Download Komik Rada Lucu 2 + Bonus Wawancara Eko Bimantara, Yang Bikin Komik Itu

Eko Bimantara, komikus kita

Eko Bimantara, komikus kita

Akhirnya saya berhasil pula mewawancarai Eko, di sela sela kesibukannya membantu SERRUM berkampanye sosial melalui kesenian mendukung KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Akhir-akhir ini Eko memang agak sibuk. Tapi itu biasa. Sebab jarang personel SERRUM, komunitas seni rupa di Jakarta, yang tidak sibuk. Umumnya, para seniman yang merangkap guru ini, kalau tidak sibuk, pasti dicari oleh kesibukan.

Eko, termasuk salah satu yang cukup sibuk. Buku perdananya, sebuah komik yang berjudul ‘Guru Berdiri Murid Berlari‘ baru saja diterbitkan oleh penerbit Gradien Mediatama. Dan kata beliau “Udah bisa di beli di Gramedia, hehe”. Selain itu, nampaknya akhir bulan ini (atau awal bulan Desember 2009) SERRUM memfasilitasi pameran tunggalnya untuk KRL.

Akibat jarak geografis yang memisahkan kami, wawancara dilakukan dengan surat elektronik serta chatting. Sayang sekali, Eko tidak punya ilmu telepati. Andai punya, sayang sekali saya tidak punya. Jadi wawancara pasti tidak dapat dilakukan live dengan telepati. Hehe.

Eko termasuk komikus yang sedang naik daun sejak karyanya KRL (Komik Rada Lucu) terbit dan dibagikan gratis untuk penumpang KRL (Kereta Rel Listrik) Jakarta-Bogor, tahun 2008. Kategori komik perdananya itu kalau-boleh-dikategorikan adalah lucu, sadis, tapi begitulah adanya. Isinya antara lain kejadian sehari-hari yang terjadi di Kereta Rel Listrik antara Jakarta-Bogor. Mengupas tragedi dengan cara yang berbeda. (*Komik Rada Lucu 1 – Bisa di unduh di sini*)

Kali ini, Eko berbaik hati lagi. Bukan hanya mau menjawab pertanyaan-pertanyaan saya, namun juga membagi komiknya yang lain untuk diunduh secara gratis di bangaip.org (*Thanks, Ko!*).

Komiknya kali ini berjudul Komik Rada Lucu Edisi 2: Ku Tonton, Kau Tonton. Isinya menyorot pengaruh tontonan televisi terhadap kehidupan masyarakat sehari-hari Indonesia.

Seperti biasa, komik Eko lucu tapi satir. Atau malah, satir tapi lucu. Pengaruh tayangan televisi terhadap masyarakat Indonesia (khususnya di pemukiman urban) terekam khas lewat coretannya.

Beberapa tahun lalu, sahabat saya Soni pulang kampung ke Bogor, sebuah kota di Pulau Jawa. Sudah lama dia tidak pulang ke sana. Sebulan kemudian, Soni kembali lagi ke hadapan saya. Kalimat pertamanya bercerita dengan takjub mengenai Bogor adalah “Gila Rip, cewek di bogor pedaleman sekarang pake celana ketat-ketat. Seksi-seksi men. Biar cewek kampung, nggak kalah ama cewek kota”

Eko tidak kenal dengan Soni. Begitupun sebaliknya. Namun di salah satu ilustrasi komik KRL 2: Ku Tonton Kau Tonton ini, terlihat sekali bagaimana seorang ‘cewek kampung’ berdandan ala Britney Spears, penyanyi Hollywood yang terkenal menampilkan pesona sensualitasnya – pada akhir tahun 90-an awal 2000. Sekedar untuk terlihat ‘seksi’.

Maka itu warga pengunjung bangaip.org; Silahkan lah menikmati komik Eko. Komik Rada Lucu (KRL) edisi kedua: Ku Tonton Kau Tonton.

Silahkan download disini PDF KRL 2 nya (3,9 Mb).

Download Komik KRL (Komik Rada Lucu) edisi kedua disini

Jangan lupa, kalau suka sampaikan terimakasih untuk Eko. Bisa ke halaman milik beliau atau dengan membeli komik beliau ‘Guru Berdiri Murid Berlari‘ di toko buku terdekat anda 😀 (*Ko, nih udah dipromosiin di bangaip dot o er ge. Hehe*)

Eko Bimantara in action for KPK

Eko Bimantara in action for KPK

Bonus Track; Wawancara Dengan Eko Bimantara

1. Mohon diceritakan sekilas info mengenai Eko si pembuat komik KRL. Kalau dalam 17 kalimat, siapakah Eko itu? (*Oh ya, kenapa 17, karena itu hari kemerdekaan RI*)

“Eko S Bimantara, anak tunggal dari ayah yang suka gambar dan ibu yang suka ngaji. Punya cita-cita jadi astronot, tapi setelah tahu tes-nya harus muter-muter di pesawat simulasi, akhirnya berubah jadi Komikus karena dari kecil emang udah di kenalin komik sama bokap (petruk gareng-nya Tatang S, dan Asterix & Obelix-nya Albert Uderzo). Lahir 30 Mei 1988 di Jakarta. Besar dan dapet pendidikan TK,SD,SMP,SMA di Cileungsi, Bogor. Sekarang lagi kuliah di S1 jurusan Seni Rupa Universitas Negeri Jakarta. Seneng sama gambar dari SMP, pengen di terusin ke kuliah dan kata bokap sih yaudah ( padahal ada tawaran di Pariwisata ). Setelah 2 tahun bergelut di kampus dengan kegiatan akademis maupun non-akademis di ajak ikut gabung di Serrum. Setelah satu tahun bergelut di Serrum, akhirnya tercapai cita-cita untuk jadi komikus. (Cukup segitu aja, 8 itu bulan kemerdekaan RI)”

2. Kenapa bikin komik yang namanya ‘Komik Rada Lucu’? Kenapa bukan ‘Komik Mungkin Lucu’ atau ‘Lucukah Komik Ini’ atau apalah namanya?

“Oh kalau nama itu sebenarnya hasil diskusi gue, ato, dan mg saat garap komik ini buat Jakarta Bienalle 2009, homofon dengan KRL kereta api listrik, pengennya sih nama kesan plesetan ini ngga hilang walaupun mangangkat tema berbeda di edisi-edisi selanjutnya untuk mengingat bahwa komik ini berawal dari kampanye penyadaran penumpang gelap yang duduk di atas kereta.”

3. Dalam membuat karya seni, tentu saja seorang seniman menjalani proses sebelumnya. Dalam membuat KRL, apa prosesnya?

“Pembuatan komik ini terbagi jadi tiga tahap:
– Pencarian ide ( yang paling lama ) kegiatan gue di proses ini : duduk, tidur-tiduran ngerokok, makan cokelat, browsing, cari info dengan riset kecil berbentuk wawancara, mikir.
– Garap gambar, karena karakternya kartun simpel, jadi ga terlalu lama dan ribet ( ga perlu ada banyak tools kayak komikus yang biasa dilihat di studio komik dengan kelengkapan2nya, gue sih cuma butuh kertas, pensil dan spidol snowman yang 1000 perak.
– Rancang grafis, karya manual di scan menjadi data digital, dan mulai editing, masukin font untuk kata-kata, masukin efek (rendering), dan mulai layout. Sebenarnya untuk tahap ini, sempat di bantu oleh desainer grafis ternama kita yaitu mas Ludzfi Sabdakir.”

4. Dalam membuat Komik Rada Lucu, apakah Kak Eko pernah bertemu makhluk halus?

“Bertemu mahluk halus alhamdulilah belum, dan mudah2an engga, kalo iya mungkin akan ada edisi spesialnya nanti..”

5. Apakah ada peran pemerintah daerah DKI Jakarta dalam proses pembuatan komik KRL ini? (*Ini pertanyaan iseng. Nggak taunya, jawabannya beneran ada. Ajaib*)

“Untuk edisi pertama kita (Serrum) bekerja sama dengan PJKA untuk penyebaran komiknya.”

6. Apabila suatu hari Alien dari planet lain datang kepada Kak Eko dan meminta dibuatkan komik, apa yang akan Kak Eko lakukan?


“Dengan senang hati meminta tanda tangannya dulu, baru nego harga…hehe”

7. Dimana pertama kali KRL diperkenalkan pada publik? Bagaimana tanggapan publiknya? Apakah mereka merasa lucu?

“Pertama kali di sebar yaitu di stasiun Pasar Minggu, karena yang menyebarkan bukan gue sendiri jadi ngga tahu gimana responnya, kalau penyebaran di stasiun kota gue ikut, dan membuat gue sedikit pesimis bahwa komik ini ga efektif, karena melihat ekspresi pembaca biasa2 aja, ga ada yang ketawa (malah ada ibu2 baca cemberut), senyam-senyum pun jarang,”

8. Pertama kali Komik Rada Lucu KRL-1 yang menyinggung masalah transportasi umum kereta di Jakarta diperkenalkan publik, web blog bangaip.org mengalami penyedotan bandwith sekitar 4 Gigabyte dalam tempo 21 hari. Kalau 1 komik KRL adalah sekitar 1.8 Megabyte, artinya dalam jangka 21 hari komik Kak Eko di download sekitar 2.222 kali. Bagaimana perasaan kak Eko? Apakah bingung dengan angka-angka itu?

“Wah…kayaknya banyak juga tuh yang download???”

9. Apa cita-cita Kak Eko waktu kecil? Dan apakah cita-cita itu kesampaian sekarang?


“Seperti pemaparan di jawaban no.1, iya cita-cita daku alhamdulilah sudah tercapai bangaip, hari ini tadi komik KRL ‘Guru Berdiri Murid Berlari’ sudah di terbitkan oleh penerbit Gradien Mediatama dari Yogyakarta, tadi siang baru lihat displaynya di toko buku gramedia, kalau ada yang mau silahkan beli, hehe”

10. Beberapa tema KRL, diangkat dari kehidupan sehari-hari. Apakah kehidupan Kak Eko sehari-hari seperti tema KRL tersebut?

“Hmmm, kalau yang dari pengalaman pribadi itu inspirasi cerita untuk edisi guru dan kekerasan rumah tangga, kalau selain dua edisi itu, hanya sekedar pengamatan saja,”

11. Apakah Kak Eko suka membaca buku? Sebutkanlah buku-buku yang Kak Eko suka baca. Minimal 15. (*Ini sebenarnya pertanyaan dari Mbak Pito untuk saya dan Mas Teguh. Tapi karena saya malas menjawab pertanyaan berantai, maka pertanyaan ini saya limpahkan pada Kak Eko tanpa sepengetahuan Mbak Pito – Trik ngeles ala bangaip dengan cara licik. hihi*)

“Ga usah sama nama pembuat ya bang,
Kalo buku Sastra:
1. Novel trilogi supernova (dewi lestari)
2. Musashi
3. Harry Potter
4. Da Vinci Code
5. Serial detektifnya Conan Doyle ( hanya beberapa, dan udah lupa juga
judulnya..)
6. Kumpulan cerpen2nya Yanusa Nugroho ( karena beliau paman yang ku kagumi)
7. BOMA
Kalo Komik:
8. Kariage Kun
9. Kobo Chan
10. Asterix & Obelix
11. Superman
12. Spiderman
13. Serial Petruk Gareng
14. Crayon Shinchan
15. Dragon Ball
16. Detektif Conan
17. Naruto
18. One Piece
19. Death Note
Hmmm…kayaknya segitu dulu, soalnya gue lupa pernah baca apa aja..”

12. Apa pengaruh fesbuk dan situs jaringan sosial terhadap Komik Rada Lucu? Dan apa pengaruhnya untuk Kak Eko?


“Thanks to facebook: KRL saat ini sudah memiliki 3448 fans, dan gue sendiri bisa nerbitin komik karenanya (penerbit lihat KRL di facebook)”

13. KRL 1- Jabotabek menurut banyak orang mampu dikategorikan sebagai komik Dark Humor Cult. Lucu tapi agak sadis secara fisik. Ini genre baru di Indonesia (ada dosen ITB yang pernah bikin begini juga, lupa namanya euy). Pertengahan tahun 60-an Italia pernah dilanda komik jenis ini (pelopornya komik berjudul ‘processo al fumetti dell orrore). Kak Eko, secara sadar atau tidak sadar, apakah mengkategorikan diri sebagai sadistis? Apakah Kak Eko mengeluarkan
darah setiap bulannya?


“Untuk edisi pertama iya, gue sendiri bilang kalo itu humor satir yang sarkas, karena nakutin penumpang di atas kereta ya dengan cara itu, lebih kepada peringatan bahaya ( banyak kasus yang meninggal pula kan ). Untuk edisi selanjutnya sadisnya mungkin lebih sedikit di redam, mungkin karena gue memilih tema yang keseharian yang realistis, jadi konsep ceritanya pun harus yang realistis, namun tetap dengan gaya kartun yang hiperbola.”

14. Apa harapan Kak Eko untuk Komik Rada Lucu di masa depannya?

“Pengen KRL bisa dinikmati oleh lebih banyak apresiator”

15. Apa pesan Kak Eko kepada pembaca blog bangaip.org?

“Terima kasih sudah membaca, mudah-mudahan pesannya sampai, dan tetap terhibur karenanya!”

Terimakasih Kak Eko atas jawabannya. Semoga sukses selalu… Dan selamat berkarya. Aminyarobalalamin.
salamanis + salametal
bangaip

Sip! Terima kasih juga BangAip, salam manis+salam metal buat Bangaip dan semua pembaca bangaip.org, sekarang gue sedang panas-panasnya berkarya nih! Thank you!!!!

Eko s bimantara

This entry was posted in downloads, Orang Indonesia and tagged , , . Bookmark the permalink.

7 Responses to Download Komik Rada Lucu 2 + Bonus Wawancara Eko Bimantara, Yang Bikin Komik Itu

  1. itikkecil says:

    saya baca soal mural mendukung kpk di kompas…. ternyata mas Eko ini pembuatnya…. keren….
    btw, saya ikutan nyedot benwit ya bang…….

    –0–

    Sip Mbak. Makasih yaaa

  2. tapi saya tau, bang!
    errr… bangaip ngirim imel yg saya susah jawabnya. sabar ya, bang. ntar dijawap kok. peluk2 buat dek novi & mamanya. hehe.

    –0–

    Salam disampaikan Mbak PitoTerimakasih :)

  3. Terima kasih atas komiknya.
    Salut.

    –0–

    Sama-sama Mas Dewo

  4. wah…ini yang sayah butuhkan…lagi stress neh…butuh baca yang beginian…terima kasih banyak… 😀

  5. adipati kademangan says:

    waahh dapet gratisan, terima kasih bang

    –0–
    Kembali kasih, Adipati :)

  6. nonadita says:

    Acik acik komik gratis 😀
    Saya suka baca komik2 lucu, biasanya baca Beny & Mice..

    –0–

    Kembali kasih

  7. wahh komik indoo,, gratis lagii.. dibaca dulu yaa,, klo ok siap sebarkann 😀

Leave a Reply