Archive for the 'bahasa_indonesia' Category

Geek Dan Cinta

Selama ini, setiap ada masalah dengan server, saya dengan amat mudahnya mengirim email dan bertanya apakah ia bisa membantu. Dan selalu, iya selalu, bahkan ketika hujan badaipun (literal, waktu itu ada badai menghantam kota hingga rumah dan jalan-jalan kota kami tertimbun salju setinggi dua meter) ia tetap membantu saya.

Sudah sejak tiga tahun lalu, dengan sabarnya ia membantu saya yang selalu saja setelah selesai selalu menasihati, “Apache itu penting, kamu harus belajar”. Dan saya sungguh bosan mendengar nasihatnya. Hingga biasanya hanya dengan beberapa kali klik, yang membuat JBoss, Derby atau Tomcat jalan dengan baik, tidak merasa perlu buka-buka dokumentasi HELP.

Saya kena penyakit sindrom sok tua. Itu katanya. Orang kalau sudah merasa sok tua (‘sok’ loh, bukan ‘tua’ nya yang jadi penekanan defisini) katanya malas belajar. Iya, saya sok tua. Malas belajar.

Dan lalu, sabtu lalu. Ia pergi. Ia anak pintar yang begitu lulus, fresh grad, darah muda, direkrut pabrik sejak enam tahun lalu, dapat tawaran yang lebih jauh menggiurkan. Menikahi gadis idaman dan hidup di Alaska sana. Ditemani istri baru muda cantik beserta anjing-anjing Husky mereka.

Sabtu lalu, saya bilang, “Kamu geek, bahkan belum pernah membunuh binatang untuk dijadikan santapan makan malam. Bagaimana bisa hidup di alam keras dan jadi pemburu? Bagaimana hidup kamu tanpa komputer?”

Sambil tersenyum ia berkata, “Lihat saja, cinta akan mengubah segalanya”

Saya ketawa. Cengar-cengir sambil garuk-garuk kepala. Oala, ada satu lagi geek yang sedang jatuh cinta.

Good luck, amigos. Have a great journey.

(*Saya bisa membayangkan hidup tanpa wanita. Tapi hidup tanpa komputer? Astaga…*)

Instal ScribFire Di Opera Lalu Blogging Setelahnya

Tadi pagi di GoogleBuzz saya ada info dari evangelist Opera indonesia, Mr Yeni Setiawan a.k.a Sandalian :) Beliau memberitahu info baru bahwa ScribeFire sudah bisa diinstall di Opera.

Langsung deh saya coba. Maka langkah yang saya lakukan adalah:

  1. Jelas buka browser Opera
  2. Download AddOns ScribeFire. Setelah klik Install Now di kanan atas halaman. Saya dapat pesan aneh. Kok tidak bisa diinstall. Melainkan harus disimpan terlebih dahulu. Maka itu dalam proses download, saya simpan ini file yang berekstensi oex (tanda bahwa file ini adalah addons opera, yang ternyata kita bisa buat dengan HTML, CSS dan JavaScript) di desktop
  3. Katanya, untuk install addons opera, gampang sekali. File oex yang sudah kita simpan itu, tinggal ditarik saja ke jendela URL browser pakai mouse.
  4. Saya tarik berkali-kali dari desktop ke URL opera, kok gagal terus… Ada apa gerangan?

Ternyata, saya yang ketinggalan jaman. Setelah saya baca-baca dikit, terlihat bahwa AddOns opera baru bisa digunakan apabila kita memakai browser dengan versi 11 ke atas. Oh-oh, Opera saya masih versi 10.6.3. Maka saya langsung download opera terbaru. Anehnya, link download langsung Opera di blok oleh kantor saya. Uugh, not nice. maka itu saya download pakai tunnel (*kalau cara unduh begini, saya tidak jelaskan sama publik, hehe. Nggak saya ajarin juga sudah banyak yang tahu. Lagian info saya kalau beginian mah basi deh. Jadi saya pikir saya nggak perlu bagi info download dengan cara ‘tak lazim’*)

Setelah sukses download dan install Opera terbaru, baru dah saya drag and drop itu scribefire-1.5-1.oex ke alamat URL browser. Setelah itu muncul pesan berupa dialog box apakah saya kan menginstall scribefire

Sukses install dan upgrade opera lalu install scribefire

 Setelah diinstall muncul tombol baru di kanan atas di samping kotak pencari di jendela browser

 scribefire opera button

Setelah tombol itu kita klik akan muncul jendela memasukkan alamat blog yang akan kita isi

Add new blog scribefire opera

Di dialog blog ini, yang membuat saya bingung adalah API URLnya. Apa pula itu?

Ternyata setelah lihat kiri kanan, karena engine blog saya adalah wordpress, maka langkah yang harus saya lakukan adalah:

  1. Mengaktifkan  XML-RPC di wordpress. Caranya: Login ke Dashboard blog > Setttings > Writing > Centang pilihan “Enable the WordPress, Movable Type, MetaWeblog and Blogger XML-RPC publishing protocols.” untuk mengaktifkan API URL blog.
  2. Isi API URL dengan alamat domain blog + xmlrpc.php (misalnya blog anda namanya buluketek.com, maka diisi dengan www.buluketek.com/xmlrpc.php

Setelah mengisi form user dan pass, saya langsung masuk ke halaman utama scribefire Opera. Ini tampilannya:

 scribefire opera UI

Lumayan. WYSWYG nya hampir serupa dengan ScribeFire di Chrome/Firefox/Safari. Yang baru yang saya lihat adalah layanan bernama Zemanta. Penjelasan Zemanta sendiri adalah ” Zemanta membantu Anda membuat posting blog yang lebih kaya dengan mengenali topik yang Anda buat lalu menyarankan tautan terkait yang berguna…”

Setelah saya cek, ternyata mungkin Zemanta membantu arsitektur dan tata hyperlink di blog kita agar lebih variatif dalam ‘menjajakan’ hyperlink. Fungsinya sendiri dibatasi hingga seribu perhari. Mungkin menghindari link farm.

Anyway, posting ini dibuat dengan menggunakan ScribeFire di Opera :)

Thanks to you guys in ScribeFire team

Mengapa Harus Ganti Theme Blog Dan Mengapa Tidak?

Saya tidak suka gonta-ganti theme tampilan blog.

Alasannya sederhana:

  1. Branding. Tampilan itu mencerminkan brand. Identitas. Saya tidak suka ganti identitas (*kecuali kalau browsing, maka itu saya adalah pemuja TOR, haha*). Identitas itu perlu. Bukan hanya perlu ada, melainkan juga perlu dibangun. Salah satu cara membangun identitas adalah memiliki branding yang kuat. Kalau tidak punya branding yang kuat secara visual, maka sebaiknya memiliki branding yang memiliki ketahanan kuantitas waktu
  2. Sok Unik Tapi Malas. Ini alasan yang paling jujur. Saya biasanya malas ngoprek script lagi. Saya bosan ngoding. Seharian ngoding, malamnya ngoding lagi. Begadang temannya teh, musik klasik, LAMPP/XAMPP dan gedit/notepad++ hanya buat ngoding. Tapi kalau tidak ngoprek scripts maka tampilan web standar banget. Apa uniknya kalau cuma copy paste theme orang? Apa kekuatan usability web kita kalau cuma sekedar pakai yang sudah jadi? Maka itu harus unik dong… Tapi itu yaa itu penyakitnya, males… Hehehe
  3. Usability. Saya ganti tampilan atau feature web kalau memang saya sendiri sudah gerah dengan usability web saya. Kalau saya gerah, sih masih bisa kipas-kipas. Tapi kalau pengunjung sudah gerah, wah gawat itu. Makin dikipas makin gede apinya. Pengunjung sudah biasa mampir ke web kita. Dari mereka kita belajar UI/UX. Kalau gonta-ganti theme tanpa rekomendasi mereka, sebaiknya saya memang nggak ganti tampilan lah. Lah saya kan dandan buat pengunjung saya :)
  4. Security. ganti theme itu artinya ganti segala macem. Paling enak sih bikin theme sendiri. Semuanya sudah kita jamin keamanannya. Lah saya kan males. Paling saya ambil theme orang terus saya kulik sedikit script-scriptnya. Padahal, seharusnya kan butuh testing. Mulai dari testing di development, QA dan juga di production. Itu baru testing design dan usability, belum testing security. Belum lagi audit dan review. Waaahhh… pecah kepala kalau tiap ada waktu luang hanya ada untuk test
  5. Nggak Cukup Waktu. Pernah dengar database? Kalau pernah pasti pernah dengar backup database dong? Nahh, ini pula jangan dikecilkan peranannya. Backup database, menyimpannya di tempat aman terus melakukan analisa ini memakan waktu yang tidak sedikit loh. padahal backup database dari blog bukan sesuatu yang sulit dan memakan waktu banyak. Tapi jika setiap hari waktu Anda sudah dimakan oleh kegiatan lainnnya di atas, maka backup database bisa jadi salah satu resource hog tambahan.
  6. Biaya. Ini salah satu pertimbangan penting juga sih. Sebenarnya gonta-ganti theme sama sekali tidak makan biaya. Tapi ketika sedang ngoprek theme terus kepincut dengan theme yang berat loadingnya, mau ga mau kan makan bandwith buat pengunjung dan server. Bandwith lebih itu artinya yaa biaya buat kita sebagai penyedia layanan web dan juga pengunjung yang datang mampir ke web kita. Saya malas membebani pengunjung saya dengan biaya tambahan akibat web saya susah ditampilkan di browser mereka gara-gara berat tampilannya. Tulisan saya sudah dibaca saja sukurnya bukan main :)

Tapi… Tapiii… Hari ini baru saja saya update/ganti theme baru di blog lab ini dan blog utama di bangaip.org.

Alasannya:

  1. Demi Pengunjung. Beberapa orang pengunjung yang juga teman-teman saya (diantaranya Pak Harry Sufehmi) memberi tahu mengenai usability theme saya yang melemah. Wah ini masukan yang berguna sekali. Saya usahakan selalu memenuhi kebutuhan pengunjung blog saya. Sebab dari tangan mereka lah user experience kita jadi bertambah.
  2. Interface. Saya tidak bosan dengan tampilan yang lama. Sama sekali tidak. Tapi saya menginginkan tampilan yang secara disain lebih minimalis. Ketika usia makin bertambah begini dan setiap hari berurusan dengan disain minimalis, saya menginginkan pula interface yang minimalis. Prinsip baru less is more sudah beberapa tahun belakangan ini mendasari kegiatan saya dalam mendisain. Makin sedikit distraksi pada tampilan web, makin konsentrasi pengunjung saya terhadap konten web.
  3. Ada Fasilitas. Hahaha. Saya kebetulan punya waktu beberapa jam hari ini untuk ngoprek theme web. Saya pergunakan lah sebaik-baiknya. Jarang sekali punya kesempatan waktu dari makan siang sampai sore begini untuk ngoprek web pribadi. Selain itu, saya kebetulan kerja dengan beberapa OS sekaligus hari ini. Jadi selain bisa cek tampilan UI saya juga bisa mengecek security dan desain di bawah beberapa browser dan platform system sekaligus.
  4. Future Proof. Kata teman saya Toni, kalau mau beli televisi jangan setiap tiga tahun sekali, rugi itu namanya. Simpelnya, kalau mau sesuatu yang bertahan di masa depan maka harus tahu bagaimana strateginya. Saya cari theme yang sederhana dan minimalis sebab memang sudah terbukti kalau minimalis itu selain mudah diingat, mudah dioprek, mudah ditambahi dan juga (kadang-kadang) mudah penggunaannya. Jadi kalau saya pakai theme sederhana dan minimalis saat ini, saya harap di kemudian hari nanti tidak terkesan out of date. Terlalu kuno untuk ditampilkan di muka publik.
  5. Terapi Ingatan. Kemampuan manusia mengingat itu tidak canggih. Kemampuan saya mengingat, lebih parah daripada manusia kebanyakan. Dengan melakukan gerakan-gerakan koding hari ini saya dipaksa kembali mengeluarkan jurus-jurus PHP dan CSS dalam mencapai tujuan. Ini bagus buat kordinasi otak saya, hehe. Moga-moga dengan mengoprek script kita bisa belajar melawan lupa. Amiin…

Yang lebih syukur dari semua ini adalah… Saya bisa update blog laboratorium ini lagi. Hehehe.

Qakbot

Salah satu yang menyebalkan dari memakai OS Micro$oft sebagai server adalah penularan worm/trojan antara satu mesin dengan mesin lainnya.

Tentu saja ini bisa diatasi dengan antivirus atau peringatan dini langsung. Namun tetap saja menyebalkan, mengingat banyaknya worm atau trojan yang harus muncul sebagai pop-up di layar screen.

Hari ini, kebetulan namanya Qakbot.

qakbot image

Tidak terlalu sukar membasminya. Namun tetap saja mengambil jatah sumber daya waktu yang ada.

Karena bosan dengan serangan-serangan yang menghabiskan waktu, maka cobalah saya mengobrol dengan seorang admin. Topiknya mengenai perpindahan sistem operasi dari M$ ke yang lain yang lebih terpercaya dan handal.

Sebelum obrolan kami mengarah ke OS opensource, ternyata beliau sudah ngamuk-ngamuk duluan dan menuduh Linux adalah OS yang tidak reliable dan menyulitkan.

Tidak reliable? Hmhh, saya nyengir. Apa variable nya kok dia bisa ngomong Linux begitu?

Menyulitkan? Hahaha… Ini yang bikin ketawa. Kalo punya niat belajar, tentu saja tidak akan ada istilah ‘menyulitkan’.

Pameo bahwa Linux atau OS opensource susah itu nampaknya memang harus diberantas.

Di akhir pembicaraan saya dengar beliau menyimpulkan “Semakin tua admin, semakin males dengerin orang lain”

Haha, ada-ada saja.

Hardisk Saya (Hampir) Penuh

image free nas opensource software

Beberapa hari terakhir ini saya tumben-tumbenan searching informasi tambahan mengenai Network-attached storage (NAS).

Asal mulanya sih sederhana, ketika akan menambahkan beberapa foto ke dalam hardisk saya langsung terkaget-kaget melihat kapasitas hardisk.

Hardisk internal PC sehari-hari ada total 2,75 Tb dalam PC (terdiri dari 2 SATA dan 1 IDE. OS: Win 7, iDeneb dan Ubuntu Gutsy). Dari 2,74 Tera, sisanya tinggal sekitar 300 GigaByte.

Hardisk external, beli empat bulan lalu sebesar 1 Tb. Saat ini sisanya tinggal 163 Gigabyte.

Jadi total dari 3,74 TeraByte yang saya miliki; saya hanya punya sekitar 463 GigaByte sahaja. Yang jadi pertanyaan selanjutnya adalah; Ngapain aja saya selama empat bulan terakhir ini kok bisa punya data 3 Tb lebih? Padahal kan lagi nggak kerja dengan video/animasi rendering?

Tapi percuma jawab pertanyaan di atas.

Sebab pertanyaan baru yang tak kalah penting adalah, bagaimana mengalokasikan data-data yang ada di PC operasional harian ini bisa dioptimalkan?

Bagaimana mencapai optimalisasi data?

Menurut hemat saya adalah dengan cara;

  • Hapus data clone (data yang sama tapi lebih dari satu)
  • Klasifikasi sesuai kebutuhan saat ini (bisa berdasar ekstensi atau bisa juga berdasar subject)
  • Pertimbangkan manajemen penyimpanan data (SAN, NAS, DAS, CAS, cloud atau malah hybrid atau whatever)
  • Menyiapkan diri jika terjadi resesi data (misalnya hardware atau backup issue, leaking atau minimalnya data forensic)

Kemarin ada yang menawari router yang sekaligus berfungsi sebagai NAS. Belkin wireless router N+ yang katanya sudah mampu mencapai 300 Mbps data transfer meskipun browsing beda tiga lantai rumah. Tapi entah kenapa saya belum percaya.

Saya ini tipikal manusia purba yang masih percaya bahwa transfer data via kabel saat ini masih tangguh dan terpercaya. Hahaha

Server Berbasis Telepon Genggam

Sejak tahun 2006 saya mengikuti perkembangan implementasi server pada perangkat telepon jinjing (mobile phone). Entah kenapa, saya sempat bermimpi, bahwa suatu hari akan memiliki mobile server. Bentuknya ringan, mudah di akses, aman, hemat energi, harga terjangkau dan ringkas penempatan.

Kenapa saya bercita-cita punya server mobile?

  1. Saya ingin punya server personal khusus untuk berbagi data tapi saya tidak mampu membeli server rack U. Entah unit berapa, pokoknya(tm) semuanya terlalu mahal untuk kantong saya
  2. Ketika main-main ke datacenter di Haarlem waktu jaman sekolah dulu, ternyata sewa tempat menaruh server rackmount itu mahal banget. Di Antwerpen parah, lebih mahal lagi. Doh!
  3. Di datacenter, server didinginkan dengan chiller water cooler. Bahkan kadang agak edan pakai nitro. Belum lagi backup listriknya, biasanya pakai mesin diesel diatas 1500 KVA (contohnya si EVO ini). Semuanya boros energi
  4. Punya server itu artinya makan tempat. Andaipun dipaksa punya server pribadi di gudang rumah, yaah harus pandai-pandai pengaturan udara dan penempatannya. Dan saya belum sepandai insinyur-insinyur dari Utah Datacenter, Hewlett-Packard dan Google dalam mengatur pengaliran udara pendingin pada server

Jadi sekarang mengerti kenapa saya ingin punya server mobile?

Tapi pertanyaan selanjutnya yang paling penting adalah, “apakah bisa menjadikan telepon genggam menjadi server?”

Jawabannya banyak. Sebab server memang harus mumpuni. Loh wong mau diakses orang banyak atau diakses dari jarak jauh, yaa harus mumpuni, tho!

Tapi apa kategori server mumpuni. Mari kita telaah satu-satu beberapa jawaban di bawah ini;

  • Hardware / Perangkat Keras

Ini mah bukan rahasia, kalau makin tinggi processor makin bagus kecepatan dan daya olah server. Pada saat tulisan ini dipublikasikan (Maret 2010), server dengan spesifikasi berikut (Quad Core Intel Xeon X3430 Lynnfield 2.4 GHz 8MB-cache Quad Core Processor – 8 GB RAM – 1×500GB HD – 10000GB (10TB) Bandwidth – 8 Ip’s – Remote Reboot) adalah dedicated server terbaik yang ada di pasaran.

Perangkat keras pada telepon genggam memang belum mencapai angka sefantastis di atas pada saat ini, namun sudah menunjukkan arah yang lebih baik. Di pasaran, saat ini bahkan telah ada telepon genggam dengan kecepatan 1 Ghz (Gigahertz) dan mampu menyimpan kapasitas storage hingga 48 Gb (gigabyte)

  • Sistem Operasi

Saya pribadi, di rumah memakai distro Linux (CentOS atau Ubuntu) sebagai basis OS server. Sedangkan di kantor memakai Windows 2003 R2 sebagai basis sistem operasi server. Dua-duanya, tentu saja dipilih karena alasan tertentu. Pada intinya, gabungan antara efisiensi dan efektifitas kerja.

Beberapa orang menggunakan Free BSD sebagai landasan sistem operasi server mereka. Sebab sistem operasi berbasis BSD diyakini amat stabil dan telah sukses melayani banyak server.

Di perangkat lunak jinjing, sepengetahuan saya sudah ada empat sistem operasi yang mendukung pengembangan server sejak 2007. Mereka adalah Symbian (pada basis S 60 di Nokia), Windows Mobile (versi Pocket PC 5 ke atas), lalu iPhone OSX (pada iPhone) lalu Android (berbasis Linux).

Beberapa server khusus memang saya pernah dengar, seperti Pixo. Namun jika sayangnya Pixo hanya di buat untuk spesifikasi khusus seperti download ringtones saja. Maka tiga sistem operasi di atas sudah terbukti bisa menghandle WebDav dan transfer HTTPD.

  • Perangkat Lunak / Software

Saya jatuh cinta dengan LAMP. LAMP sendiri istilah yang merupakan singkatan dari Linux, Apache, MySQL dan Perl/PHP/Phyton. Mereka merupakan sebuah paket perangkat lunak bebas yang digunakan untuk menjalankan sebuah aplikasi secara lengkap. Biasanya saya pakai dalam menjalankan server berbasis web (internet). Dari LAMP sendiri, Apache memegang peranan penting sebagai web server.

Dalam OS Symbian, produsen telepon genggam Nokia mengembangkan Raccoon, Mobile Web Server dan PAMP, singkatan dari Personal Apache MySQL PHP sebagai perangkat lunak server mereka.

Android, sistem operasi yang dirintis oleh raksasa mesin pencari Google dan Open Handset Alliance, telah memiliki i-jetty. Ijetty adalah web server sumber terbuka (opensource) yang dapat berjalan di Android. Kelebihannya adalah memiliki akses ke API Android, ini berarti Anda dapat membawa/melihat isi ponsel ke browser desktop normal. Dalam tampilan monitor komputer. Katanya, i-Jetty ini makin hati makin stabil.

Sementara iPhone OSX memiliki serverman, sebuah perangkat server yang dikembangkan oleh FreeBit. Dinamakan serversman katanya di adaptasi dari ‘WalkMan’, perangkat pemutar kaset yang sempat populer di tahun 80-an dulu.

Yang menarik dari serversman adalah ternyata ada perangkat lunak bernama sama dan gratis berbasis Windows Mobile bagi pengguna smartphone berbasis Windows. Artinya, bagi pengguna telepon jinjing berbasis Windows Mobile pun tidak ketinggalan dapat membuat handphone mereka menjadi web server.

Sekian segini dulu. Besok-besok saya sambung lagi (kalo inget, hehe). Maap pemirsa, waktu saya usai sudah hari ini. Hehe. Namun kalau anda penasaran seperti apa server yang bagus, maka klasifikasi di bawah ini patut diperhitungkan.

  • Jaringan

Apakah 3G atau 3,5G atau HSDPA atau UMTS atau EDGE atau GPRS atau apalah sebutannya, yang pasti untuk jadi server memang harus punya jaringan yang stabil. Maka itu, nampaknya harus dipilih-pilah penyedia jasa telekomunikasi yang mampu menawarkan kestabilan koneksi. Jadi bisa sesumbar 99.99% uptime garansi. Hehe

  • Aman

Karena server berbasis telepon genggam ini ringkas, maka memang memudahkan untuk dibawa-bawa kemana-mana. Di sisi lain, membuka peluang lebih besar di embat maling atau dipijit-pijit tombolnya oleh anak anda. Hehe. Maka itu, hati-hati.

  • Bisa Di Upgrade

Ini yang berat. PC masih kita bisa bongkar pasang ganti RAM, Mobo atau processor. Kalau telepon genggam, nampaknya masih susah. Maka itu, kita doakan di masa depan ada handphone yang hardwarenya bisa dioprek.

  • Gampang Dikustomisasi

Kebutuhan client makin lama makin membesar. Maka itu OS maupun perangkat lunak di mobile server semestinya memang mudah untuk dikostumisasi. Jadi bisa ditambah atau dikurangi sesuai kebutuhan.

Saya harap, dengan membagi mimpi ini, anda juga ikutan bermimpi seperti saya. Dan lalu seperti kata John Lennon, “You may say that I’m a dreamer. But I’m not the only one”

Hihihi

Otherwise… I hope someday you’ll join us :)

Sony Corp vs Sony AK vs Sony Toloyo

Sony Corporation, sebuah perusahaan raksasa multinasional baru saja mengajukan gugatan hukum pada bloger Bogor bernama Sony Arianto Kurniawan, karena Kang Sony yang orang Bogor ini memiliki domain www.Sony-AK.com.

Pukul 02.40 AM tanggal 11 Maret 2010, Sony AK (yang dari Bogor) menulis di forum PasarDomain

Dear all,
Saya Sony Arianto Kurniawan dan saat ini baru saja dapat “musibah” karena domain saya sony-ak.com di-sue oleh Sony Corporation Japan melalui kuasa hukumnya di Indonesia. Padahal itu saya register-kan berdasarkan nama saya sendiri dan sudah saya gunakan sejak lama untuk kepentingan murni penyebaran ilmu pengetahuan di bidang IT.
Saya ingin tahu bagaimana pendapat rekan-rekan di forum ini.
Best regards,
Sony AK
www.sony-ak.com

Seharusnya Sony Corp bisa belajar dari kasus Microsoft vs Mike Rowe.

Apa sih kasus Microsoft vs Mike Rowe?

Tahun 2003 Mike Rowe, seorang pelajar berusia 17 tahun dari Kanada yang hobi mendesign web dan programing kecil-kecilan mendaftarkan domain bernama www.mikerowesoft.com. Singkatan dari Mike Rowe (namanya sendiri) dan soft (sebab ia pikir lucu kalau pakai kalimat ’soft’ yang artinya lembut di belakang namanya).

Pada Januari 2004, perusahaan software raksasa bernama Microsoft marah-marah kebakaran jenggot. Mereka pikir MikeRoweSoft dot com itu tengah melakukan plagiasi pada domain mereka, microsoft dot com. Lalu, akibat arogansi mereka pun melakukan upaya akuisisi pada domain mikerowesoft.com. Caranya, pihak Microsoft menawarkan kompensasi uang sebesar $10 dollar Amerika kepada Mike Rowe agar menjual domain itu kepada mereka.

Mike Rowe berang. Ia merasa dilecehkan. Pertama karena dianggap ‘tengah mencuri nama microsoft’ (Padahal orang tua Mike Rowe sama sekali tidak berniat memberi nama anaknya mirip seperti perusahaan perangkat lunak dari Redmont yang bernama Microsoft Corp). Kedua karena apabila nama Mike Rowe begitu penting untuk Microsoft, kenapa ditawarkan hanya US $10 saja? (*Ia lalu meminta US $10 ribu untuk domain itu. Semata-mata karena kesal atas perlakuan Microsoft*)

Microsoft tentu saja ngamuk berat. Dengan segerombolan pengacara mereka yang bergaji hingga ribuan dollar perjamnya, mereka membuat 25 halaman tuntutan terhadap Mike Rowe. Bahkan diantara tuntutan adalah memenjarakan Mike Rowe dan mendenda pemuda berusia 17 tahun yang sial karena memiliki nama Mike Rowe (hampir mirip dengan Micro) sebanyak US $100.000

Mike Rowe menolak menerima kriminalisasi itu. Ia membuka kasus ini ke pers dan publik. Hasilnya adalah situs mikerowesoft.com dikunjungi oleh 250 ribu orang dalam tempo waktu 12 jam saja. Situs itu lumpuh segera akibat tidak bisa menerima kunjungan segitu banyak orang.

Di sisi lain, Mike Rowe ternyata mampu menggalang dukungan dari banyak orang. Memperoleh donasi US $6000 untuk membayar ongkos perkara dan juga memperoleh bantuan legal dari pengacara yang mau bekerja membelanya Pro Bono, tanpa bayaran.

Kasus ini benar-benar memicu kemarahan publik. Arogansi Microsoft Corp benar-benar dipertanyakan. Mike Rowe vs Microsoft mampu memicu media menganalogikannnya sebagai cerita versi cyber modern David vs Goliath. Si kecil yang teraniaya vs Raksasa yang jahat tiada tara.

Dalam beberapa hari setelah kasus ini mencuat di publik, terjadi kekacauan administrasi di tubuh Microsoft sendiri. Beberapa orang pengembang perangkat lunak jenius yang bekerja di Microsoft menganggap bahwa sudah semestinya mereka keluar dari perusahaan yang berubah jadi setan ini. Ribuan telpon berdering setiap hari di meja resepsionis mengutuk aksi Microsoft. Intinya, terjadi tekanan di tubuh dalam perusahaan dan juga dari luar. Oh! Bad for business.

Kasus ini akhirnya bisa diselesaikan dengan baik di luar jalur hukuum. Microsoft mengakui betapa arogannya mereka. Lalu menghadiahkan Mike Rowe hadiah-hadiah khas Microsoft.

Mike Rowe sendiri, lalu melelang 25 halaman tuntutan dari Microsoft di sebuah situs lelang E-Bay.

Lalu bagaimana dengan domain www.mikerowesoft.com?

Domain ini akhirnya di dapatkan oleh microsoft dengan perjanjian bahwa akan di selaraskan dan ditujukan langsung ke mikerowesoftforum.com (akhirnya entah kenapa, di deface). Namun kalau mengetik mikerowesoft.com, maka kita akan ditujukan ke halaman mesin pencari Microsoft yang bernama Bing yang isinya adalah kasus antara Microsoft dengan Mike Rowe.

Jadi apa yang harus dilakukan Sony AK yang blogger orang Bogor itu dalam kasus penuduhan soal identitas dari Sony Corp, raksasa elektronik Jepang?

“Terus aja nge-blog, Kang. Jangan takut. Mike Rowe saja yang bukan orang Bogor bisa menang. Pasti anda juga bisa menang kok”

Lalu apa yang bisa dilakukan Sony Corp supaya menang melawan Sony AK?

“Sebaiknya belajar dari kasus Microsoft vs Mike Rowe. Kalau tidak bisa belajar, coba pertimbangkan untuk ganti nama”

(*Sumpah mati, gara-gara kasus ini dan markas besar Sony di Tokyo saya jadi kepingin bikin domain Sony-Toloyo dot com. Haha*)

Status Facebook Walikota

Baru saja membuka penerima arus berita Google Reader, saya terkejut melihat alinea judul sebuah berita di sindikasi nusantara ANTARA. Judulnya “Mantan Walikota Jaksel Ditahan”.

Pertanyaan pertama di otak saya adalah, siapa yang di tahan?

Membaca lebih lanjut. Ternyata yang ditahan adalah Bapak Dadang Kafrawi. Mantan Walikota Jakarta Selatan periode 2001-2006.

Ini menarik. Sebab kalau tidak salah, Pak Dadang ini pernah menerbitkan buku otobiografi pribadinya. Judulnya ‘Mengabdi Tiada Henti’. Sebuah buku yang menceritakan strategi, tindakan dan kegagahan Pak Dadang dalam memimpin Jakarta Selatan pada masa pemerintahannya. Penyusunnya Myasa Poetika (nama yang unik tapi tidak ada di mesin pencari.

Tapi sebelum lebih lanjut bicara mengenai Pak Dadang dan bukunya. Mari kita lihat, apa musababnya Pak Dadang ini ditahan. Berikut ini kutipannya dari sindikasi berita ANTARA:

Mantan Walikota Jaksel Ditahan
Jumat, 5 Maret 2010 14:22 WIB | Peristiwa | Hukum/Kriminal |
Jakarta (ANTARA News) – Mantan Walikota Jakarta Selatan, Dadang Kafrawi, Jumat ditahan di rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung terkait kasus pembebasan lahan pemakaman unit Budha di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
Penahanan tersebut dilakukan sekitar pukul 11.00 WIB, setelah penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), melakukan pemeriksaan sejak Jumat (5/3) pagi.
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Marwan Effendy, di Jakarta, Jumat, menyatakan, Dadang Kafrawi ditahan terkait kasus pembebasan tanah untuk pemakaman Budha di TPU Tanah Kusir yang diduga merugikan keuangan negara Rp12,96 miliar.
“Menurut penyidik cukup kuat alasan tersangka untuk ditahan, karena dia yang menandatangani surat perintah tukar guling (pemakaman Budha). Uangnya bisa cair kalau ada tandatangan dia,” katanya.
Seperti diketahui, dalam kasus tersebut, sembilan tersangka lainnya sudah menjalani hukuman setelah divonis oleh Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.
Marwan beralasan tersangka saat kasus itu terjadi, menjabat sebagai Ketua Panitia Pembebasan Tanah (P2T).
Saat ditanya wartawan mengenai penahanan yang terhitung terlambat itu, ia menjawab untuk penahanan tidak bisa dilakukan begitu saja, karena harus ada alat bukti.
“Belakangan di persidangan (sembilan tersangka lainnya), diketahui bahwa kasus itu memang salah. Mau tidak mau harus dipertanggungjawabkan,” katanya.
Kasus itu bermula saat tersedia kredit anggaran pembebasan tanah pengganti pemakaman unit Budha di TPU Tanah Kusir, Jaksel, berdasarkan Daftar Anggaran Satuan Kerja (DASK) bulan Juni sebesar Rp13,5 miliar.
Dana sebesar itu antara lain dialokasikan untuk pembebasan lahan sebesar Rp12,96 miliar dan berdasarkan hasil musyawarah yang tertuang dalam SK Walikotamadya Jaksel, harga tanah yang bersertifikat sebesar Rp1.032.000/m2 dan yang belum bersertifikat Rp928.800/m2.
Namun dalam pelaksanaannya diduga terdapat beberapa penyimpangan antara lain uang penggantian yang diterima oleh pemilik tanah berbeda dengan yang tertera dalam kuitansi.
Luas tanah digelembungkan (mark-up) dan dokumen tanah dipalsukan sehingga terdapat tanah yang sudah dibebaskan pada tahun 1976, namun pada 2006 dibebaskan lagi.
Akibatnya negara dirugikan sebesar Rp12,96 miliar.
(T.R021/S026)

Aaahhh… Dugaan korupsi dan kolusi rupanya.

Saking isengnya (karena saya biasanya tidak begitu percaya berita dari satu sisi saja). Maka saya mencoba googling mengenai Dadang Kafrawi. Hei! Pak Dadang rupanya punya akun facebook.

Dan saya ternyata benar, bahwa Dadang Kafrawi yang di facebook itu adalah Pak Dadang Kafrawi yang mantan Walikota Jakarta Selatan, pernah bikin buku autobiografi, dan di duga korup lalu di masukkan rumah pemasyarakatan Salemba.

Ini screenshot akun FB milik Dadang Kafrawi;

laman facebook Dadang kafrawi

Sementara, bagi yang mau tahu profil Pak Dadang. Ini catatan resminya dari pemerintah kota DKI Jakarta:

biografi dadang kafrawi

Sudah jadi rahasia umum bahwa perangkat mobile mudah dipergunakan (atau di sewa atau diperjualbelikan – secara ilegal namun tentunya di sepengetahuan radar sipir) di Rumah Tahanan Salemba, lembaga pemasyarakatan yang terletak di tengah kota Jakarta ini.

Maka, karena Pak Dadang mantan walikota dan ada di rutan ’strategis’ seperti Salemba di JKT. Pertanyaan selanjutnya dari saya adalah, apakah Pak Dadang akan mengupdate status terkini facebooknya dalam penjara?

Apa isi status facebook sang (mantan) walikota? Orang yang pernah jadi manusia nomor satu di Jakarta Selatan itu.

Yang jadi pertanyaan lanjutan, pentingkah?

Buat saya yaa jelas penting. Sebab tidak tahu bagaimana tahanan kini diperlakukan di sana. Penjara adalah ruang rahasia. Namun, mungkin aplikasi facebook bisa mengungkapkan komunikasi di dalamnya ;)

Mari Ramai-Ramai Kita Tinggalkan Internet Explorer 6

Sudah beberapa tahun belakangan ini, beberapa rekan pengembang aplikasi perangkat lunak berbasis web selalu mengeluh dengan browser bernama Internet Explorer 6 (IE6). Bukan hanya pengembang aplikasi sebenarnya, para disainer yang berkarya berbasis laman-laman web pun ikut mengeluh.

Ada apa sebenarnya dengan IE6?

Jawabannya banyak. Tapi kalau mau dipisahkan berdasarkan kategori, adalah sebagai berikut:

  • Sisi disain; tidak mengijinkan tranparansi file PNG. Ini jelas aneh, sebab kalau transparansi hanya pakai GIF, kualitas menurun. Lalu apabila tidak mau kualitas turun, maka file membengkak gila-gilaan ukuran kilobyte-nya.
  • Sisi tampilan depan; Tidak ramah CSS. Padahal CSS itu digjaya. Dunia makin berubah. Begitupun usability aplikasi atau tampilan berbasis web. Dukungan IE6 terhadap CSS tidak sebegitu baik ketimbang browser lainnya. Hasilnya, banyak tampilan web yang tidak diinginkan mucul di IE6.
  • Sisi keamanan: Rentan akan serangan alias cukup berbahaya. Pada saat tulisan ini diturunkan (Maret 2010) terdapat 185 celah keamanan di IE6. Ini jelas mengerikan. Sebab beberapa aplikasi web perbankan di RI beberapa diantaranya malah mensyaratkan agar penggunanya menggunakan perambah internet IE6. Padahal IE6 bukanlah alat yang baik dalam transaksi yang melibatkan jaminan keamanan online. Pemerintah Perancis dan Jerman bahkan sudah melarang pegawainya untuk menggunakan IE6 akibat masalah keamanan ini.
  • Sisi dukungan: Bahkan pengembang IE6, yaitu Microsoft, sejak Januari 2010 sudah mensyaratkan bahwa mereka tidak akan mensupport IE6. Jadi dukungan kepada IE6 memang sudah tidak ada lagi. Ibarat anak ayam, ia sudah akan berjalan tanpa induknya lagi. Hehe.

Mengapa tulisan ini muncul?

Tahun 2009, sekitar 32% pengunjung website dan aplikasi web kami yang di Amerika Serikat sendiri mencapai 32%. pada penghujung tahun ketika windows 7 mulai ramai diperkenalkan, jumlahnya menurun. Sekitar 22% masih memakai IE6. Pada intinya, pengguna Internet Explorer 6 masih banyak. Terutama di kalangan pengguna internet senior (maksudnya dari sisi usia) masih susah diyakinkan bahwa ada banyak pilihan alat perambah dunia internet.

Masih banyak pengembang perangkat aplikasi web, yang entah kenapa, meminta penggunanya memakai IE6. Padahal ketika sudah berurusan dengan JavaScript, perambah internet ini sudah amat mengecewakan dan berbahaya.

Produktifitas pengembang perangkat lunak berbasis web biasanya terkurangi jika mereka harus memikirkan bagaimana aplikasi mereka jika berhadapan dengan IE6. Apabila kendala ini dapat diminimalisir, maka kita bisa meningkatkan produksi kerja para orang-orang pintar itu. Jika produksi mampu ditingkatkan, maka kualitas produk perangkat lunak berbasis web amat mungkin dapat diperbaiki.

Apakah ada solusi untuk mengatasi IE6?

Edukasi. Salah satu tujuan tulisan ini niatnya adalah berbagi pengalamn dan juga berbagi edukasi. Publik mau tidak mau harus diberitahu mengenai bahayanya memakai produk perambah internet buatan Microsoft yang bernama Internet Explorer 6.

Upgrade. Masih banyak pengguna sistem operasi buatan Microsoft yang bernama Windows XP tetap menggunakan IE6 sebagai andalan mereka dalam melakukan kegiatan berinternet. Padahal sebenarnya sudah bisa upgrade. Baik upgrade ke produk Internet Explorer yang lebih tinggi seperti IE7 atau IE8, atau ke upgrade sistem operasi.

Alternatif. Masih banyak perambah internet di muka bumi ini. Pengguna internet berbasis PC dapat menggunakan perambah handal, aman, canggih, pula sumber terbuka (open source) seperti Mozilla Firefox atau yang cepat seperti Google Chrome. Pada pengguna internet berbasis mobile maka Opera adalah nama yang dapat dikagumi.

Jadi tunggu apa lagi? Mari ramai-ramai kita tinggalkan IE6 :)

Mengapa Tidak Ada Alamat Google di Indonesia?

Iseng-iseng beberapa saat lalu saya mencari alamat Google, sebuah perusahaan mesin pencari. Sebagai langkah awal, jelas saya merumuskan sebuah pertanyaan dahulu sebagai berikut;

“Di mana alamat kantor cabang Google di Indonesia”

Dengan menggunakan salah satu produk Gooogle, mesin pencari. Jawabannya ternyata cepat;

Pada Maret 2010, Tidak ada

Kantor cabang Google terdekat dari Indonesia pada saat tulisan ini diturunkan adalah di Singapore. Dengan alamat;
Google Singapore
#38-01/01A
8 Shenton Way
Singapore 068811
Phone: +65 6521-8000
Fax: +65 6521-8901

Setelah melihat dengan seksama beberapa lowongan pekerjaan yang tertera, ternyata ada diantaranya adalah AdWords Account Strategist (Bahasa Indonesian/Thai) – Singapore. Maksudnya mungkin adalah seorang profesional yang bekerja pada bagian AdWords di Google yang mampu berbahasa Inggris sebagai bahasa pengantar pekerjaan dan Bahasa Indonesia serta bahasa Thai. Jadi lowongan ini bisa jadi terbuka untuk siapa saja yang multi-lingua dan menguasai AdWords.

Tapi tetap saja tidak bisa memungkiri kenyataan bahwa tidak ada kantor cabang Google di Indonesia.

Maka, yang jadi pertanyaan lanjutan saya adalah;

Kenapa Google tidak mempunyai kantor cabang di Indonesia?

Apakah pasar Indonesia tidak sebesar China?

Apakah karena Indonesia tidak memiliki mesin pencari sendiri sekelas Baidu di RRC?

Apakah Google merasa tidak memiliki saingan di Indonesia?

Apakah pemerintah Singapore lebih kooperatif daripada pemerintah Indonesia dengan memberikan subsidi pajak pada Google sebagaimana mereka memberikan subsidi pada George Lucas untuk mendirikan studio 3D Lucasfilm di Singapore?

Adakah hubungan politis antara ketidakstabilan pemerintah Indonesia (yang mempengaruhi keamanan dan pasar) ada hubungannya dengan investasi Google di Indonesia?

Hehe, saya terlalu banyak bertanya. Maafkan saya teman-teman Google Singapore (atau di mana saja). Ini sekedar bertanya. Tidak ada maksud apa-apa :)