Saklar dalam bahasa Afrika Selatan adalah skakelaar
“‘n Elektriese skakelaar is ‘n toestel wat daarop gemik is om twee geleiers aan mekaar te verbind of die verbinding tussen twee elektriese geleiers te onderbreek. Die bekendste skakelaars is dié wat in gewone huishoudelike toepassings gebruik word om ‘n ligte of ander toestelle aan of af te skakel. Skakelaars word ook dikwels in die elektronika gebruik, in rekenaars en in telekommunikasie. Hierde toepassings benut gewoonlik elektroniese skakelaars, hierdie artikel konsentreer egter meer op skakelaars wat tipies in swaarstroom toepassings soos wat tipies in huishoudelike toepassings, kantore en fabrieke gebruik word.”
Related Posts:
Published on
June 17, 2010 in
2010, KLIA, UN, airport, architecture, color, interior, kuala, lumpur, malaysia and transportation.

Kuala Lumpur International Airport first ground. Early in the morning, a lot of UN soldiers from Malaysia deployment were waiting their transport to conflict remote area and said ‘No pictures, please’ and smile waiving hands. Well, good luck, peacekeeper!
Related Posts:

Mikrolet M-19 Purimas Jaya is one of public transportation in Jakarta. Jakartans called this minibus as ‘Mikrolet’. Mostlly this public van carry about 15 passengers.
Related Posts:
Published on
May 29, 2010 in
2010, abg, architecture, atrium, gadis, jakarta, landscape, mal, om, pasar, senang, senen and social.

Jalan senen raya dilihat dari warung ayam goreng di Atrium Mal, Senen. Di mal ini, beberapa kali gadis muda menyapa saya dan saya merasa cukup canggung dengan hal tersebut. Agak beda dengan mal lain. Kata Uul, di sini banyak om-om senang yang mencari gadis ABG dan sebaliknya. Tidak jarang banyak salah paham karena hal tersebut.Technorati Tags:
Related Posts:

Het Sieraad artinya permata. Dibangun pada sekitar tahun 20-an dan dibuka pada tahun 1924. Pada waktu dibuka, gedung ini berguna sebagai sekolah sekaligus bengkel kerja. Kali ini, gedung ini berfungsi sebagai gedung serba guna. Diantara kegunaannya dapat dilihat di website mereka.
Related Posts:
Published on
May 25, 2010 in
2010, architecture, beach, cilincing, color, indonesia, landscape, pantai, pelabuhan, sore and transportation.

Kata Pak RT, warganya payah. Buang sampah sembarangan. Padahal kami sedang duduk bersama beliau di salah satu warung warganya yang terletak di ujung muara Sungai Tiram. Salah satu sungai di Cilincing yang memisahkan Jakarta dengan Jawa Barat. Muara ini jadi tempat yang seru. Pelabuhan kapal tongkang, cafe dangdut dengan pelacur dari pantai utara Jawa, orang-orang bugis nelayan pemberani pengumpul ikan asin, tuan tanah betawi yang bangga dengan Masjid historis Al-Alam dan Rumah Pitung hingga realita bahwa setiap tahun air pasang banjir naik makin tinggi saja di rumah-rumah penduduk sekitar muara.
Related Posts:

Si Pitung adalah Robin Hood dari Betawi itu legenda. Namanya legenda, bisa jadi benar adanya… Atau malah sebaliknya. Namun apapun legendanya, di balik legenda itu, ada sebuah rumah yang diyakini sebagai rumah Si Pitung yang masih tersisa di Marunda Cilincing sana. Di depan pintu, saya dan Odoy bertemu Wa Ucup, kakak Ibu tertua. Sedang naik sepeda bersama teman-temannya. Setiap sore, saya dan teman-teman bersepeda ke sini. Katanya mengunjungi warisan sang legenda sambil berolahraga.
Related Posts:

Susah sekali membayangkan bahwa dulu ini pantai dimana anak-anak bermain dengan bebas gembira sambil memanjat dan menjaring udang di antara pepohonan bakau. Ombak makin hari makin ganas, kata pelaut lokal. Agar tidak makin erosi, pemerintah membangun dam. Bisa jadi sebagai sarana agar kapal-kapal lebih mudah berlabuh dan industri menjadi berdenyut kembali di desa kecil ini. Bagaikan lampu, desa berkembang selalu menarik warga-warga lain sekitarnya untuk ikut mencicipi ‘kebahagian pembangunan’. Salah satunya, mendirikan rumah-rumah makan dadakan dari bambu dan kayu seadanya. Menjual produk makanan laut. Entah apa rasanya, saya tidak berani mencobanya. Bisa jadi gara-gara sok tahu kalau perut saya yang juga sok sensitif ini sudah tidak bisa lagi dimasuki ikan dari laut yang berwarna hitam akibat oli yang dibuang sembarangan dari kapal maupun warung di muara dekat pantai ini.
Related Posts:

Satu lagi potret buram Cilincing. Pantai Marunda yang penuh dengan pohon bakau habis ditebang untuk keperluan industri. Dahulu waktu saya SD sekitar awal tahun 80-an, area ini penuh dengan bakau. Kini 2010, hampir semua mangrove dibabat mati demi kepentingan pembangunan rumah susun, pelabuhan atau bahkan warga yang entah darimana membangun warung sembarangan.
Related Posts: