Panduan Bencana: Melawan Flu Musiman

Tulisan ini dibagi menjadi beberapa daftar pertanyaan sebagai panduan pembaca untuk mengidentifikasi mengenai flu musiman.

Apa itu Flu Musiman?

Influenza, biasa disebut sebagai flu, adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus RNA dari keluarga Orthomyxoviridae (virus influenza), yang mempengaruhi burung dan mamalia. Nama flu sendiri dipopulerkan di Italia (influenza) serta berasal dari bahasa Latin: influentia yang berarti “pengaruh”. (sumber: wikipedia tentang FLU)

Secara umum, flu adalah penyakit pernapasan yang menular disebabkan oleh virus influenza. Virus ini dapat menyebabkan penyakit ringan sampai berat, dan kadang-kadang dapat menyebabkan kematian. Cara terbaik untuk mencegah flu musiman adalah dengan mendapatkan vaksinasi flu musiman setiap tahun.

Setiap tahun, muncul jenis-jenis baru varian flu. Flu ini disebut Flu Musiman. Pada umumnya, jenis flu ini dapat ditangani dengan baik. Bagi varian yang sukar ditangani, umumnya dapat menyebar dengan cepat dan dapat mengakibatkan epidemi atau endemic (dari bahasa Yunani kuna, en berarti diantara + demos yang berarti manusia, dalam dunia medis yaitu infeksi yang menyebar dan menular antar manusia).

Apa gejala-gejala Flu?

Beberapa gejala flu musiman antara lain:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Letih yang ekstrim
  • Batuk kering
  • Sakit tenggorokan
  • Pilek berkepanjangan
  • Nyeri pada otot
  • Beberapa gejala khusus, seperti mual, muntah dan diare dapat terjadi pada anak

Siapa yang dapat terkena flu?

Yang hebat dari virus flu adalah; mereka dapat menjangkiti siapa saja dari kalangan manusia (dan bahkan beberapa yang masuk dalam kategori berbahaya, berasal dari binatang). Hingga tulisan ini diturunkan, belum ada manusia super yang dapat tahan dari flu. Namun saat ini ada upaya untuk penanggulangan dan pengembangan resistensi terhadap flu oleh para ahli medis.

Setiap tahun di Amerika Serikat, rata-rata: 5% sampai 20% dari penduduk mendapatkan flu. Lebih dari 200.000 orang dirawat di rumah sakit dari komplikasi yang berhubungan dengan flu dan sekitar 36.000 orang meninggal dari penyebab yang berhubungan dengan flu. (Sumber: US Centers for Disease Control and Prevention, 2009)

Beberapa orang, seperti orang tua, anak-anak, wanita hamil dan orang dengan kondisi kesehatan tertentu (seperti asma, diabetes, atau penyakit jantung), mengalami peningkatan risiko komplikasi serius dari penyakit flu musiman.

Virus flu diperkirakan menyebar terutama dari orang ke orang melalui batuk atau bersin oleh seseorang dengan influenza. Kadang-kadang seseorang dapat terinfeksi dengan menyentuh sesuatu yang telah dihinggapi kuman dan lalu menyentuh mulut atau hidung mereka.

Apakah Anda tahu bahwa kuman flu dapat hidup untuk selama dua jam di permukaan?

Dan, sebagian besar orang dewasa yang sehat mungkin dapat menulari orang lain mulai 1 hari sebelum gejala berkembang dan sampai 5-7 hari setelah menjadi sakit. Itu berarti bahwa Anda mungkin dapat menularkan flu ke orang lain sebelum Anda tahu bahwa Anda sedang sakit, dan juga saat Anda sakit.

Namun hebatnya lagi dari gejala ini adalah; Penyebaran flu dapat diminimalisir!

Bagaimana menghindari flu?

Melawan flu salah satunya adalah dengan menjaga tangan dan ruang kerja yang bersih

Ketika kita memasuki musim flu, rapih itu penting. Tapi lebih penting lagi untuk menjadi bersih. Jagalah ruangan kerja, rumah, lingkungan anda rapih dan bersih. Meningkatkan pengamatan terhadap kebersihan pribadi adalah cara yang dapat anda lakukan menghindari atau penyebaran flu musiman (diantaranya H1N1 dengan variannya; seperti flu burung atau flu babi atau flu-apalah-namanya).

Benda umum yang dipergunakan bersama besar kemungkinannya memiliki kuman. Antara lain; telepon, papan ketik komputer, alat makan, tombol mesin fotokopi, gagang pintu, penyiram toilet, mesin ATM – apa saja yang anda kontak baik di tempat kerja, rumah, atau di masyarakat yang ditujukan untuk digunakan masyarakat dapat memiliki kuman.

Jagalah benda-benda yang sering digunakan publik untuk tetap bersih dengan mengelap permukaannya. Sebab virus flu dapat tetap aktif di mana saja dari beberapa jam sampai beberapa hari.

Menghindari flu total, adalah hal yang tidak mungkin (kecuali anda tinggal di luar angkasa. Sendirian). Selama anda masih hidup bermasyarakat, maka selalu ada potensi untuk terkena flu.

Berikut ini adalah aturan-aturan praktis untuk mengurangi potensi infeksi flu musiman.

  1. Mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik atau dengan pembersih tangan jika sabun dan air tidak tersedia
  2. Vaksinasi (dibagi dalam dua kategori penggunaan: yaitu vaksinasi yang berisi virus mati atau tidak aktif melalui suntikan. Digunakan untuk bayi berusia 6 bulan atau lebih, orang sehat atau orang berpenyakit kronis. Satu lagi vaksinasi hirup yang berisi virus hidup namun lemah sehingga tidak mengakibatkan sakit. Digunakan pada manusia berusia 2 – 49 tahun yang tidak hamil. Setelah dua minggu tubuh akan bereaksi mengembangkan antibodi melawan virus influenza)
  3. Hindari menyentuh hidung, mulut dan mata anda
  4. Gunakan tempat sampah yang dapat dibuka tanpa disentuh dengan tangan. Tutup batuk dan bersin dengan tisu, atau batuk dan bersin ke lengan baju bagian atas. Buang tisu ke tempat sampah tersebut.
  5. Jangan buang sampah sembarangan! Siapapun dapat menjadi pemicu epidemi
  6. Cuci tangan atau menggunakan pembersih tangan setelah batuk, bersin, atau menyeka hidung anda.
  7. Apabila mungkin di tempat kerja: Hindari kontak dekat (dalam jangka waktu 6 kaki / kira-kira 1,5 meter) dengan rekan kerja atau pelanggan
  8. Apabila mungkin: Hindari berjabat tangan dan selalu mencuci tangan Anda setelah kontak fisik dengan orang lain
  9. Jika mengenakan sarung tangan, selalu mencuci tangan setelah melepasnya.
  10. Minimal sekali perhari menyeka dan membersihkan peralatan yang sering digunakan (contohnya; telepon, peralatan komputer, dll)
  11. Cobalah untuk meminimalisir atau tidak menggunakan telepon, meja, kantor, atau alat kerja orang lain
  12. Minimalkan pertemuan kelompok; gunakan e-mail, telepon atau pesan teks. Jika rapat tidak dapat dihindari, hindari kontak dekat (dalam jangka waktu 6 kaki / 1,5 meter) dengan orang lain dan memastikan bahwa ruang rapat benar-benar berventilasi
  13. Apabila mungkin di tempat kerja: Batasi tidak perlu pengunjung ke tempat kerja
  14. Menjaga gaya hidup sehat; beristirahat cukup, diet, olah raga dan relaksasi membantu mempertahankan kesehatan fisik dan emosional
  15. Buatlah komunitas anti flu. Tips di atas memang terlihat aneh sekali. Terutama bagi anda yang bekerja untuk publik luas. Namun dengan komunitas ini, anda dapat terbantu dan membantu untuk memerangi penyebaran flu musiman yang berbahaya

Apakah flu musiman dapat menyerang Indonesia?

Seorang pejabat publik kesehatan RI suatu hari mengatakan bahwa “Virus flu musiman hanya menyerang negara dingin atau memiliki empat musim. Indonesia kemungkinan besar susah terkena serangan virus ini” Dua minggu setelah beliau berkata demikian, delapan orang teridentifikasi positif memiliki virus flu musiman berbahaya di Denpasar, Bali. (*Hingga tulisan ini diturunkan, Bali masih cukup hangat dan belum memiliki empat musim*)

Kenyataan adalah bahwa virus flu musiman itu cerdas dan memiliki tingkat resistansi yang tinggi terhadap penangkalnya. Setiap tahun, flu mengakibatkan korban jiwa dan kerugian yang cukup tinggi. Untuk mengantisipasi penyebaran virus ini, ada baiknya masyarakat (apapun asal negaranya) diberikan edukasi yang cukup sebagai langkah pencegahan dan penanggulangannya.

Cepat atau lambat, virus flu pasti bermutasi. Beberapa tahun lalu, flu burung. Lalu tahun ini flu babi. Dan ada kemungkinan… Akan ada jenis-jenis varian flu lain yang akan datang pada kehidupan umat manusia. Dimana saja, kapan saja.

Pada bulan Oktober 2009, beberapa negara Eropa (diantaranya sepengetahuan saya adalah Eropa Barat yang menjadi bagian Uni Eropa) sudah mulai melakukan vaksinasi nasional. Pusat Kesehatan Masyarakat setempat membuka ruang khusus untuk memberikan vaksinasi pada warga. Di tempat-tempat kerja, tim medis dan bagian Sumber Daya Manusia pun sudah mulai memperingati karyawan agar berhati-hati dalam menghadapi flu musiman.

Informasi ini diberikan sebelum terjadi epidemi flu di Indonesia sebagai bentuk panduan dalam mencegah dan menangani bencana epidemi.

Salam sehat!
bangaip topdeh

(*Catatan: Tulisan berikut ini dapat disebar kepada publik karena sifatnya yang umum. Silahkan mengutip, menjiplak, menyebarkan sebanyak-banyaknya. Mohon dicantumkan sumber agar pembaca dapat membantah, menambahkan atau berdiskusi di www.bangaip.org dalam konteks tulisan penanggulangan epidemi flu. Kompetensi Bangaip Topdeh, penulis tulisan, ada baiknya dijabarkan bahwa bukan seorang ahli medis. Kebetulan saja saat ini mendapatkan amanah untuk bekerja di industri bioteknologi dan memiliki pengetahuan spesifik mengenai industri tersebut*)

This entry was posted in tips and tagged , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Panduan Bencana: Melawan Flu Musiman

  1. nicowijaya says:

    sudah aku sebarkan baaang:D

    –0–

    Terimakasih Mas Nico :)

  2. jarwadi says:

    comment karena tertular interaksi dengan nico 😀

    terimakasih atas tips nya

    –0–

    Sama-sama euy :)

  3. slumdog says:

    terima kasih mas.. kebetulan saya lagi flu… dokter ya? heheh

    –0–

    Saya bukan dokter :)
    Kebetulan saja bekerja di ladang yang banyak berurusan dengan virus dan penyakit. Semoga berguna infonya

  4. .
    Bang dokter Aip…. Anakku si Axl lagi kena demam mirip dengan gejala awal orang terkena typhus/ DB. Anehnya, hal ini udah terjadi pada banyak temen-temennya.

    Nampaknya ini demam/ flu varian baru juga. Soale setelah hari ke 4 biasanya sembuh ndak masalah, seperti telah terjadi pada temen-temennya….

    –0–

    Mas Mbel, saya posting gejalanya, http://bangaip.org/2009/11/batuk-pilek-biasa-atau-flu-kenali-gejalanya/ Semoga bisa membantu untuk mengidentifikasi dan mencegah penularannnya :)

  5. .
    Eh, mbalik lagi….

    Jadi, setelah hari ke tiga di bawa ke Lab. dan hasilnya Negative, Doc… Karena nagative, maka di bawa pulang dan pengobatan konvensional dilanjutkan, macem parasetamol dan neuralgin.

    Pada hari ke 4 berangsur normal, dalem artian pada pagi suhu badan normal seperti orang sehat, dan sore hari sekitar 38*.

    Pada hari ke lima di sore hari sudah mulai normal/ sehat….

    Sudah beberapa anak usia SD terkena penyakit aneh ini *halah*…

    –0–

    Saya nggak berani bilang ini jenis baru varian flu, Mas Mbel. Sebab biasanya hasil lab adalah bukti otentik yang sukar dibantah.

    Memang sih ada kasus penyebaran informasi mengenai jenis varian baru virus itu tidak merata (seperti di Zimbabwe misalnya). Namun umumnya adalah karena masalah distribusi. Beberapa orang bilang karena alasan politis (seperti Bu Menkes contohnya), namun saya pribadi berfikir itu adalah teori konspirasi. (*Saya pribadi kurang begitu suka teori konspirasi sebab dalil pembuktiannya lemah*)

    Kalau memang rekan-rekan Axl sudah terkena, itu berarti menular. Semoga langkah-langkah pencegahan penularan pada tulisan saya bisa membantu.

Leave a Reply