik, brutalisasi atas fisik, serta teror emosi dari pedagang.

Pencegahan umum terhadap penyakit dan menjaga kesehatan hampir tidak pernah ada di kalangan para korban ini. Masalah kesehatan biasanya ditutup-tutupi, dan cenderung semakin parah sehingga kadang bahkan membahayakan situasi hidup.

Dalam banyak kasus, perawatan kesehatan pada awalnya disediakan oleh individu yang disewa oleh pedagang untuk melihat apakah “pasien” cukup sehat dan kuat untuk dijual. Namun check-up medis ini biasanya tidak layak dan seringkali malah menyebarkan penyakit, kontaminasi dan infeksi.

Dilihat pada masalah kesehatan korban perdagangan meliputi:

  • PMS, Penyakit Menular Seksual, HIV / AIDS, rasa sakit panggul, dubur dan trauma kesulitan air kencing dari bekerja di industri seks.
  • Kehamilan, akibat perkosaan atau pelacuran.
  • Kemandulan dari infeksi seksual kronis yang tidak ditangani atau kerusakan pada organ reproduksi atau akibat dari aborsi yang dilakukan serampangan
  • Infeksi atau pemotongan bagian tubuh dengan prosedur medis berbahaya yang dilakukan oleh orang yang disebut “dokter” oleh pedagang.
  • Kronis pada punggung, kulit, pendengaran, otot atau pernapasan pada pekerja pertanian, pabrik atau konstruksi.
  • Lemah mata dan masalah mata lainnya bagi yang bekerja di pabrik bekerja di pabrik jaga malam.
  • Kurang gizi dan masalah gigi serius. Ini adalah terutama terjadi pada korban perdagangan anak/usia di bawah umur.
  • Penyakit menular seperti penyakit TBC.
  • Tidak diketahui atau penyakit yang tidak dideteksi dini, seperti diabetes atau kanker.
  • Memar, codet dan tanda-tanda kekerasan dan penyiksaan fisik. Para pekerja di industri sex sering dipukul di daerah-daerah yang tidak terlihat pada tampilan luar, seperti punggung atau telapak kaki misalnya.
  • Kecanduan obat terlarang. Umumnya disediakan oleh pedagang sebagai alat pengontrol atau para korban untuk melarikan diri sejenak dari beban hidup dan putus asa.
  • Trauma psikologis dari siksaan mental sehari-hari. Termasuk depresi, stres, disorientasi, kebingungan, phobia dan serangan panik.
  • Perasaan tidak ada seorangpun yang mampu menolong keluar dari masalah ini, malu, hina, shock, menolak kenyataan atau tidak memiliki kepercayaan lagi.
  • Gegar budaya.

H. Bagaimana Menolong Korban Perdagangan Manusia

  • Buat korban merasa aman dan nyaman. Gali sebanyak mungkin informasi darinya
  • Lapor polisi / aparat hukum terdekat. Dapat pula menghubungi Kantor Polisi Indonesia biro INTERPOL di nomor telepon (62) (21) 721-8098/739-3650 Fax: (62) (21) 720-1402
  • Cari bantuan advokasi untuk korban
  • Ceritakan penemuan anda pada sahabat / keluarga / kerabat dekat. Minta pendapat dan bantuan serta pertolongan mereka
  • Galang dana untuk membantu korban
  • Hubungi nomor HOTLINE Komisi Nasional Perlindungan Anak (0) 21-8779-1818. Untuk mengaksesnya dari luar Indonesia, hubungi nomor ini (0062) (21) 8779-1818
  • Untuk daftar nomor telepon atau alamat lembaga pemerintah atau pun Lembaga Non Pemerintah dapat dilihat di halaman humantrafficking.org berikut ini
  • Desak pemerintah untuk segera membuat undang-undang khusus anti perdagangan manusia. Pada tahun 2005, UU mengenai perdagangan manusia masih amat minim sementara kasusnya semakin hari semakin membeludak saja. Pada Timbangan Pasal (c) dan (d) Undang-Undang Republik Indonesia NOMOR 39 TAHUN 2004, Tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri terdapat bagan yang menjelaskan mengenai WNI yang menjadi korban perdagangan manusia di luar negeri. Namun tidak terdapat mengenai perdagangan manusia Indonesia di dalam negeri atau bahkan WNA yang didagangkan di Indonesia.
  • Berdoa untuk anda percaya akan kekuatan doa, lalu sebarkanlah sebanyak-banyaknya cara-cara mencegah perdagangan manusia dan cara-cara memeranginya
  • Perbanyak membaca dan mempelajari perdagangan manusia, dan merasa marah lah atas perdagangan manusia. Dalam konteks ini, marah adalah anugrah
  • Berbagi di sini (bangaip.org, atau di milis anda sendiri apabila ini mau disebar di milis atau lainnya) pengalaman anda dengan perdagangan manusia. Sehingga dapat menjadi pelajaran bagi teman-teman, saudara, tetangga, kerabat dan handai taulan bahkan hingga orang yang tidak pernah anda kenal sebelumnya

Semoga ini bermanfaat.

Salam dan terimakasih atas perhatiannya,
bangaip dari bangaip.org

“Nama saya Arif. Pada akhir tahun 90’an, saudara sepupu saya Indri diculik dari rumahnya di Cilincing. Ia anak uwak saya, kakak dari Ibu. Umurnya waktu itu masih sekitar 7-8 tahun. Perempuan. Ia diculik sekitar pukul 08.00 WIB. Masih pagi. Pada pukul 09.00 WIB, ada seorang tetangga kami melihatnya menangis di Pasar Jongkok, pasar dekat rumah. Telinganya kiri kanan berdarah banyak sekali. Orang-orang berkerumun tidak mengenalnya. Seorang dari mereka syukurlah mengidentifikasi Indri, ia tetangga kami, Mamanya Icha. Membawanya ke rumah Ibu. Kata Indri, ia diajak perempuan naik becak ke Gaya Motor untuk beli boneka. Di tengah jalan, Indri takut campur kesal lalu menggigit lengan perempuan tersebut. Perempuan itu marah. Tangannya dengan cepat menarik paksa kedua anting emas di telinga kanan kiri Indri. Tukang becak kaget dan menghentikan kendaraan roda tiga itu segera. Indri loncat dari becak. Jatuh. Lengan kanannya memar dan lecet. Lalu lari ke Pasar Jongkok. Satu-satunya tempat yang ia kenal karena ayahnya pernah membawanya belanja di sana. Nama saya Arif, saudara sepupu saya Indri pernah menjadi korban penculikan dan hampir menjadi bagian dari perdagangan manusia”

This entry was posted in Orang Indonesia, Republik Indonesia, tips and tagged . Bookmark the permalink.

10 Responses to Perdagangan Manusia – Definisi, Pemahaman Kondisi hingga Antisipasi di Indonesia

  1. mbelGedez™ says:

    .
    Wah, lengkap banged bang….

    Etapi mohon maap, kalo yang penculikan emang bisa menimpa siapa aja. Miskin to kaya.
    Tapi repotnya, di kalangan tak berpunya banyak juga yang dengan sengaja menceburkan diri dalam industri ( sex ), karena secara finansial kondisi mereka lebih membaik….

    **moga-moga sayah yang salah…**

    –0–
    Itu memang tidak bisa dipungkiri bahwa praktek nyatanya terjadi banyak sekali, Mas Mbel. Umumnya alasannya simpel, “abis gampang sih. Tinggal ngangkang”. Tapi tidak sedikit pula alasan itu dipakai ketika korban sudah merasa dirinya bukan korban lagi (walaupun nyatanya masih korban, lari dari kenyataan). Sebagai bagian upaya pertahanan diri menghadapi situasi hidup yang susah.

  2. Turut prihatin dengan masalah ini. Benar-benar tidak berperikemanusiaan.
    Semoga dengan artikel bang Arif ini dapat membantu masyarakat luas mengetahui tentang masalah ini. Juga mengetuk hati setiap orang agar memahami bahwa perdagangan manusia adalah tindakan tidak manusiawi.

    –0–
    Terimakasih Mas Dewo atas masukannya

  3. edratna says:

    Sehabis menonton film Merantau kemarin, dan juga pemberitaan di media, perdagangan manusia ini kayaknya akan selalu ada. Diperlukan orang-orang yang care dan aware untuk mau mengamati lingkungan, memperhatikan tanda-tanda dan melaporkan ke yang berwajib jika melihat hal2 yang mencurigakan,

    –0–
    Iya Bu, benar itu. Terimakasih atas masukannya

  4. kunderemp says:

    Pengemis2 cilik itu?
    Termasuk perdagangan manusia berarti?

    –0–

    indeed

  5. Ria says:

    Kq G aD aRtIx PERDAGANGAN DW Ce???????????? >:(

    WwEeKk,, >:p

  6. Ria says:

    BiAsA pO’o Ce??????

    Lg’An Kq G aD aRtIx PERDAGANGAN Ce?????? >:(

    WwEeKk,, >:p

  7. akhi saya mrd sma mnta izin ngambil bahan dari tulisan abang…
    sangat lengkap…
    makasih ya bang..

    –0–

    Silahkan, syukurlah bisa berguna

  8. kezia says:

    artikelnya bagus banget bang! lengkap!
    bisa buat bahan belajar saya buat besok uts kewarganegaraan..
    soalnya saya ga ngerti kalo dosennya yg ngajar..hehehe..
    makasih bang ^__^

  9. Nadia Sarah says:

    terima kasih banyak, artikel ini sangat membantu saya. Mohon izinnya saya minta untuk bahan makalah :)

    –0–

    Silahkan disebar sebanyak-banyaknya (berlaku buat yang lain juga

  10. Pingback: KAJIAN TERHADAP UPAYA POLRI DALAM PENEGAKAN HUKUM TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG | Jurnal Srigunting

Leave a Reply