Archive for the 'logaritma' Category

Dimana Belajar Kode Komputer? Gratis? Iya!

bart simpson will use google

Saya sering ditanya “Bagaimana memulai mengkode pemrograman?” atau “Dimana belajar koding?”. Buset dah, seakan penanya pikir saya ahli gitu. Padahal mah boro-boro, ilmu saya cuma secuil. Hehe. Tapi karena saya sok-sokan saja, walaupun imu sedikit tapi sok berbagi, maka ijinkan saya berbagi sedikit disini beberapa tempat untuk belajar kode.

Karena kere bin gembel, ini beberapa sekolah yang setahu saya gratis-gratis aja belajarnya. Online pula. Jadi kalau siang kita ngojek cari nafkah untuk keluarga, malamnya kan bisa belajar.

Tempat belajar

1. Code Academy (english)
Code Academy ini tempat sekolah yang bagus. Disini kamu bisa belajar dan juga bisa mengajar. Umumnya jika ingin belajar pemrograman berbasis web, bisa disini tempatnya. Mata pelajaran mencakup web fundamental, JQuery, JavaScript, kombinasi kode (HTML, CSS, JavaScript, JQuery), Phyton, Ruby dan konektifitas dengan API. Belajar bisa sesuai dengan ritme kita. Jadi enak dan santai, tidak dipaksa cepat-cepat mengerti.

2. Coding For Good  (english)
Waktu sekolah ini didirikan, untuk menjawab tantangan kelesuan tenaga kerja di Amerika Serikat. Banyak sekali orang menanggur, tapi perusahaan kebingungan cari karyawan yang mumpuni. Maka itu, sekolah ini dibuat khusus untuk mereka yang sama sekali tidak bisa coding agar mampu mengolah website. Pada Januari 2013 lalu, sekumpulan orang yang sama sekali tidak bisa koding, setelah selesai ikut kursus lalu diajak untuk marathon coding. Juaranya, satu tim, langsung diajak kerja. Pada intinya, ini kursus yang baik jika ingin mendapatkan ilmu yang beraplikasi langsung di dunia kerja.

3. Stack Overflow  (english)
Ini website kalau kita ingin bertanya dan mendapatkan jawaban soal koding-mengkoding. Sebelum bertanya, coba cari dulu di kolom ‘search’. Biasanya apa yang akan kamu tanyakan, sudah pernah ditanya oleh orang lain :) Jadi enak dan cepat dapat jawaban.

4. Kaskus  (Bahasa Indonesia)
Adalah salah satu web favorite saya sejak dulu. Memakai bahasa Indonesia yang kadang cukup membingungkan untuk saya, tapi tidak apa-apa. Sebab informasinya sangat baik untuk belajar bahasa pemrograman. Di web ini kita bisa mengetahui perkembangan terbaru trend coding Indonesia. Komentar usernya kadang suka lucu-lucu. Jadi ada selingan diantara masa coding yang cukup njelimet :)

6. Code/Racer  (english)
Ini web keren banget. Jadi kita ibarat seorang pembalap (racer). Tugas kita adalah balapan dengan racer lain untuk menyelesaikan tantangan-tantangan sirkuit kode yang diberikan. Juaranya dapat piala sebagai pengkode paling cepat. Hahaha. Lucu deh pokoknya. Beda dengan kaskus yang sambil belajar koding ketawa-ketawa, maka kali ini sambil belajar koding kita akan menjadi seorang pembalap yang ambisius.

7. Udacity  (english)
Kalau tidak salah, ini bagian dari kampus yang bernama Stanford di Amerika Serikat. Ini anak-anak kampus dan civitas akademikanya baik sekali kepada umat manusia dengan menyumbangkan kuliah gratis ke publik. Kebanyakan adalah mata pelajaran matematika dan ilmu komputer. Mata kuliah pemulanya, bagus sekali untuk mempelajari teori dasar coding. Pada mata kuliah lanjutan tingkat atas (advanced) bahkan mempelajari bagaimana melakukan pemrograman pada mobil robot. Canggih deh pokoknya.

8. iTunes U  (english)
Jika kamu punya perangkat lunank bernama iTunes di gadget/komputer kamu, maka bisa berlangganan iTunesU. Singkatan dari iTunes University. Disini banyak sekali mata pelajaran kode-mengkode. Saking banyaknya, saya kadang sampai pusing pilih yang mana. Favorit saya biasanya tunes dari MIT World (bagian: back to school) sebab sering sekali membantu saya mengerjakan tugas-tugas ajaib. Selain itu, rekomendasi untuk mempelajari basis algoritma 101 (introduction to alghoritms) itu sangat baik sekali di MIT world ini.

Yang perlu diperhatikan

1. Jika mau bertanya, bertanyalah dengan baik dan beretika. Tidak tahu bagaimana? Ini ada panduannya (english)  (bahasa Indonesia ala kaskus)

2. Kalau mau menyimpan hasil karya kamu atau mau berbagi atau kolaborasi bisa pakai GitHub. Ini dibikin dan dibantu supaya jalan dengan baik oleh temen-temen saya. Mereka orang baik loh, saya rekomendasikan untuk menaruh karya disini. BTW, ini kalau mau belajar GitHub

3. Pada mata pelajaran yang berbasis video, simpanlah di perangkat keras (gadget) kamu. Jadi kalau ada waktu luang seperti menunggu atau sambil buang hajat di WC, bisa sambil nonton film belajar :D

4. Jangan khawatir dan jangan pernah menganggap diri sendiri rendah (sudah tua, atau otak tidak mampu, atau tidak pernah sekolah, atau apalah yang pesimis). Semua sekolah-sekolah diatas mengajarkan basis dan memulai dari yang sederhana. Percayalah, semua yang besar, dimulai dari yang kecil terdahulu. Semua orang pinter nan jagowan, awalnya juga pernah jadi bayi yang nggak tau apa-apa kecuali nangis dan buang hajat di tempat. Hehehe.

Selamat belajar, kaka :)

Pendidikan Informatika Kurikulum Baru

Ini blog laboratorium entah kenapa tidak diurus. Saya sudah lama tidak menulis di sini. Biasalah, alasan capek gara-gara baru saja pindah rumah saya pakai demi tidak menulis. Hehe.

Tapi sebenarnya bukan gara-gara sibuk pindah rumah saya jarang menulis di blog lab ini. Intinya sih lebih ke arah karena ada pekerjaan lain, jadi jarang ‘ngoprek’.

Di kamar saya, masih bertebaran kabel-kabel RJ45, baterei, kertas skema corat-coret, beberapa komputer dengan perut terburai, game-game jadul dan perlengkapan lainnya. Setiap masuk kamar, saya selalu berjanji pada diri sendiri akan mengurus DVI untuk monitor yang entah kenapa janji itu selalu diingkari akibat pulang kemalaman. Hehe.

Karena saat ini rumah lebih jauh dari pabrik tempat bekerja, saya lebih sering berangkat pagi dan pulang lebih malam daripada biasanya. Pulang pergi dari rumah menuju pabrik memakan waktu sekitar tiga jam.

Tiga jam itu berharga sekali buat saya. Bayangkan, kalau saya bekerja 21 hari perbulan, maka saya akan kehilangan 63 jam perbulannya hanya untuk transportasi. Gila, itu banyak!

Agar tidak kehilangan waktu sia-sia selama 63 jam perbulan, saya memakainya dengan membaca. Baca apa saja, yang penting baca. Baca novel romantis ndeso yang sama sekali tidak masuk di akal. Baca komik-komik bawah tanah yang diterbitkan oleh teman-teman saya dan komunitas mereka. Hingga baca koran gratisan yang melulu kebanyakan isinya iklan.

Tapi tadi pagi saya kaget. Di koran gratisan itu ada lowongan sekolah setingkat SMU. Bedanya, ini sekolah menengah umum hanya dikhususkan untuk bidang Informasi. Sialnya, iklan ini tidak sempat saya potret maupun saya robek untuk di scan.

Iklannya menarik sekali. Seorang anak kita-kira usia 10 tahun sedang memegang bola dengan pakaian kaus dan celana panjang jeans. Di atasnya ada tulisan besar yang kalau diterjemahkan artinya: “Sebentar lagi aku bikin aku”

Agak aneh, Apa maksudnya aku bikin aku?

Ternyata di bawah foto si anak, tertulis: Tomas (10 tahun), pemain fusbal berbakat. Cita-cita; membuat karakter diri pada game fusbal. Dan itu tidak akan lama lagi.

Di bawahnya, tertulis bahwa sekolah yang sedang beriklan itu kini sudah menyediakan penjurusan dalam kurikulumnya. Antara lain adalah:

Game Development

Ini bikin saya kagum. Sebab sudah dimasukkan character design 3D, leveling (yang nampaknya butuh logika logaritma per levelnya), Manajemen Produksi hingga penguasaan tool-tool rendering (game engine) dalam kurikulum mereka. Mantap lah. Namun yang lebih mantap lagi, ternyata sekolah sudah punya channel ke game-game industri. Jadi kalau mau magang atau cari kerja lebih mudah. Saluuut lah.

Informasi, Komunikasi dan Media

Ini juga keren. Begini kata mereka dalam iklannya:

Dalam masyarakat kini informasi memainkan peran yang sangat penting. Peran seseorang kadang diwakili oleh informasi. Siapa yang memiliki dan siapa yang tidak? Informasi hadir kadang lebih bernilai daripada emas: mahal dan langka.Tidak hanya pada tingkat pribadi, tetapi juga pada perusahaan dan iklan. telah ada pasar dalam mengumpulkan informasi yang penting dalam mencapai tujuan. Mereka harus memiliki target untuk lebih cepat dan lebih baik. Jika tidak, diambil pesaing.”

Yang bikin saya kaget, sudah dimasukkan marketing ‘non-konvensional’ seperti penggunaan ROI dalam adwords, pemanfaatan 140 karakter twitter (*namanya; marketing 140. Haha*), penggalangan massa dalam jejaring sosial (seperti FB atau semacamnya) dan macam-macam lainnya.

Di sini, saya terkagum-kagum. Pertama; karena web2.0 telah membawa angin segar baru dalam dunia industri. Hingga terciptanya lapangan kerja inovatif. Kedua; karena sudah ada sistematika pendidikan yang menanggapi inovasi ini. Sehingga standarisasi atau benchmark makin bisa diperbaiki dari hari ke hari. Ketiga; Saya iri dengan generasi mendatang. Haha. Kok yaa sudah ada SMU yang begitu. Coba dulu kalau jaman saya sudah ada sekolah begitu. Pasti saya nggak jadi bandit. (*ngeles mode ON*) Hehehe.

Mungkin daripada iri, ada baiknya saya menyediakan tempat hidup yang layak buat generasi selanjutnya.

Mencari Proxy Gratis Ketika Sensor Menggila

Saya tahu ini cerita basi. Maaf yaah :( Tapi akibat bosan terus-terusan mendapat pertanyaan yang sama. Maka ada baiknya info ini saya bagi.

Saya kesulitan mencari proxy gratis yang bahkan di sarankan oleh mesin pencari. Sebab secara otomatis, URL laman-laman website yang disarankan mesin pencari akan otomatis di block oleh kantor (yeah, kami punya mesin pemblock yang luar biasa dan saya dengan amat terpaksa merahasiakan informasi mengenai hal ini dari publik).

Untuk meminta ijin bahwa komputer saya akan mengakses website tertentu yang mengandung content bertuliskan ‘proxy‘ atau ‘anonymous surfing‘ (*iya, banyak sekali phrase yang di block oleh mesin penyensor kami, diantaranya dua kalimat itu*), jelas amat bisa. Tapi sebelumnya harus mengisi banyak formulir dan menuliskan alamat website agar bisa di review (bahasa halus dari sensor) oleh teman-teman dari departemen IT. Dan itu hal yang amat membosankan. Sebab butuh sumber daya waktu. Padahal hanya mau membalas email penting dari client yang 24 jam hidupnya tergantung dari facebook (dan content FB adalah salah satu yang di banned kantor saya)

Maka, biasanya saya dengan amat nakalnya menyingkat hal tersebut. Dengan menggunakan mesin pencari (seperti google misalnya) saya menuliskan di browser

+”:8080″ +”:3128″ +”:80″ filetype:txt 2010

Apa artinya?

+”:8080″ adalah meminta agar mesin pencari mencari string 8080. Dan 8080 adalah gabungan dari port 80 (saluran standar membuka internet)

Port ini adalah alternatif yang populer untuk port 80 untuk menawarkan layanan web. “8080″ dipilih karena ada “dua 80″, dan juga karena berada di atas rentang pelayanan jasa porting juga dikenal sebagai port pembatas (port 1-1023). Biasanya digunakan dalam URL untuk menimpa eksplisit “port default”.

Latar Belakang dan Informasi Tambahan:

Internet sebagian besar lahir pada sistem berbasis UNIX dan server. UNIX memaksa gagasan dari 1023 pertama “port istimewa” yang hanya dapat dibuka dengan layanan yang berjalan dengan apa yang disebut “root”, atau administratif, atau hak istimewa. Secara historis, ini berarti bahwa hanya sistem administrator yang berwenang mampu mendirikan dan mengoperasikan sebuah web server pada port 80 karena ini adalah dalam wilayah-port istimewa pertama 1023. Oleh karena itu, ketika non-administrator ingin menjalankan web server sendiri di mesin yang mungkin sudah memiliki sebuah server yang berjalan pada port 80, atau ketika mereka tidak memiliki izin untuk menjalankan layanan di bawah ini port 1024, port 8080 sering dipilih sebagai tempat yang nyaman untuk host atau alternatif web server sekunder.

Trojan yang pernah terdeteksi di port ini: Brown Orifice, Generic backdoor, RemoConChubo, Reverse WWW Tunnel Backdoor, RingZero

+”:3128″ adalah port squid (terkenal juga sebagai squid cache atau HTTP Proxies untuk menjembatani manusia dengan mesin yang mampu membuat mereka jadi tak terlihat, atau internetan jadi lebih kenceng, hehe) yang seringkali digunakan/diizinkan di US (wilayah juridiksi kerja saya ada di bawah hukum pemerintah Amerika Serikat) untuk digunakan secara terbuka. Jadi saya menggunakan port ini untuk berkomunikasi melalui proxy. Sebab legal dan sering digunakan para administrator untuk menjalankan jaringannya menuju internet.

+”:80″ adalah port menurut no-ip.com port 80 adalah “standard port which web(http) servers run on. Many ISP’s have blocked port 80 to stop viruses such as Nimda from slowing down their networks and infecting there customers computers.” Saya pribadi tidak akan melakukan apa-apa dengan port ini, saya hanya ingin tahu, adakah proxy terbuka yang menggunakan port ini.

“filetype:txt” adalah jenis file yang saya cari. Basisnya adalah text dan dapat dirender dengan cepat pada browser. Mengapa saya mencari jenis file ini, sebab hasil pencarian dengan laman yang menampilkan ekstensi html, php, jsp, asp dan lain sebagainya pasti sudah diblock.

“2010″ adalah tahun pencarian. Biasanya saya memang mencari proxy yang baru. Mesin pencari akan mengindeks halaman yang sudah dilihat oleh banyak orang lalu SEO akan menampilkannya di halaman pertama. Apabila teori ini benar, maka hasil pencarian proxy dalam teks yang tampil di halaman pertama mesin pencari akan menampilkan halaman-halaman yang amat populer dan mungkin overloaded dan usang. Untuk menghindari hal itu, saya memakai hasil pencarian terkini. Dan 2010 adalah tahun terkini (ketika tulisan ini dibuat).

Semoga informasi yang walaupun jadul (jaman dulu) dan kampungan ini sedikit berguna :)

Apache Musrik

Sesuai judul, saya bisa menulis pagi ini karena memang Apache, perangkat lunak penyedia jalannya server sedang down. Semua aplikasi yang dibuat team kami tidak bisa diakses. Yang parah, tadi pagi ada meeting bersama para ‘big guy‘ dan ketika mereka akan mengetik alamat URL website kami terpaksa saya bilang “Sori, lagi down, bapak-bapak ibu-ibu. Sedang diperbaiki. On progress”

Fiuhh, untung mereka mengerti.

Balik lagi ke Apache. Saya kira, seperti biasa. Masalah akan hilang ketika Apache di restart. Atau mesin di restart. Biasa lah, standar operasional IT toh begitu.

Namun, sialnya tetap saja tidak bisa. Maka, langsung saya nyalakan JBoss (*Yang selalu saya simpan sebagai backup untuk jaga-jaga jika ada masalah seperti ini*)

Astaga, JBOSS juga tidak mempan!

Saya coba untuk sabar. Walaupun berkali-kali dialog box dari OS muncul peringatan bahwa HTTPD crashed dan butuh ditindak-lanjuti.

Setelah bongkar-bongkar error log, saya coba mencarinya di Google. Tapi setelah sekian lama mencari, saya kebingungan. Bahkan mesin pencari pun tidak memberikan jawaban banyak (*saya hanya dapat empat entri link sebagai hasil pencarian dari Google. Dari Bing dan lainnya lebih parah, nol besar*)

Saya kirimi departemen IT surat dengan perincian masalah dan semua yang telah saya lakukan dalam mencari solusinya. Sambil terus terang berkata bahwa saya mencari nafkah menggunakan Apache, maka itu hal ini menjadi penting.

Orang IT menjawab pendek: “Mas kalo google aja nggak bisa jawab, apalagi kita!”

Saya cengar-cengir membacanya. Saya balas lagi: “Bantuin dong…”

Dan saya dapat jawaban yang mencengangkan. “Mas, kita ini IT bukan Tuhan. Jangan menggantungkan apa-apa sama kita. Itu musrik namanya”

Dan saya pun tak mampu lagi menahan tawa.