Download Komik – Ndak Lagi-Lagi (Suara Di Balik Penjara Anak)

Kata Cirul, “Lo tau Jawa kan? Dia masuk penjara anak-anak lagi. Kemaren baru ditransfer. Untung slamet. Nggak digebugin. Kepala kamarnya masukin limapuluh ribu lewat bool”

Iya saya kenal Jawa. Nama aslinya Rahmat namun lebih suka dipanggil Jawa. Dia salah satu anak jalanan yang dapat beasiswa dan ikut pendidikan Art Therapy dulu di Fri Gallery, Depok. Jawa ini memang nampaknya mencintai banyak masalah dalam hidupnya. Mabuk memakai lem aibon atau spirtus, membobol warung kaki lima untuk mencuri, berkelahi dan banyak lainnya telah ia jalani dan jadi santapan sehari-hari. Ajaibnya, ia punya bakat untuk melukis dan membuat puisi yang luar biasa di usianya yang saat itu belum genap 13 tahun di penghujung tahun 90-an. Maka itu ia kami pilih sebagai kandidat beasiswa pendidikan seni sekaligus terapi.

Jalan hidupnya memang sungguh istimewa.

Jawa masuk penjara anak-anak? Itu biasa. Bukan hal yang spesial buat dia. Tapi tidak dipukuli oleh penghuni lama, itu luar biasa. Sebab si Jawa ini memang suka cari masalah. Begitu sampai tempat baru, ia pasti menantang penghuni lama. Penjara anak-anak tetap saja penjara.

Maka bertanyalah saya pada Cirul yang sama-sama mengurus beasiswa seni ini, “Sori Rul, gua nggak ngerti”

“Jawa ditransfer. Dari polres ke Tangerang. Gua nggak tau dia diapain di Polres, yang gua denger dia selamet sampe Tangerang nggak digebugin”

Saya masih bingung. Apa hubungannya penjara Polres dengan lembaga pemasyarakatan anak-anak Tangerang serta uang lima puruh ribu yang diselipkan di dubur?

Cirul ketawa, “Yaelah Rip. Kayak gitu aja nggak tau luh. Biasa lah, kalo anak baru kan diminta uang keamanan ama anak lama. Si Jawa kali aja nyepong siapa lah di Polres terus dapet lima puluh ribu. Sebelom ditransfer, kan ditelanjangin dulu. Diperiksa. Limapuluh ribu dilinting kecil terus dimasukin ke bool biar nggak ketauan waktu diperiksa”

“Buat apa?”

“Lu kira duit nggak laku di penjara? Ngawur luh!”

Obrolan itu berhenti dan masih membekas di otak saya. Hingga akhirnya ‘Jawa’ Rahmat meninggal tahun 2007 terbunuh di daerah dekat pasar Bendungan Hilir, Jakarta. Katanya dia mabuk, lalu ‘reseh’ yang mengakibatkan tiga preman situ mencekik lehernya hingga mengundang malaikat maut tiba. Namun kenangan terhadap Jawa, limapuluh ribu lintingan, dan penjara anak-anak di Indonesia, masih terus membekas di otak ini.

Dan begitulah adanya hingga suatu hari kenal Jeany.

Jeany ini teman dekatnya Ombow, salah seorang pendiri dan kru SERRUM, komunitas seni di Jakarta. Ia lincah dan ramah. Minimal selalu menawarkan saya pisang goreng, kacang rebus atau kudapan ringan lainnya kalau bertemu.

Suatu hari saya kaget ketika mendengar bahwa Jeany bekerja di Penjara Anak-anak Tangerang. Jeany yang mungil, lucu dan imut itu ada di penjara anak? Wow! Kok bisa?

Ingatan tentang Jawa muncul kembali.

Waktu saya konfirm ke Jeany, ia mengiyakan. Katanya, ia mengajar anak-anak itu membuat komik. Dan dahsyatnya, kompilasi komik-komik itu sudah jadi dan sempat dipamerkan di beberapa kota di Indonesia.

Saya terharu. Kagum, gembira, salut dan sejuta perasaan berkecamuk lainnya. Hebat betul ini Jeany. masih muda sudah berbuat sedemikian banyak. Diantaranya adalah peduli dengan komunitas anak-anak yang ada dalam penjara. Bahkan sudah berhasil mengkompilasikan karya anak-anak itu dalam buku komik mereka.

Penasaran, saya minta komik tersebut pada Jeany. Syukurlah ia tidak menampik. Bahkan ia tidak pula menolak ketika saya meminta kesediannya untuk wawancara di bangaip dot org.

Ini Jeanny sedang beraksi melukis komik. Hobi yang ia cintai.
Jeanny Pebriyawani, volunteers on art theraphy for Tangerang child prison

1. Kak Jeany, cerita sedikit dong latar belakang Jeany. Siapa sih Kak Jeany sebenarnya?
Saya seorang kapiten…loch..loch… ha..ha..ha..
Saya seorang mahasiswa tingkat akhir di Universitas Negeri Jakarta, Jurusan Seni Rupa yang berpenampilan menarik unik dan juga lucu.. ha..ha.ha…!! o(^_^)o.. Kegiatan yang selama ini dijalani ya kuliah, ikut-ikut pameran dan juga ’ngajar di Lembaga Pemasyarakatan Anak Pria Tangerang sebagai fasilitator kegiatan komik, namanya KOLAPS (Komik Anak Lapas).

2. Kok Kak Jeany bisa begaul dan nongkrong sama anak-anak penghuni lembaga pemasyarakatan. Bagaimana awal mulanya, Kak?
Bergaul dan nongkrong sama temen-temen AndikPas di Lembaga Pemasyarakatan Anak Pria Tangerang (Anak didik Lembaga Pemasyarakatan, sebutan untuk anak-anak yang ada di sana pengganti kata ’napi’) wah untuk ngebayangin aja gak kepikiran banget apalagi ada bersama-sama ma mereka saat ini. Awal mulanya sih sedikit membingungkan. Kasus pertama ada fasilitator kegiatan komik namanya Mas Maman, mencari co-fasilitator tapi perempuan, temennya minta tolong saya yang ’nyariin… kasus kedua, saya gak bisa nemuin siapa yang tertarik untuk ngajar di sana, alasannya sih beragam salah satunya ’jauhhhhh…’. Kasus ke tiga ”ya udahlah kenapa ’gak saya aja yang coba sendiri’. Emang sih ada sedikit ragu, penjara gitu loh… huuhhh ’serem’. Akhirnya kena putusan juga deh untuk ngajar d sana, sekarang saya sudah menjalani masa mengajar hampir 4 tahun he..he..he… kegiatan Kolaps tidak hanya kegiatan penyaluran minat dan bakat, fungsinya juga sebagai art terapi untuk anak-anak di Lapas, yaitu media curhatan, curhat lewat komik..

3. Apakah Kak Jeany senang menjadi guru sekaligus teman curhat anak-anak penghuni lapas?
Kalo ditanya seneng apa nggak ya sudah tentu senang, karena secara tidak langsung saya juga bisa belajar menjadi dewasa dengan mengartikan sebuah permasalahan. Curhatan teman-teman AndikPas sangat beragam dan biasanya permasalahan mereka secara garis besar sama yaitu curhat ketika di khianatin sahabat sendiri hingga pada akhirnya harus masuk penjara, di tinggal keluarga, pacar dan juga teman. Curhat karena kangen keluarga tapi keluarga gak pernah mau jenguk, atau perasaan bingung setelah bebas nanti mau kemana dan jadi apa.

4. Apa suka duka Kak Jeany ketika mengajar cara membuat komik di Lapas anak-anak Tangerang?
Suka duka..? Emmm.. banyak juga sihh..
Sukanya ketika temen-temen AndikPas enjoy ma kegiatan membuat komik, ketika mereka tidak ada beban u/bercerita segala ’uneg-uneg’ melalui media gambar atau juga secara verbal..
Dukanya kalo ada AndikPas yang cemburu ma temen yang lain dan males-malesan untuk datang dikegiatan komik karena merasa tidak diperhatikan. Ya begitu deh jadi harus benar-benar adil, walaupun sudah merasa adil seadil-adilnya tapi kadang mereka yang tidak bisa mengerti, jadi kita yang harus bisa ’ngertiin mereka..!! ribet ya..!! he..he..he..
Ada juga suka d icampur duka.. Hmm.. misalnya ada AndikPas yang sudah jago banget atau sederhananya nyaman untuk ’bikin komik tapi mereka harus ninggalin kegiatan Kolaps karena masa tahanan sudah berakhir akhirnya dari jumlah anggota 20 bisa jadi 5 anggota ’aja.. suka karena akhirnya mereka bebas.. dukanya karena kehilangan AndikPas Kolaps. Jadi harus merekrut anggota baru untuk ikut dan bergabung dengan kegiatan Kolaps dan harus mengajar lagi dari ’nol’. Yang tentu saja hal itu gak mudah, gimana menarik mereka untuk meyakini kalo bikin komik atau gambar itu gak sulit karena yang selama ini mereka rasakan ngomik atau bikin gambar itu susah, mereka selalu aja merasa ’takut salah’, padahal ngegambar itu bebas euy.. toh itu karakter kita..

5. Apa pesan Kak Jeany buat pembaca bangaip dot org yang tidak atau belum pernah masuk Lapas?
Pesannya.. keep smile.. be your self tetap cintai hidupmu, karena hal ini membuat kita sadar untuk tidak merusaknya dengan hal-hal bodoh.. kalaupun terjadi tetap syukuri saja dan coba menyikapinya dengan positif (amin).. untuk bangaip dot org dukung terus ya anak-anak yang ada di Lembaga Pemasyarakatan karena saat ini mereka hanya tersesat mencari jalan untuk segera sadar..

Terimakasih Kak Jeany :)
Sama-sama..!! o(^_^)o

Wawancara dengan Jeany dan lalu membaca isi komik tersebut, benar-benar membuka mata. Penjara anak-anak, yang selanjutnya akan kita sebut sebagai Lapas saja, ternyata menyimpan banyak bibit kreatif.

Di dalam komik kompilasi karya adik-adik penghuni Lapas ini ditemukan banyak sekali cerita-cerita menarik. Mulai dari cerita berwujud teks hingga illustrasi bergambar. Temanya beragam, dari yang kangen dengan ibunya, hingga memikirkan mau jadi apa nanti ketika keluar dari Lapas.

Illustrasi bagian “Keluarga Tersayang”

My lovely family, inside Ndak Lagi-lagi comic strips. Made by one of prisoner on Tangerang child prison

Diantara yang mencolok perhatian adalah salah satu illustrasi curahan hati ketika seorang anak ditangkap oleh aparat yang berwajib dan lalu diinterogasi. Ia tuangkan dalam sebuah kertas putih dicoret-coret ketika tubuhnya digantung dan dipukuli.

Illustrasi komik bagian “Pengalaman berkesan”

My unforgettable moment, inside Ndak Lagi-lagi comic strips. Made by one of prisoner on Tangerang child prison when he was interrogate by Indonesian Police

Apapun intinya, gabungan antara komik dan teks setebal 107 halaman ini amat layak untuk dibaca.

Dan yang lebih hebat lagi, Jeany, para kakak pembina Komik Curhat Anak Lapas Tangerang beserta adik-adik kita yang sempat membuat komik di sana, membebaskan komik ini sehingga anda bisa baca dan unduh di bangaip dot org dengan mudah dan tanpa bayar.

Terimakasih Kak Jeany. Terimakasih kakak-kakak yang bergiat di program komik curhat ini lainnya. Terimakasih kepada bapak-ibu pembimbing Lapas. Terimakasih kepada seluruh teman-teman PLAN Indonesia. Dan yang paling penting, terimakasih adik-adik yang memberi kami kesempatan untuk melihat karya kalian.

Seperti pesan Kak jeany: “Terus berkarya dan tetap positif mengahadapi hidup”

Selamat mengunduh dan selamat menikmati

Kompilasi Komik Curhat: Ndak Lagi-lagi (PDF) 22,3 Mb | Kompresi Komik Ndak Lagi-lagi (tar.gz) 20.2 Mb | Download komik Ndak Lagi-lagi mirror lokasi Indonesia (PDF) 21.2 Mb

Silahkan mengunjungi website resmi Komunitas Komik Curhat Lembaga Pemasyarakatan Anak di Kolaps.Multiply.com jika anda tertarik mengetahui lebih lanjut lika-liku pengalaman Jeanny dan teman-teman lainnya berhubungan dengan adik-adik penghuni lapas.

This entry was posted in downloads, Orang Indonesia, Republik Indonesia, sehari-hari and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Download Komik – Ndak Lagi-Lagi (Suara Di Balik Penjara Anak)

  1. edratna says:

    Semoga makin banyak Jeany di dunia ini, membawa anak-anak ke arah kebaikan…sehingga jika mereka bebas tak akan kembali lagi ke penjara.
    Mungkin perlu juga dipikirkan wadahnya bang..yang sulit setelah proses kreatif adalah bagaimana memasarkannya…

    –0–

    Bener bu. Saya pernah mau menulis ini, tentang mantan binaan lapas (dewasa) yang jadi tukang sablon. Sayang sekali, mereka agak enggan diwawancarai. Khawatir.

  2. meika says:

    waah, keren, ya, kak jeany. semoga byk kak jeany-kak jeany lainya yg bermunculan. komikny juga bagus2, tu. knapa gak diterbitkan dan dijual aja?

    –0–

    Pertanyaan ini akan disampaikan pada Jeanny :)

  3. titiw says:

    Awww.. nice.. aku udah pernah kenalan nih sama jeany.. manis sekali orangnya.. eh eh eh bang, kalo tulisan ini aku ulak ulik terus ditaro di indonesiakreatif.net boleh kan ya..? Heheh.. 😀

  4. bangaip says:

    Silahkan Tiw. Terimakasih sudah menyebarluaskan info ini :)

  5. “terima kasih untuk pujian dan pertanyaannya.. pertanyaan ini merupakan salah satu bentuk respon positif dari kegiatan kami.. untuk komik kompilasi cetakan ke2 nnti memang ada rencana untuk dikomersilkan.. tujuan komersil dimaksudkan agar kegiatan Kolaps bs berdiri sendiri atau mandiri, hasil penjualan buku akan diputar kembali untuk kegiatan Kolaps seperti pameran atau membeli peralatan menggambar anak” kolaps seperti spidol dan kertas… selain sebagai wujud keberhasilan kegiatan kolaps, komik kompilasi pertama jg merupakan barometer kami terhadap apresiasi masyarakat mengenai komik” buatan anak Lapas.. jadi mohon doa dan dukungannya agar komik cetakan yg kedua bisa terealisasi.. amin.. o(^_^)o”

Leave a Reply