Archive for the 'android' Category

Membuka Blokade Sensor Konten Internet Pada Browser

logo liveandroid image

Saya sepenuhnya sadar, bahwa beberapa situs media sosial di blok karena alasan tertentu yang cukup penting. Diantaranya adalah blokade pada situs tertentu berdasarkan isinya.

Filterisasi konten sendiri adalah teknik dimana konten yang diblokir atau diizinkan berdasarkan analisis isinya, bukan dari sumber atau kriteria lainnya. Sebenarnya teknik ini paling banyak digunakan di internet untuk menyaring email dan akses web.

Umumnya, blokade pada situs-situs tertentu (atau dikenal sebagai content filtering) adalah antara lain karena:

  • Mempunyai kemungkinan isi yang menyakiti perasaan kalangan tertentu dan akan menghasilkan domino effect setelahnya (*Bagian ini selalu jadi permasalahan, sebab kalimat ‘menyakiti perasaan’ itu jelas amat subjektif*)
  • Konten ilegal atau tidak sesuai dengan norma hukum negara tertentu
  • Menghalangi produktifitas (apabila jam kerja)

Secara pribadi, sebenarnya saya tidak terlalu masalah mengenai blocking pada internet content. Sebab saya benci web spam dan scam. Dan selalu berdoa, semoga tuhannya internet mampu mempunyai malaikat canggih yang mampu memberantas makhluk-makhluk sial bernama spammer dan scammer itu.

Selama ini, saya tidak pernah berbenturan dengan kebebasan dalam mengakses konten internet. Sebab hanya mengakses bagian yang perlu dan berguna buat kehidupan saya, keluarga dan pekerjaan saja.

Namun beberapa hari terakhir ini, akibat client penting menggunakan facebook sebagai sarana beliau dalam mengakses email dan facebook adalah situs dengan kontent diblokade oleh kantor, maka saya pun uring-uringan dengan filterisasi konten. Pakai VPN, pun sama hasilnya, gagal euy. Sebab hanya beberapa IP address saja yang diijinkan untuk berkomunikasi keluar secara langsung dari gedung tempat saya memburuh saat ini.

Sebelumnya, saya pernah menulis cara membuka blokade konten (dalam hal ini facebook) dengan memakai proxy terbuka dengan menggunakan mesin pencari Google. Namun, kali saya kan coba trik lain.

Yaitu, membuka filterisasi konten dengan vmware dan mobile browser.

Mengapa VMware?

Hehe. Nggak perlu pakai VMware sih, yang penting virtualisasi mesin saja. Saya pakai VMware karena gratis dan akan berjalan baik di mesin berbasis Windows XP SP3 ini. Hehe. Maka itu, sebelumnya kita harus punya VMware dulu.

Download VMware Player (sayang harus register dulu. Tapi ga masalah sih. Perangkat lunak ini bagus euy)
Install VMware (dalam Bahasa Indonesia)

Mobile browser apa yang oke?

Saya pakai LiveAndroid. Sudah pernah sih coba pakai mobile Opera. Tapi karena penggunanya banyak, Opera mini bahkan sudah disusupi oleh blokade kantor. Kalau semua produk RIM, pasti ga akan bisa. Apapun browsernya, BlackBerry memiliki user khusus yang amat spesifik. Lalu lintas data di BleackBerry di kontrol sedemikian kuat. Meniru milik Obama, bahkan beberapa BlackBerry milik orang tertentu di tempat kami dimodifikasi demi tingkat keamanan yang lebih tinggi.

Sistem operasi robot kolor ijo (android) ini jadi jawaban. Sebab Android memiliki produk LiveAndroid yang bisa di pasang langsung di PC berbasis XP saya ini.

Download LiveAndroid
Install LiveAndroid dengan vmware (saya pernah coba install LiveAndroid pakai virtualbox, tapi gagal euy)

Hasilnya

Awal tampilan booting. Batre katanya tinggal 15 persen. Entah apa maksudnya, saya juga bingung. Saya cuekin aja deh.

live android first boot image

Lalu klik browser dan memasukkan input facebook login di alamat pencarian google.

facebook login image

Setelah login, saya pun mulai membalas surat-surat penting yang datang lewat facebook.

tampilan aplikasi dalam facebook image

Setelah selesai. Saya log-out. Sayangnya, browser melemparkan pesan error 400

facebook mobile liveandroid logout error 400 image

Pesan error ini ternyata cukup bermasalah. Sebab apabila menekan tombol escape yang ada di pojok kiri atas pada keyboard, maka facebook tidak sebenar-benarnya logout. Melainkan akan kembali ke halaman semula. Dan ini sama sekali tidak baik untuk keamanan.

Solusinya, lihat browser liveandroid bagian kiri bawah. Ganti tampilan menjadi ‘full site’ lalu logout. Habis itu beres dah.

Selamat mencoba, kalau mau.

Kalau nggak mau, yaa jangan :)

Server Berbasis Telepon Genggam

Sejak tahun 2006 saya mengikuti perkembangan implementasi server pada perangkat telepon jinjing (mobile phone). Entah kenapa, saya sempat bermimpi, bahwa suatu hari akan memiliki mobile server. Bentuknya ringan, mudah di akses, aman, hemat energi, harga terjangkau dan ringkas penempatan.

Kenapa saya bercita-cita punya server mobile?

  1. Saya ingin punya server personal khusus untuk berbagi data tapi saya tidak mampu membeli server rack U. Entah unit berapa, pokoknya(tm) semuanya terlalu mahal untuk kantong saya
  2. Ketika main-main ke datacenter di Haarlem waktu jaman sekolah dulu, ternyata sewa tempat menaruh server rackmount itu mahal banget. Di Antwerpen parah, lebih mahal lagi. Doh!
  3. Di datacenter, server didinginkan dengan chiller water cooler. Bahkan kadang agak edan pakai nitro. Belum lagi backup listriknya, biasanya pakai mesin diesel diatas 1500 KVA (contohnya si EVO ini). Semuanya boros energi
  4. Punya server itu artinya makan tempat. Andaipun dipaksa punya server pribadi di gudang rumah, yaah harus pandai-pandai pengaturan udara dan penempatannya. Dan saya belum sepandai insinyur-insinyur dari Utah Datacenter, Hewlett-Packard dan Google dalam mengatur pengaliran udara pendingin pada server

Jadi sekarang mengerti kenapa saya ingin punya server mobile?

Tapi pertanyaan selanjutnya yang paling penting adalah, “apakah bisa menjadikan telepon genggam menjadi server?”

Jawabannya banyak. Sebab server memang harus mumpuni. Loh wong mau diakses orang banyak atau diakses dari jarak jauh, yaa harus mumpuni, tho!

Tapi apa kategori server mumpuni. Mari kita telaah satu-satu beberapa jawaban di bawah ini;

  • Hardware / Perangkat Keras

Ini mah bukan rahasia, kalau makin tinggi processor makin bagus kecepatan dan daya olah server. Pada saat tulisan ini dipublikasikan (Maret 2010), server dengan spesifikasi berikut (Quad Core Intel Xeon X3430 Lynnfield 2.4 GHz 8MB-cache Quad Core Processor – 8 GB RAM – 1×500GB HD – 10000GB (10TB) Bandwidth – 8 Ip’s – Remote Reboot) adalah dedicated server terbaik yang ada di pasaran.

Perangkat keras pada telepon genggam memang belum mencapai angka sefantastis di atas pada saat ini, namun sudah menunjukkan arah yang lebih baik. Di pasaran, saat ini bahkan telah ada telepon genggam dengan kecepatan 1 Ghz (Gigahertz) dan mampu menyimpan kapasitas storage hingga 48 Gb (gigabyte)

  • Sistem Operasi

Saya pribadi, di rumah memakai distro Linux (CentOS atau Ubuntu) sebagai basis OS server. Sedangkan di kantor memakai Windows 2003 R2 sebagai basis sistem operasi server. Dua-duanya, tentu saja dipilih karena alasan tertentu. Pada intinya, gabungan antara efisiensi dan efektifitas kerja.

Beberapa orang menggunakan Free BSD sebagai landasan sistem operasi server mereka. Sebab sistem operasi berbasis BSD diyakini amat stabil dan telah sukses melayani banyak server.

Di perangkat lunak jinjing, sepengetahuan saya sudah ada empat sistem operasi yang mendukung pengembangan server sejak 2007. Mereka adalah Symbian (pada basis S 60 di Nokia), Windows Mobile (versi Pocket PC 5 ke atas), lalu iPhone OSX (pada iPhone) lalu Android (berbasis Linux).

Beberapa server khusus memang saya pernah dengar, seperti Pixo. Namun jika sayangnya Pixo hanya di buat untuk spesifikasi khusus seperti download ringtones saja. Maka tiga sistem operasi di atas sudah terbukti bisa menghandle WebDav dan transfer HTTPD.

  • Perangkat Lunak / Software

Saya jatuh cinta dengan LAMP. LAMP sendiri istilah yang merupakan singkatan dari Linux, Apache, MySQL dan Perl/PHP/Phyton. Mereka merupakan sebuah paket perangkat lunak bebas yang digunakan untuk menjalankan sebuah aplikasi secara lengkap. Biasanya saya pakai dalam menjalankan server berbasis web (internet). Dari LAMP sendiri, Apache memegang peranan penting sebagai web server.

Dalam OS Symbian, produsen telepon genggam Nokia mengembangkan Raccoon, Mobile Web Server dan PAMP, singkatan dari Personal Apache MySQL PHP sebagai perangkat lunak server mereka.

Android, sistem operasi yang dirintis oleh raksasa mesin pencari Google dan Open Handset Alliance, telah memiliki i-jetty. Ijetty adalah web server sumber terbuka (opensource) yang dapat berjalan di Android. Kelebihannya adalah memiliki akses ke API Android, ini berarti Anda dapat membawa/melihat isi ponsel ke browser desktop normal. Dalam tampilan monitor komputer. Katanya, i-Jetty ini makin hati makin stabil.

Sementara iPhone OSX memiliki serverman, sebuah perangkat server yang dikembangkan oleh FreeBit. Dinamakan serversman katanya di adaptasi dari ‘WalkMan’, perangkat pemutar kaset yang sempat populer di tahun 80-an dulu.

Yang menarik dari serversman adalah ternyata ada perangkat lunak bernama sama dan gratis berbasis Windows Mobile bagi pengguna smartphone berbasis Windows. Artinya, bagi pengguna telepon jinjing berbasis Windows Mobile pun tidak ketinggalan dapat membuat handphone mereka menjadi web server.

Sekian segini dulu. Besok-besok saya sambung lagi (kalo inget, hehe). Maap pemirsa, waktu saya usai sudah hari ini. Hehe. Namun kalau anda penasaran seperti apa server yang bagus, maka klasifikasi di bawah ini patut diperhitungkan.

  • Jaringan

Apakah 3G atau 3,5G atau HSDPA atau UMTS atau EDGE atau GPRS atau apalah sebutannya, yang pasti untuk jadi server memang harus punya jaringan yang stabil. Maka itu, nampaknya harus dipilih-pilah penyedia jasa telekomunikasi yang mampu menawarkan kestabilan koneksi. Jadi bisa sesumbar 99.99% uptime garansi. Hehe

  • Aman

Karena server berbasis telepon genggam ini ringkas, maka memang memudahkan untuk dibawa-bawa kemana-mana. Di sisi lain, membuka peluang lebih besar di embat maling atau dipijit-pijit tombolnya oleh anak anda. Hehe. Maka itu, hati-hati.

  • Bisa Di Upgrade

Ini yang berat. PC masih kita bisa bongkar pasang ganti RAM, Mobo atau processor. Kalau telepon genggam, nampaknya masih susah. Maka itu, kita doakan di masa depan ada handphone yang hardwarenya bisa dioprek.

  • Gampang Dikustomisasi

Kebutuhan client makin lama makin membesar. Maka itu OS maupun perangkat lunak di mobile server semestinya memang mudah untuk dikostumisasi. Jadi bisa ditambah atau dikurangi sesuai kebutuhan.

Saya harap, dengan membagi mimpi ini, anda juga ikutan bermimpi seperti saya. Dan lalu seperti kata John Lennon, “You may say that I’m a dreamer. But I’m not the only one”

Hihihi

Otherwise… I hope someday you’ll join us :)