Tips Memahami i18n dan l10n

Saya akan bicara sesuatu yang (sialnya) agak bersifat teknis. Mohon agar teman-teman yang kurang menyukai hal yang berbau teknis harap singsingkan lengan baju, buat teh, dan nikmati teh tersebut sambil membaca tulisan-tulisan lainnya di halaman arsip bangaip dot org :)

Kali ini, bangaip akan bicara soal i18n dan l10n.

Di bagi dalam:

  1. Mangapa saya menulis mengenai i18n dan l10n?
  2. Apa itu i18n dan l10n?
  3. Mengapa kita butuh i18n dan l10n?
  4. Kapan saat yang tepat melakukan i18n dan l10n?
  5. Apa yang dibutuhkan dalam melakukan i18n dan l10n?
  6. Contoh praktis i18n dan l10n?


Mangapa saya menulis mengenai i18n dan l10n?
Karena ada yang bertanya. Setelah mencari di berbagai literatur internet berbahasa Indonesia. Nampaknya tidak cukup banyak informasi yang dibutuhkan penanya mengenai i18n dan l10n. Lalu ketika mengetahui bahwa saya banyak bekerja dengan i18n dan l10n, beliau bertanya kepada saya apakah dapat menambahkan informasi tersebut ke ranah maya. Saya jawab “Saya coba yaah. Tapi semoga jangan ngarep terlalu banyak. Ilmu saya cetek euy”


Apa itu i18n dan l10n?
Dalam komputasi, internasionalisasi dan lokalisasi adalah cara untuk mengadaptasi perangkat lunak komputer ke berbagai bahasa dan perbedaan daerah.

Internasionalisasi adalah proses merancang aplikasi perangkat lunak sehingga dapat diadaptasi ke berbagai bahasa dan daerah tanpa perubahan rekayasa. Lokalisasi adalah proses untuk mengadaptasi perangkat lunak internasionalisasi wilayah tertentu atau bahasa dengan menambahkan komponen lokal spesifik dan menerjemahkan teks.

Pada prakteknya, umum dilihat bahwa internasionalisasi dan lokalisasi menjadi satu kesatuan utuh.

Karena panjangnya kata, istilah-istilah ini sering disingkat menjadi i18n (di mana 18 adalah singkatan untuk jumlah alfabet antara yang pertama dan terakhir ‘i’ dan ‘n’ dalam internationalization atau internasionalisasi.

Sementara kata l10n sendiri berasal dari localization dengan metode seperti di atas.

Istilah ini diperkenalkan pertama kali pada sekitar tahun 1970-an oleh Digital Equipment Corporation, sebuah perusahaan komputer Amerika.

Beberapa perusahaan, seperti Microsoft, IBM dan Sun Microsystems, menggunakan istilah globalisasi untuk kombinasi internasionalisasi dan lokalisasi. Globalisasi juga dapat disingkat g11n (globalization).


Mengapa kita butuh i18n dan l10n?

Saya terjemahkan sekilas cerita dari guru saya, Pak Barry (Barry Burd. Beliau ini guru yang oke loh walaupun super sibuk). Beliau ini orang Illinois, Amerika Serikat. Semoga cerita ini bisa menggambarkan mengapa kita butuh i18n dan l10n.

Begini kata Pak Barry;

“Waktu muda, saya mengembara di Eropa. You know, itu lah guna nya muda. Tidak ada orang yang peduli kamu nggak punya uang dan karir. Saya sering berada di Perancis maka sedikit-sedikit menguasai bahasa lokal.

Suatu malam, saya nongkrong di sebuah kafe di Paris. Sepasang turis yang nampaknya berasal dari negara yang menggunakan bahasa Inggris, menghampiri saya. Dengan gugup mereka memegang map, mengarahkan jari ke sebuah titik lalu bertanya “Eiffel Tower?… Ooo essst la Eiffel Tower” kata mereka berulangkali sambil membaca kamus saku tipis darurat Perancis. Tentu saja saya bisa secepat kilat menjawab pertanyaan mereka dalam bahasa Inggris. Tapi karena saya iseng, saya jawab “Allez vers la droite”, sambil menunjuk arah seberang jalan. Jujur saja, kemungkinan besar jawaban saya salah. Tapi itu sama sekali tidak penting. Sebab kedua turis itu berjalan mengikuti arah telunjuk saya menuju Menara Eiffel sambil berkata “Murcee, murcee” berterimakasih.

Sadarlah. Ini jaman milenium. Ketika aplikasi yang kamu kerjakan berguna untuk publik, maka banyak orang yang akan membutuhkan kamu. Nah bagaimana kalau aplikasi tersebut kamu kerjakan hanya dengan bahasa lokal kamu saja. Bagaimana kalau kamu meninggal dunia lalu manusia lain membutuhkannya? Itulah gunannya i18n dan l10n”

Berdasarkan pengalaman pribadi, dalam ranah kerja yang mempunyai lingkup global, i18n dan l10n amat dibutuhkan dalam menghemat produksi (antara lain penghematan biaya, waktu dan enerji).

Beberapa waktu lalu kebetulan saya dapat amanah mengembangkan perangkat aplikasi yang menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar menjadi aplikasi berbasis web dan internet yang harus bisa digunakan dalam 22 bahasa mayoritas yang ada di Asia, Afrika dan Eropa. Untuk mengerjakan aplikasi tersebut dengan sumber daya manusia yang minim jelas membutuhkan waktu yang relatif lama (berdasarkan estimasi saya).
Untunglah sistem i18n dan l10n memungkinkan itu terjadi dalam waktu cepat. Dari estimasi awal sekitar 2200 jam, aplikasi tersebut ternyata mampu diselesaikan dengan memangkas sekitar 80% total waktu.
(*Sebagai penghormatan atas tim yang telah bekerja dengan amat menakjubkan bak sangkuriang, angka 80 saya gunakan sebagai hadiahnya*)


Kapan saat yang tepat melakukan i18n dan l10n?

Jawaban dari pertanyaan di atas ini memang serba relatif. Sebab tentu saja jawabnya adalah “Ketika dibutuhkan”. Maka itu, untuk menjawab pertanyaan di atas maka faktor kebutuhan lah yang harus menjadi acuan.

Acuan yang dapat dipakai dalam menilai ‘Kebutuhan’ untuk i18n dan l10n antara lain adalah:

  • Jika anda yakin produk anda mampu menembus jauh daripada sekedar pasar lokal
  • Pelestarian budaya. (Misalnya mempopulerkan kembali aksara batak, aksara bali, aksara Jawa, aksara bugis dan aksara-aksara lainnya yang menjadi warisan budaya ke dalam font huruf yang dapat dieksekusi langsung di perangkat end-user seperti produk perkantoran Microsoft Office atau Open Office)
  • Jika aplikasi yang dikembangkan adalah aplikasi komputer berbasis open-source
  • Penghematan dalam produksi dengan skala pemasaran global


Apa yang dibutuhkan dalam melakukan i18n dan l10n?
Lagi-lagi, jawaban dari pertanyaan ini sungguh luas dan relatif. Namun untuk mempermudahnya, maka saya akan mengambil contoh dengan mempersempit pertanyaan menjadi
“Apa yang dibutuhkan dalam melakukan i18n dan l10n dalam sebuah aplikasi komputer tertutup agar perkembangan bisnis saya menjadi lebih baik?”

Diantara jawabannya adalah sebagai berikut:

  • Manajemen Data: Data dapat berupa apa saja. Foto kekasih hingga kitab suci, dapat menjadi bagian dari data. Namun data yang baik adalah data yang terklasifikasi dan mudah disimpan dalam database
  • Manajemen Penterjemahan: Tentu saja bahasa dan keahlian penterjemah adalah bagian proses penting dalam penterjemahan. Namun di balik itu, harus ada proses yang dapat membuat penterjemahan dan perbaikannya menjadi lancar dan mudah (seperti misalnya penterjemah yang mengerti bahasa teknis produk). Dan yang lebih penting, agar hasil penterjemahan dapat disimpan dan disebar dengan cepat (*maaf saya menterjemahkan deployment dengan kata ‘disebar’*)
  • QA yang baik (*QA singkatan dari Quality Assurance, maaf saya tidak tahu terjemahannya*): Sebelum diluncurkan pada proses akhir, produk yang akan diluncurkan tentu saja harus masuk ke bagian QA. Mencari QA yang handal bukan pekerjaan yang mudah. Tidak banyak manusia di dunia ini yang menguasai lebih dari 5 bahasa mayoritas penduduk bumi dan mengerti bahasa teknis produk. Maka itu, membuat kerja tim QA yang baik dan efektif adalah sebuah keharusan sebelum memutuskan sebuah produk akan global atau tidak.

Sebenarnya masih banyak jawaban lainnya yang lebih detail yang dapat dijabarkan dalam contoh ini. Namun karena terlihat tidak taktis dan malah menjadi tutorial praktis, maka lebih baik dilakukan lain kali saja. Namun setidaknya, secara garis besar, dapat dijelaskan melalui ketiga langkan di atas.


Contoh praktis i18n dan l10n?

Ada beberapa contoh menarik mengenai i18n dan l10n yang sempat saya temui di dunia maya dan dapat dilihat langsung. Diantara lain adalah;

  • Contoh program sederhana i18n produksi Goglo: Yang bisa dilihat di link blognya yang berbahasa Indonesia berikut ini
  • Diskusi Grup Pengembang Drupal, sistem konten manajemen opensource: Diskusi ini menarik, sebab dapat melihat sejauh mana i18n berpengaruh dalam sebuah aplikasi yang dikembangkan secara gotong royong oleh orang-orang sedunia. Silahkan klik di sini untuk melihatnya.
  • Pengantar Unicode: Kalau mau belajar unicode tulisan Sam Ruby yang dapat di lihat sini lumayan juga untuk membantu
  • Manusia bernama Richard Ishida: Bapak ini adalah ketua pengembang internasionalisasi pada W3C (World Wide Web Consortium). Beliau mengembangkan tool yang (secara subjektif saya nilai) luar biasa berguna bernama Unicode Code Converter. Tool tersebut lah yang berhasil mengantarkan tim saya mencapai angka pemangkasan waktu produksi hingga 80%. Walaupun pada kenyataannya Pak Richard ini membuat banyak tools yang berguna pula. Namun untuk keperluan l10n dan i18n alat konversinya ini sungguh berguna untuk keperluan praktis

Masih banyak lagi contoh menarik. Sayang sekali waktu saya sungguh terbatas. Project 15 menit perhari untuk i18n dan l10n nampaknya usai sudah kali ini. Semoga bisa diberi rejeki untuk menyambungnya di masa depan. :)

Semoga berguna dan silahkan diskusi apabila ingin menambah informasi, mendebatnya, memperbaikinya atau sekedar mau iseng komentar akibat sudah baca panjang-panjang tapi tetap nggak ngerti akibat penjelasan saya yang dangkal dan cetek ini. Hehehe

This entry was posted in tips and tagged , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Tips Memahami i18n dan l10n

  1. rere says:

    Kalau pengetahuan saya sih baru sekedar menggunakan yahoo babel fish, atau google tranlate untuk berkomunikasi dengan teman 2x yang berbahasa lain selain inggris … cukup membantu sih … (nyambung ngga ya ? hehehe )

    –0–

    Nyambung kok Bang Rere. :)
    Kalau masih di front end sih bisa diakalin dengan hal itu. Tapi kalau sudah menyangkut core dan isi yang spesifik (*misalnya masalah hukum internasional. Sebab setahu saya Bang Rere ini salah seorang penegak hukum yang bergerak di ranah global pula :) *), maka pakai i18n. Contohnya di ICC (international Crime Court). Mereka menggunakan i18n dan l10n untuk mempublikasikan kerja mereka pada publik

  2. Jardeeq says:

    Akhirnya tahu juga asal bilangan 80 di post sebelumnya.
    Sorry oot.

    –0–

    Nggak kok :)

  3. Eru says:

    Oo dari sana asal angka i18n, kirain karena i-one-eight-n adalah plesetan dari internasionalization 😀

    Kalo saya pake tools dev buat i8n,
    masi translate bahasa umum sih belum ke bahasa yang butuh unicode 😛

    –0–

    Saya yakin Eru sebentar lagi juga butuh :)
    Sampai sekarang saya nyesel sebab dulu nggak ngajarin mahasiswa unicode dan iso. Kalau memang mau go internasional, minimal di bangku sekolah semestinya sudah diajarkan basis itu.

  4. Pingback: HTML Dasar > II - Sejarah HTML

  5. reza says:

    Bagus sekali penerjemahaannya..
    mohon share

  6. Pingback: ORM (Object of Relational Mapping) |

Leave a Reply