Ikonoklasma a.k.a. Tips Memahami Rubuhnya Surau Kami

Topik kali ini di bangaip dot org agak sensitif. Sebab secara terang-terangan akan menyinggung agama dan permasalahannya.

Bagi teman-teman yang merasa beragama dan mungkin merasa tersinggung, saya (bangaip) dengan amat senang hati menerima bantahan, kritik maupun saran atas topik kali ini.

Ada beberapa peristiwa yang diangkat dari pengalaman pribadi dan diusahakan muncul sedikit mungkin dalam tulisan ini. Kebanyakan saya akan mengambil sumber tertulis yang dapat dicari melalui mesin pencari internet (*sehingga andapun dapat memiliki akses ke sana untuk mengeceknya*).

Tulisan ini, secara garis besar memang diilhami dari upaya untuk memahami perilaku penghancuran rumah ibadah di Republik Indonesia. Tujuannya, dengan memahami kita bisa mengambil langkah pencegahan supaya tidak terulang kembali di masa depan.

Karena topiknya njelimet (*menurut saya, hehe*). Berikut ini, di bagi dalam beberapa tanya jawab mengenai ikonoklasma agar lebih memudahkan untuk dipahami. (*Semoga…*)

Apa itu ikonoklasma?

Ikonoklasma, berasal dari bahasa Yunani untuk Εικων (Eicoon – artinya simbol/gambar/representasi visual) dan κλαζειν (kladzein – artinya berisik atau membuat rusuh) .

Pada prakteknya, Ikonoklasma adalah penghancuran yang disengaja dalam suatu budaya dengan cara memusnahkan ikon atau simbol-simbol atau monumen atau visualisasi budaya lainnya, biasanya karena motif agama atau politik.

Biasanya ikonoklasma adalah komponen yang paling sering terjadi dalam agenda utama perubahan politik atau agama.

Pada contoh perubahan politik adalah: Dihancurkannya patung Stalin oleh warga beramai-ramai di kota Volgograd ketika Rusia pecah di tahun 1991.

Dari mana asal muasal Ikonoklater?

Ikonoklater adalah sebutan bagi pelaku ikonoklasma. Pemanipulasi jargon-jargon visual dengan maksud dan tujuan tertentu, diantara misalnya adalah menghancurkan simbol agama.

Namun, ikonoklater tidak hanya ada dalam agama. Siapapun yang percaya bahwa gambar atau ikon mempunyai ilusi kekuatan dan menganggap bahwa memanipulasi ikon tersebut mampu menghasilkan efektifitas yang lebih baik, disebut juga ikonoklater.

Diantara ikonoklater adalah tokoh relijius, politisi, pemasar, ahli visual, ahli iklan dan sebagainya yang sering memanfaatkan ikon visual sebagai upaya mereka dalam menghasilkan kekuatan demi kepentingan tertentu.

Gabungan antara ikonoklater dan kaum puritan relijius yang percaya bahwa kemurnian dan kesucian diri atau bangsa mereka adalah dengan melalui keseragaman, menghasilkan kombinasi yang berbahaya. Diantaranya adalah perilaku anarkis dalam reliji. Seperti misalnya menghancurkan rumah ibadah atau simbolisasi visual keagamaan.

Bagaimana ikonoklasma dalam sejarah dunia?

Pencatatan pertama terhadap ikonoklasma adalah pada masa meninggalnya Firaun Akhnaten sekitar 1334 SM di Mesir Kuna. Tertulis bahwa baru beberapa menit setelah kabar meninggalnya sang Firaun beredar, ramai-ramai warga Mesir menghancurkan patung beliau.

Peristiwa ikonoklasma yang paling terkenal lebih sering dialami atau terjadi pada kaum beragama.

Contoh ikonoklasma reliji dan ekonomi:
Mulai abad 6 hingga 8 di Byzantine terjadi beberapa kali penggantian koin.

  • Abad 6, ketika kekaisaran Roma yang berkuasa, Justinian II menghapus seluruh wajah Yesus dari koin emas Byzantine.
  • Abad 7, ketika kesultanan Islam pimpinan Khalifah Abdul Malik berkuasa, koin diganti lagi dengan kaligrafi tulisan Arab.
  • Abad 8, gambar di kedua sisi koin tersebut diganti lagi hiasan gambar pohon dan binatang.
  • Lalu abad 9, muka koin itu pun kembali diganti jadi wajah Kristus ketika dewan gereja berkuasa di Eropa.

Ikonoklasma Terkenal

Peristiwa ikonoklasma yang paling terkenal adalah Beeldenstorm yang terjadi di Belanda tahun 1566. Pada masa tersebut, terjadi reformasi antara gereja lama (yang diwakili oleh Gereja Katolik) dengan gerakan gereja baru (yang diwakili kaum calvinis protestan). Dimana kaum calvinis lapar (akibat salahnya ditrsibusi gandum dari Italia) dan lalu marah melihat gereja Katolik (yang saat itu kaya raya) tidak berbuat apa-apa melihat tetangga-tetangga gereja yang beragama protestan kelaparan dan sakit.

Walaupun bukan yang pertama (sebab telah terjadi juga perusakan dan pembakaran gereja di Eropa sejak masa reformasi tersebut), namun Beeldenstorm adalah salah satu peristiwa ikonoklasma yang tercatat cukup besar dalam sejarah perusakan ikon reliji. Dalam masa ini, ratusan gereja dibakar dan dijarah inventarisasinya.

Dalam agama Yahudi, dikisahkan bahwa ikonoklasma yang paling terkenal adalah penghancuran patung di seluruh Yerusalem ketika Raja Hezekiah berkuasa.

Dalam Islam, peristiwa ikonoklasma terjadi ketika kaum muslimin kembali dari Madinah pada tahun ke-8 Hijriah. Peristiwa yang dikenal sebagai penaklukkan Makkah ini, dikenal pula sebagai salah satu kehancuran awal paganisme di jazirah Arab. Dengan dibersihkannya patung-patung Lata, Uzza dan Manat dari seluruh Makkah termasuk yang ada dalam Ka’bah.

Apa hubungan antara konflik horizontal dengan ikonoklasma di Indonesia?

Ikonoklasma banyak terjadi di Indonesia. Definisi Indonesia di sini adalah sebuah negara Asia Tenggara yang merdeka pada tahun 1945.

Ikonoklasma Politis

Ikonoklasma politik terjadi tahun 1964. Setelah Pidato Tahun Vivere Pericoloso (TAVIP) Presiden Soekarno mengeluarkan Instruksi “Kembali Ke Kepribadian Dan Budaya Sendiri”. Eksesnya antara lain adalah memenjarakan simbol budaya Grup Band Koes Ploes karena musik mereka dianggap ‘Ngak Ngik Ngok’ dianggap simbol imperialisme Amerika dan tidak sesuai budaya Indonesia. Ironisnya, vivere pericoloso sendiri adalah kalimat dari bahasa Italia.

Selanjutnya, setelah tahun 1966 seluruh logo palu arit dilarang beredar di seluruh Indonesia. Pelarangan ini dilakukan oleh pemerintahan Orde Baru setelah peristiwa G30S, dimana beberapa jenderal angkatan darat terbunuh.

Ikonoklasma Reliji

Terjadi pembakaran rumah ibadah besar-besaran di daerah Kalimantan ketika konflik terjadi antara masyarakat. Peristiwanya sporadis, namun aksi yang ditimbulkannya sama yaitu pembakaran gereja.

Beberapa orang menganggap peristiwa di Kalimantan ini dipicu oleh konflik antar pemuda di panggung dangdut Kecamatan Sanggau Ledo. Beberapa lainnya menganggap bahwa ada ada tiga orang bersepeda motor pemuda yang menggunakan atribut partai politik Golkar melarikan motornya dengan kencang pada saat sebagian besar masyarakat Banjarmasin sedang melakukan sholat Jum,at.

September 2002 di Poncor Lombok, sekitar dua ribu orang membakar masjid dan rumah para pemeluk agama Ahmadiyah. Dan kemudian diikuti oleh pembakaran masjid Ahmadiyah di Ciputat Jakarta pada pertengahan tahun 2009.

Ikonoklasma yang paling menonjol adalah ketika konflik horizontal antara warga yang menganggap dirinya lokal pribumi Maluku dengan kaum pendatang yang umumnya menganggap dirinya non-pribumi karena berasal dari luar Maluku di Batu Mera, Maluku.

Konflik yang dikenal sebagai Perang Ambon ini menghancurkan banyak sekali simbol-simbol arsitektural keagamaan di Maluku. Dan konflik ini berikut ikonoklasma meluas hingga Palu, Poso dan sebagainya.

Bagaimana melihat ikonoklasma sebagai bagian dari bencana?

Ikonoklasma, tidak bisa dimungkiri adalah bagian dari persitiwa budaya.

Jika ikonoklasma di lihat sebagai bagian dari bencana, yaitu bencana budaya, maka kita bisa mengantisipasi apa yang harus dilakukan di masa depan sebagai langkah antisipasinya.

Beberapa contoh di atas (dan banyak contoh lagi yang bisa anda lihat di daftar buku internet terlihat bahwa beberapa kasus ikonoklasma besar di dunia maupun di Indonesia dipicu oleh hal-hal yang kelihatannya agak tidak masuk akal seperti salahnya distribusi, keributan di panggung dangdut atau kampanye politis yang berlebihan.

Namun jika melihat bahwa beberapa kasus ikonoklasma sebenarnya dipicu oleh ketidak-tahuan, ketakutan akan hal asing, maka penyebaran informasi adalah salah satu upaya terbaik dalam mencegah ikonoklasma di Indonesia.

Semoga sedikit informasi ini berguna.

(*Bangaip dot ORG secara resmi mengutuk aksi anarkis dan terhadap rumah ibadah atau simbol-simbol keagamaan lainnya*)

Beberapa wajah yang ditutup dalam Beeldenstrom di Utrecht, Belanda, tahun 1566 (wikipedia)

Beberapa wajah yang ditutup dalam Beeldenstrom di Utrecht, Belanda, tahun 1566 (wikipedia)

This entry was posted in Orang Indonesia, Republik Indonesia, tips and tagged , , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Ikonoklasma a.k.a. Tips Memahami Rubuhnya Surau Kami

  1. noni says:

    makasih atas bagi2 pengetahuannya. saya jadi tambah pinter (semoga). bahwa ikonoklasma banyak juga terjadi di indonesia ya.

    gimana kabarnya, bang? udah nyekop salju di depan rumah?

    –0–

    Baik Mbak. Terimakasih :)
    Haha, iya nih tiap hari nyekop salju

  2. kalo usir2an miyabi waktu itu bisa disebut ikonoklasma juga tak?

    –0–

    Karena Miyabi dianggap ikon (atau simbolisasi yang memiliki kekuatan tertentu) maka kepercayaan bahwa memanipulasi beliau dengan cara melenyapkannya disebut ikonoklasma. Tapi setahu saya, miyabi masih hidup dan tetap ke indonesia kok yaa? (walopun nggak di expose) :)

  3. Fortynine says:

    1. Konon katanya “Vivere Pericoloso” tidak sesuai dengan konteks dan terjemahannya ke Bahasa Indonesia? Apakah benar? Karena saya sendiri tidak tahu itu bahasa apa dan artinya apa, apa betul living dangerously????

    2. “tiga orang bersepeda motor pemuda yang menggunakan atribut partai politik Golkar melarikan motornya dengan kencang pada saat sebagian besar masyarakat Banjarmasin sedang melakukan sholat Jum,at.” It was designed and prepared for Jakarta. I don’t know why Banjarmasin was chosen, but from the experience and some sources,I can conclude that someone was the director, and this, or these directors try his/their scenario in Banjarmasin, then did the same or bigger project in Jakarta one year later. Both had something in common,but we have not much space to discuss it but private discussion.

    –0–

    Yup benar Rid. TAVIP jadi bahan dasar novel The Year of Living Dangerously (good movie with so many biased).

    About Banjarmasingate (well I believe I supposed to say else but it just pop up this afternoon. Sorry for being politically incorrect) would you be so kind to post it with pseudonym. We (I mean me and others Cilincingers) have lack of understanding about what’s went there in 1997. The only report about those incident came from gov resources. It would be so grateful if you or other Banjars’ can confirm what was going on.

  4. hedi says:

    Tapi ikonoklasma tak terjadi di Turki ketika gereja Santa Sofia beralih menjadi masjid saat Ottoman berkuasa. Kalo ga salah bangunan ini sekarang jadi museum. Seluruh hiasan & ornamen di sana tetap utuh sejak fungsi bangunan awalnya. IMHO

    –0–

    Sebenernya banyak kok woro-woro peristiwa politis atau relijius yang tidak menimbulkan ikonoklasma, Mas Hedi. Bahkan di Belanda pada WWII terjadi kesepakatan antara sekutu dengan Nazi bahwa mereka tidak menghancurkan Limburg ketika Nazi kalah perang.

  5. hilmy says:

    Kalau runtuhnya tembok Berlin itu juga ikonoklasma bukan ya?
    At any rate, saya belajar satu istilah baru hari ini (dan tiba-tiba kebayang diruntuhkannya patung Saddam ketika Irak diinvasi Amerika).

  6. bangaip says:

    @Hilmy: Tembok Berlin bukan hanya ikonoklasma, melainkan juga adalah sebenar-benarnya pembatas antara dua dunia. Orang nggak takut sama temboknya. Tapi takut oleh para penjaga yang berdiri sepanjang tembok di balik dinding timur. Yang menyebrang langsung di tembak di tempat.

Leave a Reply