Archive for the 'search_engine' Category

Your request to URL “../../” has been blocked

The headline on my RSS feeder news is quite clear “NY gay marriage battle: Couples head to Albany” and makes me wonder how it going through since DADT (Dont Ask Dont Tell) policy on US ARMY that makes openly gay and lesbian can not active in military is no longer exist after President US Obama signs the repeal on last December (2010).

So I click the link. Found out that articles were blocked under company Gateway, McAfee:

 

 

 

 

 

 

Is it odd that there is consideration that US Politics news by MSN is classified as sexual, erotic or adult content?

Mencari Proxy Gratis Ketika Sensor Menggila

Saya tahu ini cerita basi. Maaf yaah :( Tapi akibat bosan terus-terusan mendapat pertanyaan yang sama. Maka ada baiknya info ini saya bagi.

Saya kesulitan mencari proxy gratis yang bahkan di sarankan oleh mesin pencari. Sebab secara otomatis, URL laman-laman website yang disarankan mesin pencari akan otomatis di block oleh kantor (yeah, kami punya mesin pemblock yang luar biasa dan saya dengan amat terpaksa merahasiakan informasi mengenai hal ini dari publik).

Untuk meminta ijin bahwa komputer saya akan mengakses website tertentu yang mengandung content bertuliskan ‘proxy‘ atau ‘anonymous surfing‘ (*iya, banyak sekali phrase yang di block oleh mesin penyensor kami, diantaranya dua kalimat itu*), jelas amat bisa. Tapi sebelumnya harus mengisi banyak formulir dan menuliskan alamat website agar bisa di review (bahasa halus dari sensor) oleh teman-teman dari departemen IT. Dan itu hal yang amat membosankan. Sebab butuh sumber daya waktu. Padahal hanya mau membalas email penting dari client yang 24 jam hidupnya tergantung dari facebook (dan content FB adalah salah satu yang di banned kantor saya)

Maka, biasanya saya dengan amat nakalnya menyingkat hal tersebut. Dengan menggunakan mesin pencari (seperti google misalnya) saya menuliskan di browser

+”:8080″ +”:3128″ +”:80″ filetype:txt 2010

Apa artinya?

+”:8080″ adalah meminta agar mesin pencari mencari string 8080. Dan 8080 adalah gabungan dari port 80 (saluran standar membuka internet)

Port ini adalah alternatif yang populer untuk port 80 untuk menawarkan layanan web. “8080″ dipilih karena ada “dua 80″, dan juga karena berada di atas rentang pelayanan jasa porting juga dikenal sebagai port pembatas (port 1-1023). Biasanya digunakan dalam URL untuk menimpa eksplisit “port default”.

Latar Belakang dan Informasi Tambahan:

Internet sebagian besar lahir pada sistem berbasis UNIX dan server. UNIX memaksa gagasan dari 1023 pertama “port istimewa” yang hanya dapat dibuka dengan layanan yang berjalan dengan apa yang disebut “root”, atau administratif, atau hak istimewa. Secara historis, ini berarti bahwa hanya sistem administrator yang berwenang mampu mendirikan dan mengoperasikan sebuah web server pada port 80 karena ini adalah dalam wilayah-port istimewa pertama 1023. Oleh karena itu, ketika non-administrator ingin menjalankan web server sendiri di mesin yang mungkin sudah memiliki sebuah server yang berjalan pada port 80, atau ketika mereka tidak memiliki izin untuk menjalankan layanan di bawah ini port 1024, port 8080 sering dipilih sebagai tempat yang nyaman untuk host atau alternatif web server sekunder.

Trojan yang pernah terdeteksi di port ini: Brown Orifice, Generic backdoor, RemoConChubo, Reverse WWW Tunnel Backdoor, RingZero

+”:3128″ adalah port squid (terkenal juga sebagai squid cache atau HTTP Proxies untuk menjembatani manusia dengan mesin yang mampu membuat mereka jadi tak terlihat, atau internetan jadi lebih kenceng, hehe) yang seringkali digunakan/diizinkan di US (wilayah juridiksi kerja saya ada di bawah hukum pemerintah Amerika Serikat) untuk digunakan secara terbuka. Jadi saya menggunakan port ini untuk berkomunikasi melalui proxy. Sebab legal dan sering digunakan para administrator untuk menjalankan jaringannya menuju internet.

+”:80″ adalah port menurut no-ip.com port 80 adalah “standard port which web(http) servers run on. Many ISP’s have blocked port 80 to stop viruses such as Nimda from slowing down their networks and infecting there customers computers.” Saya pribadi tidak akan melakukan apa-apa dengan port ini, saya hanya ingin tahu, adakah proxy terbuka yang menggunakan port ini.

“filetype:txt” adalah jenis file yang saya cari. Basisnya adalah text dan dapat dirender dengan cepat pada browser. Mengapa saya mencari jenis file ini, sebab hasil pencarian dengan laman yang menampilkan ekstensi html, php, jsp, asp dan lain sebagainya pasti sudah diblock.

“2010″ adalah tahun pencarian. Biasanya saya memang mencari proxy yang baru. Mesin pencari akan mengindeks halaman yang sudah dilihat oleh banyak orang lalu SEO akan menampilkannya di halaman pertama. Apabila teori ini benar, maka hasil pencarian proxy dalam teks yang tampil di halaman pertama mesin pencari akan menampilkan halaman-halaman yang amat populer dan mungkin overloaded dan usang. Untuk menghindari hal itu, saya memakai hasil pencarian terkini. Dan 2010 adalah tahun terkini (ketika tulisan ini dibuat).

Semoga informasi yang walaupun jadul (jaman dulu) dan kampungan ini sedikit berguna :)

Apache Musrik

Sesuai judul, saya bisa menulis pagi ini karena memang Apache, perangkat lunak penyedia jalannya server sedang down. Semua aplikasi yang dibuat team kami tidak bisa diakses. Yang parah, tadi pagi ada meeting bersama para ‘big guy‘ dan ketika mereka akan mengetik alamat URL website kami terpaksa saya bilang “Sori, lagi down, bapak-bapak ibu-ibu. Sedang diperbaiki. On progress”

Fiuhh, untung mereka mengerti.

Balik lagi ke Apache. Saya kira, seperti biasa. Masalah akan hilang ketika Apache di restart. Atau mesin di restart. Biasa lah, standar operasional IT toh begitu.

Namun, sialnya tetap saja tidak bisa. Maka, langsung saya nyalakan JBoss (*Yang selalu saya simpan sebagai backup untuk jaga-jaga jika ada masalah seperti ini*)

Astaga, JBOSS juga tidak mempan!

Saya coba untuk sabar. Walaupun berkali-kali dialog box dari OS muncul peringatan bahwa HTTPD crashed dan butuh ditindak-lanjuti.

Setelah bongkar-bongkar error log, saya coba mencarinya di Google. Tapi setelah sekian lama mencari, saya kebingungan. Bahkan mesin pencari pun tidak memberikan jawaban banyak (*saya hanya dapat empat entri link sebagai hasil pencarian dari Google. Dari Bing dan lainnya lebih parah, nol besar*)

Saya kirimi departemen IT surat dengan perincian masalah dan semua yang telah saya lakukan dalam mencari solusinya. Sambil terus terang berkata bahwa saya mencari nafkah menggunakan Apache, maka itu hal ini menjadi penting.

Orang IT menjawab pendek: “Mas kalo google aja nggak bisa jawab, apalagi kita!”

Saya cengar-cengir membacanya. Saya balas lagi: “Bantuin dong…”

Dan saya dapat jawaban yang mencengangkan. “Mas, kita ini IT bukan Tuhan. Jangan menggantungkan apa-apa sama kita. Itu musrik namanya”

Dan saya pun tak mampu lagi menahan tawa.

Mengapa Tidak Ada Alamat Google di Indonesia?

Iseng-iseng beberapa saat lalu saya mencari alamat Google, sebuah perusahaan mesin pencari. Sebagai langkah awal, jelas saya merumuskan sebuah pertanyaan dahulu sebagai berikut;

“Di mana alamat kantor cabang Google di Indonesia”

Dengan menggunakan salah satu produk Gooogle, mesin pencari. Jawabannya ternyata cepat;

Pada Maret 2010, Tidak ada

Kantor cabang Google terdekat dari Indonesia pada saat tulisan ini diturunkan adalah di Singapore. Dengan alamat;
Google Singapore
#38-01/01A
8 Shenton Way
Singapore 068811
Phone: +65 6521-8000
Fax: +65 6521-8901

Setelah melihat dengan seksama beberapa lowongan pekerjaan yang tertera, ternyata ada diantaranya adalah AdWords Account Strategist (Bahasa Indonesian/Thai) – Singapore. Maksudnya mungkin adalah seorang profesional yang bekerja pada bagian AdWords di Google yang mampu berbahasa Inggris sebagai bahasa pengantar pekerjaan dan Bahasa Indonesia serta bahasa Thai. Jadi lowongan ini bisa jadi terbuka untuk siapa saja yang multi-lingua dan menguasai AdWords.

Tapi tetap saja tidak bisa memungkiri kenyataan bahwa tidak ada kantor cabang Google di Indonesia.

Maka, yang jadi pertanyaan lanjutan saya adalah;

Kenapa Google tidak mempunyai kantor cabang di Indonesia?

Apakah pasar Indonesia tidak sebesar China?

Apakah karena Indonesia tidak memiliki mesin pencari sendiri sekelas Baidu di RRC?

Apakah Google merasa tidak memiliki saingan di Indonesia?

Apakah pemerintah Singapore lebih kooperatif daripada pemerintah Indonesia dengan memberikan subsidi pajak pada Google sebagaimana mereka memberikan subsidi pada George Lucas untuk mendirikan studio 3D Lucasfilm di Singapore?

Adakah hubungan politis antara ketidakstabilan pemerintah Indonesia (yang mempengaruhi keamanan dan pasar) ada hubungannya dengan investasi Google di Indonesia?

Hehe, saya terlalu banyak bertanya. Maafkan saya teman-teman Google Singapore (atau di mana saja). Ini sekedar bertanya. Tidak ada maksud apa-apa :)