Lagu: Fakta Kampung Kami

Biasa. Lagi ribut lagi sama tetangga kampung sebelah. Daripada nyinyir menyindir tetangga. Lebih baik saya menyanyi untuk diri sendiri.

Well, sebenarnya saya tidak hanya akan menyanyi untuk diri sendiri. Sebab lagu ini cocok banget ditujukan untuk saya. Tapi lebih asik dong kalau saya juga menyanyi untuk orang-orang sekampung saya. Hihihi.

Ini nyanyiannya,

Judulnya;

Fakta Kampung Kami
oleh:bangaip_topdeh

Kampung kami, dianugrahi cahaya. Tapi kenapa warganya takut matahari.
Putih jadi obsesi. Kulit coklat tidak bergengsi.

Kampung kami, dianugrahi bakat. Mati-matian anak harus keluar negeri.
Sekolah dan pulang, Nak. Lalu bergaji tinggi. Padahal begitu di luar negeri malas kembali.

Kampung kami, dianugrahi rindu. Sibuk dijadikan kambing hitam.
Semua pergi tidak apa-apa. Yang penting setahun sekali lebaran mudik kesini.

Kampung kami, dianugurahi alam kaya. Anehnya kebanyakan rakyat menderita.
Yang susah, meneriaki Tuhan setiap hari. Yang tidak, memuja mall sebagai dewa.

Kampung kami, dianugrahi cinta. Kadang lupa kondom dengan sengaja.
Kalau ditegur, jawabnya “Yaa besok gimana besok aja”

Kampung kami, dianugrahi budaya. Tidak lupa emosi yang menyertainya.
Dikit senggol bisa bacok. Dari joged dangdut hingga tetangga menari reog.

Kampung kami dianugrahi kemerdekaan. Semua bisa bicara semaunya.
Bebas menuding setiap hari. Lupa kalau masih punya kuping dan punya hati.

Selamat bernyanyi… Maaf kalau bikin marah. Niat saya mah, ikhlas menghibur akhir pekan anda.
Selamat berakhir pekan
:)

This entry was posted in Orang Indonesia, Republik Indonesia, sehari-hari and tagged , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Lagu: Fakta Kampung Kami

  1. dodo says:

    iramanya gimana bang?

    –0–

    Punk kromong, Do. Hihihi

  2. Amd says:

    Kapan dirilis kasetnya Bang?

    –0–

    Nantikan kaset dan CD nya di toko terdekat.

  3. bangsari says:

    hohoho. dalem…

    –0–

    :) bisa aja sih mas

  4. Citra Dewi says:

    Berbahagialah yang masih punya kampung dengan segala problematiknya dan fals lagunya.
    Daripada saya yg ngga punya kampung…sini..sana ngga ketahuan asal usulnya he..he

    –0–

    Punya kampung atau tidak, yang penting kita bahagia Mbak. Hihihihi

Leave a Reply