Gimana Ukuran Penis Orang Indonesia

Malam-malam saya jemput Hadi di halte dekat rumah. begitu sampai rumah dan kami sama-sama minum seduhan teh borbonia campur Asphalantus, sejenis dedaunan teh yang tumbuh di semak-semak Afrika Selatan.

Malam itu sudah dingin. Kelihatannya musim panas hampir usai. Baru duduk dan dalam seruputan pertama saya sudah di tembak Hadi sebuah pertanyaan, “bang apa pendapat abang soal Papua?”

Saya cengar-cengir. Sebab saya ingat pada suatu hari, sahabat saya Udin melontarkan pertanyaan yang hampir mirip, “Menurut lu, gimana yaa penis cowok Indonesia, bang?”.

Loh apa hubungannya Papua dengan Penis? Ehmmhh, apa yah? Wah, nampaknya selain sama-sama berawalan P dan memiliki lima huruf, saya tidak punya lagi analoginya. Lantas kenapa saya pikir pertanyaan itu mirip. Mungkin karena di tanya pada saat yang sama. Yaitu ketika saya sedang menyeruput teh.

Tapi apa jawaban saya?

Saya yakin jawaban saya tidak terlalu penting. Toh saya bukan siapa-siapa. Apapun jawaban saya, tidak akan mengubah dunia akhirat Papua. Tapi menurut saya, Hadi itu penting. bukan gara-gara ia anak juragan tembakau (yang secara aneh kadang ia sering saya analogikan dengan peran genial Dono sebagai ‘Raden Mas Ngabehi Slamet’ dalam film 80-an Gengsi Dong). Melainkan karena ia adalah teman yang selalu memotivasi ketika saya sedang jatuh terpuruk dalam masalah serius.

(Entah kenapa, saya selalu ingin memanggil Hadi dengan sebutan Mas Slamet). “begini Mas, err… Hadi. Kamu tau kekerasan dalam rumah tangga”

“Iya bang”

“biasanya gimana?”

“Suaminya kejam. Suka pukulin anak dan istri. Atau kalau tidak mukul yaa menyiksa batin”

“Yaa gitulah ama Papua. Sama aja kayak istri yang dijahatin suaminya. Tubuhnya dipakai sampe kering kerontang. Kalau protes dikit, digebukin. Minta cerai, digebukin. Anak nakal sedikit, digebukin. Makanan jatah kurang, digebukin”

Hadi diam. Saya lanjutkan ocehan tentang sedikit isu muncul di Papua. Ketika isu kecil muncul lalu ribuan tentara langsung diturunkan ke sana. Ketika prajurit-prajurit muda baru didoktrinasi agar menyiksa saudara mereka demi mempertahankan perkawinan sakit bernama NKRI. Ketika Papua masih terlihat seksi. Ketika banyak para panglima banyak cari muka. berharap suatu hari mengemut dari susu payudara bumi Papua. Oh ajaibnya.

Hadi pun masih diam ketika saya cerita sisi lain ketika perjuangan teman-teman Papua kadang diwakili oleh beberapa orang yang terlihat mencengangkan. Pada sebuah demonstrasi kemerdekaan Papua di benua Eropa, ada yang bagi-bagi selebaran kalau Papua hanya untuk orang Papua. Lah orang Papua itu siapa? Yang mengaku Papua? Si pembagi selebaran menggeleng. Katanya, hanya untuk mereka yang satu ras dengannya. Oh ajaibnya.

Hadi masih diam, ketika saya cerita suatu hari di Sydney bahwa ada seorang militan Papua yang mendapat kesempatan untuk berbicara dengan beberapa pembuat kebijakan penting di dunianya. Sialnya pada makan malam itu, ia hanya sekedar membanggakan diri telah berhasil memenggal dan menguliti puluhan kepala tawanan ABRI. Untuk apa? Kenapa di saat itu tidak ia ceritakan mengenai apa yang diinginkan oleh sahabat dekatnya, keluarganya, orang kampungnya dan semua mimpi tentang perdamaian dan kemanusiaan. Mengapa ia pikir cerita darah yang muncrat dari urat leher di meja makan akan membuatnya jadi manusia sakti? Oh ajaibnya.

“Jadi abang pikir Papua harus merdeka?”

“Saya pikir, Papua harus diberi kesempatan untuk bicara dan menentukan apa yang mereka mau. Terserah mereka. Mau merdeka. Mau masih sama-sama Indonesia. Mau otonomi lebih luas. Terserah aja apa maunya”

“Kok gitu bang. Kan baiknya dikasih tahu apa yang baik buat mereka”

Saya ketawa, “kamu kan nanya pendapat saya. Yaa itu pendapat saya. Kalau kita beda, yaa sah-sah aja dong”

“Sekarang gantian deh. Menurut kamu, gimana ukuran penis orang Indonesia?”

Hadi bengong, “Idih nanyanya aneh-aneh aja si abang”

Saya memang lagi malas bicara politik malam itu. Satu-satunya topik yang terlintas di otak saya (yang sedang capek, kedinginan dan bosan) adalah jika lebih dari satu orang pria berkumpul, maka topiknya tidak jauh dari lawan jenis atau narsisme diri macam ukuran penis.

Membicarakan penis itu menarik. Setidaknya buat pria. Katanya, disinilah letak ‘kebanggaan’ seorang lelaki. Dalam film kungfu Jianyu (dalam versi bahasa inggris yaitu Reign of Assassins, 2010, dibintangi Michelle Yeoh), menjelang akhir cerita ternyata baru tahu kalau plot film ini tidak jauh dari penis. Balas dendam seorang pembantu kaisar yang kecewa akibat dikebiri.

“Kamu tau, Di. Kalo penis itu tergantung ras. Jadi pada ras tertentu, ukuran penisnya memang lebih besar daripada yang lain. Penis itu nggak ada hubungannya ama jempol. Makin gede jempol seorang cowok, makin gede penisnya, itu mitooos”

Hadi tertawa terbahak-bahak. Mungkin karena itu sama saja saya bilang kalau penis dia (yang tinggi badannya hampir 190 cm) tidak lebih besar daripada punya saya.

“Tapi kan Bang, nggak imbang kalau badannya gede tapi itunya kecil”

Lalu kami main bantah-bantahan. Mengeluarkan semua logika, teori, omong kosong dan lain sebagainya. Biar saja, buat saya ini lebih mengasyikkan ketimbang bicara politik. Setidaknya untuk malam itu.

Saya keluarkan laman tersimpan di peramban internet. Isinya mengenai tabulasi data ukuran penis warga dunia (*aneh kan, ngapain juga yang kayak gini saya bookmark?*). Di sana terlihat ukuran penis warga dunia berdasarkan negara asal mereka.

Mau lihat, silahkan; ini tabelnya.

Ukuran Penis Manusia Dunia
Negara Panjang santai(cm) Panjang tegang (cm) Sumber
Amerika Serikat 8,8 cm 12,9 cm Wesseells H., Lue T., McAicnich J. (United States of America). The relationship between penile length in the flaccid and errect status: guidelines for penile lengthing. J Urol 1995; 153 Part 2: 379A.
Jerman - 14,48 cm Dr. Gunther Hagler, Urólogo.
Spanyol - 13,58 cm Dr. Javier Ruiz Romero. Clínica Tres Torres, Barcelona, 2001.
Perancis 12 cm 16 cm Anatomie topographique, descriptive et fonctionnelle, tome 1. Le système nerveux central, la face, la tête et les organes des sens, 2e édition. 1991
Jepang 8 cm 13 cm Japanese Journal of Sexology
Brazil - 12.4 (+/- 1.6) cm Dr. Paulo Palma, Urólogo. Brasil. Disfuncao sexual, Carlos da Ros, Claudio Teloken
Italia 10 cm 15 cm Dr. Jamal Salhi de la Sociedad de Andrología de Italia. Dr. Carpenito Ambulatori Especialista en Andrología.
Venezuela 9,5 cm 12,7 cm “Dimensiones peneanas en la población venezolana”, Servicio de Urología, Hospital Domingo Luciani.
Meksiko - 14,9 cm “Lifestyles Condom Co. In Cancún, México”, Dr. Francisco Ordóñez, 2001.
Yunani - 12,18 (+/- 1.7) cm Dr. Spyropoulos E. et coll. Hospital Naval de Veteranos, Atenas, 2003
India - 10,2 cm The Jacobus Survey
Saudi Arabia - 12,4 cm Dr. Mohamed Habos. Male Genital Organ Diseases and Behaviours, Saudi Arabia, 2000
Chili - 13,9 cm Dr. Eduardo Pino, Urólogo/ Andrólogo. Clínica Andromex, Santiago de Chile
Colombia 6,9 cm 13,9 cm Acuña A., Villalba J., Juan Carlos Villalba. A. Saio Clinic, Bogatá.
Afrika Selatan 13,3 cm 16,7 cm Universitat Klegenfurt Survey
Korea Selatan 6,8 cm 9,3 cm Self-Reported Premature Ejaculation Prevalence and Characteristics in Korean Young Males: Community-Based Data from an Internet Survey. Hwancheol Son, Sang Hoon Song, Soo Woong Kim, and Jae-Seung Paick. August 12, 2010
Thailand 11,2 cm 13,5 cm Muangman Research. Department of Surgery, Faculty of Medicine, Ramathibodi Hospital, Mahidol University, Bangkok, Thailand.
Malaysia 7,8 cm 12,4 cm The Straits Times dated 16th July 2000 (Singapore) taken from a 1996 survey by Hunter Welles, Tom Lue and McAnich
Indonesia 10,8 cm 14,2 cm Universitat Klegenfurt Survey

(*Tabel lebih lengkap dalam gambar*)

Hadi melongo, “Bang, punya bookmark apa lagi. Liat dong!”

Saya perlihatkan pada dia, beberapa catatan medis mengenai pasangan penis. Bukan, bukan kantung scrotum. Melainkan pasangan reproduksinya, yaitu vagina. Dan beberapa mitos yang terkuak mengenai penis yang berkembang di masyarakat berdasarkan etnografi.

“Jadi, orang bule nggak semuanya gede yaa, Bang?”

“Yaa nggak lah. Di pelem-pelem emang iya. Pan aktornya juga di pake kalo itunya gede. Lagian biar gede juga belom tentu bisa cocok. Punya perempuan kan beda-beda”

“Trus biar nggak bisa bediri, tapi masih bisa maen yaa?”

“Yaa bisa. Untuk bercinta nggak selalu harus pake tegangan tinggi”

“Kalo cowok punya pasangan kok masih tetep begituan sendiri?”

“Istri kan bukan pelampiasan nafsu, Di. Mereka itu bukan budak. Sementara banyak lelaki yang memiliki kebutuhan yang lebih banyak daripada yang bisa ia dapetin. Boong itu kalo nggak swalayan. Emangnya dia mau maen ama siapa? Pohon pisang yang dibolongin tengahnya?”

“Tapi… Tapi bang.., ngapain baca-baca beginian?”

“Cita-cita saya mao jadi ginekolog, Di. Kayak dokter Boyke. Sayang gagal”

“Tapi menurut saya sih, punya saya tetep lebih gede daripada punya abang”

“Heh kampret! Males banget saya dikasih unjuk barang kamu malem ini. Jangankan gratis, dibayar aja ogah. Lagian kamu tahu darimana punya kamu lebih gede?”

Sambil tertawa lebar si Hadi menjawab, “Yaa itu sih pendapat saya. Kalau kita beda, yaa sah-sah aja dong”

Sambil garuk-garuk kepala, saya baru sadar satu hal persamaan antara Papua dengan penis pada malam ini. Simpel; sebab apapun itu masalahnya ternyata kita boleh beda melihat semua sisinya.

Dan apapun perbedaannya, ternyata lebih enak dibicarakan sambil minum teh ketimbang berkelahi.

This entry was posted in bangaip, Orang Indonesia, sehari-hari and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

23 Responses to Gimana Ukuran Penis Orang Indonesia

  1. mbelgedez says:

    .
    Pertamax dulu ya bang. Ntar sampe rumah br buka lappie… :D

  2. Jardeeq says:

    Err, punya orang amrik kecil ya?

    Yang data pasangannya tentang apa bang? Diameter lubangnya?

    Perasaan dari kemaren-kemaren ngomongin penis terus ya?

  3. kunderemp says:

    Bohong neh.. masak Indonesia lebih panjang daripada Malaysia dan Amerika?

  4. adipati kademangan says:

    huwaaa cocok!
    *terkejut melihat milik sendiri*

  5. bangaip says:

    @Mas Mbel: Silahkeun :)

    @Jardeeq: Nggak juga. Sebab itu diambil dari data jurnal saja. Kalau pakai Kinsley research, jauh lebih besar. Sebab Kinsley membaginya dalam Caucasian dan Afro-American. Riset diklasifikasi pada pria usia 26-40 tahun. Kalau data pasangannya, itu mengenai fat tissue sekitar labia. Soal dari kemaren ngomongin topik yang sama, hahaha… Kan ini tulisan berseri ;)

    @Kundaremp: Kalau pakai data poll. Punya Amerika ketika santai sekitar 12 cm-an ketika tegang 16 cm lebih (mengacu jawaban saya pada Jardeeq). Sementara punya Malaysia ketika santai saya nggak tahu (sayang sekali waktu kencing di WC umum KL saya nggak nengok kiri-kanan sih) tapi ketika tegang beda tipis lah ama Indonesia, paling sekitar 1-2 cm an. (*Hahaha, kesannya saya ahli gituan, huahuahua*)

    @Adipati: Untuk keabsahan publik, ada baiknya itu foto diposting di tweet :P

  6. Manusiasuper says:

    Etapi jempol juga penting loh bang.. Buat asistensi penis.. Eh…

  7. kunderemp says:

    Tapi tabel yang di gambar yang dirujuk artikel, panjang milik orang Indonesia ketika ereksi 11,67 cm, bukan 14,2 cm. Nah.. mana yang lebih dipercaya, survei University of Klegenfurt atau Universitas Indonesia?

  8. Wijaya says:

    Yang penting foreplay-nya bang :D

  9. bangaip says:

    @Mansup: Jempol tangan apa jempol kaki, Mas Fadil?

    @Kundaremp: Karena saya cinta bis kuning, semestinya saya pakai data orang Depok (UI) yaah. Tapi yaaah, kejujuran Depok itu kadang terlihat mengecilkan kebanggaan diri. Hahaha. Ya sudah deh Mas Ari, saya serahkan ini semua kepada pemirsa yang budiman. Mau pakai 11 cm atau 14 cm. Berpulang pada pribadi (bagian tertentu) masing-masing.
    (*Beginilah culasnya saya kalau pakai dobel data untuk bagian yang abu-abu… ehmhh, maaf… warnanya bukan abu-abu yah. Hihihi*)

    @Wijaya: Amen, brother.

  10. jawa batak says:

    yg 11 tuh mah non pribumi yg nta agak gmna itu loh, klo pribumi 14-16 cm.

  11. hari says:

    Sebaiknya disurvai pada Wanita yg sdh menikah beberapa kali atau PSK, mana ukran yang paling memuaskan

  12. nus says:

    loh penis saya ko kecil bangat kalu gitu aku mau lagi donk,,,,,,,,,,memperbesakanya karena kalu kita dengan ukuran penis seperti ini g enak kal main sama cewe…wkwkwkwkwkwkwk
    giman ya??????

  13. Kaka says:

    Ada yg tau gak Rumah nya makEort,,menurut info dia bisa ngecilin juga,,,Anu gw kegedean…hahaha

  14. Sean says:

    wah… ko beda dari dugaan…
    Gw 13 taun tp 16 cm? Aneh ga?

  15. ole says:

    Percaya ga percaya sih punya pria indonesia,…liat di gambar emang ada yang gede..and punyaku tidur 7,3 cm tapi pas bangun 13, 3 gimana mas…?

  16. sy van radhy13 says:

    punyaku kalo santai 6cm tapi kalo tegang 16cm,maux sih 20cm.

  17. Yayo says:

    ukuran panjang/pendek penis… apa bedanya kalo bersenggama atuh?????????

  18. candra pusaka says:

    panjang/ pendek, yg penting goyangannya doonk…
    hahaha…

  19. Tono says:

    ahhh gw gk percaya kalo standar indonesia 14 cm… mungkin untuk daerah barat atau timur(ujung) kadang selalu ukurannya lebih besar.

    tpi kalo pulau jawa yg rata2 ukuran tubuhnya 168 cm pling cuma 11,67 cm s.d 15

    buktiin ketika di WC pling cma 1/2 orng punya ukuran gede, dan kalaupun gede bukan berarti lebih besar ketikka bangun, malah cuma ada yg mengeras.

  20. hemmmm>>>>> Good Tips….. Senjata warisan nenek moyang sangat penting ya gan …..
    apalagi kalo lebih tahan lamaaaaa….. :)

  21. HAHAHAHAHAHAHHA_.
    Punyaku 15 cm doang !!

  22. lahlamo den disiko says:

    kecil juga jagoan dari pada guade tapi letoy bego ya ngga ,mendingan juga kalo kepengn guade diantukin tawon biar die bengkak kepalenye seremkan lalu di gembuk2in biar tambah bengkak kasih cat dah samaspidol pake gambar mata ada sipat matanyaha ha pasangin kumis buntut kuda biar tambah guanteng pokoknya biar angker,,,melki juga begitu liat yg serem udeh nyerah duluanpake kumis buntut kuda lagi ade matanye siapa takut .

Leave a Reply