Archive for the 'mesin' Category

Mencari Proxy Gratis Ketika Sensor Menggila

Saya tahu ini cerita basi. Maaf yaah :( Tapi akibat bosan terus-terusan mendapat pertanyaan yang sama. Maka ada baiknya info ini saya bagi.

Saya kesulitan mencari proxy gratis yang bahkan di sarankan oleh mesin pencari. Sebab secara otomatis, URL laman-laman website yang disarankan mesin pencari akan otomatis di block oleh kantor (yeah, kami punya mesin pemblock yang luar biasa dan saya dengan amat terpaksa merahasiakan informasi mengenai hal ini dari publik).

Untuk meminta ijin bahwa komputer saya akan mengakses website tertentu yang mengandung content bertuliskan ‘proxy‘ atau ‘anonymous surfing‘ (*iya, banyak sekali phrase yang di block oleh mesin penyensor kami, diantaranya dua kalimat itu*), jelas amat bisa. Tapi sebelumnya harus mengisi banyak formulir dan menuliskan alamat website agar bisa di review (bahasa halus dari sensor) oleh teman-teman dari departemen IT. Dan itu hal yang amat membosankan. Sebab butuh sumber daya waktu. Padahal hanya mau membalas email penting dari client yang 24 jam hidupnya tergantung dari facebook (dan content FB adalah salah satu yang di banned kantor saya)

Maka, biasanya saya dengan amat nakalnya menyingkat hal tersebut. Dengan menggunakan mesin pencari (seperti google misalnya) saya menuliskan di browser

+”:8080″ +”:3128″ +”:80″ filetype:txt 2010

Apa artinya?

+”:8080″ adalah meminta agar mesin pencari mencari string 8080. Dan 8080 adalah gabungan dari port 80 (saluran standar membuka internet)

Port ini adalah alternatif yang populer untuk port 80 untuk menawarkan layanan web. “8080″ dipilih karena ada “dua 80″, dan juga karena berada di atas rentang pelayanan jasa porting juga dikenal sebagai port pembatas (port 1-1023). Biasanya digunakan dalam URL untuk menimpa eksplisit “port default”.

Latar Belakang dan Informasi Tambahan:

Internet sebagian besar lahir pada sistem berbasis UNIX dan server. UNIX memaksa gagasan dari 1023 pertama “port istimewa” yang hanya dapat dibuka dengan layanan yang berjalan dengan apa yang disebut “root”, atau administratif, atau hak istimewa. Secara historis, ini berarti bahwa hanya sistem administrator yang berwenang mampu mendirikan dan mengoperasikan sebuah web server pada port 80 karena ini adalah dalam wilayah-port istimewa pertama 1023. Oleh karena itu, ketika non-administrator ingin menjalankan web server sendiri di mesin yang mungkin sudah memiliki sebuah server yang berjalan pada port 80, atau ketika mereka tidak memiliki izin untuk menjalankan layanan di bawah ini port 1024, port 8080 sering dipilih sebagai tempat yang nyaman untuk host atau alternatif web server sekunder.

Trojan yang pernah terdeteksi di port ini: Brown Orifice, Generic backdoor, RemoConChubo, Reverse WWW Tunnel Backdoor, RingZero

+”:3128″ adalah port squid (terkenal juga sebagai squid cache atau HTTP Proxies untuk menjembatani manusia dengan mesin yang mampu membuat mereka jadi tak terlihat, atau internetan jadi lebih kenceng, hehe) yang seringkali digunakan/diizinkan di US (wilayah juridiksi kerja saya ada di bawah hukum pemerintah Amerika Serikat) untuk digunakan secara terbuka. Jadi saya menggunakan port ini untuk berkomunikasi melalui proxy. Sebab legal dan sering digunakan para administrator untuk menjalankan jaringannya menuju internet.

+”:80″ adalah port menurut no-ip.com port 80 adalah “standard port which web(http) servers run on. Many ISP’s have blocked port 80 to stop viruses such as Nimda from slowing down their networks and infecting there customers computers.” Saya pribadi tidak akan melakukan apa-apa dengan port ini, saya hanya ingin tahu, adakah proxy terbuka yang menggunakan port ini.

“filetype:txt” adalah jenis file yang saya cari. Basisnya adalah text dan dapat dirender dengan cepat pada browser. Mengapa saya mencari jenis file ini, sebab hasil pencarian dengan laman yang menampilkan ekstensi html, php, jsp, asp dan lain sebagainya pasti sudah diblock.

“2010″ adalah tahun pencarian. Biasanya saya memang mencari proxy yang baru. Mesin pencari akan mengindeks halaman yang sudah dilihat oleh banyak orang lalu SEO akan menampilkannya di halaman pertama. Apabila teori ini benar, maka hasil pencarian proxy dalam teks yang tampil di halaman pertama mesin pencari akan menampilkan halaman-halaman yang amat populer dan mungkin overloaded dan usang. Untuk menghindari hal itu, saya memakai hasil pencarian terkini. Dan 2010 adalah tahun terkini (ketika tulisan ini dibuat).

Semoga informasi yang walaupun jadul (jaman dulu) dan kampungan ini sedikit berguna :)

Apache Musrik

Sesuai judul, saya bisa menulis pagi ini karena memang Apache, perangkat lunak penyedia jalannya server sedang down. Semua aplikasi yang dibuat team kami tidak bisa diakses. Yang parah, tadi pagi ada meeting bersama para ‘big guy‘ dan ketika mereka akan mengetik alamat URL website kami terpaksa saya bilang “Sori, lagi down, bapak-bapak ibu-ibu. Sedang diperbaiki. On progress”

Fiuhh, untung mereka mengerti.

Balik lagi ke Apache. Saya kira, seperti biasa. Masalah akan hilang ketika Apache di restart. Atau mesin di restart. Biasa lah, standar operasional IT toh begitu.

Namun, sialnya tetap saja tidak bisa. Maka, langsung saya nyalakan JBoss (*Yang selalu saya simpan sebagai backup untuk jaga-jaga jika ada masalah seperti ini*)

Astaga, JBOSS juga tidak mempan!

Saya coba untuk sabar. Walaupun berkali-kali dialog box dari OS muncul peringatan bahwa HTTPD crashed dan butuh ditindak-lanjuti.

Setelah bongkar-bongkar error log, saya coba mencarinya di Google. Tapi setelah sekian lama mencari, saya kebingungan. Bahkan mesin pencari pun tidak memberikan jawaban banyak (*saya hanya dapat empat entri link sebagai hasil pencarian dari Google. Dari Bing dan lainnya lebih parah, nol besar*)

Saya kirimi departemen IT surat dengan perincian masalah dan semua yang telah saya lakukan dalam mencari solusinya. Sambil terus terang berkata bahwa saya mencari nafkah menggunakan Apache, maka itu hal ini menjadi penting.

Orang IT menjawab pendek: “Mas kalo google aja nggak bisa jawab, apalagi kita!”

Saya cengar-cengir membacanya. Saya balas lagi: “Bantuin dong…”

Dan saya dapat jawaban yang mencengangkan. “Mas, kita ini IT bukan Tuhan. Jangan menggantungkan apa-apa sama kita. Itu musrik namanya”

Dan saya pun tak mampu lagi menahan tawa.

Qakbot

Salah satu yang menyebalkan dari memakai OS Micro$oft sebagai server adalah penularan worm/trojan antara satu mesin dengan mesin lainnya.

Tentu saja ini bisa diatasi dengan antivirus atau peringatan dini langsung. Namun tetap saja menyebalkan, mengingat banyaknya worm atau trojan yang harus muncul sebagai pop-up di layar screen.

Hari ini, kebetulan namanya Qakbot.

qakbot image

Tidak terlalu sukar membasminya. Namun tetap saja mengambil jatah sumber daya waktu yang ada.

Karena bosan dengan serangan-serangan yang menghabiskan waktu, maka cobalah saya mengobrol dengan seorang admin. Topiknya mengenai perpindahan sistem operasi dari M$ ke yang lain yang lebih terpercaya dan handal.

Sebelum obrolan kami mengarah ke OS opensource, ternyata beliau sudah ngamuk-ngamuk duluan dan menuduh Linux adalah OS yang tidak reliable dan menyulitkan.

Tidak reliable? Hmhh, saya nyengir. Apa variable nya kok dia bisa ngomong Linux begitu?

Menyulitkan? Hahaha… Ini yang bikin ketawa. Kalo punya niat belajar, tentu saja tidak akan ada istilah ‘menyulitkan’.

Pameo bahwa Linux atau OS opensource susah itu nampaknya memang harus diberantas.

Di akhir pembicaraan saya dengar beliau menyimpulkan “Semakin tua admin, semakin males dengerin orang lain”

Haha, ada-ada saja.

Server Berbasis Telepon Genggam

Sejak tahun 2006 saya mengikuti perkembangan implementasi server pada perangkat telepon jinjing (mobile phone). Entah kenapa, saya sempat bermimpi, bahwa suatu hari akan memiliki mobile server. Bentuknya ringan, mudah di akses, aman, hemat energi, harga terjangkau dan ringkas penempatan.

Kenapa saya bercita-cita punya server mobile?

  1. Saya ingin punya server personal khusus untuk berbagi data tapi saya tidak mampu membeli server rack U. Entah unit berapa, pokoknya(tm) semuanya terlalu mahal untuk kantong saya
  2. Ketika main-main ke datacenter di Haarlem waktu jaman sekolah dulu, ternyata sewa tempat menaruh server rackmount itu mahal banget. Di Antwerpen parah, lebih mahal lagi. Doh!
  3. Di datacenter, server didinginkan dengan chiller water cooler. Bahkan kadang agak edan pakai nitro. Belum lagi backup listriknya, biasanya pakai mesin diesel diatas 1500 KVA (contohnya si EVO ini). Semuanya boros energi
  4. Punya server itu artinya makan tempat. Andaipun dipaksa punya server pribadi di gudang rumah, yaah harus pandai-pandai pengaturan udara dan penempatannya. Dan saya belum sepandai insinyur-insinyur dari Utah Datacenter, Hewlett-Packard dan Google dalam mengatur pengaliran udara pendingin pada server

Jadi sekarang mengerti kenapa saya ingin punya server mobile?

Tapi pertanyaan selanjutnya yang paling penting adalah, “apakah bisa menjadikan telepon genggam menjadi server?”

Jawabannya banyak. Sebab server memang harus mumpuni. Loh wong mau diakses orang banyak atau diakses dari jarak jauh, yaa harus mumpuni, tho!

Tapi apa kategori server mumpuni. Mari kita telaah satu-satu beberapa jawaban di bawah ini;

  • Hardware / Perangkat Keras

Ini mah bukan rahasia, kalau makin tinggi processor makin bagus kecepatan dan daya olah server. Pada saat tulisan ini dipublikasikan (Maret 2010), server dengan spesifikasi berikut (Quad Core Intel Xeon X3430 Lynnfield 2.4 GHz 8MB-cache Quad Core Processor – 8 GB RAM – 1×500GB HD – 10000GB (10TB) Bandwidth – 8 Ip’s – Remote Reboot) adalah dedicated server terbaik yang ada di pasaran.

Perangkat keras pada telepon genggam memang belum mencapai angka sefantastis di atas pada saat ini, namun sudah menunjukkan arah yang lebih baik. Di pasaran, saat ini bahkan telah ada telepon genggam dengan kecepatan 1 Ghz (Gigahertz) dan mampu menyimpan kapasitas storage hingga 48 Gb (gigabyte)

  • Sistem Operasi

Saya pribadi, di rumah memakai distro Linux (CentOS atau Ubuntu) sebagai basis OS server. Sedangkan di kantor memakai Windows 2003 R2 sebagai basis sistem operasi server. Dua-duanya, tentu saja dipilih karena alasan tertentu. Pada intinya, gabungan antara efisiensi dan efektifitas kerja.

Beberapa orang menggunakan Free BSD sebagai landasan sistem operasi server mereka. Sebab sistem operasi berbasis BSD diyakini amat stabil dan telah sukses melayani banyak server.

Di perangkat lunak jinjing, sepengetahuan saya sudah ada empat sistem operasi yang mendukung pengembangan server sejak 2007. Mereka adalah Symbian (pada basis S 60 di Nokia), Windows Mobile (versi Pocket PC 5 ke atas), lalu iPhone OSX (pada iPhone) lalu Android (berbasis Linux).

Beberapa server khusus memang saya pernah dengar, seperti Pixo. Namun jika sayangnya Pixo hanya di buat untuk spesifikasi khusus seperti download ringtones saja. Maka tiga sistem operasi di atas sudah terbukti bisa menghandle WebDav dan transfer HTTPD.

  • Perangkat Lunak / Software

Saya jatuh cinta dengan LAMP. LAMP sendiri istilah yang merupakan singkatan dari Linux, Apache, MySQL dan Perl/PHP/Phyton. Mereka merupakan sebuah paket perangkat lunak bebas yang digunakan untuk menjalankan sebuah aplikasi secara lengkap. Biasanya saya pakai dalam menjalankan server berbasis web (internet). Dari LAMP sendiri, Apache memegang peranan penting sebagai web server.

Dalam OS Symbian, produsen telepon genggam Nokia mengembangkan Raccoon, Mobile Web Server dan PAMP, singkatan dari Personal Apache MySQL PHP sebagai perangkat lunak server mereka.

Android, sistem operasi yang dirintis oleh raksasa mesin pencari Google dan Open Handset Alliance, telah memiliki i-jetty. Ijetty adalah web server sumber terbuka (opensource) yang dapat berjalan di Android. Kelebihannya adalah memiliki akses ke API Android, ini berarti Anda dapat membawa/melihat isi ponsel ke browser desktop normal. Dalam tampilan monitor komputer. Katanya, i-Jetty ini makin hati makin stabil.

Sementara iPhone OSX memiliki serverman, sebuah perangkat server yang dikembangkan oleh FreeBit. Dinamakan serversman katanya di adaptasi dari ‘WalkMan’, perangkat pemutar kaset yang sempat populer di tahun 80-an dulu.

Yang menarik dari serversman adalah ternyata ada perangkat lunak bernama sama dan gratis berbasis Windows Mobile bagi pengguna smartphone berbasis Windows. Artinya, bagi pengguna telepon jinjing berbasis Windows Mobile pun tidak ketinggalan dapat membuat handphone mereka menjadi web server.

Sekian segini dulu. Besok-besok saya sambung lagi (kalo inget, hehe). Maap pemirsa, waktu saya usai sudah hari ini. Hehe. Namun kalau anda penasaran seperti apa server yang bagus, maka klasifikasi di bawah ini patut diperhitungkan.

  • Jaringan

Apakah 3G atau 3,5G atau HSDPA atau UMTS atau EDGE atau GPRS atau apalah sebutannya, yang pasti untuk jadi server memang harus punya jaringan yang stabil. Maka itu, nampaknya harus dipilih-pilah penyedia jasa telekomunikasi yang mampu menawarkan kestabilan koneksi. Jadi bisa sesumbar 99.99% uptime garansi. Hehe

  • Aman

Karena server berbasis telepon genggam ini ringkas, maka memang memudahkan untuk dibawa-bawa kemana-mana. Di sisi lain, membuka peluang lebih besar di embat maling atau dipijit-pijit tombolnya oleh anak anda. Hehe. Maka itu, hati-hati.

  • Bisa Di Upgrade

Ini yang berat. PC masih kita bisa bongkar pasang ganti RAM, Mobo atau processor. Kalau telepon genggam, nampaknya masih susah. Maka itu, kita doakan di masa depan ada handphone yang hardwarenya bisa dioprek.

  • Gampang Dikustomisasi

Kebutuhan client makin lama makin membesar. Maka itu OS maupun perangkat lunak di mobile server semestinya memang mudah untuk dikostumisasi. Jadi bisa ditambah atau dikurangi sesuai kebutuhan.

Saya harap, dengan membagi mimpi ini, anda juga ikutan bermimpi seperti saya. Dan lalu seperti kata John Lennon, “You may say that I’m a dreamer. But I’m not the only one”

Hihihi

Otherwise… I hope someday you’ll join us :)

Sony Corp vs Sony AK vs Sony Toloyo

Sony Corporation, sebuah perusahaan raksasa multinasional baru saja mengajukan gugatan hukum pada bloger Bogor bernama Sony Arianto Kurniawan, karena Kang Sony yang orang Bogor ini memiliki domain www.Sony-AK.com.

Pukul 02.40 AM tanggal 11 Maret 2010, Sony AK (yang dari Bogor) menulis di forum PasarDomain

Dear all,
Saya Sony Arianto Kurniawan dan saat ini baru saja dapat “musibah” karena domain saya sony-ak.com di-sue oleh Sony Corporation Japan melalui kuasa hukumnya di Indonesia. Padahal itu saya register-kan berdasarkan nama saya sendiri dan sudah saya gunakan sejak lama untuk kepentingan murni penyebaran ilmu pengetahuan di bidang IT.
Saya ingin tahu bagaimana pendapat rekan-rekan di forum ini.
Best regards,
Sony AK
www.sony-ak.com

Seharusnya Sony Corp bisa belajar dari kasus Microsoft vs Mike Rowe.

Apa sih kasus Microsoft vs Mike Rowe?

Tahun 2003 Mike Rowe, seorang pelajar berusia 17 tahun dari Kanada yang hobi mendesign web dan programing kecil-kecilan mendaftarkan domain bernama www.mikerowesoft.com. Singkatan dari Mike Rowe (namanya sendiri) dan soft (sebab ia pikir lucu kalau pakai kalimat ’soft’ yang artinya lembut di belakang namanya).

Pada Januari 2004, perusahaan software raksasa bernama Microsoft marah-marah kebakaran jenggot. Mereka pikir MikeRoweSoft dot com itu tengah melakukan plagiasi pada domain mereka, microsoft dot com. Lalu, akibat arogansi mereka pun melakukan upaya akuisisi pada domain mikerowesoft.com. Caranya, pihak Microsoft menawarkan kompensasi uang sebesar $10 dollar Amerika kepada Mike Rowe agar menjual domain itu kepada mereka.

Mike Rowe berang. Ia merasa dilecehkan. Pertama karena dianggap ‘tengah mencuri nama microsoft’ (Padahal orang tua Mike Rowe sama sekali tidak berniat memberi nama anaknya mirip seperti perusahaan perangkat lunak dari Redmont yang bernama Microsoft Corp). Kedua karena apabila nama Mike Rowe begitu penting untuk Microsoft, kenapa ditawarkan hanya US $10 saja? (*Ia lalu meminta US $10 ribu untuk domain itu. Semata-mata karena kesal atas perlakuan Microsoft*)

Microsoft tentu saja ngamuk berat. Dengan segerombolan pengacara mereka yang bergaji hingga ribuan dollar perjamnya, mereka membuat 25 halaman tuntutan terhadap Mike Rowe. Bahkan diantara tuntutan adalah memenjarakan Mike Rowe dan mendenda pemuda berusia 17 tahun yang sial karena memiliki nama Mike Rowe (hampir mirip dengan Micro) sebanyak US $100.000

Mike Rowe menolak menerima kriminalisasi itu. Ia membuka kasus ini ke pers dan publik. Hasilnya adalah situs mikerowesoft.com dikunjungi oleh 250 ribu orang dalam tempo waktu 12 jam saja. Situs itu lumpuh segera akibat tidak bisa menerima kunjungan segitu banyak orang.

Di sisi lain, Mike Rowe ternyata mampu menggalang dukungan dari banyak orang. Memperoleh donasi US $6000 untuk membayar ongkos perkara dan juga memperoleh bantuan legal dari pengacara yang mau bekerja membelanya Pro Bono, tanpa bayaran.

Kasus ini benar-benar memicu kemarahan publik. Arogansi Microsoft Corp benar-benar dipertanyakan. Mike Rowe vs Microsoft mampu memicu media menganalogikannnya sebagai cerita versi cyber modern David vs Goliath. Si kecil yang teraniaya vs Raksasa yang jahat tiada tara.

Dalam beberapa hari setelah kasus ini mencuat di publik, terjadi kekacauan administrasi di tubuh Microsoft sendiri. Beberapa orang pengembang perangkat lunak jenius yang bekerja di Microsoft menganggap bahwa sudah semestinya mereka keluar dari perusahaan yang berubah jadi setan ini. Ribuan telpon berdering setiap hari di meja resepsionis mengutuk aksi Microsoft. Intinya, terjadi tekanan di tubuh dalam perusahaan dan juga dari luar. Oh! Bad for business.

Kasus ini akhirnya bisa diselesaikan dengan baik di luar jalur hukuum. Microsoft mengakui betapa arogannya mereka. Lalu menghadiahkan Mike Rowe hadiah-hadiah khas Microsoft.

Mike Rowe sendiri, lalu melelang 25 halaman tuntutan dari Microsoft di sebuah situs lelang E-Bay.

Lalu bagaimana dengan domain www.mikerowesoft.com?

Domain ini akhirnya di dapatkan oleh microsoft dengan perjanjian bahwa akan di selaraskan dan ditujukan langsung ke mikerowesoftforum.com (akhirnya entah kenapa, di deface). Namun kalau mengetik mikerowesoft.com, maka kita akan ditujukan ke halaman mesin pencari Microsoft yang bernama Bing yang isinya adalah kasus antara Microsoft dengan Mike Rowe.

Jadi apa yang harus dilakukan Sony AK yang blogger orang Bogor itu dalam kasus penuduhan soal identitas dari Sony Corp, raksasa elektronik Jepang?

“Terus aja nge-blog, Kang. Jangan takut. Mike Rowe saja yang bukan orang Bogor bisa menang. Pasti anda juga bisa menang kok”

Lalu apa yang bisa dilakukan Sony Corp supaya menang melawan Sony AK?

“Sebaiknya belajar dari kasus Microsoft vs Mike Rowe. Kalau tidak bisa belajar, coba pertimbangkan untuk ganti nama”

(*Sumpah mati, gara-gara kasus ini dan markas besar Sony di Tokyo saya jadi kepingin bikin domain Sony-Toloyo dot com. Haha*)

Mengapa Tidak Ada Alamat Google di Indonesia?

Iseng-iseng beberapa saat lalu saya mencari alamat Google, sebuah perusahaan mesin pencari. Sebagai langkah awal, jelas saya merumuskan sebuah pertanyaan dahulu sebagai berikut;

“Di mana alamat kantor cabang Google di Indonesia”

Dengan menggunakan salah satu produk Gooogle, mesin pencari. Jawabannya ternyata cepat;

Pada Maret 2010, Tidak ada

Kantor cabang Google terdekat dari Indonesia pada saat tulisan ini diturunkan adalah di Singapore. Dengan alamat;
Google Singapore
#38-01/01A
8 Shenton Way
Singapore 068811
Phone: +65 6521-8000
Fax: +65 6521-8901

Setelah melihat dengan seksama beberapa lowongan pekerjaan yang tertera, ternyata ada diantaranya adalah AdWords Account Strategist (Bahasa Indonesian/Thai) – Singapore. Maksudnya mungkin adalah seorang profesional yang bekerja pada bagian AdWords di Google yang mampu berbahasa Inggris sebagai bahasa pengantar pekerjaan dan Bahasa Indonesia serta bahasa Thai. Jadi lowongan ini bisa jadi terbuka untuk siapa saja yang multi-lingua dan menguasai AdWords.

Tapi tetap saja tidak bisa memungkiri kenyataan bahwa tidak ada kantor cabang Google di Indonesia.

Maka, yang jadi pertanyaan lanjutan saya adalah;

Kenapa Google tidak mempunyai kantor cabang di Indonesia?

Apakah pasar Indonesia tidak sebesar China?

Apakah karena Indonesia tidak memiliki mesin pencari sendiri sekelas Baidu di RRC?

Apakah Google merasa tidak memiliki saingan di Indonesia?

Apakah pemerintah Singapore lebih kooperatif daripada pemerintah Indonesia dengan memberikan subsidi pajak pada Google sebagaimana mereka memberikan subsidi pada George Lucas untuk mendirikan studio 3D Lucasfilm di Singapore?

Adakah hubungan politis antara ketidakstabilan pemerintah Indonesia (yang mempengaruhi keamanan dan pasar) ada hubungannya dengan investasi Google di Indonesia?

Hehe, saya terlalu banyak bertanya. Maafkan saya teman-teman Google Singapore (atau di mana saja). Ini sekedar bertanya. Tidak ada maksud apa-apa :)

HTML 5 Yang Seksi

HTML 5 lumayan jadi topik yang menarik buat saya akhir-akhir ini. Sebab akan menghandle project yang akan berjalan selama 30 bulan. Kalau ini dimulai awal 2010, maka akan selesai sekitar 2013. Dan pada tahun tersebut, HTML 5 sudah matang dan diperkenalkan publik.

HTML 5 sendiri sudah jadi perbincangan team sejak akhir musim gugur tahun lalu (2009). Tapi karena ada topik lain yang prioritasnya lebih tinggi, jadi terpinggirkan sedikit.

Rabu lalu, muncul kembali. Ahh, refresh otak sebentar dengan menulis euy.

Apa itu sebenarnya HTML 5?

Yaa HTML 5 adalah penerus HTML 4, sebelumnya. HTML 4 sendiri pada saat tulisan ini dibuat laboratorium bangaip, adalah bahasa Markup Hypertext yang berlaku.

Siapa yang mengembangkan HTML 5?

Manusia di Web Hypertext Application Technology Working Group (WHATWG) yang bikin. Awalnya tahun 2004. Yang pasti, sumpah bukan saya.

Mengapa harus ada HTML5?

Ini jawaban yang paling canggih dari WHATWG;

Hehe. Hebat kan? Pada intinya, selain bikin standar maka akan ada pemain baru di pasar open-source untuk RIA.

Apa bedanya HTML 5 dengan HTML 4.01/XHTML 1.X?

  • Parsing yang lebih flexibel. Tidak terlalu menurut pada SGML. Jadi kira-kira, kita bisa character_sensitive begitu deh.
  • Bisa bikin inline SVG. Ini jelas canggih. Sebab biasanya cuma XHTML yang bisa begini.
  • Atribut, tipe dan elemen baru. Sumpah ini bakalan canggih euy. Cek aja langsung ke TKP, gan :) Nih dia linknya
  • Penanganan error yang taktis. Katanya promosinya begini “HTML5 is designed so that old browsers can safely ignore new HTML5 constructs”. (*OMG, akhirnya kita bisa punya kekuatan untuk melenyapkan bully IE6 kepada umat manusia di muka bumi!*)
  • Bisa kustomisasi atribut data dan juga ada tambahan baru di form, yaitu PUT dan DELETE (*biasanya kan GET doang ama POST, trus ngakalin atribut tambahan seperti yaa pake AJAX*)
  • Ada element <audio>, <video> dan support OGG. Oh! I love you full HTML5. Aku sudah bosan untuk embedding param.

Selain itu, nampaknya HTML 5 ini juga akan percaya pada kekuatan CSS lebih banyak. Elemen-elemen macam <font>, <center>, <strike> dan beberapa lainnya akan tidak digunakan lagi. Well, simpelnya kayaknya sih ini akan berpengaruh dari cara kita nulis komen di blog orang. :P

Sudah ada beberapa tulisan mengenai HTML 5 berbahasa Indonesia. Diantaranya adalah di:

Navinot: Apa saja Isi HTML 5?
DailySocial: YouTube dan Vimeo Dukung HTML5, Video Tanpa Flash
Fajar Mubarok: HTML5 (*Cakep nih link. Fajar kayaknya nerjemahin dari wikipedia dengan baik. Lumayan lengkap euy. Makasih Fajar*)
Wahyu Wijanarko: Going to HTML5, Apa Masih Perlu Regulasi?