Sudah beberapa tahun belakangan ini, beberapa rekan pengembang aplikasi perangkat lunak berbasis web selalu mengeluh dengan browser bernama Internet Explorer 6 (IE6). Bukan hanya pengembang aplikasi sebenarnya, para disainer yang berkarya berbasis laman-laman web pun ikut mengeluh.
Ada apa sebenarnya dengan IE6?
Jawabannya banyak. Tapi kalau mau dipisahkan berdasarkan kategori, adalah sebagai berikut:
- Sisi disain; tidak mengijinkan tranparansi file PNG. Ini jelas aneh, sebab kalau transparansi hanya pakai GIF, kualitas menurun. Lalu apabila tidak mau kualitas turun, maka file membengkak gila-gilaan ukuran kilobyte-nya.
- Sisi tampilan depan; Tidak ramah CSS. Padahal CSS itu digjaya. Dunia makin berubah. Begitupun usability aplikasi atau tampilan berbasis web. Dukungan IE6 terhadap CSS tidak sebegitu baik ketimbang browser lainnya. Hasilnya, banyak tampilan web yang tidak diinginkan mucul di IE6.
- Sisi keamanan: Rentan akan serangan alias cukup berbahaya. Pada saat tulisan ini diturunkan (Maret 2010) terdapat 185 celah keamanan di IE6. Ini jelas mengerikan. Sebab beberapa aplikasi web perbankan di RI beberapa diantaranya malah mensyaratkan agar penggunanya menggunakan perambah internet IE6. Padahal IE6 bukanlah alat yang baik dalam transaksi yang melibatkan jaminan keamanan online. Pemerintah Perancis dan Jerman bahkan sudah melarang pegawainya untuk menggunakan IE6 akibat masalah keamanan ini.
- Sisi dukungan: Bahkan pengembang IE6, yaitu Microsoft, sejak Januari 2010 sudah mensyaratkan bahwa mereka tidak akan mensupport IE6. Jadi dukungan kepada IE6 memang sudah tidak ada lagi. Ibarat anak ayam, ia sudah akan berjalan tanpa induknya lagi. Hehe.
Mengapa tulisan ini muncul?
Tahun 2009, sekitar 32% pengunjung website dan aplikasi web kami yang di Amerika Serikat sendiri mencapai 32%. pada penghujung tahun ketika windows 7 mulai ramai diperkenalkan, jumlahnya menurun. Sekitar 22% masih memakai IE6. Pada intinya, pengguna Internet Explorer 6 masih banyak. Terutama di kalangan pengguna internet senior (maksudnya dari sisi usia) masih susah diyakinkan bahwa ada banyak pilihan alat perambah dunia internet.
Masih banyak pengembang perangkat aplikasi web, yang entah kenapa, meminta penggunanya memakai IE6. Padahal ketika sudah berurusan dengan JavaScript, perambah internet ini sudah amat mengecewakan dan berbahaya.
Produktifitas pengembang perangkat lunak berbasis web biasanya terkurangi jika mereka harus memikirkan bagaimana aplikasi mereka jika berhadapan dengan IE6. Apabila kendala ini dapat diminimalisir, maka kita bisa meningkatkan produksi kerja para orang-orang pintar itu. Jika produksi mampu ditingkatkan, maka kualitas produk perangkat lunak berbasis web amat mungkin dapat diperbaiki.
Apakah ada solusi untuk mengatasi IE6?
Edukasi. Salah satu tujuan tulisan ini niatnya adalah berbagi pengalamn dan juga berbagi edukasi. Publik mau tidak mau harus diberitahu mengenai bahayanya memakai produk perambah internet buatan Microsoft yang bernama Internet Explorer 6.
Upgrade. Masih banyak pengguna sistem operasi buatan Microsoft yang bernama Windows XP tetap menggunakan IE6 sebagai andalan mereka dalam melakukan kegiatan berinternet. Padahal sebenarnya sudah bisa upgrade. Baik upgrade ke produk Internet Explorer yang lebih tinggi seperti IE7 atau IE8, atau ke upgrade sistem operasi.
Alternatif. Masih banyak perambah internet di muka bumi ini. Pengguna internet berbasis PC dapat menggunakan perambah handal, aman, canggih, pula sumber terbuka (open source) seperti Mozilla Firefox atau yang cepat seperti Google Chrome. Pada pengguna internet berbasis mobile maka Opera adalah nama yang dapat dikagumi.
Jadi tunggu apa lagi? Mari ramai-ramai kita tinggalkan IE6