Archive for the 'search' Category

Mencari Proxy Gratis Ketika Sensor Menggila

Saya tahu ini cerita basi. Maaf yaah :( Tapi akibat bosan terus-terusan mendapat pertanyaan yang sama. Maka ada baiknya info ini saya bagi.

Saya kesulitan mencari proxy gratis yang bahkan di sarankan oleh mesin pencari. Sebab secara otomatis, URL laman-laman website yang disarankan mesin pencari akan otomatis di block oleh kantor (yeah, kami punya mesin pemblock yang luar biasa dan saya dengan amat terpaksa merahasiakan informasi mengenai hal ini dari publik).

Untuk meminta ijin bahwa komputer saya akan mengakses website tertentu yang mengandung content bertuliskan ‘proxy‘ atau ‘anonymous surfing‘ (*iya, banyak sekali phrase yang di block oleh mesin penyensor kami, diantaranya dua kalimat itu*), jelas amat bisa. Tapi sebelumnya harus mengisi banyak formulir dan menuliskan alamat website agar bisa di review (bahasa halus dari sensor) oleh teman-teman dari departemen IT. Dan itu hal yang amat membosankan. Sebab butuh sumber daya waktu. Padahal hanya mau membalas email penting dari client yang 24 jam hidupnya tergantung dari facebook (dan content FB adalah salah satu yang di banned kantor saya)

Maka, biasanya saya dengan amat nakalnya menyingkat hal tersebut. Dengan menggunakan mesin pencari (seperti google misalnya) saya menuliskan di browser

+”:8080″ +”:3128″ +”:80″ filetype:txt 2010

Apa artinya?

+”:8080″ adalah meminta agar mesin pencari mencari string 8080. Dan 8080 adalah gabungan dari port 80 (saluran standar membuka internet)

Port ini adalah alternatif yang populer untuk port 80 untuk menawarkan layanan web. “8080″ dipilih karena ada “dua 80″, dan juga karena berada di atas rentang pelayanan jasa porting juga dikenal sebagai port pembatas (port 1-1023). Biasanya digunakan dalam URL untuk menimpa eksplisit “port default”.

Latar Belakang dan Informasi Tambahan:

Internet sebagian besar lahir pada sistem berbasis UNIX dan server. UNIX memaksa gagasan dari 1023 pertama “port istimewa” yang hanya dapat dibuka dengan layanan yang berjalan dengan apa yang disebut “root”, atau administratif, atau hak istimewa. Secara historis, ini berarti bahwa hanya sistem administrator yang berwenang mampu mendirikan dan mengoperasikan sebuah web server pada port 80 karena ini adalah dalam wilayah-port istimewa pertama 1023. Oleh karena itu, ketika non-administrator ingin menjalankan web server sendiri di mesin yang mungkin sudah memiliki sebuah server yang berjalan pada port 80, atau ketika mereka tidak memiliki izin untuk menjalankan layanan di bawah ini port 1024, port 8080 sering dipilih sebagai tempat yang nyaman untuk host atau alternatif web server sekunder.

Trojan yang pernah terdeteksi di port ini: Brown Orifice, Generic backdoor, RemoConChubo, Reverse WWW Tunnel Backdoor, RingZero

+”:3128″ adalah port squid (terkenal juga sebagai squid cache atau HTTP Proxies untuk menjembatani manusia dengan mesin yang mampu membuat mereka jadi tak terlihat, atau internetan jadi lebih kenceng, hehe) yang seringkali digunakan/diizinkan di US (wilayah juridiksi kerja saya ada di bawah hukum pemerintah Amerika Serikat) untuk digunakan secara terbuka. Jadi saya menggunakan port ini untuk berkomunikasi melalui proxy. Sebab legal dan sering digunakan para administrator untuk menjalankan jaringannya menuju internet.

+”:80″ adalah port menurut no-ip.com port 80 adalah “standard port which web(http) servers run on. Many ISP’s have blocked port 80 to stop viruses such as Nimda from slowing down their networks and infecting there customers computers.” Saya pribadi tidak akan melakukan apa-apa dengan port ini, saya hanya ingin tahu, adakah proxy terbuka yang menggunakan port ini.

“filetype:txt” adalah jenis file yang saya cari. Basisnya adalah text dan dapat dirender dengan cepat pada browser. Mengapa saya mencari jenis file ini, sebab hasil pencarian dengan laman yang menampilkan ekstensi html, php, jsp, asp dan lain sebagainya pasti sudah diblock.

“2010″ adalah tahun pencarian. Biasanya saya memang mencari proxy yang baru. Mesin pencari akan mengindeks halaman yang sudah dilihat oleh banyak orang lalu SEO akan menampilkannya di halaman pertama. Apabila teori ini benar, maka hasil pencarian proxy dalam teks yang tampil di halaman pertama mesin pencari akan menampilkan halaman-halaman yang amat populer dan mungkin overloaded dan usang. Untuk menghindari hal itu, saya memakai hasil pencarian terkini. Dan 2010 adalah tahun terkini (ketika tulisan ini dibuat).

Semoga informasi yang walaupun jadul (jaman dulu) dan kampungan ini sedikit berguna :)

Status Facebook Walikota

Baru saja membuka penerima arus berita Google Reader, saya terkejut melihat alinea judul sebuah berita di sindikasi nusantara ANTARA. Judulnya “Mantan Walikota Jaksel Ditahan”.

Pertanyaan pertama di otak saya adalah, siapa yang di tahan?

Membaca lebih lanjut. Ternyata yang ditahan adalah Bapak Dadang Kafrawi. Mantan Walikota Jakarta Selatan periode 2001-2006.

Ini menarik. Sebab kalau tidak salah, Pak Dadang ini pernah menerbitkan buku otobiografi pribadinya. Judulnya ‘Mengabdi Tiada Henti’. Sebuah buku yang menceritakan strategi, tindakan dan kegagahan Pak Dadang dalam memimpin Jakarta Selatan pada masa pemerintahannya. Penyusunnya Myasa Poetika (nama yang unik tapi tidak ada di mesin pencari.

Tapi sebelum lebih lanjut bicara mengenai Pak Dadang dan bukunya. Mari kita lihat, apa musababnya Pak Dadang ini ditahan. Berikut ini kutipannya dari sindikasi berita ANTARA:

Mantan Walikota Jaksel Ditahan
Jumat, 5 Maret 2010 14:22 WIB | Peristiwa | Hukum/Kriminal |
Jakarta (ANTARA News) – Mantan Walikota Jakarta Selatan, Dadang Kafrawi, Jumat ditahan di rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung terkait kasus pembebasan lahan pemakaman unit Budha di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
Penahanan tersebut dilakukan sekitar pukul 11.00 WIB, setelah penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), melakukan pemeriksaan sejak Jumat (5/3) pagi.
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Marwan Effendy, di Jakarta, Jumat, menyatakan, Dadang Kafrawi ditahan terkait kasus pembebasan tanah untuk pemakaman Budha di TPU Tanah Kusir yang diduga merugikan keuangan negara Rp12,96 miliar.
“Menurut penyidik cukup kuat alasan tersangka untuk ditahan, karena dia yang menandatangani surat perintah tukar guling (pemakaman Budha). Uangnya bisa cair kalau ada tandatangan dia,” katanya.
Seperti diketahui, dalam kasus tersebut, sembilan tersangka lainnya sudah menjalani hukuman setelah divonis oleh Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.
Marwan beralasan tersangka saat kasus itu terjadi, menjabat sebagai Ketua Panitia Pembebasan Tanah (P2T).
Saat ditanya wartawan mengenai penahanan yang terhitung terlambat itu, ia menjawab untuk penahanan tidak bisa dilakukan begitu saja, karena harus ada alat bukti.
“Belakangan di persidangan (sembilan tersangka lainnya), diketahui bahwa kasus itu memang salah. Mau tidak mau harus dipertanggungjawabkan,” katanya.
Kasus itu bermula saat tersedia kredit anggaran pembebasan tanah pengganti pemakaman unit Budha di TPU Tanah Kusir, Jaksel, berdasarkan Daftar Anggaran Satuan Kerja (DASK) bulan Juni sebesar Rp13,5 miliar.
Dana sebesar itu antara lain dialokasikan untuk pembebasan lahan sebesar Rp12,96 miliar dan berdasarkan hasil musyawarah yang tertuang dalam SK Walikotamadya Jaksel, harga tanah yang bersertifikat sebesar Rp1.032.000/m2 dan yang belum bersertifikat Rp928.800/m2.
Namun dalam pelaksanaannya diduga terdapat beberapa penyimpangan antara lain uang penggantian yang diterima oleh pemilik tanah berbeda dengan yang tertera dalam kuitansi.
Luas tanah digelembungkan (mark-up) dan dokumen tanah dipalsukan sehingga terdapat tanah yang sudah dibebaskan pada tahun 1976, namun pada 2006 dibebaskan lagi.
Akibatnya negara dirugikan sebesar Rp12,96 miliar.
(T.R021/S026)

Aaahhh… Dugaan korupsi dan kolusi rupanya.

Saking isengnya (karena saya biasanya tidak begitu percaya berita dari satu sisi saja). Maka saya mencoba googling mengenai Dadang Kafrawi. Hei! Pak Dadang rupanya punya akun facebook.

Dan saya ternyata benar, bahwa Dadang Kafrawi yang di facebook itu adalah Pak Dadang Kafrawi yang mantan Walikota Jakarta Selatan, pernah bikin buku autobiografi, dan di duga korup lalu di masukkan rumah pemasyarakatan Salemba.

Ini screenshot akun FB milik Dadang Kafrawi;

laman facebook Dadang kafrawi

Sementara, bagi yang mau tahu profil Pak Dadang. Ini catatan resminya dari pemerintah kota DKI Jakarta:

biografi dadang kafrawi

Sudah jadi rahasia umum bahwa perangkat mobile mudah dipergunakan (atau di sewa atau diperjualbelikan – secara ilegal namun tentunya di sepengetahuan radar sipir) di Rumah Tahanan Salemba, lembaga pemasyarakatan yang terletak di tengah kota Jakarta ini.

Maka, karena Pak Dadang mantan walikota dan ada di rutan ’strategis’ seperti Salemba di JKT. Pertanyaan selanjutnya dari saya adalah, apakah Pak Dadang akan mengupdate status terkini facebooknya dalam penjara?

Apa isi status facebook sang (mantan) walikota? Orang yang pernah jadi manusia nomor satu di Jakarta Selatan itu.

Yang jadi pertanyaan lanjutan, pentingkah?

Buat saya yaa jelas penting. Sebab tidak tahu bagaimana tahanan kini diperlakukan di sana. Penjara adalah ruang rahasia. Namun, mungkin aplikasi facebook bisa mengungkapkan komunikasi di dalamnya ;)

Mengapa Tidak Ada Alamat Google di Indonesia?

Iseng-iseng beberapa saat lalu saya mencari alamat Google, sebuah perusahaan mesin pencari. Sebagai langkah awal, jelas saya merumuskan sebuah pertanyaan dahulu sebagai berikut;

“Di mana alamat kantor cabang Google di Indonesia”

Dengan menggunakan salah satu produk Gooogle, mesin pencari. Jawabannya ternyata cepat;

Pada Maret 2010, Tidak ada

Kantor cabang Google terdekat dari Indonesia pada saat tulisan ini diturunkan adalah di Singapore. Dengan alamat;
Google Singapore
#38-01/01A
8 Shenton Way
Singapore 068811
Phone: +65 6521-8000
Fax: +65 6521-8901

Setelah melihat dengan seksama beberapa lowongan pekerjaan yang tertera, ternyata ada diantaranya adalah AdWords Account Strategist (Bahasa Indonesian/Thai) – Singapore. Maksudnya mungkin adalah seorang profesional yang bekerja pada bagian AdWords di Google yang mampu berbahasa Inggris sebagai bahasa pengantar pekerjaan dan Bahasa Indonesia serta bahasa Thai. Jadi lowongan ini bisa jadi terbuka untuk siapa saja yang multi-lingua dan menguasai AdWords.

Tapi tetap saja tidak bisa memungkiri kenyataan bahwa tidak ada kantor cabang Google di Indonesia.

Maka, yang jadi pertanyaan lanjutan saya adalah;

Kenapa Google tidak mempunyai kantor cabang di Indonesia?

Apakah pasar Indonesia tidak sebesar China?

Apakah karena Indonesia tidak memiliki mesin pencari sendiri sekelas Baidu di RRC?

Apakah Google merasa tidak memiliki saingan di Indonesia?

Apakah pemerintah Singapore lebih kooperatif daripada pemerintah Indonesia dengan memberikan subsidi pajak pada Google sebagaimana mereka memberikan subsidi pada George Lucas untuk mendirikan studio 3D Lucasfilm di Singapore?

Adakah hubungan politis antara ketidakstabilan pemerintah Indonesia (yang mempengaruhi keamanan dan pasar) ada hubungannya dengan investasi Google di Indonesia?

Hehe, saya terlalu banyak bertanya. Maafkan saya teman-teman Google Singapore (atau di mana saja). Ini sekedar bertanya. Tidak ada maksud apa-apa :)