Published on
May 29, 2010 in
2010, abg, architecture, atrium, gadis, jakarta, landscape, mal, om, pasar, senang, senen and social.

Jalan senen raya dilihat dari warung ayam goreng di Atrium Mal, Senen. Di mal ini, beberapa kali gadis muda menyapa saya dan saya merasa cukup canggung dengan hal tersebut. Agak beda dengan mal lain. Kata Uul, di sini banyak om-om senang yang mencari gadis ABG dan sebaliknya. Tidak jarang banyak salah paham karena hal tersebut.Technorati Tags:
Related Posts:

Jalan Matraman di pagi hari di lihat dari hotel Grand Matraman. Hotel ini berisik sekali. Dari lantai 8 masih bisa di dengar suara musik dangdut diskotik di lantai dasar.
Related Posts:

Saya putuskan untuk tidak turun surfing pagi itu di pantai Karang Papak. Sudah sekitar enam tahun lalu terakhir mengunjungi Pelabuhan Ratu. Ada baiknya jalan-jalan pagi ini menyegarkan ingatan kembali. Ouch, lupa pakai sendal. Untunglah tidak ada masalah.
Related Posts:
Published on
May 25, 2010 in
2010, architecture, beach, cilincing, color, indonesia, landscape, pantai, pelabuhan, sore and transportation.

Kata Pak RT, warganya payah. Buang sampah sembarangan. Padahal kami sedang duduk bersama beliau di salah satu warung warganya yang terletak di ujung muara Sungai Tiram. Salah satu sungai di Cilincing yang memisahkan Jakarta dengan Jawa Barat. Muara ini jadi tempat yang seru. Pelabuhan kapal tongkang, cafe dangdut dengan pelacur dari pantai utara Jawa, orang-orang bugis nelayan pemberani pengumpul ikan asin, tuan tanah betawi yang bangga dengan Masjid historis Al-Alam dan Rumah Pitung hingga realita bahwa setiap tahun air pasang banjir naik makin tinggi saja di rumah-rumah penduduk sekitar muara.
Related Posts:

Susah sekali membayangkan bahwa dulu ini pantai dimana anak-anak bermain dengan bebas gembira sambil memanjat dan menjaring udang di antara pepohonan bakau. Ombak makin hari makin ganas, kata pelaut lokal. Agar tidak makin erosi, pemerintah membangun dam. Bisa jadi sebagai sarana agar kapal-kapal lebih mudah berlabuh dan industri menjadi berdenyut kembali di desa kecil ini. Bagaikan lampu, desa berkembang selalu menarik warga-warga lain sekitarnya untuk ikut mencicipi ‘kebahagian pembangunan’. Salah satunya, mendirikan rumah-rumah makan dadakan dari bambu dan kayu seadanya. Menjual produk makanan laut. Entah apa rasanya, saya tidak berani mencobanya. Bisa jadi gara-gara sok tahu kalau perut saya yang juga sok sensitif ini sudah tidak bisa lagi dimasuki ikan dari laut yang berwarna hitam akibat oli yang dibuang sembarangan dari kapal maupun warung di muara dekat pantai ini.
Related Posts:

Kata paman saya, adik ipar ibu, yang lalu tinggal di Kasemen, Serang Banten sana. Nandur artinya musim menuai. Nandur dapat juga berarti memetik hasil sawah. Di samping rumah Bina di Cimaja, ada sawah milik orang Jakarta. Bapak Bina bekerja di sana beserta teman-temannya (yang salah satunya menjadi model kali ini beserta sawah garapannya) sebagai buruh tani bagi hasil. Artinya, ketika musim panen tiba hasil ‘nandur’ dibagi bersama. Entah berapa prosentasenya.
Related Posts:

Waktu kecil, ibu sering bertanya “Kamu dari laut?” dan saya hanya diam menjawabnya. Ibu mengambil lengan saya, dicium dan lalu dijilatnya. Kalau asin dan bau laut, tanpa disangsikan lagi, Ibu akan bertanya pertanyaan tambahan “Kamu tadi masuk sekolah ga?”. Sebab saya memang biasanya bolos sekolah dan seharian ada di laut untuk bermain.
Saat itu, laut Cilincing masih penuh dengan pantai dan hutan bakau. Kini, anak itu tidak punya hal yang sama. Pantai sudah tergerus di ganti dam penahan ombak. Bakau sudah hancur diratakan demi pembangunan. Yang ada, hanya beberapa utas bambu pengait sampan nelayan.
Walaupun air laut pun sudah lebih hitam dan berbau sampah, namun ia pesonanya mungkin tetap sama di mata anak-anak pesisir pantai.
Related Posts:

I was walking along Cimaja beach. There are few children playing soccer on the other side of the beach. It was 7 o’clock in the morning and the wave is already well enough to ride on. Blue sky, 27°C sea temperature, beach break, sunny day, delicious coconuts are completely the best ways to start a day.
Related Posts:

Jembatan Sungai Tiram, adalah jembatan yang menghubungkan Kelurahan Cilincing (yang mewakili Jakarta) dengan Kelurahan Segara Makmur (Yang mewakili Jawa Barat). Jembatan kecil ini setiap hari dipaksa dilalui oleh truck-truck kontainer yang mengangkut barang dari atau ke Pelabuhan Tanjung Priok di arah Jakarta atau pompa kilang minyak di arah Bekasi. Sejak ditemukannya beberapa kilang dan ladang minyak di daerah ini, jembatan ini semakin hari semakin dibebani. Pada 2010, dibangun konstruksi jembatan baru di sebelahnya.
Related Posts:

Satu lagi potret buram Cilincing. Pantai Marunda yang penuh dengan pohon bakau habis ditebang untuk keperluan industri. Dahulu waktu saya SD sekitar awal tahun 80-an, area ini penuh dengan bakau. Kini 2010, hampir semua mangrove dibabat mati demi kepentingan pembangunan rumah susun, pelabuhan atau bahkan warga yang entah darimana membangun warung sembarangan.
Related Posts: