Tentang Selintasan Misteri Di Depan Mata

(*Tulisan mengenai perdagangan manusia selanjutnya masih dalam proses pengeditan dan laporan. Capek juga menulis hasil riset. Hehe. Nanti kalau sudah selesai laporannya baru saya akan edit ulang untuk memudahkan dibaca dan dipublikasikan di blog ini. Sekarang ini mah sekedar tulisan iseng dibuat ketika makan siang di pabrik. Topiknya yaa tidak jauh-jauh dari sekitar makan siang. BTW, saya sehat-sehat saja. Terimakasih buat teman-teman yang bertanya. Hanya saja sibuk sekali sebab beberapa minggu ke depan untuk beberapa hari saya akan tiba di bumi Cilincing tercinta untuk keperluan khusus. Semoga kita bisa bertemu*)

Berenice Marlohe

ini Bernice, salah seorang Bond Girl. Ia bukan bangaip girl. Kalo bangaip girl hobinya loncat-loncat dan umurnya masih 4 tahun. Kalau soal kecantikan, jelas cakepan bangaip girl lah. Jelas itu mah. Tak diragukan keasliannya.

Hari senin lalu, di ruang makan, teman-teman sekerja sedang bergosip. Kebetulan topik gosipnya kali ini adalah gadis Tuan Bond yang terbaru, Bérénice Marlohe.

Namanya gosip, digosok makin sip. Dan sebenarnya gosip ini bermula dari Kang Geri, rekan sekerja saya yang pada hari selasa esoknya diundang pemutaran film perdana James Bond terbaru di Berlin.

Jadi ceritanya, Kang Geri ini ternyata fans James Bond sejati dan sejak lama. Maklumlah, sebagai orang Inggris si Akang ini punya kedekatan emosional dong dengan James Bond. Nah, suatu hari Kang Geri menang sebuah undian. Dalam undian itu disebutkan bahwa Kang Geri bersama pasangannya berhak ikutan pemutaran film perdana yang dibintangi oleh aktor dan artis Hollywood itu.

Nah sialnya, istri Kang Geri ini ogah diajak ikut serta. Kata istrinya, lebih baik tidur bareng anak-anak mereka yang masih balita daripada harus begadang sampai larut malam hanya buat berpose sama Daniel Craig, pemeran James Bond saat ini.

Waktu Kang Geri merengut dan bertanya kenapa sang isteri tercinta tidak mau ikut-ikutan berdandan ala gala dinner dan berpose bagaikan Bond Girl istrinya hanya menjawab, “Geri, kamu teh edan. Itu mah si Daniel sama si cewe kan cuma bintang pelem. Bukan asli. Kalau poto sama james bond asli, baru saya teh mau”

Kang Geri tambah merengut, ini bagaimana coba? Masak minta ketemu James Bond asli dan diminta foto bareng istrinya? Memangnya agen rahasia kerjanya mirip selebriti? Doyan foto kanan kiri lalu sebar di sosial media? Memangnya intel melayu?

Jadilah Kang Geri siang itu berkeluh kesah pada kami, rekan kerjanya. Nah karena rekan kerjanya hampir semuanya perempuan (kecuali saya yang ternyata hingga kini masih berwujud laki-laki), maka hampir bisa dipastikan bahwa tidak ada seorangpun yang tertarik dengan keluh kesahnya. Dari sekian banyak manusia yang diajak menonton film perdana, akhirnya hanya Mbak Dian yang mau ikut. Itupun dengan iming-iming yang banyak sekali, yang kata Kang Geri, “Murahan ngajak istri, anak-anak, bahkan hingga keluarga mertuanya sekampung ketimbang ngajak Dian” (*Tapi ini harus. Sebab tidak bisa masuk premiere*)

James Bond itu buat lelaki. Kalau buat wanita mah, lebih baik kamu gosipin George Clooney. Kata Mbak Nina, rekan kerja yang lain. George Clooney sendiri adalah bintang film produksi Hollywood yang berusia paruh baya. Walaupun berumur, digemari oleh para wanita dari seluruh dunia.

Saya cengar-cengir sambil garuk-garukk kepala. Kang Geri membantah cepat, ia bilang, “Pemeran James Bond, Mister Daniel, itu kurang apa coba? Ganteng, tegap, gagah berbahu bidang, agak misterius, matanya tajam, kurang apa coba?”

“Nah itu kelirunya kamu, Ger. Iya memang, dia seperti apa yang kamu sebutkan, tapi apa iya perempuan mau sama yang seperti itu setiap hari? Perempuan itu maunya cowok yang hangat, tidak sok macho misterius ala James Bond kamu itu. Perempuan mau lelaki yang mendengarkan, bukan yang langsung beraksi dengan sepenuh otot. Percuma kalau ototnya segede kabel telpon kalau kupingnya budek. Lelaki kami nggak perlu gagah perkasa, sebab dengan hanya menjadi lelaki saja ia sudah cukup perkasa. Ga perlu lah ia jago beladiri, selama bisa menafkahi dirinya dan dan berguna buat saya dan keluarga, itu jauh lebih penting daripada ia jadi jagoan kungfu”

Saya menganga dengan rahang yang hampir jatuh ke tanah.

Jikalau ketampanan itu adalah relatifitas, jadi ini toh kenapa George Clooney yang tua bangkotan dan bodinya biasa-biasa saja bisa jadi idola wanita. Lelaki walaupun terlihat biasa namun bila hangat, peduli dan murah senyum, ternyata bisa jadi idola perempuan.

Besoknya ketika Kang Geri dan Mbak Dian pergi ke Berlin untuk melihat pemutaran perdana Skyfall, saya kembali duduk makan siang bersama rekan kerja yang lain. Mbak Nina menatap wajah saya dengan seksama. Mirip anak SD yang sedang baca pembukaan Undang-Undang Dasar 45.

“Kamu nggak klimis hari ini. Tumben ada kumis dan jenggot”

Sambil senyum malu-malu saya menjawab, “Biar mirip Jos Kluni, Mbak”

Dia melengos, “Halah, ga usah dimirip-miripi, kamu yaa kamu, bukan George Clooney”

“Tapi saya juga kepengen jadi idola wanita. Klimis kayak james Bond nggak mungkin bikin saya jadi idola”

“Idola itu banyak macamnya. Ada lelaki yang jadi idola sehari-hari. Tapi ada juga jenis laki-laki yang lain”

Saya bengong, “Maksudnya?”

“Yaa kami juga punya idola yang jadi fantasi sekali-kali”

“Maksudnya…?” Sambil garuk-garuk kepala saya tanya berbisik, “Maksudnya? Di…? Err, begituan…? Eh, maksud saya… Yaa… Err, begituan? Yaa begitu deh”

Mbak Nina sambil senyum mengupas jeruknya. Menjawab santai berkata, “Memangnya hanya kalian laki-laki saja yang punya fantasi liar. Kami juga punya dong!”

Kembali saya menganga dengan rahang yang hampir jatuh ke tanah.

Kelihatannya tidak perlu jauh-jauh meneliti angkasa atau menelaah gulita malam. Sebab manusia, yang setiap hari ada dihadapan kita, ternyata jauh lebih penuh dengan misteri-misteri didalamnya.

This entry was posted in bangaip, sehari-hari and tagged , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Tentang Selintasan Misteri Di Depan Mata

  1. warm says:

    masing-masing punya sisi yg tak terpikirkan ya bang, asik sekali pandangan yg simpel namun misterius itu

  2. Ando-kun says:

    George Clooney yang tua bangkotan dan bodinya biasa-biasa saja

    Tu.. tu… tua bangkotan? body biasa? ngucap bang… ngucap! Ndak sopan itu merendahkan mantan kangmas Bruce Wayne bin Batman

  3. nhaaaa…bener tho…Craig itu kurang hangat buat jadi James Bond nan womanizer itu

Leave a Reply