Archive for the 'internet' Category

Dimana Belajar Kode Komputer? Gratis? Iya!

bart simpson will use google

Saya sering ditanya “Bagaimana memulai mengkode pemrograman?” atau “Dimana belajar koding?”. Buset dah, seakan penanya pikir saya ahli gitu. Padahal mah boro-boro, ilmu saya cuma secuil. Hehe. Tapi karena saya sok-sokan saja, walaupun imu sedikit tapi sok berbagi, maka ijinkan saya berbagi sedikit disini beberapa tempat untuk belajar kode.

Karena kere bin gembel, ini beberapa sekolah yang setahu saya gratis-gratis aja belajarnya. Online pula. Jadi kalau siang kita ngojek cari nafkah untuk keluarga, malamnya kan bisa belajar.

Tempat belajar

1. Code Academy (english)
Code Academy ini tempat sekolah yang bagus. Disini kamu bisa belajar dan juga bisa mengajar. Umumnya jika ingin belajar pemrograman berbasis web, bisa disini tempatnya. Mata pelajaran mencakup web fundamental, JQuery, JavaScript, kombinasi kode (HTML, CSS, JavaScript, JQuery), Phyton, Ruby dan konektifitas dengan API. Belajar bisa sesuai dengan ritme kita. Jadi enak dan santai, tidak dipaksa cepat-cepat mengerti.

2. Coding For Good  (english)
Waktu sekolah ini didirikan, untuk menjawab tantangan kelesuan tenaga kerja di Amerika Serikat. Banyak sekali orang menanggur, tapi perusahaan kebingungan cari karyawan yang mumpuni. Maka itu, sekolah ini dibuat khusus untuk mereka yang sama sekali tidak bisa coding agar mampu mengolah website. Pada Januari 2013 lalu, sekumpulan orang yang sama sekali tidak bisa koding, setelah selesai ikut kursus lalu diajak untuk marathon coding. Juaranya, satu tim, langsung diajak kerja. Pada intinya, ini kursus yang baik jika ingin mendapatkan ilmu yang beraplikasi langsung di dunia kerja.

3. Stack Overflow  (english)
Ini website kalau kita ingin bertanya dan mendapatkan jawaban soal koding-mengkoding. Sebelum bertanya, coba cari dulu di kolom ‘search’. Biasanya apa yang akan kamu tanyakan, sudah pernah ditanya oleh orang lain :) Jadi enak dan cepat dapat jawaban.

4. Kaskus  (Bahasa Indonesia)
Adalah salah satu web favorite saya sejak dulu. Memakai bahasa Indonesia yang kadang cukup membingungkan untuk saya, tapi tidak apa-apa. Sebab informasinya sangat baik untuk belajar bahasa pemrograman. Di web ini kita bisa mengetahui perkembangan terbaru trend coding Indonesia. Komentar usernya kadang suka lucu-lucu. Jadi ada selingan diantara masa coding yang cukup njelimet :)

6. Code/Racer  (english)
Ini web keren banget. Jadi kita ibarat seorang pembalap (racer). Tugas kita adalah balapan dengan racer lain untuk menyelesaikan tantangan-tantangan sirkuit kode yang diberikan. Juaranya dapat piala sebagai pengkode paling cepat. Hahaha. Lucu deh pokoknya. Beda dengan kaskus yang sambil belajar koding ketawa-ketawa, maka kali ini sambil belajar koding kita akan menjadi seorang pembalap yang ambisius.

7. Udacity  (english)
Kalau tidak salah, ini bagian dari kampus yang bernama Stanford di Amerika Serikat. Ini anak-anak kampus dan civitas akademikanya baik sekali kepada umat manusia dengan menyumbangkan kuliah gratis ke publik. Kebanyakan adalah mata pelajaran matematika dan ilmu komputer. Mata kuliah pemulanya, bagus sekali untuk mempelajari teori dasar coding. Pada mata kuliah lanjutan tingkat atas (advanced) bahkan mempelajari bagaimana melakukan pemrograman pada mobil robot. Canggih deh pokoknya.

8. iTunes U  (english)
Jika kamu punya perangkat lunank bernama iTunes di gadget/komputer kamu, maka bisa berlangganan iTunesU. Singkatan dari iTunes University. Disini banyak sekali mata pelajaran kode-mengkode. Saking banyaknya, saya kadang sampai pusing pilih yang mana. Favorit saya biasanya tunes dari MIT World (bagian: back to school) sebab sering sekali membantu saya mengerjakan tugas-tugas ajaib. Selain itu, rekomendasi untuk mempelajari basis algoritma 101 (introduction to alghoritms) itu sangat baik sekali di MIT world ini.

Yang perlu diperhatikan

1. Jika mau bertanya, bertanyalah dengan baik dan beretika. Tidak tahu bagaimana? Ini ada panduannya (english)  (bahasa Indonesia ala kaskus)

2. Kalau mau menyimpan hasil karya kamu atau mau berbagi atau kolaborasi bisa pakai GitHub. Ini dibikin dan dibantu supaya jalan dengan baik oleh temen-temen saya. Mereka orang baik loh, saya rekomendasikan untuk menaruh karya disini. BTW, ini kalau mau belajar GitHub

3. Pada mata pelajaran yang berbasis video, simpanlah di perangkat keras (gadget) kamu. Jadi kalau ada waktu luang seperti menunggu atau sambil buang hajat di WC, bisa sambil nonton film belajar :D

4. Jangan khawatir dan jangan pernah menganggap diri sendiri rendah (sudah tua, atau otak tidak mampu, atau tidak pernah sekolah, atau apalah yang pesimis). Semua sekolah-sekolah diatas mengajarkan basis dan memulai dari yang sederhana. Percayalah, semua yang besar, dimulai dari yang kecil terdahulu. Semua orang pinter nan jagowan, awalnya juga pernah jadi bayi yang nggak tau apa-apa kecuali nangis dan buang hajat di tempat. Hehehe.

Selamat belajar, kaka :)

Pengantar Pengetesan Keamanan Sederhana (cerita tentang Denbagus dan Celana Dalam Nenek Tetangganya)

Gambar seorang nenek tidur. Photo credit: Paula Bronstein/Getty Images

Saya sering dengar kalimat ini, “Lebih baik gua yang masukin daripada orang laen”, pada percobaan test keamanan mesin/jaringan tak diminta yang ketahuan.

Kalimat tersebut, secara personal (artinya buat saya pribadi), kedengarannya janggal. Kok yaa bisa-bisanya bilang begitu ketika ketahuan? Kalau tidak ketahuan gimana dong? Terus, orang lain itu siapa? Orang Botswana? Buset dah!

Contoh scenario kalimat diatas terdengar pada kasus:

  • A – Denbagus Manyun kebanyakan waktu luang. Ia belajar cari cara dapetin duit lebih banyak. Sebagai ABG yang baru kenal internet, membabi-butalah Denbagus Manyun mau tahu cara carding, jadi maling lewat mencuri kartu kredit orang. Ketika carding sepi, Denbagus Manyun coba peruntungan bikin ecommerce palsu dagang barang tidak baik. Ketika itu juga ketahuan, Denbagus Manyun ganti haluan. Email jadi sasaran. Kadang menyandera email orang lain (dengan tebusan duit tentunya). Kadang juga ngembat database orang lain yang isinya email-email untuk dijual. Pada sebuah aksinya, Denbagus ketahuan.
  • B – Denbagus Manyun iseng. Masuk ke mesin orang tanpa niat. Sekedar iseng. Walaupun scenario ini agak aneh. Percayalah, di muka bumi ini banyak orang aneh. Sama seperti scenario A, pada sebuah aksinya, Denbagus ketahuan.
  • C – Denbagus Manyun memiliki ideologi yang tidak sejalan dengan pemilik mesin yang ia masuki. Ketahuan atau tidak ketahuan, Denbagus akan bilang begini.

Jadi ketika suatu hari Denbagus Manyun ketahuan jadi kancil masuk ke rumah orang lain untuk mencuri ketimun. Terus pas ketahuan dia bilang “Lebih baik gua daripada orang laen” maka kalimat ini akan terdengar janggal.

Kenapa?

1. God Complex
Jika scenario A jadi patokan, maka Denbagus Manyun merasa dirinya tokoh protagonis dengan menggunakan kalimat “Lebih baik gua”. Lebih parah lagi, merasa berhak masuk ke WC manapun di dunia ini bahkan tanpa terlihat. Hanya karena ia adalah seorang Denbagus Manyun. God complex, menjustifikasi diri sebagai tuhan yang berhak menentukan nasib orang lain, telah menyerang Denbagus Manyun. Justifikasi kompleksitas ini bisa dengan banyak alasan latar belakang, “Gua kan miskin, jadi boleh” (miskin di sini bisa diganti jadi ganteng/pinter/kaya atau whatever lah) atau “Karena gua bisa”. Di sini, Denbagus Manyun nampaknya harus dibantu disadarkan kalau ia itu bukan Tuhan. Tapi pada scenario B, walaupun iseng, Denbagus Manyun juga tanpa sadar berkata bahwa, “karena gua bisa”. Jadi justifikasi menuhankan diri sendiri bisa dimasukkan dalam kategori scenario A dan B.
Saran solusi: Denbagus Manyun sebaiknya dibantuk untuk diobati. Penjara tidak akan mengurangi kompleksitas Denbagus. Hanya menghambat akses sementara. Kalau dipenjara, siapa yang bisa jamin dia keluar penjara jadi sehat dan akan berguna buat diri dan lingkungannya?

2. Arogansi
Ketika ketahuan jejaknya dan diciduk, baru Denbagus Manyun bilang “lebih baik gua”. Kalau tidak ketahuan, apa yang akan dia lakukan dengan akses gratis keluar masuk rumah orang? Apa yang dia lakukan kalau dia berhasil melihat koleksi beha rahasia milik nenek-nenek tetangganya, sementara si nenek-nenek tidak tahu koleksi bra nya itu mungkin sudah diendus-endus Denbagus Manyun tanpa sepengetahuan? Percaya diri beda dengan arogansi. Jika Denbagus Manyun amat PD bisa masuk kamar nenek-nenek dan nyolek-nyolek behanya, kenapa dia nggak bilang ama tuh nenek-nenek? Terus kenapa juga ia tidak membantu si nenek agar beliau dapat mengamankan behanya, jika suatu hari pemuda macam Denbagus Manyun mencoba memasuki peti harta karun berisi beha bekas itu? Lah kenapa Denbagus Manyun baru bilang “Lebih baik gua” ketika ia tertangkap tangan sedang memegang beha kondor nenek-nenek? Ini aneh, sebab secara bawah sadar Denbagus Manyun sedang mempraktekkan mekanisme pertahanan diri untuk menangkal kritik lebih lanjut. Bahasa kerennya, Denbagus Manyun “a-ro-gan”.
Saran solusi: Arogansi timbul akibat tidak bisa menerima kritik/realita. Untuk bisa menerima kritik/realita sebaiknya mempelajari diri sendiri dengan baik. Ini ada sekelumit operasi standar bagaimana cara mengetes keamanan diri sendiri dengan baik. Kalau bisa mengetes diri dengan baik, dan lalu jadi realistis, kira-kira dikemudian hari nanti, mampu mengetes keamanan rumah nenek-nenek tetangganya dengan baik. Rekomendasi dari National Institute of Standards and Technology mengenai panduan pengetesan keamanan. Kalau bisa, baca dokumen yang di link itu dari bawah sampai atas. Kalo nggak bisa, coba usahakan baca halaman 30. Ada tabel bagus di sana

3. Miskin Transparansi
Karena Denbagus Manyun tidak transparansi (artinya setelah ketahuan baru bicara), siapa yang tahu kalau Denbagus Manyun ketika mendongkel jendela rumah sang nenek tetangganya menggunakan obeng yang telah diguna-guna atau tidak? Bagaimana jika obeng itu ternyata sudah disembur oleh dukun dan ketika digunakan, ternyata tanpa disadari Denbagus Manyun, obeng itu mengumpulkan data celana dalam sang nenek-nenek. Ketidak-transparansi dalam pengujuan keamanan rumah si nenek tetangga, mampu berakibat lebih daripada hanya sekitar tuduhan ‘maling’ kepada Denbagus Manyun. Gimana kalau ternyata Denbagus Manyun selain dianggap maling (akibat mau mengendus beha nenek-nenek) ternyata juga dianggap pemerkosa (akibat obengnya blusukan ke celana dalam sang nenek yang sedang tidur)? Gawat itu. Denbagus Manyun bisa kena pasal berlapis.
Saran solusi: Biar tidak dianggap maling dan berselangkangan ganas, Denbagus Manyun ngobrol lah kalau mau mengetes keamanan rumah orang. Lebih baik ngobrol ke RT/RW biar malah dibantu pakai alat pengetes yang baik. Alat yang baik adalah alat yang diketahui pembuatannya secara aman dan bahkan mampu diaudit dari mana asalnya. Berikut ini di opensourcetesting ada alat-alat yang mampu diaudit dengan baik, silahkan dipilih mana yang cocok.

Nah, diatas hanya sedikit ulasan soal Denbagus Manyun. Bagi teman pembaca mungkin yang bernama Denbagus dan mulutnya manyun, saya mohon maaf. Ini bukanlah nama sebenarnya dan hanyalah tokoh fiktif rekaan saja. Jangan diambil hati.

Ada scenario yang ketiga, yaitu kalau Denbagus Manyun memiliki ideologi yang berbeda. Pada scenario ini, saya lebih memilih tidak berkomentar. Secara pribadi, bukan kewenangan saya bicara soal ideologi orang lain. Ditambah lagi, bicara ideologi pasti akan bicara soal hukum dan Undang-Undang Dasar si pemilik ideologi. Nah, hukum, UU dan ideologi, bukan keahlian saya. Apalagi ngasih kuliah 101. Saya mah bisanya masak doang. Jadi saya lebih baik masak aja buat makan siang anak saya. Huehehehe

Sampai jumpa kembali, kaka

Suka Duka Bekerja Dalam Tim Internasional

Namanya juga buruh sekaligus ngojek, yaa saya harus siap pasang badan dimana saja.  Dapat pelanggan mulai dari cukong hingga bencong, yaa semuanya harus diterima dengan ikhlas. Tidak ada beda perlakuan menghadapinya.  Orang dari mana-mana di seluruh dunia yaa kita terima. Jangan dibedakan. Semua pelanggan diperlakukan dengan baik, ramah dan dibantu hingga tercapai sampai tujuannya.

Karena pelanggan berasal dari penjuru mata angin di muka bumi ini, yaa saya pun kerja bersama para buruh dan pengojek lainnya yang juga berasal dari beberapa tempat di penjuru mata angin. Kami sudah kerja bersama-sama hingga bertahun-tahun. Namun hingga kini, belum pernah bertatap muka (tanpa dibantu internet) bahkan sedetik saja.

Sesama buruh, sesama pengojek, yaa jelas ada cerita dan suka dukanya ketika kerja bersama. Ini beberapa cuplikan suka duka kendala dan bagaimana kami mengatasinya dalam beberapa tahun belakangan ini.

Jam kerja yang berbeda akibat wilayah geografis.
Di tanggal dan detik yang sama. Managernya baru mulai berangkat kerja di Munich, sebab disana pagi hari. Developernya di Bandung sedang gembira ria makan siang, sebab memang sudah waktunya ia melepas lapar di warung tegal. Padahal tester QA-nya malah sedang pulas-pulasnya tidur tengah malam di New York. Di detik yang sama, manusia di beberapa belahan dunia mengerjakan kegiatan mereka masing-masing. Yang jadi pertanyaan, kalau mau meeting online, siapa yang harus berkorban harus bergadang? (*Kalau di tempat saya, managernya, hahaha*)

Miskomunikasi.
Yang bicara berhadap-hadapan tatap muka dan pakai satu bahasa saja sering mendapat masalah dengan komunikasi, apalagi yang jauh-jauhan dan modelnya hanya bertemu melalui perangkat keras dan perangkat lunak serta memakai beda bahasa?
Miskomunikasi sering terjadi bila ada masalah dalam jaringan internet dan kemampuan bahasa yang berbeda antar anggota tim. Salah satu cara mengatasi kendala ini adalah selain menggunakan live chat, juga dengan memakai fasilitas pendukung visual seperti remote desktop, team viewer atau live meeting.

Administrasi Perbankan.
Nah ini menyebalkan. Sebab jam clearing tiap bank di seluruh dunia itu beda-beda. Ketika harus mentransfer sejumlah dan auntuk membeli logistik atau pembayaran upah kerja, akibat clearing bank lokal yang dipakai dalam bertransaksi dalam jumlah platform tertentu, maka sering tertunda. Belum lagi kalau negara yang bersangkutan sedang libur. Haduh, pusing!
Mengatasi masalah ini adalah dengan memakai Paypal atau sistem pembayaran langsung. Jeleknya, paypal ke/dari rekening bank itu butuh waktu. Sistem lain adalah memakai alternatif seperti moneybookers, INGdirect, Amazon Payment atau Squeare dan lainnya. Sayangnya hanya bisa dimanfaatkan oleh para pengguna yang berdomisili di negara terntentu saja. Untuk mengatasi masalah ini, biasanya menyewa vendor internasional yang mengatasi finansial semacam upah kerja. Jadi pada waktu tertentu, semua upah pegawai lunas terbayar. Barang-barang terlunasi dan tidak ada masalah dengan kredit macet pembayaran dari client. Jasa vendor macam ini, biasanya memang butuh biaya. Biaya dibebankan mereka, bisa perbulan atau pertransaksi.

Hukum Internasional.
Di Eropa, transaksi online diatas 11K (dalam satuan euro) sudah masuk dalam pengawasan pihak berwajib. Di Amerika Serikat, sekitar 19K (dalam USD) sudah masuk dalam kategori wajib lapor. Di Timur Tengah ada aturan tapi kurang jelas, banyak bolongnya. Sementara kalau di Indonesia, jika transaksi online dalam rupiahnya melebihi 100 juta, malahan belum ada aturannya. Padahal jelas-jelas di bandara internasional kalau kita bawa uang Rp 100 juta, itu wajib lapor. Itu baru transaksi antar anggota tim yang melibatkan uang loh. Belum kalau sudah harus saling mengirim logistik (misalnya kartu grafis jenis khusus yang dikembangkan hanya untuk prototipe), maka makin repot urusannya. Pada tim besar, jelas ada orang-orang dari departemen legal yang mengurusi hal ini. Pada tim kecil atau perusahaan start-up, mau tidak mau para stakeholder, mulai dari jongos sampai bos, harus benar-benar paham hukum yang berlaku di negara rekan setimnya.

Beda Budaya.
Teman-teman pengembang piranti dari Amerika Utara itu hobi sekali bawa makanan dan minuman kalau rapat. Kadang-kadang tidak tanggung-tanggung, kue ulang tahun ikut dibawa. Bikin iri. Sementara teman-teman dari Eropa itu kalau bicara umumnya detail da kadang sering dianggap oleh para rekan benua lain sebagai buang-buang waktu. Rekan dari Asia tenggara itu kadang sering diam dalam rapat, membingungkan rekan kerja dari benua lainnya. Sementara dari Afrika Utara ada banyak rekan kerja yang kalau bicara seakan memarahi satu ruangan. Ini bukan masalah komunikasi, melainkan beda budaya. Dalam menghandle issue yang muncul dalam perbedaan budaya dalam lingkup kerja, biasanya manajer atau moderator rapat (jika dalam rapat) selalu memberi informasi pada rekan-rekan kerjanya agar tetap fokus pada pekerjaan dan target. Ini memang akan terlihat dingin (kalau dilihat pake perasaan dan mata hati… tsaaah), tapi jauh lebih baik daripada di ruang kerja saling maki-maki hanya gara-gara si Anu tidak suka bau kari ayam makan siang rekan kerjanya :)

Yaah segitu dulu deh. Nanti kalau ada waktu nanti dilanjut lagi diskusinya. Silahkan menambahkan jika berminat. Lumayan loh, dengan berbagi ga bakal deh situ kekurangan. Malahan biasanya malah nambah kaya. Kaya ilmu :) Ayo bagi pengalamannya, Mas, Mbak :)

Cerita Drama Dengan Lakon Website DPR RI


Peretesan adalah bahasa Indonesia yang berasal dari terjemahan bahasa Inggris ‘hacking’. Pada implementasinya, perubahan tampilan situs web secara tidak resmi dan dilakukan bukan oleh sumber daya resmi yang disetujui oleh pemilik situs web bahkan disebut juga sebagai peretasan.

Beberapa hari ini media massa di Indonesia hingga narablog ramai memberitakan peretasan terhadap situs web pemerintah antara lain milik POLRI (yang setahu saya memang sering diretas) dan situs Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas). Berita ini bahkan sudah sampai ke media mainstream. Akibatnya, datang tanggapan dari publik. Baik pro maupun kontra. Tapi kali ini saya tidak akan membahas pro dan kontra peretasan situs pemerintah. Saya hanya bapak-bapak buruh biasa yang berasal dari Cilincing, sama sekali bukan peretas. Saya pikir saya tidak cukup pintar untuk perlu mencampuri urusan peretasan tersebut.

Tapi, saya akan bicara soal situs web dewan rakyat Indonesia yang beralamat di http://dpr.go.id. Iya, saya akan bicara soal situs web Dewan Perwakilan Rakyat.

Karena ceritanya agak rumit, mungkin akan lebih baik jika saya urutkan berdasarkan kronologi waktu saja. Begini kronologinya:

Rabu 11 Mei 2011 – Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Demokrat (PD), Roy Suryo, berkata kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, bahwa pengadaan sarana IT (Informasi Teknologi) di DPR adalah sebesar 9,4 Miliar rupiah (sumber: detiknews http://goo.gl/7GIpF)

Rabu 11 Mei 2011 – DI hari yang sama, wakil ketua DPR Pramono Anung berkata bahwa ia akan melakukan pengecekan dan ketika sudah selesai, ia bilang bahwa stafnya melaporkan baru ada pengeluaran sebesar 5,9 miliar rupiah (sumber: news okezone http://goo.gl/9Btk1)

Kamis 12 Mei 2011 – Anggaran pengelolaan IT DPR RI hampir mencapai Rp 20 Miliar per tahun dalam pos anggaran Sekretariat Jenderal DPR tahun 2010. Peneliti Indonesia Budget Centre (IBC) Roy Salam merinci, dana pemeliharaan dan pengembangan system informasi DPR ini terbagi untuk dua pos, yakni untuk biaya pemeliharaan website sebesar Rp 8,4 milar per tahun, dan biaya pemeliharaan situs www.dpr.go.id senilai Rp 1,3 miliar per tahun. Sedangkan untuk pos anggaran pengembangan system informasi, terbagi untuk pembangunan dan pengembangan IT dan untuk seminar dan lokakarya. (sumber: gresnews http://goo.gl/umBDu)

Kamis 12 Mei 2011 – Andi Mardiansyah dari Team IT DPR (andi@dpr.go.id) mengkonfirmasi bahwa anggaran IT DPR 2010 adalah 10 miliar rupiah. Tapi yang terpakai cuma 5,6 miliar. Katanya untuk membiayai seluruh kegiatan IT DPR selama setahun. Total ada 32 kegiatan. Pengeluaran yang paling besar 1.43 M untuk biaya internet provider, sisanya untuk pembelian dan maintenance hardware, server, jaringan, litbang dll. Menurutnya pengadaan IT DPR sudah sesuai Kepres dan PP dan sudah dilakukan audit oleh BPK sehingga bisa dipertanggungjawabkan dan ditanya kepada BPK. (sumber Team.IT.DPR di thread forum Indonesia Kaskus “IT DPR Mahal?, masak sih?” http://goo.gl/3ITdB)

(*Saya coba cek ulang pernyataan Andi ke situs BPK. Sayang sekali saya belum menemukan laporan dari BPK. Bisa jadi karena laporannya belum selesai, bisa jadi karena saya yang tidak begitu teliti mencarinya (hehe). Saya cari di bagian Laporan Hasil Pemeriksaan BPK-RI di laman web ini (http://goo.gl/N6rUY) sayang sekali belum ketemu. Bagi yang sudah berhasil menemukannya mohon dibagi infonya*)

Senin 16 Mei 2011 – Lagi-lagi anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Demokrat (PD), Roy Suryo, berkata pada wartawan bahwa situs DPR RI diisengi hingga kebobolan dengan adanya tulisan dibawah website tertera “thanKs buAt Seluruh raKyat nUSantara -ttd, webmastER dpr.go.i’d”. Roy menyalahkan Admin/Tim IT situs DPR RI dan meminta mereka melakukan klarifikasi. Sebab sebenarnya ketersediaan fasilitas untuk admin/tim IT di DPR sangat besar, namun penggunaannya sangat tidak maksimal. (Sumber: techno okezone http://goo.gl/wvpDk)

Senin 16 Mei 2011 – team pengembang website DPR RI hadir lagi di forum Kaskus memberikan penjelasan mengapa ada uang sebesar 9 miliar rupiah ke publik. Dikutip dari sumber: “Kenapa bisa keluar harga 9 Miliar? Karena itu harga total ‘belanja’ seluruh penunjang IT di DPR. Mulai dari bandwidth, pengadaan aplikasi dan sistem informasi termasuk website, juga untuk pembelian alat-alat hardware (PC komputer, server2, UTP, kabel2), perawatan AC kering untuk ruang server, perawatan UPS segede lemari 4 pintu, dan lain-lain nya… banyak banget gan. Sedangkan untuk tahun ini anggarannya sudah dilakukan efisiensi sampe 50%. Karena harga bandwidth telah jauh turun, sistem pengadaan bandwidth pun dengan sistem lelang. Jadi tiap tahun kemungkinan provider bandwidth kita ganti2! karena kita ambil pemenangnya dari harga termurah yang ditawarkan, tujuannya untuk penghematan belanja. Kenapa kita ngga pake provider bandwidth yang tetap??, karena kita mengikuti peraturan pemerintah dan Kepres bahwa pengadaan diatas jumlah tertentu itu harus lelang terbuka (penunjukan langsung rawan korupsi gan).
(Sumber Kaskus http://goo.gl/OLRWe)

Kelihatannya teman-teman di kaskus sudah banyak yang panas memang dengan drama website 9 miliar rupiah ini :) Sabar yaa Agan-agan :)

Dari penjelasan rekan-rekan pengembang website DPR-RI ada beberapa kesimpulan yang bisa ditangkap:

  1. Para pengembang website ini tidak membantah bahwa memang ada budget yang cukup besar untuk belanja IT.
  2. Tidak ada bantahan dari pengembang bahwa mereka tidak mengusulkan platform finansial untuk IT DPR RI.
  3. Bahwa telah dilakukan audit dari KPK terhadap keuangan IT DPR RI.
  4. Bahwa rekan-rekan publik baik dari pengembang aplikasi website maupun bukan  sedemikian kaget dengan besarnya budget anggaran website. Akibat kinerja anggota DPR RI yang memilukan maka rekan-rekan tersebut pun ikut mengalamatkan kekecewaan mereka pada IT DPR RI.

Saya pribadi tidak bisa bilang apa-apa. Ini bukan drama saya, hehe. Tapi mengikuti drama ini memang seru. Saya hanya berharap bahwa kita dapat menemukan bukti audit dan teman-teman di IT DPR RI dapat melaksanakan pekerjaannya dengan baik dan memberikan bukti kepada kita semua.

Tidak adil memberikan generalisasi cap buruk pada semua seksi di DPR RI. Walau sudah jadi rahasia umum bahwa gedung DPR adalah markas perampok rakyat namun ada baiknya jika mata kita masih mau menonton dan mendengar penjelasan artis sinetron DPR RI  jika ada beberapa dari mereka yang mau memberikan penjelasan.

Menurut saya, sejelek-jeleknya para artis sinetron itu, minimal mereka masih mau memberikan penjelasan. Setidaknya penjelasan mereka sangat bisa dicek-ulang. Tidak susah loh mengecek ulang bukti digital.

Maka jika teman-teman IT DPR RI berbohong, yaa amat disayangkan. Sebab kepercayaan kita yang semakin menipis pada pemerintah akan semakin rendah saja.

Anyway, untuk teman-teman yang berjuang di lini plat merah, selamat terus berjuang. Kami mendukung. Kami abadi. Berjuanglah untuk kami yang mendukung kalian, bukan berjuang atas nama rezim yang akan selalu berganti.

Jangan berkhianat. Sebab toh kita sama-sama tahu apa hukuman buat pengkhianat.

(*Apa yaa hukumannya? Hahaha*)

Instal ScribFire Di Opera Lalu Blogging Setelahnya

Tadi pagi di GoogleBuzz saya ada info dari evangelist Opera indonesia, Mr Yeni Setiawan a.k.a Sandalian :) Beliau memberitahu info baru bahwa ScribeFire sudah bisa diinstall di Opera.

Langsung deh saya coba. Maka langkah yang saya lakukan adalah:

  1. Jelas buka browser Opera
  2. Download AddOns ScribeFire. Setelah klik Install Now di kanan atas halaman. Saya dapat pesan aneh. Kok tidak bisa diinstall. Melainkan harus disimpan terlebih dahulu. Maka itu dalam proses download, saya simpan ini file yang berekstensi oex (tanda bahwa file ini adalah addons opera, yang ternyata kita bisa buat dengan HTML, CSS dan JavaScript) di desktop
  3. Katanya, untuk install addons opera, gampang sekali. File oex yang sudah kita simpan itu, tinggal ditarik saja ke jendela URL browser pakai mouse.
  4. Saya tarik berkali-kali dari desktop ke URL opera, kok gagal terus… Ada apa gerangan?

Ternyata, saya yang ketinggalan jaman. Setelah saya baca-baca dikit, terlihat bahwa AddOns opera baru bisa digunakan apabila kita memakai browser dengan versi 11 ke atas. Oh-oh, Opera saya masih versi 10.6.3. Maka saya langsung download opera terbaru. Anehnya, link download langsung Opera di blok oleh kantor saya. Uugh, not nice. maka itu saya download pakai tunnel (*kalau cara unduh begini, saya tidak jelaskan sama publik, hehe. Nggak saya ajarin juga sudah banyak yang tahu. Lagian info saya kalau beginian mah basi deh. Jadi saya pikir saya nggak perlu bagi info download dengan cara ‘tak lazim’*)

Setelah sukses download dan install Opera terbaru, baru dah saya drag and drop itu scribefire-1.5-1.oex ke alamat URL browser. Setelah itu muncul pesan berupa dialog box apakah saya kan menginstall scribefire

Sukses install dan upgrade opera lalu install scribefire

 Setelah diinstall muncul tombol baru di kanan atas di samping kotak pencari di jendela browser

 scribefire opera button

Setelah tombol itu kita klik akan muncul jendela memasukkan alamat blog yang akan kita isi

Add new blog scribefire opera

Di dialog blog ini, yang membuat saya bingung adalah API URLnya. Apa pula itu?

Ternyata setelah lihat kiri kanan, karena engine blog saya adalah wordpress, maka langkah yang harus saya lakukan adalah:

  1. Mengaktifkan  XML-RPC di wordpress. Caranya: Login ke Dashboard blog > Setttings > Writing > Centang pilihan “Enable the WordPress, Movable Type, MetaWeblog and Blogger XML-RPC publishing protocols.” untuk mengaktifkan API URL blog.
  2. Isi API URL dengan alamat domain blog + xmlrpc.php (misalnya blog anda namanya buluketek.com, maka diisi dengan www.buluketek.com/xmlrpc.php

Setelah mengisi form user dan pass, saya langsung masuk ke halaman utama scribefire Opera. Ini tampilannya:

 scribefire opera UI

Lumayan. WYSWYG nya hampir serupa dengan ScribeFire di Chrome/Firefox/Safari. Yang baru yang saya lihat adalah layanan bernama Zemanta. Penjelasan Zemanta sendiri adalah ” Zemanta membantu Anda membuat posting blog yang lebih kaya dengan mengenali topik yang Anda buat lalu menyarankan tautan terkait yang berguna…”

Setelah saya cek, ternyata mungkin Zemanta membantu arsitektur dan tata hyperlink di blog kita agar lebih variatif dalam ‘menjajakan’ hyperlink. Fungsinya sendiri dibatasi hingga seribu perhari. Mungkin menghindari link farm.

Anyway, posting ini dibuat dengan menggunakan ScribeFire di Opera :)

Thanks to you guys in ScribeFire team

Mengapa Harus Ganti Theme Blog Dan Mengapa Tidak?

Saya tidak suka gonta-ganti theme tampilan blog.

Alasannya sederhana:

  1. Branding. Tampilan itu mencerminkan brand. Identitas. Saya tidak suka ganti identitas (*kecuali kalau browsing, maka itu saya adalah pemuja TOR, haha*). Identitas itu perlu. Bukan hanya perlu ada, melainkan juga perlu dibangun. Salah satu cara membangun identitas adalah memiliki branding yang kuat. Kalau tidak punya branding yang kuat secara visual, maka sebaiknya memiliki branding yang memiliki ketahanan kuantitas waktu
  2. Sok Unik Tapi Malas. Ini alasan yang paling jujur. Saya biasanya malas ngoprek script lagi. Saya bosan ngoding. Seharian ngoding, malamnya ngoding lagi. Begadang temannya teh, musik klasik, LAMPP/XAMPP dan gedit/notepad++ hanya buat ngoding. Tapi kalau tidak ngoprek scripts maka tampilan web standar banget. Apa uniknya kalau cuma copy paste theme orang? Apa kekuatan usability web kita kalau cuma sekedar pakai yang sudah jadi? Maka itu harus unik dong… Tapi itu yaa itu penyakitnya, males… Hehehe
  3. Usability. Saya ganti tampilan atau feature web kalau memang saya sendiri sudah gerah dengan usability web saya. Kalau saya gerah, sih masih bisa kipas-kipas. Tapi kalau pengunjung sudah gerah, wah gawat itu. Makin dikipas makin gede apinya. Pengunjung sudah biasa mampir ke web kita. Dari mereka kita belajar UI/UX. Kalau gonta-ganti theme tanpa rekomendasi mereka, sebaiknya saya memang nggak ganti tampilan lah. Lah saya kan dandan buat pengunjung saya :)
  4. Security. ganti theme itu artinya ganti segala macem. Paling enak sih bikin theme sendiri. Semuanya sudah kita jamin keamanannya. Lah saya kan males. Paling saya ambil theme orang terus saya kulik sedikit script-scriptnya. Padahal, seharusnya kan butuh testing. Mulai dari testing di development, QA dan juga di production. Itu baru testing design dan usability, belum testing security. Belum lagi audit dan review. Waaahhh… pecah kepala kalau tiap ada waktu luang hanya ada untuk test
  5. Nggak Cukup Waktu. Pernah dengar database? Kalau pernah pasti pernah dengar backup database dong? Nahh, ini pula jangan dikecilkan peranannya. Backup database, menyimpannya di tempat aman terus melakukan analisa ini memakan waktu yang tidak sedikit loh. padahal backup database dari blog bukan sesuatu yang sulit dan memakan waktu banyak. Tapi jika setiap hari waktu Anda sudah dimakan oleh kegiatan lainnnya di atas, maka backup database bisa jadi salah satu resource hog tambahan.
  6. Biaya. Ini salah satu pertimbangan penting juga sih. Sebenarnya gonta-ganti theme sama sekali tidak makan biaya. Tapi ketika sedang ngoprek theme terus kepincut dengan theme yang berat loadingnya, mau ga mau kan makan bandwith buat pengunjung dan server. Bandwith lebih itu artinya yaa biaya buat kita sebagai penyedia layanan web dan juga pengunjung yang datang mampir ke web kita. Saya malas membebani pengunjung saya dengan biaya tambahan akibat web saya susah ditampilkan di browser mereka gara-gara berat tampilannya. Tulisan saya sudah dibaca saja sukurnya bukan main :)

Tapi… Tapiii… Hari ini baru saja saya update/ganti theme baru di blog lab ini dan blog utama di bangaip.org.

Alasannya:

  1. Demi Pengunjung. Beberapa orang pengunjung yang juga teman-teman saya (diantaranya Pak Harry Sufehmi) memberi tahu mengenai usability theme saya yang melemah. Wah ini masukan yang berguna sekali. Saya usahakan selalu memenuhi kebutuhan pengunjung blog saya. Sebab dari tangan mereka lah user experience kita jadi bertambah.
  2. Interface. Saya tidak bosan dengan tampilan yang lama. Sama sekali tidak. Tapi saya menginginkan tampilan yang secara disain lebih minimalis. Ketika usia makin bertambah begini dan setiap hari berurusan dengan disain minimalis, saya menginginkan pula interface yang minimalis. Prinsip baru less is more sudah beberapa tahun belakangan ini mendasari kegiatan saya dalam mendisain. Makin sedikit distraksi pada tampilan web, makin konsentrasi pengunjung saya terhadap konten web.
  3. Ada Fasilitas. Hahaha. Saya kebetulan punya waktu beberapa jam hari ini untuk ngoprek theme web. Saya pergunakan lah sebaik-baiknya. Jarang sekali punya kesempatan waktu dari makan siang sampai sore begini untuk ngoprek web pribadi. Selain itu, saya kebetulan kerja dengan beberapa OS sekaligus hari ini. Jadi selain bisa cek tampilan UI saya juga bisa mengecek security dan desain di bawah beberapa browser dan platform system sekaligus.
  4. Future Proof. Kata teman saya Toni, kalau mau beli televisi jangan setiap tiga tahun sekali, rugi itu namanya. Simpelnya, kalau mau sesuatu yang bertahan di masa depan maka harus tahu bagaimana strateginya. Saya cari theme yang sederhana dan minimalis sebab memang sudah terbukti kalau minimalis itu selain mudah diingat, mudah dioprek, mudah ditambahi dan juga (kadang-kadang) mudah penggunaannya. Jadi kalau saya pakai theme sederhana dan minimalis saat ini, saya harap di kemudian hari nanti tidak terkesan out of date. Terlalu kuno untuk ditampilkan di muka publik.
  5. Terapi Ingatan. Kemampuan manusia mengingat itu tidak canggih. Kemampuan saya mengingat, lebih parah daripada manusia kebanyakan. Dengan melakukan gerakan-gerakan koding hari ini saya dipaksa kembali mengeluarkan jurus-jurus PHP dan CSS dalam mencapai tujuan. Ini bagus buat kordinasi otak saya, hehe. Moga-moga dengan mengoprek script kita bisa belajar melawan lupa. Amiin…

Yang lebih syukur dari semua ini adalah… Saya bisa update blog laboratorium ini lagi. Hehehe.

Pendidikan Informatika Kurikulum Baru

Ini blog laboratorium entah kenapa tidak diurus. Saya sudah lama tidak menulis di sini. Biasalah, alasan capek gara-gara baru saja pindah rumah saya pakai demi tidak menulis. Hehe.

Tapi sebenarnya bukan gara-gara sibuk pindah rumah saya jarang menulis di blog lab ini. Intinya sih lebih ke arah karena ada pekerjaan lain, jadi jarang ‘ngoprek’.

Di kamar saya, masih bertebaran kabel-kabel RJ45, baterei, kertas skema corat-coret, beberapa komputer dengan perut terburai, game-game jadul dan perlengkapan lainnya. Setiap masuk kamar, saya selalu berjanji pada diri sendiri akan mengurus DVI untuk monitor yang entah kenapa janji itu selalu diingkari akibat pulang kemalaman. Hehe.

Karena saat ini rumah lebih jauh dari pabrik tempat bekerja, saya lebih sering berangkat pagi dan pulang lebih malam daripada biasanya. Pulang pergi dari rumah menuju pabrik memakan waktu sekitar tiga jam.

Tiga jam itu berharga sekali buat saya. Bayangkan, kalau saya bekerja 21 hari perbulan, maka saya akan kehilangan 63 jam perbulannya hanya untuk transportasi. Gila, itu banyak!

Agar tidak kehilangan waktu sia-sia selama 63 jam perbulan, saya memakainya dengan membaca. Baca apa saja, yang penting baca. Baca novel romantis ndeso yang sama sekali tidak masuk di akal. Baca komik-komik bawah tanah yang diterbitkan oleh teman-teman saya dan komunitas mereka. Hingga baca koran gratisan yang melulu kebanyakan isinya iklan.

Tapi tadi pagi saya kaget. Di koran gratisan itu ada lowongan sekolah setingkat SMU. Bedanya, ini sekolah menengah umum hanya dikhususkan untuk bidang Informasi. Sialnya, iklan ini tidak sempat saya potret maupun saya robek untuk di scan.

Iklannya menarik sekali. Seorang anak kita-kira usia 10 tahun sedang memegang bola dengan pakaian kaus dan celana panjang jeans. Di atasnya ada tulisan besar yang kalau diterjemahkan artinya: “Sebentar lagi aku bikin aku”

Agak aneh, Apa maksudnya aku bikin aku?

Ternyata di bawah foto si anak, tertulis: Tomas (10 tahun), pemain fusbal berbakat. Cita-cita; membuat karakter diri pada game fusbal. Dan itu tidak akan lama lagi.

Di bawahnya, tertulis bahwa sekolah yang sedang beriklan itu kini sudah menyediakan penjurusan dalam kurikulumnya. Antara lain adalah:

Game Development

Ini bikin saya kagum. Sebab sudah dimasukkan character design 3D, leveling (yang nampaknya butuh logika logaritma per levelnya), Manajemen Produksi hingga penguasaan tool-tool rendering (game engine) dalam kurikulum mereka. Mantap lah. Namun yang lebih mantap lagi, ternyata sekolah sudah punya channel ke game-game industri. Jadi kalau mau magang atau cari kerja lebih mudah. Saluuut lah.

Informasi, Komunikasi dan Media

Ini juga keren. Begini kata mereka dalam iklannya:

Dalam masyarakat kini informasi memainkan peran yang sangat penting. Peran seseorang kadang diwakili oleh informasi. Siapa yang memiliki dan siapa yang tidak? Informasi hadir kadang lebih bernilai daripada emas: mahal dan langka.Tidak hanya pada tingkat pribadi, tetapi juga pada perusahaan dan iklan. telah ada pasar dalam mengumpulkan informasi yang penting dalam mencapai tujuan. Mereka harus memiliki target untuk lebih cepat dan lebih baik. Jika tidak, diambil pesaing.”

Yang bikin saya kaget, sudah dimasukkan marketing ‘non-konvensional’ seperti penggunaan ROI dalam adwords, pemanfaatan 140 karakter twitter (*namanya; marketing 140. Haha*), penggalangan massa dalam jejaring sosial (seperti FB atau semacamnya) dan macam-macam lainnya.

Di sini, saya terkagum-kagum. Pertama; karena web2.0 telah membawa angin segar baru dalam dunia industri. Hingga terciptanya lapangan kerja inovatif. Kedua; karena sudah ada sistematika pendidikan yang menanggapi inovasi ini. Sehingga standarisasi atau benchmark makin bisa diperbaiki dari hari ke hari. Ketiga; Saya iri dengan generasi mendatang. Haha. Kok yaa sudah ada SMU yang begitu. Coba dulu kalau jaman saya sudah ada sekolah begitu. Pasti saya nggak jadi bandit. (*ngeles mode ON*) Hehehe.

Mungkin daripada iri, ada baiknya saya menyediakan tempat hidup yang layak buat generasi selanjutnya.

Mencari Proxy Gratis Ketika Sensor Menggila

Saya tahu ini cerita basi. Maaf yaah :( Tapi akibat bosan terus-terusan mendapat pertanyaan yang sama. Maka ada baiknya info ini saya bagi.

Saya kesulitan mencari proxy gratis yang bahkan di sarankan oleh mesin pencari. Sebab secara otomatis, URL laman-laman website yang disarankan mesin pencari akan otomatis di block oleh kantor (yeah, kami punya mesin pemblock yang luar biasa dan saya dengan amat terpaksa merahasiakan informasi mengenai hal ini dari publik).

Untuk meminta ijin bahwa komputer saya akan mengakses website tertentu yang mengandung content bertuliskan ‘proxy‘ atau ‘anonymous surfing‘ (*iya, banyak sekali phrase yang di block oleh mesin penyensor kami, diantaranya dua kalimat itu*), jelas amat bisa. Tapi sebelumnya harus mengisi banyak formulir dan menuliskan alamat website agar bisa di review (bahasa halus dari sensor) oleh teman-teman dari departemen IT. Dan itu hal yang amat membosankan. Sebab butuh sumber daya waktu. Padahal hanya mau membalas email penting dari client yang 24 jam hidupnya tergantung dari facebook (dan content FB adalah salah satu yang di banned kantor saya)

Maka, biasanya saya dengan amat nakalnya menyingkat hal tersebut. Dengan menggunakan mesin pencari (seperti google misalnya) saya menuliskan di browser

+”:8080″ +”:3128″ +”:80″ filetype:txt 2010

Apa artinya?

+”:8080″ adalah meminta agar mesin pencari mencari string 8080. Dan 8080 adalah gabungan dari port 80 (saluran standar membuka internet)

Port ini adalah alternatif yang populer untuk port 80 untuk menawarkan layanan web. “8080″ dipilih karena ada “dua 80″, dan juga karena berada di atas rentang pelayanan jasa porting juga dikenal sebagai port pembatas (port 1-1023). Biasanya digunakan dalam URL untuk menimpa eksplisit “port default”.

Latar Belakang dan Informasi Tambahan:

Internet sebagian besar lahir pada sistem berbasis UNIX dan server. UNIX memaksa gagasan dari 1023 pertama “port istimewa” yang hanya dapat dibuka dengan layanan yang berjalan dengan apa yang disebut “root”, atau administratif, atau hak istimewa. Secara historis, ini berarti bahwa hanya sistem administrator yang berwenang mampu mendirikan dan mengoperasikan sebuah web server pada port 80 karena ini adalah dalam wilayah-port istimewa pertama 1023. Oleh karena itu, ketika non-administrator ingin menjalankan web server sendiri di mesin yang mungkin sudah memiliki sebuah server yang berjalan pada port 80, atau ketika mereka tidak memiliki izin untuk menjalankan layanan di bawah ini port 1024, port 8080 sering dipilih sebagai tempat yang nyaman untuk host atau alternatif web server sekunder.

Trojan yang pernah terdeteksi di port ini: Brown Orifice, Generic backdoor, RemoConChubo, Reverse WWW Tunnel Backdoor, RingZero

+”:3128″ adalah port squid (terkenal juga sebagai squid cache atau HTTP Proxies untuk menjembatani manusia dengan mesin yang mampu membuat mereka jadi tak terlihat, atau internetan jadi lebih kenceng, hehe) yang seringkali digunakan/diizinkan di US (wilayah juridiksi kerja saya ada di bawah hukum pemerintah Amerika Serikat) untuk digunakan secara terbuka. Jadi saya menggunakan port ini untuk berkomunikasi melalui proxy. Sebab legal dan sering digunakan para administrator untuk menjalankan jaringannya menuju internet.

+”:80″ adalah port menurut no-ip.com port 80 adalah “standard port which web(http) servers run on. Many ISP’s have blocked port 80 to stop viruses such as Nimda from slowing down their networks and infecting there customers computers.” Saya pribadi tidak akan melakukan apa-apa dengan port ini, saya hanya ingin tahu, adakah proxy terbuka yang menggunakan port ini.

“filetype:txt” adalah jenis file yang saya cari. Basisnya adalah text dan dapat dirender dengan cepat pada browser. Mengapa saya mencari jenis file ini, sebab hasil pencarian dengan laman yang menampilkan ekstensi html, php, jsp, asp dan lain sebagainya pasti sudah diblock.

“2010″ adalah tahun pencarian. Biasanya saya memang mencari proxy yang baru. Mesin pencari akan mengindeks halaman yang sudah dilihat oleh banyak orang lalu SEO akan menampilkannya di halaman pertama. Apabila teori ini benar, maka hasil pencarian proxy dalam teks yang tampil di halaman pertama mesin pencari akan menampilkan halaman-halaman yang amat populer dan mungkin overloaded dan usang. Untuk menghindari hal itu, saya memakai hasil pencarian terkini. Dan 2010 adalah tahun terkini (ketika tulisan ini dibuat).

Semoga informasi yang walaupun jadul (jaman dulu) dan kampungan ini sedikit berguna :)

HTML Dasar > II – Sejarah HTML

Mengapa perlu belajar HTML?

Hehe. Sebenarnya tidak perlu sih. Tapi dengan belajar sejarahnya, minimal tahu kenapa bahasa ini muncul di muka bumi. Kata Bob Marley raja musik reggae, “If you know your history then you would know where you coming from“.

Mari kita mulai pelajaran sejarah HTML ini.

Siapa yang menemukan HTML?

Foto Tim Burner Lee penemu HTMLTim Burner Lee (nama lengkap dan jabatannya “Sir Timothy John “Tim” Berners-Lee, OM, KBE, FRS, FREng, FRSA”. Panjang amat yah). Insinyur ahli fisika dari Inggris. Yang pada tahun 1980 dikontrak kerja oleh CERN, badan riset nuklir Eropa. Tahun itu ia bekerja dengan seorang insinyur informatika Belgia bernama Robert Cailliau dan seorang mahasiswa. Suatu hari di tahun 1989 mereka kebingungan bagaimana cara saling membagi informasi antar mereka sendiri dengan cara yang cepat dan mudah. Maklum, tiga-tiganya semua orang sibuk. Karena masing-masing pintar, jadilah mereka membuat halaman yang bisa di akses oleh ketiga orang ini. Tidak lama kemudian, mereka sadar bahwa halaman dengan link/pranala ini ternyata bisa diakses oleh siapa saja asal tahu cara membuat dokumen web itu. Cara membuat dokumen web itu memakai bahasa bernama HTML. (*Saat itu pula tercetus sistem World Wide Web atau dikenal dengan www*)

Mengapa membuat HTML?

Sudah dibilang diatas, bahwa guna awalnya adalah membuat halaman yang memakai link atau pranala luar (yang kemudian dikenal juga sebagai hyperlink, sebab mampu membuka berbagai jenis dokumen. Tidak hanya dokumen berjenis teks saja, tapi juga dokumen gambar, multimedia dan sebagainya).

Namun pada intinya, HTML adalah bahasa markah. Bahasa markah adalah bahasa dimana kalimatnya harus mempunyai pendukung. Sebagai bahasa markah, HTML belum mampu mengerjakan semua kebutuhan manusia di muka bumi. Namun cukup mampu dalam menampilkan halaman-halaman website.

Jelaskan rentang pertumbuhan HTML?

Pertanyaan yang menarik. Tapi kalau tidak di jelaskan dengan illustrasi waktu mungkin agak susah. Mari, ini saya coba pakai contoh di bawah ini dalam memulainya.

  • 1980 - Tim masuk CERN
  • 1989 - membuat cikal bakal HTML, namanya HTML+
  • 1992 - Dua orang pemuda bernama Marc Andreessen dan Eric Bina membuat perambah internet pertama bernama Mosaic. Umur Eric saat itu 28 tahun. Sementara Marc berusia 21 tahun.
  • 1995 - HTML versi kedua bernama HTML2 di buat. Sudah ada pikiran bahwa bahasa ini pasti akan dipergunakan oleh orang seluruh dunia. Maka itu dibuatlah internasionalisasinya (i18n dan l10n)
  • 1997 – HTML3.2 muncul. Orang-orang membuat standarisasi agar lebih mudah dipahami di masa mendatang. Selain itu, bahasa HTML versi ini sudah mendukung penulisan rumus matematika. Beberapa bulan kemudian di tahun ini HTML4 muncul. Lebih bagus, lebih mudah transisinya di masa depan, dan lebih jelas strukturnya.
  • 1999 - HTML versi terbaru 4.01 muncul. Tapi tidak begitu banyak berbeda dengan pendahulunya.
  • 2000 - Penggabungan antara bahasa XML dengan HTML agar lebih menarik dan memudahkan website mulai diprediksi di masa depan. Namanya XHTML.
  • 2008 - HTML 4.01 dan ISO/IEC 15445:2000 (Organisasi Internasional untuk Standardisasi penyetaraan dokumen dalam memproses bahasa) adalah perkembangan terakhir yang stabil. Di sisi lain, tahun ini telah dimulai pengembangan HTML5, versi terbaru HTML.

Sampai di sini, mengerti?

Kalau tidak mengerti silahkan acungkan jari, tanya :)

HTML Dasar > I – Apa Itu HTML

HTML singkatan dari hypertext markup language. HTML adalah bahasa markah, yaitu bahasa yang mengkombinasikan teks beserta pendukungnya.

Awalnya, bahasa markah digunakan dalam industri penerbitan untuk komunikasi karya cetak antara pengarang, editor, dan pencetak. Sementara HTML adalah bahasa yang digunakan pada awalnya untuk menampilkan laman pada website internet.

Apa guna HTML:

  • Membuat sebuah halaman web
  • Menampilkan berbagai informasi di dalam sebuah perambah web Internet (seperti Firefox, Internet Explorer, Safari, Opera, Chrome, dan lain-lain)
  • Menulis berkas dalam format khusus (ASCII) agar menghasilkan tampilan yang diinginkan pembuat berkas

Bagaimana cara dokumen HTML bekerja di komputer lokal:

  • Perintah ditulis oleh pengembang HTML di atas pengedit berkas (text editor, seperti notepad atau gedit atau apalah namanya)
  • Dokumen yang berisi perintah itu di simpan dengan nama yang baik. Misalnya file bernama ‘dokumen_saya.html’ lebih baik daripada file bernama ‘Dokumen saya.html’. Sebab spasi antara kata ‘dokumen’ dan ‘saya’ akan diterjemahkan menjadi bentuk khusus dalam perambah internet
  • Dokumen yang sudah di simpan itu dibuka pada perambah internet. (*Gimana cara bukanya? Tekan tombol Ctrl dan huruf ‘o’ secara bersamaan pada keyboard. Gampang atuh*)

Apa yang dapat kita lakukan dengan HTML?

  • Menentukan struktur dokumen. Misalnya judul dokumen atau membuat elemen-elemen dokumen.
  • Memformat teks
  • Membuat daftar urut
  • Membuat tabel
  • Menampilkan gambar
  • Membuat link atau pranala menuju halaman dokumen/gambar/video lain
  • Membuat formulir
  • Membuat frame

Mengapa perlu belajar HTML?

Jawab: Hehe, sebenernya nggak perlu sih. Kalau anda berniat terjun dalam dunia pembangunan website, seperti membangun laman web, menyusun arsitektur site, menjadi disainer web, atau membuat aplikasi yang berbasis web, maka ada baiknya belajar HTML. HTML mampu menjadi basis yang baik dalam membangun karir di dunia seputar website.

Belajar HTML juga lebih baik daripada kecanduan judi, narkoba atau mengintip tetangga mandi (*Haha, kalo yang terakhir ini jelas pendapat pribadi. Hihihi*)