Main Laut

Waktu kecil, ibu sering bertanya “Kamu dari laut?” dan saya hanya diam menjawabnya. Ibu mengambil lengan saya, dicium dan lalu dijilatnya. Kalau asin dan bau laut, tanpa disangsikan lagi, Ibu akan bertanya pertanyaan tambahan “Kamu tadi masuk sekolah ga?”. Sebab saya memang biasanya bolos sekolah dan seharian ada di laut untuk bermain.

Saat itu, laut Cilincing masih penuh dengan pantai dan hutan bakau. Kini, anak itu tidak punya hal yang sama. Pantai sudah tergerus di ganti dam penahan ombak. Bakau sudah hancur diratakan demi pembangunan. Yang ada, hanya beberapa utas bambu pengait sampan nelayan.

Walaupun air laut pun sudah lebih hitam dan berbau sampah, namun ia pesonanya mungkin tetap sama di mata anak-anak pesisir pantai.

Related Posts:

0 Responses to “Main Laut”


Comments are currently closed.