Archive for the 'iphone' Category

Masalah Pada iPad (Oh Apple!)

image ulat pada apel

Minggu lalu, di pesawat menuju Prague, istri saya mengeluh. Sepasang muda-mudi dari Korea nampaknya tidak berhenti memainkan iPad mereka. Pramugari sudah berkali-kali memperingatkan pada pasangan ini untuk mematikan perangkat yang diklaim sebagai the hottest device on earth itu. Well sebutan the hottest tentu saja bisa diperdebatkan. Yang pasti pasangan itu tetap kepala batu, tidak mau mematikan iPadnya.

Walaupun akhirnya dengan debat yang cukup keras antara dua muda-mudi dengan para penumpang lain dan ditambah pramugari-pramugari Czech Airlines, maka pesawat yang sempat ditunda keberangkatannya (gara-gara debat ipad yang sama sekali tidak perlu ini) pun mengangkasa pula. Tentu saja setelah semua penumpang yakin, pemilik iPad ngawur ini mematikan pula perangkat lain miliknya yang mengganggu sinyal komunikasi pilot pesawat kami dengan tower pemandu.

Hari itu, pertama kali saya melihat iPad.

Tiga hari lalu, kedua kalinya saya melihat iPad. Besar-besar namanya terpampang di Gawker dan dilanda terkejut luar biasa.

Ternyata iPad yang dinilai Apple sebagai benda tercanggih mereka ini bermasalah. Katanya, cerita ini dimulai dari seorang karyawan Apple yang lupa (entah mabuk) di sebuah bar dan meninggalkan (atau kecurian) iPhone miliknya. iPhone ini, lalu ditemukan oleh seorang pemuda (yang tidak disebutkan namanya) lalu dijual ke situs teknologi Gawker. Tidak lama kemudian, pemimpin redaksi Gawker rumahnya didobrak polisi dan FBI Amerika (iya mirip cerita film Hollywood). Sebab dalam iPhone itu tercantum informasi rahasia para media tycoon bahkan hingga pemimpin Amerika yang masih berkuasa di Gedung Putih.

(*Update: Sorry kasus iPhone yang diatas bukan Gawker, melainkan Gizmodo. Engineer Apple itu bernama Gray Powell. Dan ia tidak kecurian, melainkan tidak sengaja meninggalkan telpon dan lalu ditemukan oleh pemuda berusia 21 tahun bernama Brian J Hogan. Hogan lalu menjualnya ke Gizmodo sebesar US$ 5.000. Setelah Gizmodo menulis dan memaparkannya di web mereka, polisi menggeledah rumah Jason Chen, redaktur Gizmodo*)

Seru?

Ahh belum!

Tidak lama kemudian, para peneliti keamanan (*dulu namanya network hacker, sekarang berubah, hehe*) dari Goatse Securities menemukan kebocoran dalam iPad. Dan kebocoran ini ternyata menampung sekitar 114 ribu email.

Siapa saja yang informasinya bocor? Mari kita kutip dari Gawker:

Satu orang yang terkena dampak adalah William Eldredge, komandan tertinggi pesawat pembom B 1 [strategis]-operasional di US Air Force. ”

Dalam industri media dan hiburan, terdapat pula akun berpengaruh macam para eksekutif puncak di New York Times Company, Dow Jones, Conde Nast, Viacom, Time Warner, News Corporation, HBO dan Hearst.

Dalam industri teknologi, muncul nama-nama besar dari Google, Amazon, Microsoft dan AOL. Dalam keuangan, terdapat rekening milik perusahaan dari Goldman Sachs, JP Morgan, Citigroup, Morgan Stanley, bersama dengan puluhan perusahaan modal ventura dan ekuitas swasta.

Dalam pemerintahan, account yang terpengaruh termasuk pengguna GMail yang tampaknya adalah Rahm Emanuel (staff penting Presiden Obama) dan staf di Senat, DPR, Departemen Kehakiman, NASA, Departemen Keamanan Dalam Negeri, FAA, FCC, dan Institut Kesehatan Nasional. Puluhan karyawan dari sistem pengadilan federal juga muncul dalam daftar.

Apple selalu menelurkan perangkat yang baik. Saya percaya itu. Namun kali ini, nampaknya mereka memang harus benar-benar hati-hati dalam menelurkan produk barunya.

*Untung saya nggak mampu beli iPhone dan iPad, hehe*

Server Berbasis Telepon Genggam

Sejak tahun 2006 saya mengikuti perkembangan implementasi server pada perangkat telepon jinjing (mobile phone). Entah kenapa, saya sempat bermimpi, bahwa suatu hari akan memiliki mobile server. Bentuknya ringan, mudah di akses, aman, hemat energi, harga terjangkau dan ringkas penempatan.

Kenapa saya bercita-cita punya server mobile?

  1. Saya ingin punya server personal khusus untuk berbagi data tapi saya tidak mampu membeli server rack U. Entah unit berapa, pokoknya(tm) semuanya terlalu mahal untuk kantong saya
  2. Ketika main-main ke datacenter di Haarlem waktu jaman sekolah dulu, ternyata sewa tempat menaruh server rackmount itu mahal banget. Di Antwerpen parah, lebih mahal lagi. Doh!
  3. Di datacenter, server didinginkan dengan chiller water cooler. Bahkan kadang agak edan pakai nitro. Belum lagi backup listriknya, biasanya pakai mesin diesel diatas 1500 KVA (contohnya si EVO ini). Semuanya boros energi
  4. Punya server itu artinya makan tempat. Andaipun dipaksa punya server pribadi di gudang rumah, yaah harus pandai-pandai pengaturan udara dan penempatannya. Dan saya belum sepandai insinyur-insinyur dari Utah Datacenter, Hewlett-Packard dan Google dalam mengatur pengaliran udara pendingin pada server

Jadi sekarang mengerti kenapa saya ingin punya server mobile?

Tapi pertanyaan selanjutnya yang paling penting adalah, “apakah bisa menjadikan telepon genggam menjadi server?”

Jawabannya banyak. Sebab server memang harus mumpuni. Loh wong mau diakses orang banyak atau diakses dari jarak jauh, yaa harus mumpuni, tho!

Tapi apa kategori server mumpuni. Mari kita telaah satu-satu beberapa jawaban di bawah ini;

  • Hardware / Perangkat Keras

Ini mah bukan rahasia, kalau makin tinggi processor makin bagus kecepatan dan daya olah server. Pada saat tulisan ini dipublikasikan (Maret 2010), server dengan spesifikasi berikut (Quad Core Intel Xeon X3430 Lynnfield 2.4 GHz 8MB-cache Quad Core Processor – 8 GB RAM – 1×500GB HD – 10000GB (10TB) Bandwidth – 8 Ip’s – Remote Reboot) adalah dedicated server terbaik yang ada di pasaran.

Perangkat keras pada telepon genggam memang belum mencapai angka sefantastis di atas pada saat ini, namun sudah menunjukkan arah yang lebih baik. Di pasaran, saat ini bahkan telah ada telepon genggam dengan kecepatan 1 Ghz (Gigahertz) dan mampu menyimpan kapasitas storage hingga 48 Gb (gigabyte)

  • Sistem Operasi

Saya pribadi, di rumah memakai distro Linux (CentOS atau Ubuntu) sebagai basis OS server. Sedangkan di kantor memakai Windows 2003 R2 sebagai basis sistem operasi server. Dua-duanya, tentu saja dipilih karena alasan tertentu. Pada intinya, gabungan antara efisiensi dan efektifitas kerja.

Beberapa orang menggunakan Free BSD sebagai landasan sistem operasi server mereka. Sebab sistem operasi berbasis BSD diyakini amat stabil dan telah sukses melayani banyak server.

Di perangkat lunak jinjing, sepengetahuan saya sudah ada empat sistem operasi yang mendukung pengembangan server sejak 2007. Mereka adalah Symbian (pada basis S 60 di Nokia), Windows Mobile (versi Pocket PC 5 ke atas), lalu iPhone OSX (pada iPhone) lalu Android (berbasis Linux).

Beberapa server khusus memang saya pernah dengar, seperti Pixo. Namun jika sayangnya Pixo hanya di buat untuk spesifikasi khusus seperti download ringtones saja. Maka tiga sistem operasi di atas sudah terbukti bisa menghandle WebDav dan transfer HTTPD.

  • Perangkat Lunak / Software

Saya jatuh cinta dengan LAMP. LAMP sendiri istilah yang merupakan singkatan dari Linux, Apache, MySQL dan Perl/PHP/Phyton. Mereka merupakan sebuah paket perangkat lunak bebas yang digunakan untuk menjalankan sebuah aplikasi secara lengkap. Biasanya saya pakai dalam menjalankan server berbasis web (internet). Dari LAMP sendiri, Apache memegang peranan penting sebagai web server.

Dalam OS Symbian, produsen telepon genggam Nokia mengembangkan Raccoon, Mobile Web Server dan PAMP, singkatan dari Personal Apache MySQL PHP sebagai perangkat lunak server mereka.

Android, sistem operasi yang dirintis oleh raksasa mesin pencari Google dan Open Handset Alliance, telah memiliki i-jetty. Ijetty adalah web server sumber terbuka (opensource) yang dapat berjalan di Android. Kelebihannya adalah memiliki akses ke API Android, ini berarti Anda dapat membawa/melihat isi ponsel ke browser desktop normal. Dalam tampilan monitor komputer. Katanya, i-Jetty ini makin hati makin stabil.

Sementara iPhone OSX memiliki serverman, sebuah perangkat server yang dikembangkan oleh FreeBit. Dinamakan serversman katanya di adaptasi dari ‘WalkMan’, perangkat pemutar kaset yang sempat populer di tahun 80-an dulu.

Yang menarik dari serversman adalah ternyata ada perangkat lunak bernama sama dan gratis berbasis Windows Mobile bagi pengguna smartphone berbasis Windows. Artinya, bagi pengguna telepon jinjing berbasis Windows Mobile pun tidak ketinggalan dapat membuat handphone mereka menjadi web server.

Sekian segini dulu. Besok-besok saya sambung lagi (kalo inget, hehe). Maap pemirsa, waktu saya usai sudah hari ini. Hehe. Namun kalau anda penasaran seperti apa server yang bagus, maka klasifikasi di bawah ini patut diperhitungkan.

  • Jaringan

Apakah 3G atau 3,5G atau HSDPA atau UMTS atau EDGE atau GPRS atau apalah sebutannya, yang pasti untuk jadi server memang harus punya jaringan yang stabil. Maka itu, nampaknya harus dipilih-pilah penyedia jasa telekomunikasi yang mampu menawarkan kestabilan koneksi. Jadi bisa sesumbar 99.99% uptime garansi. Hehe

  • Aman

Karena server berbasis telepon genggam ini ringkas, maka memang memudahkan untuk dibawa-bawa kemana-mana. Di sisi lain, membuka peluang lebih besar di embat maling atau dipijit-pijit tombolnya oleh anak anda. Hehe. Maka itu, hati-hati.

  • Bisa Di Upgrade

Ini yang berat. PC masih kita bisa bongkar pasang ganti RAM, Mobo atau processor. Kalau telepon genggam, nampaknya masih susah. Maka itu, kita doakan di masa depan ada handphone yang hardwarenya bisa dioprek.

  • Gampang Dikustomisasi

Kebutuhan client makin lama makin membesar. Maka itu OS maupun perangkat lunak di mobile server semestinya memang mudah untuk dikostumisasi. Jadi bisa ditambah atau dikurangi sesuai kebutuhan.

Saya harap, dengan membagi mimpi ini, anda juga ikutan bermimpi seperti saya. Dan lalu seperti kata John Lennon, “You may say that I’m a dreamer. But I’m not the only one”

Hihihi

Otherwise… I hope someday you’ll join us :)