Penyetubuh Kambing

muhammad MG gatot mural artwork

Mural karya MG sebagai layanan masyarakat agar menggunakan internet secara bijak. Ilustrasi memakai adoptasi karya sampul buku pelajaran sekolah dasar di Republik Indonesia.

Mantan sutradara kontroversial Theo van Gogh pernah menyebut orang muslim sebagai penyetubuh kambing.

Saya sebut mantan, sebab ia telah terbunuh oleh serangan anak muda yang marah melihat karya-karyanya.

Begini cuplikan wawancara Theo dan asal mula kalimat penyetubuh kambingnya yang amat terkenal itu:

Wartawan: Dalam kolom website Anda, Anda bilang bahwa Muslim itu adalah penyetubuh kambing, imam Anda sebut sebagai penjahat dari selokan Allah, dan semacamnya. Apakah ini akan berkontribusi pada pemecahan masalah yang ada saat ini?
Theo: Mengapa saya tidak boleh bilang muslim itu adalah penyetubuh kambing? Pertama, pemimpin spiritual Khomeini sendiri pernah menulis bahwa jika wanita sedang haid, maka seorang lelaki itu dapat mengambil seekor kambing untuk memuaskan dirinya. Kedua, di jalanan banyak terlihat perempuan Belanda yang secara lisan dilecehkan sebagai pelacur oleh orang Maroko? Haruskah kita membiasakannya? Apa yang aneh ini disebut toleransi? Untungnya, sejak 11 September semua bisa kita katakan…”

Suatu pagi di Amsterdam ketika akan berangkat kerja dengan sepeda, Mohammed Bouyeri, seorang anak muda Belanda keturunan yang berafiliasi dengan salah satu organisasi yang diklaim menebar teror di Mesir, Takfir Wal Hijra, menerobos tubuhnya dengan delapan timah panas. Setelah ditembak, tubuh Theo ditusuk belati berkali-kali. Theo wafat di tempat.

Belanda kaget. Gempar luar biasa. Pertama karena rupa-rupanya publik baru sadar ada organisasi kejahatan internasional berbasis reliji dan kepercayaan di negeri mereka. Kedua adalah, ini negara super merdeka. Di mana semua orang bisa menyampaikan pendapatnya. Banyak yang bertanya, kalau tidak suka, kenapa Bouyeri harus membunuh? Kenapa ia tidak bikin film tandingan? Kalau ia pikir Theo bodoh dan idiot, kenapa tidak menulis membantah Theo van Gogh, bukankah internet adalah media?

Di sidang pengadilan, terungkap jelas bahwa si Bouyeri ini rupanya kecewa dengan istilah-istilah yang digunakan oleh Theo. Ia benci melihat muslim dibilang penyetubuh kambing. Ia muak melihat ayat-ayat suci kitabnya dijadikan latar belakang artistik pada tubuh perempuan bugil dalam film Theo. Si Bouyeri ini tidak ingin istilah-istilah Theo meluas dan menyebar ke kalangan publik yang lebih luas.

Lantas, apa Bouyeri sukses? Dengan membunuh Theo, maka semua istilah yang masuk dalam terminologi Theo musnah?

Salah! Jawabnya salah besar. Sebab bertahun-tahun setelahnya, istilah ‘penyetubuh kambing’ kembali digunakan oleh Geert Wilders, salah seorang politikus populis ekstrim kanan Belanda yang amat membenci orang muslim.

Istilah; tidak akan mati. Sekali terucap, ia akan mengudara selama ada manusia pengingatnya.

Lantas, apa itu sebenarnya ‘istilah’?

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, istilah adalah:

  1. kata atau gabungan kata yg dengan cermat meng-ungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yg khas dalam bidang tertentu;
  2. sebutan; nama: janda muda disebut dengan– “janda kembang”;
  3. kata atau ungkapan khusus;

Saya pikir istilah sudah ada sejak manusia ada. Dalam kitab suci, ada istilah penyebutan sesuatu yang terlarang dengan ‘buah’. Entah namanya apel atau khuldi, tidak terlalu jadi masalah. Maka jika seorang Adam pada suatu hari akhirnya amat manusiawi dan tergoda memetik buah. Artinya ia sedang melakukan sebuah tindakan terlarang.

Dalam sastra kontemporer, pengarang novel grafis pemenang Pulitzer, Maus, Art Spiegelman, mengistilahkan bahkan hingga mengilustrasikan NAZI jerman sebagai ‘kucing’ dan yahudi sebagai ‘tikus’ dalam karya jeniusnya Maus I: My father bleeds history dan Maus II: And here my troubles began.

Dalam hubungan antara psikologis dengan anatomi tubuh manusia, bagan organ genital wanita yang sering disebut labium minus pudendi acapkali diistilahkan dengan Nympha. Dalam bahasa jalanan, seorang wanita mandiri yang secara fruekentatif dapat memuaskan kebutuhan bagian genitalnya, diistilahkan dengan Nympho.

Pada intinya; istilah itu ada. Digunakan oleh manusia. Sadar atau tidak sadar, ia jadi bagian dari diri kita.

Mengapa manusia menggunakan istilah?

Jawabnya banyak. Namun diantaranya adalah untuk mengekspresikan diri mereka. Ada semacam rasa dalam diri manusia yang secara jelas ingin tersalurkan. Yaitu ekspresi diri. Penyalurannya banyak. Ada yang diam-diam. Ada yang terang-terangan. Ada yang cepat ada yang perlahan. Yang pasti, ekspresi diri harus dikeluarkan. Salah satunya, lewat istilah yang ia pakai.

Siapa yang memakai istilah dan apa sebabnya?

Atas nama istilah ini pula maka suatu hari, saya sungguh dikejutkan oleh tulisan tetangga saya Asrul yang membahas ketika seorang yang mengaku Profesor Nazaruddin Sjamsuddin, mengeluarkan twit jangan menyalahkan orang Arab. Sebab tkw yang dikirim kesana goblok-goblok, disuruh apa saja tidak mengerti.


Nazaruddin Sjamsudin bilang goblok pada TKI dan TKW

Lebih jelasnya, silahkan cek ke akun Nazar Syamsudin orang yang mengaku profesor tersebut. Untuk lebih jelas mengenai si orang yang mengaku profesor, silahkan cek di Wikipedia mengenai Profesor Nazaruddin Sjamsuddin.

Tidak lama kemudian, Nazar yang tidak pernah mengaku sebagai pria berpenis belang-belang merah jambu namun pernah jadi tersangka kasus korupsi KPU itu mengklarifikasi ucapannya.

1. sy jg tdk suka majikan menyiksa tkw. tp kt jg perlu introspeksi ttk kemmpuan para tkw itu. nah, bayngkan majikan yg sdh bayar mahal,
7:08 AM Nov 19th via web

2. tp dpt tkw yg ga becus. apa ga kesal bin marah mrk itu. cuma, tetap sj, shrusnya mrk tdk boleh menyiksa.
7:09 AM Nov 19th via web

3. sy prnh mndpt pembantu spt itu. hanya krn kesabaran sj, shg tdk terjadi apa2; stlh dipekerjakan 1 bln, lalu sy kmbalikan ke agen.
7:12 AM Nov 19th via web

4. jd, klo sy punya pendpt spt itu, bukan krn kebanyakan makan sate kambing.
7:14 AM Nov 19th via web

Yang menarik adalah, ketika banyak orang yang memintanya untuk meminta maaf, orang yang mengaku preman profesor politik ini berkata pada akun twitter @IndraPilianig “saya siap sj minta maaf, tapi apa kesalahan saya?”

Hampir sepuluh menit kemudian, begini klarifikasi beliau:
ooo istilah “goblok” itu. ok, itu masalah “selera” sj, krn sy prnah mngalaminya. maaf, klo itu dianggap tdk pantas.

Ini screenshotnya:
nazararuddin sjamsudin bilang goblok pada TKI/TKW itu hanya istilah selera dia

Menarik bukan? Ah wahai profesor politik. Terberkatilah engkau hingga namamu masuk dalam ranah internet dan kini disini jadi pembahasan khusus mengenai kalimat ‘istilah’.

Goblok itu istilah. Setidaknya menurut manusia yang mengaku jadi profesor politik di Indonesia bernama Nazaruddin Sjamsuddin ini. Dan berdasarkan ‘selera’ beliau pula istilah itu ia alamatkan dengan santainya pada TKI/TKW kita di Timur Tengah sana. Tidak peduli apakah istilah dan seleranya akan menyakiti manusia lain, ia mengumbarnya di hadapan publik. Kelihatannya ia tidak peduli, apapun yang masuk dalam ‘selera’ nya, maka itu berhak di umbar kepada publik.

Aneh, kalau mau memandang sesuatu secara subjektif pendapat diri sendiri, ketimbang bicara seleranya soal TKI/TKW, mengapa ia tidak memilih memberitahu publik mengenai selera seksualnya?

Saya tidak yakin apakah nafsu birahinya akan merongrong jika dipanggil dengan istilah ‘profesor penyetubuh kambing’.

Setidak-yakinnya saya bahwa istilah goblok yang pernah ia juruskan pada para TKI/TKW di Arab sana akan memecahkan semua solusi pekerja migran Indonesia di Timur Tengah.

This entry was posted in Orang Indonesia, Republik Indonesia and tagged , , , . Bookmark the permalink.

9 Responses to Penyetubuh Kambing

  1. galeshka says:

    walah, pantesan aja partai politik indonesia berantakan, wong profesornya aja goblok kayak gini *eh

    😀

  2. aRuL says:

    Apa profesor ini kurang peka yah, atau tak punya simpati kepada orang lain eh kepada bangsa sendiri.
    Atau gara2 kemahaguruannya jadi mereka bisa seenaknya ngomong

  3. sibair says:

    Sebenarnya si tidak bodoh,tiap orang mengunggkapkan sebuah opini selalu ada latar belakangnnya toh… tapi profesor yang satu ini kok yo keterlaluan.. kliatannya mulutnya gak di kasih proxy *eh*

  4. itikkecil says:

    bapak profesor yang terhormat ini memang tidak punya kepekaan sama sekali…
    jangan-jangan pada saat kasus di KPU dulu dia juga bertanya, apa kesalahan saya?

  5. hedi says:

    agama apapun jadi berantakan karena orang-orang model profesor itu

  6. jardeeq says:

    dan orang seperti itu selalu menganggap dirinya benar

  7. DeZiGH says:

    Sebenarnya, bang aip juga banyak menggunakan istilah yang bisa jadi tidak cocok dengan selera kebanyakan orang :)

    Sebenarnya jika tidak suka, yang mem-follow sang profesor tinggal tidak mem-follow-nya lagi saja, tidak perlu menuntut sang profesor minta maaf. Tinggal sampaikan saja kepada sang profesor bahwa kata-katanya bisa jadi menyakiti hati banyak orang…

    Jika orang islam dikatakan penyetubuh kambing, ya tinggal tunjukkan saja bahwa dengan perilaku yang menyejukkan sekitar, bukan dengan menghujani pengucapnya dengan peluru dan tusukan belati, dan tentunya, menghindari menyetubuhi kambing…

    Ketika sang profesor berkata sang tkw adalah goblok, dan ada yang mengatakan bahwa sang profesor tidak peka, keduanya bisa dikatakan memiliki kemiripan, yaitu memberikan stigma negatif kepada orang lain…

    Apa pun yang dikatakan seseorang, ketika kita memiliki prasangka negatif terhadap orang tersebut, maka yang dirasakan pasti lah hal yang negatif..

  8. warm says:

    profesor palesu kali bang itu yg ngomong
    :)

  9. edratna says:

    Kita memang bebas berpendapat, dan di Indonesia masyarakat sedang menikmati kebebasan berpendapat ini. Sayangnya seringkali tak memikirkan perasaan orang lain….istilah nya kurang “tepo seliro”

Leave a Reply