Archive for the 'operasi' Category

Instal ScribFire Di Opera Lalu Blogging Setelahnya

Tadi pagi di GoogleBuzz saya ada info dari evangelist Opera indonesia, Mr Yeni Setiawan a.k.a Sandalian :) Beliau memberitahu info baru bahwa ScribeFire sudah bisa diinstall di Opera.

Langsung deh saya coba. Maka langkah yang saya lakukan adalah:

  1. Jelas buka browser Opera
  2. Download AddOns ScribeFire. Setelah klik Install Now di kanan atas halaman. Saya dapat pesan aneh. Kok tidak bisa diinstall. Melainkan harus disimpan terlebih dahulu. Maka itu dalam proses download, saya simpan ini file yang berekstensi oex (tanda bahwa file ini adalah addons opera, yang ternyata kita bisa buat dengan HTML, CSS dan JavaScript) di desktop
  3. Katanya, untuk install addons opera, gampang sekali. File oex yang sudah kita simpan itu, tinggal ditarik saja ke jendela URL browser pakai mouse.
  4. Saya tarik berkali-kali dari desktop ke URL opera, kok gagal terus… Ada apa gerangan?

Ternyata, saya yang ketinggalan jaman. Setelah saya baca-baca dikit, terlihat bahwa AddOns opera baru bisa digunakan apabila kita memakai browser dengan versi 11 ke atas. Oh-oh, Opera saya masih versi 10.6.3. Maka saya langsung download opera terbaru. Anehnya, link download langsung Opera di blok oleh kantor saya. Uugh, not nice. maka itu saya download pakai tunnel (*kalau cara unduh begini, saya tidak jelaskan sama publik, hehe. Nggak saya ajarin juga sudah banyak yang tahu. Lagian info saya kalau beginian mah basi deh. Jadi saya pikir saya nggak perlu bagi info download dengan cara ‘tak lazim’*)

Setelah sukses download dan install Opera terbaru, baru dah saya drag and drop itu scribefire-1.5-1.oex ke alamat URL browser. Setelah itu muncul pesan berupa dialog box apakah saya kan menginstall scribefire

Sukses install dan upgrade opera lalu install scribefire

 Setelah diinstall muncul tombol baru di kanan atas di samping kotak pencari di jendela browser

 scribefire opera button

Setelah tombol itu kita klik akan muncul jendela memasukkan alamat blog yang akan kita isi

Add new blog scribefire opera

Di dialog blog ini, yang membuat saya bingung adalah API URLnya. Apa pula itu?

Ternyata setelah lihat kiri kanan, karena engine blog saya adalah wordpress, maka langkah yang harus saya lakukan adalah:

  1. Mengaktifkan  XML-RPC di wordpress. Caranya: Login ke Dashboard blog > Setttings > Writing > Centang pilihan “Enable the WordPress, Movable Type, MetaWeblog and Blogger XML-RPC publishing protocols.” untuk mengaktifkan API URL blog.
  2. Isi API URL dengan alamat domain blog + xmlrpc.php (misalnya blog anda namanya buluketek.com, maka diisi dengan www.buluketek.com/xmlrpc.php

Setelah mengisi form user dan pass, saya langsung masuk ke halaman utama scribefire Opera. Ini tampilannya:

 scribefire opera UI

Lumayan. WYSWYG nya hampir serupa dengan ScribeFire di Chrome/Firefox/Safari. Yang baru yang saya lihat adalah layanan bernama Zemanta. Penjelasan Zemanta sendiri adalah ” Zemanta membantu Anda membuat posting blog yang lebih kaya dengan mengenali topik yang Anda buat lalu menyarankan tautan terkait yang berguna…”

Setelah saya cek, ternyata mungkin Zemanta membantu arsitektur dan tata hyperlink di blog kita agar lebih variatif dalam ‘menjajakan’ hyperlink. Fungsinya sendiri dibatasi hingga seribu perhari. Mungkin menghindari link farm.

Anyway, posting ini dibuat dengan menggunakan ScribeFire di Opera :)

Thanks to you guys in ScribeFire team

Qakbot

Salah satu yang menyebalkan dari memakai OS Micro$oft sebagai server adalah penularan worm/trojan antara satu mesin dengan mesin lainnya.

Tentu saja ini bisa diatasi dengan antivirus atau peringatan dini langsung. Namun tetap saja menyebalkan, mengingat banyaknya worm atau trojan yang harus muncul sebagai pop-up di layar screen.

Hari ini, kebetulan namanya Qakbot.

qakbot image

Tidak terlalu sukar membasminya. Namun tetap saja mengambil jatah sumber daya waktu yang ada.

Karena bosan dengan serangan-serangan yang menghabiskan waktu, maka cobalah saya mengobrol dengan seorang admin. Topiknya mengenai perpindahan sistem operasi dari M$ ke yang lain yang lebih terpercaya dan handal.

Sebelum obrolan kami mengarah ke OS opensource, ternyata beliau sudah ngamuk-ngamuk duluan dan menuduh Linux adalah OS yang tidak reliable dan menyulitkan.

Tidak reliable? Hmhh, saya nyengir. Apa variable nya kok dia bisa ngomong Linux begitu?

Menyulitkan? Hahaha… Ini yang bikin ketawa. Kalo punya niat belajar, tentu saja tidak akan ada istilah ‘menyulitkan’.

Pameo bahwa Linux atau OS opensource susah itu nampaknya memang harus diberantas.

Di akhir pembicaraan saya dengar beliau menyimpulkan “Semakin tua admin, semakin males dengerin orang lain”

Haha, ada-ada saja.

Server Berbasis Telepon Genggam

Sejak tahun 2006 saya mengikuti perkembangan implementasi server pada perangkat telepon jinjing (mobile phone). Entah kenapa, saya sempat bermimpi, bahwa suatu hari akan memiliki mobile server. Bentuknya ringan, mudah di akses, aman, hemat energi, harga terjangkau dan ringkas penempatan.

Kenapa saya bercita-cita punya server mobile?

  1. Saya ingin punya server personal khusus untuk berbagi data tapi saya tidak mampu membeli server rack U. Entah unit berapa, pokoknya(tm) semuanya terlalu mahal untuk kantong saya
  2. Ketika main-main ke datacenter di Haarlem waktu jaman sekolah dulu, ternyata sewa tempat menaruh server rackmount itu mahal banget. Di Antwerpen parah, lebih mahal lagi. Doh!
  3. Di datacenter, server didinginkan dengan chiller water cooler. Bahkan kadang agak edan pakai nitro. Belum lagi backup listriknya, biasanya pakai mesin diesel diatas 1500 KVA (contohnya si EVO ini). Semuanya boros energi
  4. Punya server itu artinya makan tempat. Andaipun dipaksa punya server pribadi di gudang rumah, yaah harus pandai-pandai pengaturan udara dan penempatannya. Dan saya belum sepandai insinyur-insinyur dari Utah Datacenter, Hewlett-Packard dan Google dalam mengatur pengaliran udara pendingin pada server

Jadi sekarang mengerti kenapa saya ingin punya server mobile?

Tapi pertanyaan selanjutnya yang paling penting adalah, “apakah bisa menjadikan telepon genggam menjadi server?”

Jawabannya banyak. Sebab server memang harus mumpuni. Loh wong mau diakses orang banyak atau diakses dari jarak jauh, yaa harus mumpuni, tho!

Tapi apa kategori server mumpuni. Mari kita telaah satu-satu beberapa jawaban di bawah ini;

  • Hardware / Perangkat Keras

Ini mah bukan rahasia, kalau makin tinggi processor makin bagus kecepatan dan daya olah server. Pada saat tulisan ini dipublikasikan (Maret 2010), server dengan spesifikasi berikut (Quad Core Intel Xeon X3430 Lynnfield 2.4 GHz 8MB-cache Quad Core Processor – 8 GB RAM – 1×500GB HD – 10000GB (10TB) Bandwidth – 8 Ip’s – Remote Reboot) adalah dedicated server terbaik yang ada di pasaran.

Perangkat keras pada telepon genggam memang belum mencapai angka sefantastis di atas pada saat ini, namun sudah menunjukkan arah yang lebih baik. Di pasaran, saat ini bahkan telah ada telepon genggam dengan kecepatan 1 Ghz (Gigahertz) dan mampu menyimpan kapasitas storage hingga 48 Gb (gigabyte)

  • Sistem Operasi

Saya pribadi, di rumah memakai distro Linux (CentOS atau Ubuntu) sebagai basis OS server. Sedangkan di kantor memakai Windows 2003 R2 sebagai basis sistem operasi server. Dua-duanya, tentu saja dipilih karena alasan tertentu. Pada intinya, gabungan antara efisiensi dan efektifitas kerja.

Beberapa orang menggunakan Free BSD sebagai landasan sistem operasi server mereka. Sebab sistem operasi berbasis BSD diyakini amat stabil dan telah sukses melayani banyak server.

Di perangkat lunak jinjing, sepengetahuan saya sudah ada empat sistem operasi yang mendukung pengembangan server sejak 2007. Mereka adalah Symbian (pada basis S 60 di Nokia), Windows Mobile (versi Pocket PC 5 ke atas), lalu iPhone OSX (pada iPhone) lalu Android (berbasis Linux).

Beberapa server khusus memang saya pernah dengar, seperti Pixo. Namun jika sayangnya Pixo hanya di buat untuk spesifikasi khusus seperti download ringtones saja. Maka tiga sistem operasi di atas sudah terbukti bisa menghandle WebDav dan transfer HTTPD.

  • Perangkat Lunak / Software

Saya jatuh cinta dengan LAMP. LAMP sendiri istilah yang merupakan singkatan dari Linux, Apache, MySQL dan Perl/PHP/Phyton. Mereka merupakan sebuah paket perangkat lunak bebas yang digunakan untuk menjalankan sebuah aplikasi secara lengkap. Biasanya saya pakai dalam menjalankan server berbasis web (internet). Dari LAMP sendiri, Apache memegang peranan penting sebagai web server.

Dalam OS Symbian, produsen telepon genggam Nokia mengembangkan Raccoon, Mobile Web Server dan PAMP, singkatan dari Personal Apache MySQL PHP sebagai perangkat lunak server mereka.

Android, sistem operasi yang dirintis oleh raksasa mesin pencari Google dan Open Handset Alliance, telah memiliki i-jetty. Ijetty adalah web server sumber terbuka (opensource) yang dapat berjalan di Android. Kelebihannya adalah memiliki akses ke API Android, ini berarti Anda dapat membawa/melihat isi ponsel ke browser desktop normal. Dalam tampilan monitor komputer. Katanya, i-Jetty ini makin hati makin stabil.

Sementara iPhone OSX memiliki serverman, sebuah perangkat server yang dikembangkan oleh FreeBit. Dinamakan serversman katanya di adaptasi dari ‘WalkMan’, perangkat pemutar kaset yang sempat populer di tahun 80-an dulu.

Yang menarik dari serversman adalah ternyata ada perangkat lunak bernama sama dan gratis berbasis Windows Mobile bagi pengguna smartphone berbasis Windows. Artinya, bagi pengguna telepon jinjing berbasis Windows Mobile pun tidak ketinggalan dapat membuat handphone mereka menjadi web server.

Sekian segini dulu. Besok-besok saya sambung lagi (kalo inget, hehe). Maap pemirsa, waktu saya usai sudah hari ini. Hehe. Namun kalau anda penasaran seperti apa server yang bagus, maka klasifikasi di bawah ini patut diperhitungkan.

  • Jaringan

Apakah 3G atau 3,5G atau HSDPA atau UMTS atau EDGE atau GPRS atau apalah sebutannya, yang pasti untuk jadi server memang harus punya jaringan yang stabil. Maka itu, nampaknya harus dipilih-pilah penyedia jasa telekomunikasi yang mampu menawarkan kestabilan koneksi. Jadi bisa sesumbar 99.99% uptime garansi. Hehe

  • Aman

Karena server berbasis telepon genggam ini ringkas, maka memang memudahkan untuk dibawa-bawa kemana-mana. Di sisi lain, membuka peluang lebih besar di embat maling atau dipijit-pijit tombolnya oleh anak anda. Hehe. Maka itu, hati-hati.

  • Bisa Di Upgrade

Ini yang berat. PC masih kita bisa bongkar pasang ganti RAM, Mobo atau processor. Kalau telepon genggam, nampaknya masih susah. Maka itu, kita doakan di masa depan ada handphone yang hardwarenya bisa dioprek.

  • Gampang Dikustomisasi

Kebutuhan client makin lama makin membesar. Maka itu OS maupun perangkat lunak di mobile server semestinya memang mudah untuk dikostumisasi. Jadi bisa ditambah atau dikurangi sesuai kebutuhan.

Saya harap, dengan membagi mimpi ini, anda juga ikutan bermimpi seperti saya. Dan lalu seperti kata John Lennon, “You may say that I’m a dreamer. But I’m not the only one”

Hihihi

Otherwise… I hope someday you’ll join us :)