
Beberapa hari terakhir ini saya tumben-tumbenan searching informasi tambahan mengenai Network-attached storage (NAS).
Asal mulanya sih sederhana, ketika akan menambahkan beberapa foto ke dalam hardisk saya langsung terkaget-kaget melihat kapasitas hardisk.
Hardisk internal PC sehari-hari ada total 2,75 Tb dalam PC (terdiri dari 2 SATA dan 1 IDE. OS: Win 7, iDeneb dan Ubuntu Gutsy). Dari 2,74 Tera, sisanya tinggal sekitar 300 GigaByte.
Hardisk external, beli empat bulan lalu sebesar 1 Tb. Saat ini sisanya tinggal 163 Gigabyte.
Jadi total dari 3,74 TeraByte yang saya miliki; saya hanya punya sekitar 463 GigaByte sahaja. Yang jadi pertanyaan selanjutnya adalah; Ngapain aja saya selama empat bulan terakhir ini kok bisa punya data 3 Tb lebih? Padahal kan lagi nggak kerja dengan video/animasi rendering?
Tapi percuma jawab pertanyaan di atas.
Sebab pertanyaan baru yang tak kalah penting adalah, bagaimana mengalokasikan data-data yang ada di PC operasional harian ini bisa dioptimalkan?
Bagaimana mencapai optimalisasi data?
Menurut hemat saya adalah dengan cara;
- Hapus data clone (data yang sama tapi lebih dari satu)
- Klasifikasi sesuai kebutuhan saat ini (bisa berdasar ekstensi atau bisa juga berdasar subject)
- Pertimbangkan manajemen penyimpanan data (SAN, NAS, DAS, CAS, cloud atau malah hybrid atau whatever)
- Menyiapkan diri jika terjadi resesi data (misalnya hardware atau backup issue, leaking atau minimalnya data forensic)
Kemarin ada yang menawari router yang sekaligus berfungsi sebagai NAS. Belkin wireless router N+ yang katanya sudah mampu mencapai 300 Mbps data transfer meskipun browsing beda tiga lantai rumah. Tapi entah kenapa saya belum percaya.
Saya ini tipikal manusia purba yang masih percaya bahwa transfer data via kabel saat ini masih tangguh dan terpercaya. Hahaha