Mancing

“Lumayan deh, dek”, jawabnya ketika kami suatu pagi bertanya apakah kalau mancing di danau (yang disebut sebagai ‘empang’ oleh orang Cilincing) ini mendapat banyak ikan.

Sore itu, kami kembali lagi. Pemancing itu sudah tidak lagi di posisinya semula. Ikan yang ia dapat di danau yang dulunya lahan mangrove dekat laut Cilincing ini, hanya dua ekor selebar satu telapak tangan.

“Dulu mah, waktu masih banyak puunan di sini ikannya juga banyak, dek. Yaah namanya rejeki sih yah. Nggak ada yang tau”, jawabnya ketika kami tanya mengapa hanya dapat dua ekor ikan saja.

(*puunan = pepohonan bakau atau hutan mangrove*)

Related Posts:

0 Responses to “Mancing”


Comments are currently closed.